
Airin mengecilkan bola mata nya agar bisa melihat lebih jelas bayangan hitam yang sedari tadi mengikutinya dan juga keluarganya. Namun bayang tersebut tidak ada di balik pohon di mana itu adalah pohon terkahir yang ia lihat saat bayangan hitam itu melintas di ekor matanya.
"Ah.... " Teriak Airin mengagetkan semua yang ada di dalam kereta kencana itu. Sehingga kereta kencana yang ditumpangi oleh Airin dan juga keluarganya berhenti mendadak.
Airin menutup mata nya karena ke takutan dengan kedua tangan nya.
"Ada apa sayang?" Tanya kedua orang tua nya.
"Itu lo, di depan ada orang yang berdiri di sana" Tunjuk Airin yang ia lihat ada sosok bayangan orang yang ada di depan mereka yang menghalangi jalan.
Semua yang ada di dalam kereta kencana itu pun melihat ke arah yang di tunjuk oleh Airin.
"Gak ada siapa-siapa kok sayang" Ujar Aisyah setelah memastikan memang tidak ada siapa-siapa di depan sana.
"Ada buk, dari tadi orang itu mengikuti kita dan sekarang dia berdiri di sana"
"Sayang coba deh kamu buka mata kamu. Memang tidak ada siapa-siapa di sana" Jelas Raksi pulak.
Airin perlahan menurunkan tangan nya dan membuka matanya untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat itu memang ada di sana. Namun, seperti biasa bayangan itu telah hilang dan tidak kelihatan lagi oleh matanya.
"Ibu, tadi beneran ada orang di depan sana bu, Airin nggak bohong" Ujar gadis itu lagi.
"Iya sayang, ibu dan bapak percaya kok sama kamu. Sekarang kamu tenang ya nak. Sebentar lagi kita akan tiba di rumah tok Wan" Ujar Aisyah mencoba menenangkan putri semata wayangnya itu.
"Ayo pak, dilanjutkan lagi perjalanan kita" Ucap Raksi kepada pemilik kereta kencana tersebut.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan kembali perjalan mereka menuju rumah tok Wan.
"Sayang, jika kamu capek? Kamu tidur saja di pangkuan ibu. Nanti jika sudah tiba di rumah tok Wan ibu akan membangunkan kamu" Ujar Aisyah.
"Gak buk, Airin gak ngantuk kok buk. Airin sudah tidur puas tadi siang. Lagian jika Airin tidur, Airin takut akan mimpi buruk lagi"
***
"Assalamualaikum" Ucap salam Raksi berikan kepada sang pemilik rumah saat mereka tiba di rumah tok Wan itu.
"Waalaikumsalam" Jawab si pemilik rumah membuka pintu rumah nya.
"Ternyata ada tamu dari jauh. Ayo silahkan masuk" Ujar si pemilik rumah tadi yang merupakan istri dari tok Wan. Yah istri tok Wan tampak belum terlalu tua. Usia nya sekitar empat puluh lima tahun sama dengan usia ibu nya Airin.
"Ternyata benar apa yang di katakan tok Wan. Hari ini kami akan kedatangan tamu jauh. Karena kami sudah mengetahui bahwa kalian akan datang, karena itu saya sudah mempersiapkan makanan ini untuk menyambut kedatangan kalian" Jelas istri dari tok Wan tadi mempersilahkan para tamunya untuk duduk di meja makan yang telah ia sajikan dengan berbagai makanan.
"Tidak perlu berterima kasih kepada kami. Sudah sewajarnya kagak menyambut para tamu yang datang ke gubuk kami ini" Ucap istri tok Wan lagi.
"Maaf sebelum nya, apa tok Wan nya ada?" Tanya Aisyah.
"Oh ada, tok Wan lagi di kamar sedang melakukan semedi nya. Sebentar lagi pasti keluar"
Tak lama kemudian, tok Wan pun keluar. Dan yah tok Wan juga tidak terlalu tua. Meski usia nya sudah menginjak lima puluh tahun. Yah karena dia seorang dukun terkenal di di negeri Kuda Emas, mungkin itulah sebabnya ia menjadi awet muda karena ada ritual-ritual yang harus ia jalani.
"Maaf menunggu lama, ayo silahkan di cicipi jamuan dari kami" Ucap tok Wan mempersilahkan keluarga Raksi dan juga buk Minah untuk mencicipi makan yang telah disediakan oleh istrinya sedari tadi karena telah mengetahui kehadiran mereka di rumah itu.
__ADS_1
Tok Wan mengalirkan pandangannya ke arah Airin. Lelaki yang sudah berumur itu pun menatap Airin dari ujung rambut hingga ke ujung kakinya. Ia mengkerut dan keningnya saat memperhatikan gadis yang berkulit putih itu.
"Kamu bukan gadis biasa" Ujar tok Wan pada akhirnya.
Sontak Raksi dan Aisyah saling menatap karena kaget mendengar apa yang dikatakan oleh tok Wan kepada mereka.
"Maksud tok apa?" Tanya Raksi tidak mengerti apa yang dimaksud oleh perkataan tok Wan tadi.
"Oh, tidak bukan apa-apa. Nanti kita lanjutkan. Saat ini silakan kalian menikmati hidangan yang telah kamu sediakan. Setelah itu baru kita akan memulai pengobatan untuk putri mu ini" Ujar Tok Wan lagi.
Mereka pun menyantap makanan yang telah disediakan oleh istri tok Wan tadi.
Entah mengapa setiba nya di sana, Airin merasa sangat lapar. Gadis itu juga merasakan bahwa ada kenyamanan saat berada di rumah tok Wan. Yah Di sana ia merasa bahwa ia telah dilindungi oleh tok Wan tadi.
***
"Ini air yang harus di minum oleh putri mu. Dan tolong di usapkan wajah putri mu dengan air yang telah ku jampi-jampi ini agar malam ini putrimu bisa tidur dengan tenang tanpa ada gangguan seperti malam-malam sebelumnya" Jelas tok Wan kepada Raksi dan Aisyah. Tanpa dijelaskan apa penyakit yang menimpa Airin saat ini, tok Wan sudah mengetahui segalanya. Sehingga Raksi dan juga Aisyah tidak perlu menjelaskan panjang lebar maksud dari kedatangan mereka di rumah tik Wan itu.
"Untuk malam ini, Aku hanya bisa menawarkan air yang telah aku bacakan mantra ini untuk putrimu. Dan besok kita akan lanjutkan pengobatan yang sebenarnya untuk Airin agar dia bisa terlepas dari teror mimpi buruknya" Jelas tok Wan lagi.
"Dan untuk beberapa hari ini kalian boleh menginap di rumahku selama putri kalian menjalani masa pengobatan bersamaku hingga pengobatan tersebut telah selesai nantinya"
"Baik lah, terima kasih tok Wan atas kebaikannya" Ujar Aisyah lagi.
"Ayo kalian ku tunjukkan kamar nya. Saya sudah membersihkan kamar untuk kalian tempati" Ujar istri tok Wan.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke kamar yang telah disediakan oleh istri tok Wan tadi. Raksi dan Aisyah satu kamar. Sedangkan Airin dan buk Minah pun memiliki kamar mereka masing-masing.
"Sayang, ini air yang telah di jampi-jampi oleh tok Wan tadi. Sebelum tidur, kamu harus meminumnya dan juga mengusapkan seluruh wajahmu dengan air ini agar kamu malam ini bisa tidur dengan tenang tanpa diteror oleh mimpi-mimpi burukmu seperti malam-malam sebelumnya" Jelas Aisyah.