Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 14


__ADS_3

Airin meminta izin kepada kedua orang tua angkat nya bahwa ia ingin pergi ke goa dimana tempat Raksi menemukan nya dulu. Yah Airin sudah mengetahui bahwa dia memiliki darah campuran antara manusia dan juga makhluk Bunian.


"Boleh kan buk, pak Airin pergi untuk mengetahui sebenar nya" Ujar Airin lagi.


Meski dengan berat hati, Raksi dan Aisyah akhir nya mengizinkan Airin untuk pergi.


***


Segala sesuatu telah dipersiapkan oleh Aisyah untuk keberangkatan Airin. Yah Airin akan pergi merantau menuju ke gua Bagiri tempat di mana ia di lahirkan. Ia harus mengetahui asal usul diri nya. Dan kenapa dia bisa memiliki darah campuran seperti ini.


"Buk, pak, Tolong doain Airin ya semoga Airin bisa mendapatkan petunjuk tentang diri Airin. Airin janji Airin akan kembali secepat nya" Ujar Airin meminta izin kepada keuda orang tua nya yang telah merawat nya selama ini.


"Iya sayang, ibu dan bapak akan selalu mendoa kan mu nak. Ingat lah kami akan selalu menunggu kepulangan mu. Kami di sini menanti diri mu kembali nak. Berjanji lah kamu akan kembali meski kamu sudah tahu siapa ayah dan ibu kandung mu" Ujar Aisyah lagi memeluk putri semata wayang nya dengan penuh kasih sayang dan deraian air mata.


"Damar tolong jaga Airin baik-baik. Setelah semua nya selesai antarkan dia kembali bersama kami" Pinta tok Wan. Yah karena tok Wan orang pintar, itu sebab nya ia bisa melihat keberadaan Damar.


"Baik tok, saya akan menjaga Airin semampu saya" Jawab Damar dengan mantap nya.


Meski Aisyah, Raksi, dan Suri tidak bisa melihat keberadaan Damar. Tapi mereka percaya kepada tok Wan dan juga Airin bahwa Damar itu memang berwujud di alam lain.


"Damar, meski pun kami tidak bisa melihat keberadaan kamu, tapi kami percayakan Airin kepada mu ya nak. Tolong jaga putri kami baik-baik" Ujar Aisyah.


"Baik buk, saya akan menjaga kepercayaan kalian kepada saya" Jawab Damar meski Aisyah, Raksi dan Suri tidak bisa mendengar ucapan dari Damar.


Yah tadi malam Airin meminta bantuan kepada Damar untuk menemani nya selama di perjalanan dalam misi mencari siapa orang tua kandung Airin sebenar nya. Yah seperti biasa Damar hadir di dalam mimpi Airin. Karena itu lah pagi ini dia hadir di sini untuk memenuhi permintaan dari Airin.


Kepergian Airin dengan di iringi tangisan air mata oleh kedua orang tua nya. Secara ini kali pertama mereka berpisah dari putri semata wayang mereka itu. Yah mereka bertekad tidak akan kembali ke negeri Bunga Tanjung sebelum Airin kembali kepada mereka. Mereka akan kembali bersama-sama sebagaimana mereka datang ke negeri Kuda Emas ini.


Apa yang di takuti oleh Raksi dan Aisyah kini telah terjadi. Pada akhir nya Airin ingin tahu juga tentang siapa orang tua kandung nya itu.

__ADS_1


"Jangan takut Aisyah. Yakin lah Airin akan kembali kepada kalian. Semua akan tergantung kepada Airin. Dia bisa memilih di mana ia akan tinggal. Di dunia kita, atau dunia Bunian" Ujar tok Wan menenangkan wanita paruh baya itu.


Aisyah menangis di dalam pelukan suami nya itu. Ia masih berat melepaskan kepergian putri nya itu.


Damar dan Aisyah menempuh perjalanan dengan menggunakan kereta kuda nya.


"Apa gua Bagiri itu jauh Damar?" Tanya Airin.


"Lumayan jauh Airin. Perjalanan ke sana bisa menempuh waktu tiga hari tiga malam saat kita berkuda seperti ini" Jelas Damar.


Airin mengangguk mengerti. Sejujurnya gadis itu pun merasa takut karena memasuki hutan belantara yang belum pernah ia datangi selama ini. Namun, semua rasa takut itu ia buang jauh-jauh untuk mengetahui siapa sebenar nya diri nya.


"Apa kamu takut?" Tebak Damar melihat ekspresi wajah Airin yang seperti orang sedang ketakutan saat mereka mulai memasuki hutan.


"Yah, sebenar nya aku takut. Sejujurnya aku belum pernah melakukan perjalanan sejauh ini. Aku juga belum pernah berpisah dari kedua orang tua ku"


"Gak, aku masih penasaran dengan apa yang sebenar nya terjadi kepada ku. Aku ingin mendapatkan keterangan tentang semua yang terjadi sebenar nya kepada ku" Ujar Airin dengan penuh keyakinan.


"Benar?"


"Yah benar"


"Oke, kita akan melanjutkan perjalanan kita" Ujar Damar lagi. Sebagian orang akan mengira bahwa Airin orang gila karena berbicara sendiri. Untung saja perjalanan mereka melalui hutan belantara. Sehingga orang-orang tidak bisa menganggap Airin orang gila karena berbicara sendiri.


***


"Sebaik nya kita istirahat di sini saja. Hari sudah larut kamu juga terlihat lelah. Tidak baik jika dalam keadaan lelah seperti ini kita masih melanjutkan perjalanan" Usul Damar.


Yah hari juga sudah gelap dan semakin larut hingga tidak memungkin kan mereka melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


Damar membangun tenda sederhana yang sengaja di bekali oleh tok Wan untuk perjalan mereka.


"Sudah selesai tenda nya. Sekarang kamu istirahat di dalam tenda"


"Kamu?"


"Kamu jangan cemas kan aku. Aku tidur di luar dan menjaga mu di sini" Jelas Damar lagi.


Airin masuk ke dalam tenda yang telah dibangun oleh Damar saja. Tak lama, Damar memanggil Airin kembali.


Gadis itu pun membuka pintu tenda itu. Terlihat Damar membawa seekor ikan bakar untuk Airin.


"Ikan bakar? Dari mana?" Tanya Airin bingung.


"Sudah jangan banyak tanya. Sengaja aku membawa nya tadi sebagai bekal kita" Jelas Damar.


"Ha?"


"Sudah makan saja. Untuk mengganjal perut yang lapar" Damar memberikan ikan bakar tadi.


Airin menyambut nya dan langsung menyantap ikan bakar itu. Yah meski pun masih ada pertanyaan tentang ikan bakar itu, tapi perut nya yang sudah keroncongan itu membuat nya untuk mengurung kan niat bertanya kembali.


"Selamat malam Airin, selamat beristirahat" Ujar Damar. Airin menjawab nya dengan senyuman manis nya.


Airin pun mencoba untuk memejamkan mata nya di dalam tenda itu. Suara jangkrik dan suasana malam yang sepi menambah kesan kesunyian di malam itu. Sungguh Airin kembali membayangkan suasana di rumah nya yang penuh dengan kehangatan dan kasih sayang.


"Buk, pak, tunggu Airin kembali ya. Airin pasti akan kembali bersama kalian. Kita akan berkumpul lagi" Batin Airin.


Sedangkan di luar tenda, Damar masih terjaga bersama api unggun yang di buat nya tadi untuk menerangi mereka di malam yang gelap dan sunyi ini. Yah laki-laki itu memang memutuskan untuk berjaga dan selalu siaga jika nanti secara tenyata ada bangsa Orx yang tiba-tiba menyerang mereka.

__ADS_1


__ADS_2