
Raja Agung telah membuat pesta untuk penyambutan putri semata wayangnya itu yang kini kembali ke negeri Bunian.
Meskipun saat ini Airin memiliki keraguan di hatinya untuk menerima tawaran sang raja sebagai seorang ksatria, melihat kepercayaan rakyatnya yang penuh terhadap dirinya itu membuat ia yakin dan semangat bahwa ia bisa mengalahkan pemimpin bangsa Orx.
Dengan penuh rasa semangat di hatinya ia meminta Damar untuk mengajarnya sebagai seorang ksatria besok hari. Damar pun menyetujuinya dan sang raja merasa bangga kepada putrinya yang telah bersedia membantunya untuk mengalahkan bangsa Orx.
***
Airin bangun pagi-pagi sekali dia menunggu kedatangan Damar di belakang istana. Sebagaimana yang telah mereka janjikan tadi malam mereka akan berlatih di belakang istana untuk menjadi seorang ksatria.
Di mana di belakang istana itu terdapat berbagai alat properti untuk berlatih seperti panah, bermain pedang dan berkuda.
Airin menunggu kedatangan Damar ditemani dengan dayang-dayang yang selalu setia mengikuti dirinya kemanapun ia pergi.
"Kemana sih Damar? Kata nya mau berlatih pagi-pagi sekali. Tapi dia nya belum juga menampakkan batang hidung nya" Ujar Airin mondar mandir menunggu kedatangan Damar sebagai pelatihnya itu.
__ADS_1
Cukup lama Airin menunggu kedatangan Damar di sana. Hingga pada akhir nya Damar pun hadir dengan napas yang terhengah-hengah. Yah ia berlari menuju ke tempat latihan itu sehingga membuat nafasnya ngos-ngosan.
"Aduh Damar, kamu kemana saja sih? Sudah lama aku menunggu kedatangan kamu di sini" Ujar Airin.
"Maaf kan aku Airin, aku terlambat yah aku bangun kesiangan. Ya kamu tahu sendiri karena beberapa hari ini aku tidak tidur dengan tenang selama kita di dalam perjalanan" Ujar Damar dengan jujur. Karena memang selama dalam perjalanan menuju ke negeri Bunian Damar sama sekali tidak tidur. Iya berjaga sepanjang hari dan juga malam untuk menjaga air yang jika secara tiba-tiba bangsa Orx datang menyerang mereka.
Sebagai seorang prajurit ia harus selalu siaga dan waspada jikalau sesuatu yang berbahaya datang menyerang secara tiba-tiba. Terlebih akan menyerang putri kerajaan yang selama ini sebagai incaran mereka.
"Iya juga sih Damar, selama ini kamu tidak tidur dengan tenang dan juga beristirahat dengan cukup sama kita dalam perjalanan menuju negeri ini. Harusnya kita tidak mau mulai latihan hari ini biarkan kamu beristirahat sepanjang hari agar tenagamu pulih kembali" Saran Airin.
"Tidak masalah kok Airin, aku sudah beristirahat dengan cukup dan aku sudah mengembalikan tenagaku. Sekarang aku sudah siap untuk melatihmu menjadi seorang ksatria"
"Iya aku baik-baik saja. Aku sudah siap untuk melatih mu. Lagian aku tidak mau mengecewakanmu yang telah bersemangat untuk berlatih hari ini" Ujar Damar lagi meyakinkan Airin agar gadis itu percaya kepadanya. Meskipun saat ini ia masih merasa lelah karena menempuh perjalanan yang jauh dan juga tidak beristirahat dengan cukup. Namun laki-laki itu tidak mau membuat Airin patah semangat karena rasa lelah lagi dirinya saat ini.
"Ayo kita mulai latihan nya" Ujar Damar.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu kita sekarang mau latihan apa?"
"Kita akan mulai dengan latihan memanah saat ini"
"Oke" Ujar Airin mengambil busur panah dan anak panah yang tergeletak di meja.
"Terus, Bagaimana cara memakai busur dan anak panah ini" Ujar Airin bingung.
"Oke, pertama-tama kamu harus sikap berdiri dan kamu harus konsentrasi. Tinggal mengambil garis lurus sama target yang ada di sana" Ujar Damar menunjuk ke arah target yang tidak jauh dari mereka berdiri.
"Selanjutnya, Langkah berikutnya adalah memasang anak panah. Yang harus diperhatikan adalah fit atau tidaknya nock ke string. Kalau terlalu kencang mungkin ngaruh ke akurasi, yang sebenarnya tidak apa-apa buat pemula. Nah, yang bahaya kalau terlalu longgar. Bayangkan kalau di tengah proses narik string terus nock-nya melorot atau lepas dari string dan kelepasan me-release. Bisa-bisa lari ke jidat orang itu anak panah." Jelas Damar lagi sedikit bercanda.
Mendengar penjelasan dari Damar itu Airin tertawa kecil.
"Selanjutnya mengangkat busur. Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur)"
__ADS_1
"Selanjutnya adalah menarik string atau tali pada busur. Cara yang benar dengan menariknya sampai menyentuh idung sambil mempertahankan posisi tangan yang megang bow atau busur tetep lurus, Kepala juga jangan bergerak, ya. Ingat, string yang deketin hidung, bukan hidung yang nyamperin string"
"