Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 41


__ADS_3

Airin telah kembali dari dunia Bunian ke dunia manusia karena tugas nya di dunia Bunian sudah selesai.


Aisyah dan Raksi pun kini memutuskan untuk kembali ke negeri Bunga Tanjung.


Mereka pun mengucapkan terima kasih kepada tok Wan karena telah menerima mereka selama ini di rumahnya.


***


Terlihat rumah yang telah ditinggalkan oleh keluarga itu sedikit berantakan dan penuh dengan debu. Yah rumah yang berlantai dua itu yang tidak terlalu besar namun cukup nyaman untuk di tempati pun merupakan rumah milik saudagar kain yang kaya raya yaitu Raksi. Di mana di depan rumah itu terdapat sebuah toko nya.


"Akhir nya kita sudah tiba juga di rumah" Ujar Airin saat mereka tiba di halaman rumah mereka.


Airin berlari masuk ke dalam rumah nya. Yah sungguh gadis yang memiliki darah campuran itu sangat merindukan rumah tempat ia besar.


"Sayang, seperti nya kita mendapatkan pekerjaan tambahan" Ujar Aisyah mencolek meja rumah nya yang penuh dengan debu karena telah lama ditinggalkan.


Airin dan Raksi saling tersenyum dan saling menatap. Mereka pun langsung pergi ke dapur untuk mengambil alat tempur mereka berupa sapu dan juga pengepel untuk membersihkan rumah mereka. Keluarga itu sangat bersemangat untuk membersihkan rumah mereka. Hal itu di karena kan semua beban yang mereka rasakan saat ini sudah hilang. Airin sudah hidup seperti gadis lain nya dan tidak mendapatkan mimpi buruk lagi. Sekarang hidup mereka terasa lebih tenang dan juga aman.


Mereka bergotong royong membersihkan rumah di lantai satu dan dua secara bergantian penuh dengan semangat. Mereka membersihkan nya dengan saling bercanda dan tertawa bersama.


Hampir satu hari penuh mereka membersihkan rumah sebagai tempat mereka berlindung dari hujan dan panas.


"Aduh capek juga ya" Ujar Airin menghempas kan tubuh nya di atas sofa di ruang tamu nya.


"Iya, pinggang bapak juga terasa encok" Jawab Raksi yang ikut duduk di sofa bersama putri nya itu.


"Tara.... Ini ibu sudah buatkan pisang goreng dan juga minuman teh es untuk kalian" Ujar Aisyah datang dari dapur sambil membawa makanan dan minuman yang ia buat tadi.


"Wah, kebetulan kami sedang lapar saat ini dan kehausan" Ujar Raksi.


"Iya, Ibu memang yang paling the best dan tahu saja apa yang kita rasakan saat ini" Puji Airin dengan tersenyum senang. Mereka pun langsung menyantap makanan yang dibawa oleh Aisyah tadi.


***


Airin berdiri di depan jendela kamarnya sambil menatap ke arah luar. Gadis yang memiliki darah campuran itu menetap dengan kosong ke depan. sesekali terlihat ia sedang menghela nafas berat nya.


Terlihat dari balik pohon yang ada di ujung jalan sedang berdiri seseorang di baliknya. Namun, kali ini Airin tidak merasa takut sama sekali seperti saat pertama kali ia melihat sosok itu. Justru gadis itu menyambut sosok tersebut dengan senyuman manisnya. Yah karena ia tahu di seberang sana ada Damar yang sedang mengawasinya dari jauh dan juga menjaganya.


Damar berjalan mendekati gadis itu ia pun melompat masuk ke dalam kamar Airin melalui jendela.


"Sedang memikirkan apa sih?" Tanya Damar.


"Hanya memikirkan ayahanda di dunia Bunian. Saat ini sedang apa ya dia di sana?"


"Apa kamu merindukan raja?"


"Yah, bisa dikatakan seperti itu"


"Jika kamu merindui sang raja, kamu masih bisa berkunjung ke dunia Bunian. Bukan kah ada lorong waktu yang bisa menghubungkan dunia manusia dan Bunian" Ujar Damar mengingatkan Airin.


"Iya kamu benar Damar. Kenapa aku bisa lupa"


"Karena kamu terlalu sibuk memikirkan ku" Ujar Damar sedikit menggoda. Airin tersipu malu mendengar Damar menggodanya seperti itu. Gadis yang memiliki kulit putih bersih itu pun mencubit manja pinggang kekasihnya.


"Besok kita akan pergi ke dunia Bunian. Seperti nya aku harus adil di sini. Yah seminggu di dunia Bunian dan seminggu di dunia manusia. Bagaimana pun rakyat dan juga ayahanda membutuhkan ku di sana. Dan di sini bapak dan ibu angkat ku juga tak kalah membutuhkanku"


"Iya kamu benar. Itu sudah cukup adil" Damar setuju dengan saran dari Airin.


***


Hari ini begitu cerah, Raksi terlihat sibuk membereskan tokonya yang sudah lama tidak buka itu. Hari ini adalah hari pertama ia kembali membuka tokonya.


"Wah, pak Raksi sudah kembali?" Tanya buk Nani tetangga nya mereka.

__ADS_1


"Iya buk, baru saja pulang kemarin"


"Wah, saya pikir bapak dan keluarga pindah ke negeri Kuda Emas. Yah karena cukup lama kalian di sana" Ujar nya lagi


"Gak kok buk, kami ke sana hanya untuk mengobati Airin"


"Terus bagaimana keadaan Airin sekarang?"


"Syukurlah Airin sudah membaik. Karena itulah kami pulang"


"Syukurlah pak. Saya turut senang mendengarnya. Ya sudah ya pak. Saya permisi dulu mau ke pasar untuk berbelanja" Ujar buk Nani.


"Iya buk, hati-hati di jalan"


"Siapa pak?" Tanya Aisyah yang muncul dari dalam toko menghampiri suami nya yang sedang berdiri di teras toko itu.


"Buk Nani buk"


"Ibu, bapak" Tegur Airin menghampiri kedua orang tua angkat nya.


"Iya nak"


"Ada yang mau Airin sampaikan kepada bapak dan ibu. Sebaiknya kita ngobrol di dalam saja" Mereka pun masuk ke dalam toko untuk mendengarkan apa yang mau Airin bicarakan kepada mereka.


"Buk, pak. Airin meminta izin kepada bapak dan ibu untuk bergantian yang berada di dua dunia. Seminggu di dunia manusia dan seminggu di dunia Bunia. Walau bagaimanapun dan juga ayahanda membutuhkan Airin di sana" Jelas Airin kepada kedua orang tua angkat nya.


sepasang suami istri itu saling menatap. Sejujurnya mereka tidak mau Airin kembali ke dunia Bunian. Tapi mereka tidak boleh egois karena di sana ada orang tua kandung Airin. Mereka harus berbagi waktu untuk bersama Airin begitu pun ayahanda Airin.


"Baik lah nak, ibu dan bapak memberikan kamu izin untuk melakukan rencanamu itu. Ayahanda mu pasti juga merindukan kamu di sana" Ujar Raksi lagi.


"Terima kasih pak, buk" Ujar Airin memeluk kedua orang tua nya.


"Airin akan pergi ke dunia Bunian sekarang"


***


Raja Agung sedang duduk melamun di singgasana nya. Semenjak kepergian Airin ke dunia manusia raja Agung selalu melamun dan merasa kesepian. Ia sungguh tidak bisa jauh dari putri kandungnya itu. Namun, ia juga tidak bisa melarang putri Airin untuk kembali ke dunia manusia karena ada orang tua angkat Airin yang telah merawat dan menjaga putrinya hingga besar seperti ini dengan baik.


"Ayahanda" Tegur Airin kepada sang raja.


"Biduri, ini benar kamu nak" Sambut raja Agung. Raut wajah yang tadi tanpa sedih kini berubah menjadi bahagia bila melihat putri semata wayangnya datang kembali menemuinya.


"Iya ayahanda. Ini Airin"


lelaki paruh baya itu datang mendekati putrinya. Ia memeluk gadis yang memiliki darah campuran itu dengan penuh kerinduan di hati. Airin pun membalas pelukan ayahnya itu dengan penuh kehangatan.


"Ayahanda sangat merindukan kamu nak"


"Iya ayahanda, Airin juga rindu sama ayahanda"


Damar hanya tersenyum senang melihat kedua ayah dan anak itu berpelukan saling melepaskan rindu. Setelah cukup lama mereka berpelukan, mereka pun melepaskan pelukan mereka masing-masing.


"Ayahanda, Airin mempunyai ide untuk membagi waktu yang adil untuk ayahanda dan juga kedua orang tua angkatnya Airin di dunia manusia. Di mana seminggu Airin akan berada di sini dan seminggu lagi berada di dunia manusia. begitulah seterusnya"


"Ayahanda setuju dengan saran mu itu nak"


***


Seperti biasanya ketika petang menjelang senja datang, Airin duduk di bangku yang ada di taman istana untuk menikmati Sunset yang dipancarkan oleh matahari akan terbenam. Yah gadis itu begitu menyukai pemandangan sore seperti itu. Di mana pemandangan itu tidak bisa ia dapatkan di dunia manusia. Ia hanya bisa menikmati pemandangan itu di dunia Bunian, dunia tempat nya berasal"


"Seperti nya kamu sangat menyukai pemandangan sunset di sore hari seperti ini" Tegur raja Agung menghampiri putri nya.


"Iya ayahanda. Airin sangat menyukai pemandangan ini. Pemandangan seperti ini hanya bisa Airin nikmati disini"

__ADS_1


Mereka pun saling terdiam dan menikmati pemandangan itu bersama-sama.


"Biduri, ada yang mau ayahanda sampaikan kepada mu nak" Ujar sang raja pada akhirnya memecahkan suasana yang sepi di sana.


"Apa ayahanda?" Airin menatap lelaki paruh baya yang ada di sampingnya itu dengan heran.


"Apa kamu juga menyukai pangeran Syam?" Tanya raja Agung ingin mengetahui perasaan putrinya kepada Pangeran Syam.


Raut wajah Airin kini berubah menjadi murung.


"Pangeran Syam? Emang nya kenapa ayahanda?"


"Beberapa waktu yang lalu pangeran Syam dan juga raja Sulaiman datang ke istana kita untuk melakukan lamaran terhadap mu"


Deg....


Airin membulatkan bola matanya. Putri mahkota itu kaget mendengar apa yang disampaikan oleh ayahnya. Ia tidak menyangka bahwa apa yang ia perkirakan selama ini bahwa pangeran Syam menyukainya itu benar adanya.


"Apa? Mereka datang untuk melamar ku? Terus apa jawaban ayahanda kepada mereka?"


"Ayahanda belum menjawab lamaran mereka terhadap mu. Karena kamu tidak berada di istana ini saat itu. Ayahanda tidak mau mengambil keputusan tanpa bertanya kepadamu terlebih dahulu" Ujar raja Agung.


Airin menghela nafas lega karena ayahnya belum memberi jawaban atas lamaran yang diadakan oleh pangeran Syam dan juga raja Sulaiman kepadanya.


"Jadi, bagaimana menurut mu? Apa kamu mau menerima lamaran itu? Sejujurnya ayahanda sangat berharap kamu dan pangeran Syam akan bersatu. Karena itu akan membuat kerajaan kita semakin kuat" Ujar raja Agung lagi.


"Maaf ayahanda aku tidak bisa menerima lamaran itu. Aku telah mencintai orang lain" Ucap Airin dengan jujur.


"Apa kamu mencintai seseorang dari dunia manusia juga?" Tanya raja Agung dengan penasaran.


"Ayah, jika aku mengatakan hal yang sejujurnya apa ayahanda akan marah kepada ku?" Tanya Airin menatap ayah nya dengan tatapan serius.


"Tidak nak. Ayahanda tidak akan marah"


"Ayah, aku telah jatuh cinta kepada seseorang yang selama ini selalu ada untukku. Dia yang selalu melindungi ku dari bahaya. Dia yang rela mengorbankan nyawanya demi melindungi aku. Dia berasal dari dunia ini juga sama seperti ayahanda" Jelas Airin.


Raja Agung tanpa berpikir seseorang yang telah membuat hati putri semata wayangnya jatuh cinta. Dimana ia telah menolak lamaran pangeran Syam secara mentah-mentah.


Cukup lama raja agung berpikir hingga terlintas di benak nya seorang laki-laki yang selalu ada bersama putrinya dimanapun ia pergi. Dan laki-laki itu selalu melindungi Airin dan siap mengorbankan nyawanya untuk gadis itu. Laki-laki itu juga yang telah mengajarkan Airin untuk menjadi seorang ksatria. Hingga membuat Airin menang melawan pemimpin bangsa Orx.


"Apa Damar laki-laki itu?" Tanya raja Agung kepada putri nya.


Airin menunduk sambil mengangguk pelan pertanda bahwa apa yang ditebak oleh ayahnya itu benar.


Sontak raja Agung kaget mendengar kejujuran dari putrinya itu. Ia tidak menyangka bahwa putrinya menyukai prajurit kebanggaan istana itu. Ternyata kedekatan mereka selama ini membuat mereka timbul rasa cinta di hati mereka masing-masing.


"Apa ayahanda tidak salah dengar dengan apa yang baru saja kamu ucapkan?"


"Tidak ayahanda. Aku dan juga Damar saling mencintai. Kami telah menjalin kasih selama ini" Jelas Airin kepada ayahnya.


"Airin itu tidak lah mungkin Kamu seorang putri mahkota. Sedangkan Damar, Damar hanya lah seorang prajurit istana" Ujar raja Agung tidak setuju atas hubungan mereka.


"Tapi ayah kami saling mencintai"


"Tapi kamu dan Damar tidak bisa bersatu karena status kalian berbeda"


"Tapi cinta kami tidak memandang status ayahanda. Kami sama-sama saling mencintai dan saling melindungi. Damar sudah membuktikan betapa ia mencintaiku selama ini. Ia rela mengorbankan nyawanya hanya untuk melindungi ku. Aku merasa aman dan nyaman saat bersamanya" Jelas Airin lagi meyakin kan ayah kandungnya bawa Damar lah laki-laki yang terbaik untuk dirinya. Sehingga ia bisa mendapat restu dari ayah kandungnya itu.


"Tidak Airin, Apapun alasannya ayahanda tetap tidak setuju dengan hubungan kalian. Hubungan ini, adalah hubungan yang terlarang. Kamu hanya pantas bersanding dengan pangeran Syam. Kamu dan pangeran bisa memiliki status yang sama. Dan jelas keturunan bangsawan tidak akan hilang ketika kalian bersama nantinya"


"Tapi aku tidak mencintai pangeran Syam aku hanya mencintai Damar. Aku harap ayah bisa mengerti bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan" Ujar Airin sambil menitikkan air mata nya. Gadis yang memiliki darah campuran itu merasa kecewa kepada ayah kandungnya yang tidak memberi restu akan cintanya kepada Damar. Ternyata apa yang Damar katakan tentang ayahnya itu benar. Di mana ayahnya tidak akan memberi restu kepada hubungan mereka. Namun, Airin tetap membantah apa yang dikatakan Damar kepadanya. Ia yakin ayahnya akan memberi restu kepada hubungan mereka dan akan mengerti akan cinta mereka berdua.


"Airin, apa pun alasan nya, ayah tetap tidak bisa menyetujui hubungan kamu dan juga Damar dan ayah tidak mau kamu membantah ucapan ayah. Ayah hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Dan ayah hanya ingin menjaga keturunan bangsawan kita agar tidak hilang dari dunia ini" Ujar raja Agung meninggalkan Airin yang menangis meratapi nasibnya yang tidak mendapatkan restu dari ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2