Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 16


__ADS_3

Siang itu, Airin dan Damar sedang beristirahat di sebuah pohon rindang. Yah mereka beristirahat untuk makan siang dan juga meluruskan pinggang yang terasa encok karena duduk selama beberapa jam di kereta kuda.


"Apa masih jauh Damar tempat nya?" Tanya Airin lagi kepada Damar.


"Palingan tinggal satu hari satu malam lagi kita menempuh perjalanan nya" Jelas Damar lagi.


"Ini silahkan di makan" Ujar Damar memberikan burung bakar kepada Airin. Yah ia sempat berburu burung tadi sebelum mereka berangkat. Sambil menunggu Airin selesai mandi pagi, laki-laki itu pun berburu burung untuk mereka makan siang.


"Wah ternyata kamu hebat ya Damar. Kamu memang hebat dalam berburu. Selalu mendapatkan mangsa nya" Puji Airin.


"Kamu bisa saja Airin. Aku sudah terbiasa berburu untuk mencari makanan seperti ini. Dari kecil aku mah sudah diajarkan untuk berburu karena aku merupakan seorang prajurit. Jadi nya aku harus bisa bertahan hidup di alam liar seperti ini" Jelas Damar lagi terus membolak balik burung yang di bakar nya tadi.


"Oh begitu ya, pantas saja kamu sehebat ini"


Srit.... Srit....


Terdengar suara di balik semak-semak tak jauh dari tempat mereka. Mereka pun melihat ke arah semak-semak itu. Damar menatap tajam ke arah semak-semak itu.


"Airin, berlindung di belakang ku" Ucap laki-laki itu dengan berbisik. Airin segera berpindah ke belakang Damar untuk berlindung. Pelan-pelan Damar mengeluarkan busur panah dan anak panah nya membidik ke arah sasaran yang ada di balik semak-semak itu.


Sungguh laki-laki itu mencium aroma tidak enak di sekitar mereka. Ia mencium aroma busuk dan juga tidak bersahabat di sana. Ia juga bisa merasakan ada yang tidak beres dan selalu mengikuti mereka. Karena itu lah Damar tidak tidur tadi malam untuk berjaga-jaga.


Dengan penuh keyakinan dan bidikan yang tidak meleset, laki-laki tampan itu pun langsung melepaskan anak panah nya. Dalam sekejap, set....


Anak panah itu mengenai sasaran yaitu tepat di jantung si mangsa. Damar pergi memeriksa keadaan mangsa yang di panah nya tadi. Terlihat terbaring tidak bernyawa dan sama sekali tidak bergerak lagi. Salah satu bangsa Orx sedang mengintai keberadaan mereka di sana. Untung saja Damar bisa membunuh si mata-mata itu. Damar mencabut kembali anak panah itu dan membersihkan nya.

__ADS_1


Damar segera berlari ke arah Airin yang masih menunggu dan melihat dari jauh apa yang terjadi.


"Airin, di sini sudah tidak aman. Ayo kita segera pergi dari sini" Ujar Damar langsung membereskan tempat mereka beristirahat tadi dan menggandeng Airin untuk naik kereta kuda dan meninggalkan tempat itu.


"Ada apa Damar?" Tanya Airin dengan heran.


"Apa yang terjadi" Tambah nya lagi saat mereka dalam perjalanan.


"Tadi ada salah satu bangsa Orx sedang mengintai kita. Kamu dalam keadaan berbahaya. Karena itu kita harus segera pergi secepat nya dari sini" Jelas Damar terus menunggang kereta kuda nya. Laki-laki yang memiliki hidung mancung Itu pun mempercepat langkah kudanya agar segera meninggalkan tempat yang berbahaya itu.


"Aku takut mereka sudah mengetahui keberadaan kita saat ini. Dan makhluk yang sudah ku bunuh tadi sudah memberi tahu kan di mana lokasi kita kepada teman-teman nya" Jelas Damar lagi.


Sontak Airin pun semakin ketakutan mendengar penjelasan dari laki-laki itu. Ia terus saja melihat ke belakang untuk memastikan bahwa bangsa Orx tidak mengikuti mereka satu makhluk pun.


"Terus kita harus bagaimana Damar? Aku takut" Ujar Airin.


Damar memperlambat memperlambat jalannya kereta kuda yang di tunggang nya itu saat ia merasa bahwa keadaan mereka sekarang sudah aman dan tidak diikuti oleh bangsa Orx itu.


"Seperti nya kita sudah aman" Ujar Damar.


Airin menghala nafas lega nya mendengar bahwa mereka sudah aman saat ini.


"Syukur lah, aku benar-benar takut tadi" Ujar Airin merasa tenang.


"Aku akan melindung mu. Kamu jangan takut" Jawab Damar dengan tersenyum manis.

__ADS_1


***


Bangsa Orx tiba di tempat di mana salah satu mereka di bunuh oleh Damar itu. Ia melihat keadaan teman mereka yang sudah tidak bernyawa.


"Kurang ajar mereka. Berani-berani nya membunuh teman kita" Ujar pemimpin pasukan itu. Yah ada sekitar lima makhluk yang datang di tempat itu untuk memeriksa jejak langkah Airin bersama Damar.


"Ternyata benar mereka baru saja ada di tempat ini. Ayo kita kejar mereka sebelum mereka menjauh" Titah pemimpin pasukan itu lagi.


Mereka pun langsung pergi mengejar dan mengendus jalan yang di tempuh oleh Airin dan juga Damar saat melewati tempat itu. Sungguh mereka sangat marah kepada Damar karena telah membunuh salah satu anggota dari mereka.


***


"Sekarang kamu istirahat hari juga sudah larut" Ujar Damar setelah selesai membangun tenda untuk Airin.


Airin tampak melihat sekeliling tempat itu. Ia masih merasa ketakutan dengan peristiwa tadi siang. Yah hati nya masih was-was takut jika bangsa Orx itu tiba-tiba muncul lagi.


"Kamu jangan khawatir. Aku di sini menjaga mu. Aku akan melindungi mu dari apa pun yang mengganggu mu" Jelas Damar lagi. Airin masih ragu untuk masuk ke dalam tenda itu.


"Percaya lah pada ku Airin, semua akan baik-baik saja" Ujar Damar meyakinkan gadis itu.


Meski dengan perasaan yang masih ragu dan penuh ketakutan, Airin pun masuk ke dalam tenda seperti yang diperintahkan oleh Damar agar ia bisa beristirahat di dalam tenda itu. Sedangkan Damar menunggu dan menjaganya di luar tenda untuk memastikan bahwa bangsa orx tidak mengikuti mereka hingga ke tempat ini.


Yah seperti kemarin malam Damar sama sekali tidak tidur. Laki-laki itu masih berjaga di luar tenda bersama api unggun yang ia nyalakan untuk menerangi mereka di malam yang sesunyi ini.


Airin pun memutuskan untuk tidak memejamkan mata di malam itu. Ia ingin menemani dan yang sedang begadang di luar tenda. Namun matanya tidak bisa diajak kerjasama. Ia pun pada akhirnya terlelap karena lelah melakukan perjalanan jauh terlebih lagi saat mereka melarikan diri dari bangsa Orx yang mengejar mereka tadi siang.

__ADS_1


Sungguh gadis itu tertidur dengan pulas nya. Dan semenjak keberadaan Damar di samping nya, gadis itu tidak pernah mengalami mimpi buruk seperti yang ia alami selama ini. Gadis berkulit putih itu bisa tertidur dengan lelap setiap malamnya.


__ADS_2