
Airin duduk sendiri di taman istana, tatapannya kosong saat matahari perlahan tenggelam di cakrawala. Dia merasa terjebak dalam konflik yang rumit dan tidak tahu bagaimana harus menyelesaikannya. Pada satu sisi, ada Pangeran Syam yang dengan sabar mencoba mendekatinya, dan di sisi lain, ada cinta yang masih terpendam dalam hatinya untuk laki-laki lain yaitu Damar.
Yah meski saat ini ia telah menikah dengan pangeran Syam, namun ia masih belum bisa menerima pangeran Syam. Gadis itu pun belum mau di sentuh oleh putra mahkota itu.
"Maaf kan aku pangeran Syam. Aku belum siap" Ujar Airin. Pangeran Syam mengerti dan dia sama sekali tidak mau memaksa istri nya itu.
Ia tahu ada sesuatu yang di sembunyikan oleh istri nya. Meski ia tidak tahu apa yang sebenar nya di sembunyikan oleh Airin, tapi ia tetap bersabar hingga nanti Airin siap menceritakan semua nya kepada putra mahkota itu.
Selama berbulan-bulan, Airin melihat kebaikan dan kesabaran Pangeran Syam. Dia melihat bagaimana pria itu merawat rakyatnya dengan cinta dan kepedulian yang tulus. Pangeran Syam adalah pemimpin yang adil dan bijaksana, dan semua orang di sekitarnya menghormatinya. Airin perlahan-lahan mulai memahami bahwa cinta seperti itu jarang ditemukan.
Gadis yang memiliki darah campuran itu melihat cara kepemimpinan pangeran Syam. Putra mahkota itu sedang menyampaikan beberapa metode untuk membangun negeri ini.
"Ternyata pangeran Syam memang orang yang baik. Cara kepemimpinan nya sangat moderen. Semua rakyat pun menyukai nya" Ujar Airin tersenyum melihat suami nya itu. kini Airin baru menyadari bahwa ia perlahan mulai menerima kehadiran suami nya itu.
Airin mendekati suaminya ketika ia sudah selesai memberikan penjelasan tentang metodenya.
"Ternyata cara mu untuk membangun negeri ini sangatlah modern. Cara penyampaian kamu dan juga kinerja kamu membuat negeri ini semakin hari semakin berkembang dengan baik" Puji Airin kepada suaminya itu.
"Aku hanya menyampaikan apa yang aku tahu. Yah, karena di negeriku aku sering pergi ke istana-istana lain untuk melihat perkembangan istana tersebut. Karena itulah sedikit banyaknya aku tahu cara-cara untuk mengembang negeri ini sedikit banyak nya" Jelas Pangeran Syam kepada istri nya.
Airin tersenyum senang mendengar penjelasan dari suami nya. Kini perlahan namun pasti hatinya semakin terbuka untuk menerima pangeran Syam sebagai suaminya.
***
Suatu hari, ketika Airin sedang duduk di taman istana, Pangeran Syam mendekatinya dengan langkah hati-hati. Dia duduk di sebelah Airin, membiarkan keheningan berbicara untuk mereka.
"Pangeran Syam, kita sudah menikah selama beberapa bulan. Namun, aku masih merahasiakan sesuatu darimu" Ujar Airin pada akhir nya ingin menceritakan semua yang terjadi kepada dirinya selama ini.
"Apa yang sebenar nya yang kamu sembunyikan Airin. Katakan saja, aku tidak akan marah kepada mu" Ujar pangeran Syam.
Airin menarik napas nya dalam-dalam dan dihembuskannya kuat-kuat untuk menenangkan hatinya agar ia bisa menceritakan semuanya dengan lancar kepada pangeran Syam. Yah gadis itu berpikir ini adalah keputusan yang terbaik karena dia tidak mau ada rahasia di antara mereka lagi.
"Sebenar nya pernikahan yang kita lakukan secara terpaksa" Airin mulai bercerita.
Deg...
Pangeran Syam kaget, sangat-sangat kaget mendengar apa yang di katakan oleh Airin barusan. Ia tidak menyangka bahwa pernikahan yang mereka lakukan selama ini atas keterpaksaan.
"Aku menikah dengan mu karena di paksa oleh ayahanda"
"Airin, aku mencintai mu. Aku tidak mau memaksa mu untuk menikah dengan ku. Jika selama ini kamu tersiksa dengan pernikahan ini maka kita bisa mengakhirinya" Ujar pangeran Syam pengertian.
"Awal nya aku memang merasa tersiksa dengan pernikahan ini. Tapi lama kelamaan rasa cinta di hati ku mulai tumbuh melihat kesabaran mu menghadapi perlakuan ku yang selalu cuek terhadap mu. Cara mu memimpin negeri ini membuat aku semakin yakin dan kagum dengan diri mu" Airin mulai menjelaskan perasaan nya terhadap putra mahkota itu.
"Maksud mu?"
"Aku mulai mencintai kamu pangeran Syam. Kesabaran mu meluluhkan hati ku" Ujar Airin menatap sendu dengan perasaan penuh cinta di hati nya.
"Jadi kamu sudah menerima ku?" Tanya pangeran Syam dengan perasaan bahagia di hatinya.
__ADS_1
Airin mengangguk.
"Terima kasih Airin, aku bahagia mendengar nya" Pangeran Syam sangat bahagia mendengar keputusan Airin. Kesabaran nya selama ini telah mendapatkan hasil nya.
"Jika aku boleh tahu, kenapa kamu bisa di paksa menikah dengan ku?" Tanya pangeran Syam dengan penasaran.
"Aku melakukannya karena untuk menyelamatkan laki-laki yang aku cintai. Damar pengawal pribadi ku" Airin mulai bercerita tentang kisah nya.
Deg....
Sontak Pangeran Syam kaget mendengar kenyataan yang ada. Ternyata selama ini Airin dan Damar mempunyai hubungan khusus. Ia berpikir mereka dekat hanya sebatas pengawal dan putri mahkota saja. Tapi juga hanya ternyata salah mereka mempunyai hubungan khusus di balik semua itu.
"Aku dan Damar saling mencintai. pengorbanannya dalam melindungiku selama ini membuat aku semakin terkesan dan jatuh cinta kepadanya"
"Tapi kisah cinta kami tidak direstui oleh ayahanda. Karena jika aku menikah dan bersatu dengan Damar maka darah keturunan bangsawan akan putus. Karena itulah ayahanda memintaku menikah denganmu" Ujar Airin dengan sedih.
"Aku awalnya tidak setuju dan menolak mentah-mentah lamaran yang kamu lakukan kepada ku. Dan di saat itulah aku mengungkapkan kejujuran kepada ayahanda bahwa aku dan Damar mempunyai hubungan. Mengetahui hal itu ayahanda menggali tugaskan Damar ke perbatasan. Agar kami terpisah dan bisa saling melupakan satu sama lain. Namun, kami berjanji setiap minggunya akan bertemu di bangunan tua yang ada di pinggir desa. Di sana lah paman Ali ingin melecehkan ku ketika Damar terlambat datang menemui. Melihat itu, Damar sangat marah dan menghajar Paman Ali"
"Ayahanda mengusir paman Ali saat itu juga. Jika aku mengatakan sejujurnya saat persidangan, maka Damar akan di bebaskan namun ia akan di bunuh karena telah menghajar anggota kerajaan. Aku tidak mau Damar di bunuh, hingga aku membuat kesepakatan bersama ayahanda aku akan menuruti semua kemauan ayahnya asalkan Damar dibiarkan hidup. Ayahanda setuju hukuman Damar kini hanya di penjara semalam lima tahun" Jelas Airin lagi.
Pangeran Syam mendengarkan dengan penuh perhatian. Dia bisa merasakan rasa sakit dan keraguan yang dirasakan Airin, tetapi dia tidak membiarkan hal itu mengganggu cintanya. Pangeran Syam meletakkan tangannya dengan lembut di atas tangan Airin, memberikan sedikit dukungan. Dia berbicara dengan suara lembut,
"Airin, aku tahu bahwa kamu masih memiliki luka yang belum sembuh. Aku akan selalu bersama mu apa pun yang terjadi. Aku akan berusaha mengobati luka di hati mu" Ujar Pangeran Syam lagi dengan penuh pengertian.
Mendengar kata-kata Pangeran Syam, Airin terkesan. Dia melihat ke dalam mata pria itu dan merasakan kebenaran dari kata-katanya.
Untuk yang kesekian kalinya pangeran Syam merasa kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Airin. Satu persatu kenyataan serta rahasia kehidupan Airin mulai di ketahui oleh pangeran Syam.
Ia sama sekali tidak mengetahui bahwa Airin mempunyai orang tua angkat di dunia manusia. Yah meski saat itu pangeran Syam ikut dalam peperangan melawan penyihir Mira, namun putra mahkota itu tidak mengetahui bahwa Airin dulunya pernah diangkat oleh manusia.
Airin pun kembali menceritakan tentang masa lalunya saat ia bertemu dengan Raksi ayah angkatnya.
"Begitu la ceritanya" Ujar Airin mengakhiri ceritanya kepada pangeran Syam.
"Aku ingin bertemu dengan kedua orang tua angkat mu. Bagaimana pun aku ingin mengatakan terima kasih kepada mereka karena telah merawat mu dengan baik sehingga kamu akhirnya menjadi istriku" Ujar pangeran Syam lagi.
"Baik lah, ikut aku" Ajak Airin.
Mereka pun pergi ke ruang rahasia tempat di mana cermin ajaib itu berada. Di mana cermin itu bisa membuka lorong waktu menuju ke dunia manusia.
Airin membaca mantra yang pernah diberikan oleh raja Agung kepadanya untuk membuka lorong waktu.
***
"Pangeran Syam di sini lah tempat ku di besar kan" Ujar Airin setelah mereka tiba di halaman rumah nya di dunia manusia.
"Ayo kita masuk" Ajak nya lagi.
Mereka pun masuk ke rumah tersebut dan bertemu dengan kedua orang tua angkatnya Airin.
__ADS_1
"Bu, pak ada seseorang yang mau Airin perkenalkan kepada bapak dan ibu. Dia adalah suami Airin"
Raksi dan juga Aisyah saling pandang kebingungan karena mereka sama sekali tidak bisa melihat keberadaan pangeran Syam di sana.
"Airin, apa kamu lupa bawa kami sama sekali tidak bisa melihat keberadaan suami?" Ujar Aisyah dengan pelan. Yah bagaimana mungkin ia bisa melihat keberadaan menantunya itu karena berasal dari dunia lain.
"Astaga, Airin lupa" Ujar Airin menepuk jidat nya. Gadis yang memiliki darah campuran itu pun mengeluarkan air yang ia bawa tadi dari dunia Bunian.
"Ini coba kalian minum air ini agar mata batin kalian terbuka dan bisa melihat keberadaan pangeran Syam bersama kita" Jelas Airin menyerahkan Sebotol Minuman kepada kedua orang tua angkatnya.
Mereka pun langsung meminum air yang diberikan oleh putri semata wayangnya itu. Dalam sekejap mata batin mereka berdua pun telah terbuka. Samar-samar mereka bisa melihat keberadaan pangeran Syam berdiri gagah bersama merdeka.
"Ini suami mu Airin?" Tanya Raksi lagi.
Airin mengangguk membenarkan apa yang ditanyakan oleh ayah nya itu.
"Wah ternyata dia tampan juga" Puji laki-laki paruh baya itu kepada menantunya.
Airin dan pangeran Syam tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan oleh Raksi tadi.
Aisyah yang mengetahui bahwa Airin mempunyai hubungan bersama Damar terdahulu pun merasa heran dengan perubahan yang terjadi kepada putrinya itu. Di mana dulu nya Airin merasa sangat terpukul atas pernikahan mereka secara paksa. Dimana Airin harus menuruti kemauan ayah kandungnya untuk menyelamatkan Damar laki-laki yang ia cintai. karena merasa tersiksa dengan pernikahan tersebut Airin pun pernah melarikan diri ke dunia manusia untuk beberapa hari agar hatinya bisa tenang. Aisyah mengetahui semua kisah yang terjadi kepada putri semata wayangnya itu karena Airin selalu menceritakan semuanya tanpa ada rahasia dengan ibu angkatnya.
Saat pangeran Syam dan raksi pergi ke toko laki-laki paruh baya itu untuk sekedar berbincang-bincang, Aisyah menarik tangan putrinya itu ke sudut ruangan rumahnya untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka.
"Airin, apakah kamu dan pangeran Syam sudah saling mencintai? Apa kamu sudah bisa menerima keberadaan pangeran Syam sepenuhnya di dalam hidupmu?" Tanya Asiyah dengan penuh interogasi.
"Apa kamu sudah bisa melupakan Damar di dalam hidupmu?"
Airin menarik nafasnya dalam-dalam dan dihembuskannya kuat-kuat. Sejujurnya gadis yang memiliki darah campuran itu belum bisa sepenuhnya melupakan cinta pertamanya itu. Tapi kesabaran pangeran Syam menghadapi tingkah lakunya itu membuat gadis yang memiliki darah campuran itu sadar bahwa ia dan Damar tidaklah berjodoh.
"Jika dibilang aku sepenuhnya melupakan Damar itu salah, aku masih teringat laki-laki itu yang telah banyak berkorban untuk ku. Tapi saat ini aku tidak mempunyai pilihan lain selain menerima keberadaan pangeran Syam sebagai suami. Di mana aku dan pangeran Syam sudah menikah, mau tidak mau aku harus menerimanya. Terlebih selama ini begitu sabar menghadapi segala perangaiku. Semua sikap dan tingkah nya dalam menghadapi ku serta caranya dalam memimpin kerajaan membuat aku terkesan. Hingga aku menyadari perasaan yang berbeda di hati ini terhadap suamiku itu.
"Aku juga yakin Damar pasti akan membenciku dan dia pasti tidak mau lagi menerimaku di dalam hidup nya. Karena itu lah aku harus menerima semua ini. Tidak ad guna nya aku menolak takdir yang telah di tulis kan untuk ku" Jelas Airin
"Pangeran Syam juga tampak begitu mencintaiku. Apa salah nya aku mulai membuka hatiku untuk suamiku itu dan Belajar untuk mencintainya sepenuh hati" Jelas gadis yang memiliki darah campuran itu lagi kepada Ibu angkat.
Aisyah tersenyum senang mendengar keputusan yang diambil oleh putrinya itu. Setidak nya Airin sudah menemukan kehidupannya yang baru yang ia diyakini akan membuatnya bahagia.
"Ibu merasa senang dengan apa yang kamu katakan tadi. Ibu dan bapak mu hanya bisa mendukung semua keputusanmu dan mendoakan yang terbaik untukmu semoga kamu bisa hidup bahagia bersama dengan pangeran Syam"
"Terima kasih buk. Terima kasih atas doa ibu dan bapak kepada ku.aku benar-benar merasa beruntung mempunyai orang tua yang begitu baik dan pengertian seperti kalian" Jelas Airin memeluk Aisyah dengan perasaan penuh dengan kasih sayang di hatinya.
"Sama-sama nak"
***
Di penjara, Damar mulai mempelajari mantra-mantra sihir yang diajarkan oleh laki-laki tua yang tinggal bersatu penjara bersamanya. Siang, malam ia terus berlatih dan terus berlatih tiada henti. Ia ingin membuat kehidupan Airin dan juga pangeran Syam menderita karena telah berkhianat kepadanya. Tanpa hiasan dari apa yang airnya lakukan saat ini adalah untuk menyelamatkan dirinya dari kematian.
"Tunggu lah Airin, tunggu pembalasan dariku. Aku akan membuat mu tersiksa secara perlahan" Ucap Damar sambil menggenggam tangannya erat-erat.
__ADS_1