Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 40


__ADS_3

Peperangan antara bangsa Orx dan bangsa Bunian telah terjadi di tempat perbatasan. Awal nya Airin meminta agar pertempuran itu hanya dirinya dan juga Mira si penyihir saja. Namun, saat melihat Airin tersungkur karena dicambuk oleh naga itu menggunakan ekornya, Damar pun tidak bisa hanya tinggal diam ia pun membantu gadis itu. Karena hal itu lah pada akhir nya membuat para pasukan antara kedua belah kubu berperang.


Airin terus saja di kejar oleh sang naga. Gadis yang memiliki darah campuran itu menaiki sebuah tangga di sebuah bangunan yang terbengkalai di daerah itu hingga ia sampai ke puncak bangunan tersebut.


Saat tiba di atas puncak bangunan, Airin tampak kebingungan. Ia tidak bisa turun karena naga itu berada di anak tangga bangunan itu dan jika ia melompat pun hal itu tidaklah mungkin karena bangunan itu cukup tinggi.


Airin kembali di serang di mana sang naga ingin mengigit nya. Gadis itu mengelak dan melompat di kepala naga tersebut. Naga itu pun memberontak hingga membuat Airin terlempar ke atas. Saat itu lah Airin menggunakan kesempatan untuk menyerang dengan sebaik mungkin oleh gadis itu. Saat ia kembali turun ke bawah dia Airin pun langsung memainkan pedang yang diberikan oleh ibu kandungnya itu. Mata burung elang itu pun menyala saat Airin mengayunkan pedang nya. Dimana pedang itu langsung menebas leher sang naga hingga membuat leher sang naga terputus. Yah kepala naga dan badan nya terputus. Kepala naga itu pun bergulir di anak tangga hingga jatuh ke tanah tepat di mana para kedua pasukan itu berperang.


Sontak kedua pasukan itu pun berhenti melihat kepala naga yang bergulir itu. Semua yang ada di sana jadi terpaku melihat kepala naga itu yang kini berubah menjadi kepala manusia.


Telah gugur nya Mira si penyihir itu, maka membuat para pasukannya hilang seketika. Yah para pasukan yang telah dibuat oleh Mira kini semua menjadi debu.


"Hore.... " Sorak sorai terdengar dari pasukan Airin. Yah mereka tampak bahagia karena telah menang melawan bangsa Orx. Meski ada beberapa pasukan yang terluka ringan ada juga beberapa yang terletak parah.


"Airin, kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka" Tanya Damar menghampiri gadis itu yang baru saja turun dari tangga. Pangeran Syam juga ingin menghampiri Airin namun sudah keduluan oleh Damar. Ia pun mengurung niatnya untuk menghampiri Airin dan hanya menyaksikan kedua makhluk yang berbeda jenis kelamin itu dari jauh.


"Aku baik-baik saja kok Damar. Tidak ada yang terluka" Ujar Airin.


"Kamu bagaimana?"


"Aku juga baik-baik saja. Kita telah menang Airin. Kita berhasil mengalahkan mereka. Tepat nya kamu yang mengalahkan mereka sesuai dengan ramalan itu.


"Yah aku juga senang karena kita berhasil mengalahkan pasukan mereka. Dan tidak mengorbankan para pasukan kita. Yah meski pun ada beberapa pasukan kita yang terluka"


"Biduri, apa kamu baik-baik saja" Tanya raja Agung mendekati putri nya dan memeluk gadis yang memiliki darah campuran itu.


"Aku baik-baik saja kok ayahanda" Jawab Airin.


***


Malam yang mencengkam telah berubah menjadi siang. Matahari telah menampakan cakrawala nya yang indah dari ufuk timur. Yah hari ini tampak lebih cerah dari hari-hari sebelum nya. Para burung berkicauan bernyanyi di ranting pohon.


Semua rakyat yang ada di negeri Bunian telah berkumpul di halaman istana untuk menyambut kemenangan pasukan Airin tadi malam.


Raja Agung, Airin, dan para petinggi istana termasuk Damar Semuanya berdiri di balkon istana.


"Rakyat ku yang aku cintai" Ujar raja Agung memberi kata sambutan nya.


"Tadi malam seperti yang kita ketahui telah terjadi peperangan diantara dua belah kubu. Yaitu pasukan kita dan bangsa Orx. Dan seperti yang telah di ramal kan. Biduri putri ku yang telah memiliki darah campuran antara darah manusia dan darah bangsa Bunian, telah berhasil mengalahkan pasukan mereka. Dan tidak di sangka-sangka bahwa pemimpin bangsa Orx adalah Mira. Mantan penyihir istana kita" Tambah raja Agung lagi.


"Ha Apa? Mira yang menjadi pemimpin pasukan itu? Apa karena dia merasa sakit hati telah di usir dari istana ini?" Ujar salah satu rakyat kepada teman nya yang berada di samping nya itu.


"Bisa jadi. Semua juga tahu bahwa cinta nya bertepuk sebelah tangan dan Mira juga nekat mau meracuni ratu" Jawab teman nya tadi lagi.


"Mira telah berhasil di lumpuhkan oleh Biduri. Dan kita pun mengalami kemenangan. Saat ini bahkan seterus nya negeri kita akan aman dari teror bangsa Orx yang selama ini terjadi" Ujar raja Agung lagi.


"Hore... Hidup putri Biduri..." Sorak sorai rakyat nya.


"Hidup... "


"Hidup putri Biduri..."


"Hidup..."


"Dan untuk pasukan bantuan dari kerajaan raja Sulaiman, kami ucapkan ribuan terima kasih karena telah bersedia membantu kerajaan kami dari kesulitan ini. Kami pun akan bersedia untuk membantu kerajaan kalian jika nanti dalam keadaan kesulitan seperti kerajaan kami alami" Ujar raja Agung kepada pangeran Syam yang juga berdiri di balkon istana itu bersama mereka.

__ADS_1


"Sama-sama yang mulia. Kami senang karena bisa membantu. Ini lah kerjasama yang memang kita sepakati selama ini" Jawab pangeran Syam.


"Ini lah dia Biduri putri mahkota" Ujar raja Agung.. Airin pun maju beberapa langkah. Gadis itu pun menunduk karena raja Agung akan menyematkan mahkota kecil di kepalanya karena pelantikannya sebagai putri mahkota.


Setelah mahkota itu tertancap di kepalanya, Airin pun kembali berdiri dan menghadap rakyatnya.


"Hidup putri mahkota..." Sorak sorai rakyat kembali terdengar.


"Hidup... "


"Hidup putri mahkota..."


"Hidup... "


***


"Bagaimana perasaan mu menjadi putri mahkota?" Tanya Damar menghampiri Airin sudah duduk di taman istana.


"Eh Damar" Jawab Airin melihat siapa yang menegurnya tadi.


"Perasaan ku biasa saja kok. Tapi aku merasa lega karena telah menyelamatkan rakyatku" Ujar Airin kembali menatap ke depan.


"Sekarang, tugas mu sudah selesai di negeri ini. Apa kamu akan meninggalkan dunia ini dan kembali ke dunia manusia"


"Entah lah, aku masih bingung harus melakukan apa. Sejujurnya aku sangat merindukan duniaku dan merindukan kedua orang tua angkat ku. Tapi aku tidak bisa meninggalkan dunia ini juga karena rakyatku sudah membutuhkanku di sini" Jelas Airin yang terlihat bingung harus memilih jalan yang mana.


"Semua itu tergantung pada keputusan mu. Kamu yang tahu mana yang terbaik untuk hidupmu"


"Tapi Damar, jika aku pergi kembali ke dunia manusia apa kamu akan ikut bersamaku?" Airin menatap laki-laki yang ada di sampingnya itu dengan penuh harapan.


Airin tersenyum bahagia mendengar penjelasan dari Damar kekasihnya itu. Raut wajah yang tersenyum bahagia tadi kini berubah menjadi murung seketika. Airin kembali menatap ke depan.


"Tapi ada satu masalah lagi yang harus kita hadapi Damar"


"Apa?" Tanya Damar menatap Airin dengan heran.


"Hubungan kita. kita belum mendapatkan restu dari ayahanda atas hubungan kita ini.. Ayahanda juga belum tahu hubungan kita" Ujar Airin lagi.


Damar pun ikut menatap ke depan dengan tatapan yang bingung. Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Jika mereka mengungkapkan hubungan mereka kepada raja, takut nya raja Agung akan murka. Ia tidak memberikan izin lagi kepada Damar untuk menemani Airin dan sebagai pengawal Airin. Itu artinya mereka akan terpisahkan.


"Aku juga tahu harus bagaimana Airin. Sejujurnya aku juga bingung harus bagaimana. Aku takut jika raja tahu hubungan kita dia akan marah dan tidak akan mengizinkanku untuk menjadi pengawalmu lagi" Ujar Damar.


Damar dan Airin hanya bisa menghela nafas berat mereka.


***


"Pangeran, bagaimana rencana mu untuk melamar putri Biduri?" Tanya raja Sulaiman kepada pangeran Syam.


"Aku belum tahu pasti ayahanda. Selama ini Biduri terus saja menghindar saat aku mau mendekatinya" Jelas pangeran Syam sedih.


"Kenapa tidak mencoba saja lebih keras. Sebagai laki-laki tidak mungkin kamu gampang menyerah begitu saja. Yah Biduri itu perempuan jelas dia akan jual mahal sedikit dan tidak mau dibilang gampang saat kamu mendekatinya. Semangat dong, masa ia putra mahkota menyerah" Ujar raja Sulaiman memberi semangat kepada putranya itu.


Karena mendapatkan semangat dari sang ayah, pangeran Syam yang tadinya sudah putus asa kini kembali bersemangat untuk mendekati Airin.


"Yah, bener apa yang dikatakan oleh ayahanda Biduri pasti tidak mau dinilai sebagai gampangan. Iya pasti akan menjaga image-nya sebagai seorang putri dan seorang ksatria. Aku yang harus berusaha lebih keras lagi untuk menaklukkan hati gadis itu" Batin pangeran Syam.

__ADS_1


"Ayahanda benar aku tidak boleh menyerah. Hanya akulah yang pantas untuk bersanding dengan Biduri" Ucap pangeran Syam penuh keyakinan.


"Begitu dong. Itu baru nama nya putra ku" Raja Sulaiman menepuk-nepuk bahu putra nya itu. Yah ia senang melihat kembali putra nya yang penuh semangat tidak loyo seperti tadi.


"Jika Biduri berhasil menjadi istri mu, maka kerajaan kita akan semakin makmur. Karena gadis yang memiliki darah campuran itu akan membawa keberuntungan untuk kerajaan mereka" Batin raja Syam.


Yah raja Sulaiman sangat mengharapkan hal itu terjadi. Selain itu, hubungan antara kedua belah pihak kerajaan pun semakin erat.


***


Raja Agung datang berkunjung ke kamar putri nya. Yah saat itu Airin sedang berdiri di balkon kamar nya sambil menikmati bintang-bintang di atas awan.


"Biduri"


"Ayahanda" Jawab Airin memberi hormat.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Aku hanya memikirkan kedua orang tua angkat ku di dunia manusia. Apa boleh aku pergi kembali ke sana? Bukan kah tugas ku di sini sudah selesai" Ujar Airin.


Yah gadis yang memiliki rambut panjang itu sangat merindukan kedua orang tua nya.


"Mereka sedang menunggu kepulangan ku. Selagi aku belum pulang, mereka tidak akan meninggalkan negeri Kuda Emas dan kembali ke negeri Bunga Tanjung" Jelas Airin kepada ayah kandungnya.


Sang raja tampak berpikir mendengar apa yang dikatakan oleh Airin. Sang raja tampak keberatan mengizinkan putrinya itu kembali ke dunia manusia. Tapi bagaimana Airin juga mempunyai hak untuk memilih kehidupannya. Dan raja tidak mau melarang Airin untuk bertemu dengan kedua orang tua angkatnya yang telah merawat dirinya hingga menjadi gadis hebat seperti ini. Untuk beberapa kali terdengar raja Agung menghela nafas beratnya.


"Baiklah ayahanda akan memberikan mu izin untuk kembali ke dunia manusia.. Tapi kamu harus berjanji akan kembali lagi ke dunia ini. Yah bagaimana pun negeri ini membutuhkan kamu" Jelas raja Agung lagi.


"Baiklah ayahanda aku janji akan sering-sering berkunjung ke negeri ini. Bukan kah sekarang sudah ada lorong waktu yang bisa terbuka dan mengantarkan ku ke dunia manusia dan Bunian dengan waktu yang singkat"


"Iya kamu benar. Kamu bisa menggunakan lorong waktu untuk melintasi kedua dunia ini dengan mudah"


"Besok aku akan kembali ke dunia manusia"


"Baiklah nak. Damar akan ku tugas kan untuk menjagamu kemanapun kamu pergi. Kamu akan selalu dilindungi oleh Damar" Jelas raja Agung lagi.


"Terima kasih ayahanda" Airin memeluk ayah kandungan itu dengan penuh kehangatan. Yah malam ini adalah malam terakhir ia berada di dunia Bunia. Ia akan kembali lagi ke dunia manusia besok pagi untuk kembali bertemu dengan kedua orang tua angkatnya.


***


Raksi dan Aisyah yang sedang duduk di teras rumah tok Wan sambil menikmati teh hangat di pagi itu merasa kaget setengah mati karena secara tiba-tiba putrinya Airin muncul di hadapan mereka.


Dengan rasa rindu yang sangat dalam di hatinya, Airin pun berlari mendekati kedua orang tuanya itu dan langsung memeluk mereka dengan penuh kehangatan.


"Airin putri ku" Ucap Aisyah sambil menitipkan air mataku kebahagiaan karena putri mereka telah kembali dengan selamat. Tak lupa beberapa ciuman hangat pun Aisyah lontarkan di wajah putrinya itu.


"Ibu rindu sekali kepada mu. Ibu pikir Kamu tidak akan bisa bertemu denganmu lagi. Tapi ibu merasa sangat bersyukur karena pada akhirnya kamu telah kembali" Ucap Aisyah.


"Iya nak, benar apa yang di katakan oleh ibu mu. Kami selalu berdoa untuk keselamatan kamu dan agar kamu bisa menang di peperangan itu. Ternyata Tuhan telah mendengar doa kamu dan mengantarkan mu untuk kembali kepada kami" Raksi menempeli.


"Airin pun merasa rindu kepada kalian berdua. Airin bersyukur karena bisa mengalahkan musuh dan bisa kembali bersama kalian di sini"


"Selamat datang Airin, selamat kembali dari dunia Bunian ke dunia ini" Sambut tok Wan keluar dari dalam rumah nya.


"Tok Wan" Ujar Airin langsung mencium tangan lelaki paruh baya itu.

__ADS_1


"Terima kasih karena telah menerima kami di sini. Terlebih telah mengizinkan kedua orang tuaku untuk tetap berada di sini hingga aku kembali. Dan karena tok Wan lah dan negeri inilah yang membuat aku menjadi tahu tentang asal-usul ku. Hingga membuat mimpi-mimpi buruk ku yang selama ini menyerah ku telah hilang. Aku pun bisa hidup dengan normal tanpa rasa ketakutan seperti waktu itu" Ujar Airin kepada laki-laki paruh baya yang ada di hadapan itu.


__ADS_2