Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 42


__ADS_3

Raja Agung menyampaikan maksudnya untuk menjodohkan Airin bersama pangeran Syam. Di mana jika Airin bersama pangeran Syam akan membuat darah bangsawan keturunan nya akan tetap ada.


Namun Airin telah mengatakan kepada ayah kandung nya bahwa ia tidak mencintai pangeran Syam. Ia mencintai Damar yang selama ini telah melindungi nya dan rela mengorbankan nyawa nya. Raja Agung tidak menyangka kedekatan mereka selama ini menimbulkan rasa cinta di hati kedua nya. Ia berpikir Airin dan Damar dekat hanya sebatas pengawal dan putri mahkota. Namun ternyata ia salah. Mereka dekat karena timbul nya rasa cinta di hati kedua nya sejak pertama kali mereka bertemu.


"Pokok nya ayahanda hanya ingin kamu bersatu dengan pangeran Syam. Ayahanda tidak setuju jika kamu dengan Damar ini adalah perintah, dan perintah harus di laksanakan" Ujar raja Agung dengan tegas meninggalkan Airin yang tertunduk dengan lesu.


***


Shoot....


Tembakan anak panah Damar seperti biasanya tepat pada sasaran. Yah laki-laki itu kini kembali berlatih menembakkan panah pada sasaran yang ada di seberang sana.


Airin menghampiri kekasih nya itu dengan langkah yang lesu. Ia tampak tidak bersemangat seperti biasanya kali ini. Damar melihat Airin seperti itu pun heran. Tidak biasa nya gadis itu bertingkah seperti itu. Ia biasa nya sangat bersemangat apa lagi ketika bertemu dengan kekasih nya. Airin duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat Damar latihan. Damar datang menghampiri gadis itu dan duduk di samping nya. Laki-laki itu menatap wajah gadis yang ia cintai itu yang tertunduk lesu.


"Seperti nya hari ini tidak secerah hari kemarin. Hari terlihat sangat mendung dan akan turun hujan" Ujar Damar menyindir Airin.


Airin menatap ke langit melihat langit yang kata Damar tidak cerah itu. Gadis itu mengkerutkan keningnya karena tidak melihat tanda-tanda di langit seperti apa yang Damar katakan.


"Hari secerah ini di bilang nya mau hujan" Protes Airin.


Damar tersenyum manis mendengar protes dari kekasihnya itu.


"Bukan langit yang sebenar nya Airin. Tapi wajah mu itu terlihat murung itu maksud nya. Emang nya ada apa sih?"


"Kamu ini, aku pikir beneran langit akan turun hujan" Airin mencubit pinggang kekasih nya dengan manja. Ia terlihat kembali mengukir senyuman di wajahnya.


"Ada apa sih sebenar nya Airin? Apa yang membuat kamu menjadi tidak bersemangat seperti?" Tanya Damar dengan lembut nya.


"Ayahanda ingin menjodohkan ku dengan pangeran Syam. Dimana pangeran Syam datang ke sini beberapa hari yang lalu untuk melamar ku" Jelas Airin kepada Damar.


"Aku tidak mau menerima lamaran itu. Aku sudah mengatakan kepada ayahanda bahwa aku tidak mencintai pangeran Syam. Aku hanya mencintai kamu" Ujar Airin menatap Damar dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tunggu, kamu mengatakan kepada raja bahwa kamu mencintaiku? Maksud mu, kamu sudah memberitahu raja tentang hubungan kita?" Tanya Damar meminta kejelasan.


"Iya, aku sudah mengatakan tentang hubungan kita kepada ayahanda. Dan ayahanda marah mendengar nya. Dia sama sekali tidak setuju dengan hubungan kita. Meski aku sudah menjelaskan segalanya kepada ayahanda, tapi tetap saja Ayahanda bersikeras menentang hubungan kita dan memintaku untuk menjalin hubungan dengan pangeran Syam" Jelas Airin kepada Damar kekasih nya.


"Kenapa kamu harus mengatakan hal ini kepada nya Airin?"


"Terus aku harus bagaimana? Aku mengatakan sejujurnya agar ayahanda paham dengan isi hati ku. Agar dia tahu bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan" Jelas Airin lagi.


"Jika sudah begini pasti akan sulit ke depan nya. Aku tidak yakin jika aku masih di percaya untuk menjaga mu Airin"


***


Hari ini Airin enggan keluar dari kamar nya. Gadis itu benar-benar merasa tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan apa pun. Bahkan merasa lapar pun ia sama sekali tidak merasakan nya.


"Tuan putri, raja meminta tuan putri untuk bertemu dengan nya di ruang penghadapan" Ujar dayang sedikit berteriak.


"Baik lah katakan kepada ayahanda sebentar lagi aku akan ke sana" Ujar Airin. Gadis itu menghela napas berat nya. Sejujurnya gadis itu belum siap bertemu dengan ayah nya. Tapi bagaimana pun, ia harus menuruti kemauan ayah nya sebagai seorang anak dan putri mahkota.


Untuk beberapa kali gadis itu menghela napas berat nya.


***


"Ayahanda, apa ayahanda memanggil ku?" Tanya Airin saat tiba di ruang penghadapan.


"Iya, ada seseorang yang ingin ayahanda kenal kan kepada mu"


Airin menatap ayah nya dengan heran.

__ADS_1


"Siapa lagi yang mau ayahanda kenalkan kepadaku. Apa seorang pangeran lagi yang ingin dijodohkan denganku?" Batin Airin.


"Ali masuk lah" Ujar raja Agung. Masuk lah seorang laki-laki yang usianya terlihat tidak jauh dari ayahnya itu masuk ke dalam ruangan penghadapan.


"Biduri, kenalkan ini adalah Ali suami dari adik sepupu ayahanda" Ujar raja Agung memperkenalkan mereka.


"Ali kenal kan ini Biduri putri ku"


Airin memberi hormat kepada Ali yang merupakan paman darinya. Ali pun membalas Airin dengan memberi hormat juga. Ali yang sudah menikah itu pun tampak terpana menatap Airin.


"Dan ini Surya adik sepupu ayahanda"


Airin kembali memberi hormat kepada bibinya itu.


"Untuk beberapa hari ke depan mereka akan menginap bersama kita di sini"


"Ternyata Airin memang gadis yang cantik. Pesona nya sangat lah kuat tidak seperti pada gadis-gadis yang lain. Hati ini kembali berdebar saat melihat gadis ini. Seperti pada mula nya aku jatuh cinta kembali" Batin Ali menatap Airin dengan tatapan yang nakal.


"Dayang, tolong antar kan mereka ke kamar tamu. Dan kalian silah kan untuk beristirahat karena telah menempuh perjalanan jauh"


Pasangan suami istri itu mengikuti dayang yang akan mengantar mereka ke dalam kamar untuk beristirahat.


"Biduri, ada yang mau ayahanda sampai kan kepada mu" Ujar raja Agung setelah melihat pasangan suami istri itu menjauh dari pandangannya.


"Ada apa ayahanda"


"Ini tentang hubunganmu dengan Damar"


"Apa ayahanda akan memberi restu atas hubunganku dan Damar. Apa hati nya sudah terbuka untuk menerima hubungan kami?" Batin Airin bersemangat mendengar apa yang akan di katakan oleh ayah kandung nya itu.


"Ayahanda mohon sama kamu agar kamu dan Damar tidak pernah bertemu lagi. Damar akan ayahanda pindah tugas kan untuk menjaga perbatasan" Jelas lelaki paruh baya itu kepada putrinya.


Deg...


Artinya mereka akan semakin sulit untuk bertemu. Terlebih lagi mereka memang di larang untuk bertemu oleh raja itu.


"Apa? Kenapa ayahanda tega melakukan semua ini kepada aku dan Damar. Ayahanda tahu bawa kami saling mencintai. Tapi kenapa tega memisahkan kami" Ujar Airin dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ayahanda terpaksa melakukan semua ini agar kamu dan Damar saling melupakan. Kalian tidak mungkin bersatu. Status kamu dan Damar sangat berbeda" Jelas raja Agung lagi.


Sungguh gadis itu sangat kecewa dengan keputusan ayahnya. Dimana ayahnya tidak mengerti dengan perasaannya saat ini. Ayahnya hanya memikirkan status dan juga keturunan bangsawan nya yang akan hilang ketika menikah dengan Damar nanti nya.


Karena tidak bisa lagi mengeluarkan gejolak isi hatinya dan rasa kecewanya, Airin memutuskan pergi meninggalkan ayahnya dan kembali ke kamarnya.


Saat ini gadis itu hanya bisa menangis di dalam kamarnya.


"Benar apa yang di katakan Damar. Ayahanda telah memisahkan kami" Batin gadis itu merasa menyesal karena telah mengungkapkan hubungannya dengan Damar kepada ayahnya.


"Jika hubungan kami belum terungkap, mungkin kami akan terus bisa bersama seperti sebelumnya" Tambah nya lagi.


***


"Jadi itu putri mahkota raja Agung. Dia yang memilik darah campuran itu?" Tanya Ali kepada istri nya.


"Iya, dia lah gadis itu. Anak raja Agung hanya dia seorang" Jelas Surya.


"Pantas saja dia memiliki daya tarik yang tinggi. Sungguh pesona nya membuat laki-laki yang melihatnya akan terpesona" Batin Ali.


***

__ADS_1


Malam itu saat makan malam bersama, Airin tidak menampak kan diri.. Rasa kecewa di hati nya membuat gadis itu enggan bertemu dengan ayah nya. Ingin rasa nya ia pulang saat ini ke dunia manusia, tapi ia mengurungkan niat nya karena takut nanti terjadi sesuatu kepada Damar. Secara raja telah mengetahui hubungan mereka bisa saja raja Agung nekat nantinya untuk menyakiti Damar.


"Airin kemana bang? Apa dia tidak ikut makan bersama kita?" Tanya Surya.


"Oh Airin masih di kamar nya. Kata nya sih masih kenyang" Bohong raja Agung. Padahal ia tahu bawa putri sulungnya itu sedang memberontak.


"Oh begitu, aku pikir, ia tidak mau makan karena kehadiran kami di sini"


"Tidak kok, tidak ada hubungan nya dengan kehadiran kalian di sini"


***


"Saya datang menghadap yang mulia. Apa yang mulia memanggilku untuk menghadap?" Tanya Damar memberi hormat kepada raja Agung.


"Iya Damar, aku sudah mengetahui hubunganmu dan juga putriku Biduri"


Damar tertunduk lesu mendengar ucapan dari raja Agung nya itu. Hati nya sangat berdebar tidak karuan menantikan keputusan yang akan diberi kepadanya.


"Kamu tahu status mu dan juga Biduri berbeda. Karena kamu adalah prajurit kepercayaan istana. Dan istana juga telah banyak kamu selamatkan. Karena itu aku memutuskan untuk memindah tugas dan kamu ke perbatasan agar kamu bisa menjaga perbatasan dengan baik" Jelas raja Agung.


"Aku harap dengan dipindah tugaskannya kamu ke daerah perbatasan membuat kamu dan Airin tidak bertemu lagi. Hingga membuat perasaan di hati kalian masing-masing akan berkurang. Bahkan bisa saling melupakan satu sama lain"


"Aku harap kamu mengerti dengan keputusan ini. Ini demi yang terbaik untuk kamu dan juga Biduri. Biduri akan di jodohkan dengan pangeran Syam"


gambar tidak bisa berkomentar dan membela diri. Karena pada dasarnya hubungan mereka memang salah. Dan ia sudah tahu hal itu dari awal namun mereka tetap saja menjalin hubungan tersebut.


"Baik lah yang mulia. Aku akan mengikuti apa yang tuan ku katakan" Ujar Damar dengan berat hati.


"Bagus lah kamu setuju. Dan besok kamu sudah bisa langsung berangkat ke perbatasan"


***


"Jadi kamu akan berangkat ke perbatasan besok?" Tanya Airin bertemu dengan Damar malam itu di belakang istana.


"Iya, raja sudah meminta ku untuk berangkat besok"


"Kenapa ayahanda tidak memahami perasaan kita. Kenapa ayahanda hanya memikirkan status dan keturunan saja tampa memikirkan apa yang membuat aku bahagia Hanya kamu yang aku cintai dan hanya kamu yang mampu membuat aku bahagia" Ucap Airin lagi.


"Sudah lah Airin, aku yakin suatu saat nanti raja akan membuka hatinya untuk menerima hubungan kita. Kita hanya perlu bersabar dan berusaha untuk hubungan kita" Ujar Damar menenangkan hati kekasih nya.


"Jika kamu sudah pindah ke perbatasan kita tidak akan bisa bertemu lagi. Bagaimana ketika aku merindukan kamu dan ingin bertemu denganmu?"


"Tenang lah Airin aku akan datang untuk bertemu denganmu setiap minggunya. Kita akan bertemu di candi yang ada di ujung desa untuk melepaskan rindu. Di sana tempat yang aman untuk kita bertemu. Karena di sana jarang di tempuh oleh orang-orang istana" Jelas Damar lagi.


"Baik lah, aku akan ke sana besok" Ujar Airin menunduk lesu. Air mata kesedihan kini terus mengalir di pipinya. Gadis itu sangat sedih dan tidak bisa menghilangkan rasa sedih di hati nya. Ia tidak bisa membendung air matanya.


Damar kembali mendekati Airin dan mengangkat wajah gadis yang memiliki darah campuran itu agar menatap matanya.


"Sudah jangan bersedih. Yakin lah tuhan akan mempersatukan kita. Kita akan berjuang dan bertahan untuk hubungan ini" Yakin Damar.


"Iya Damar. Aku akan bertahan dalam mempertahankan hubungan kita. Aku tidak akan menerima laki-laki manapun sebagai pengganti kamu. Kamu tidak akan pernah tergantikan di hatiku. Aku berjanji aku akan selalu setia menunggu kamu hingga takdir memihak kepada kita dan membuat kita bersatu" Ujar Airin mengucapkan janji nya.


Damar mendengar janji yang diucapkan oleh gadis itu tersenyum senang. Ia percaya kepada gadis yang ada di hadapan nya itu. Mereka pun saling berpelukan sebagai ungkapan perpisahan mereka di malam. Ya malam itu adalah malam terakhir mereka bertemu. Karena besok pagi Damar harus pergi berpindah tugas ke perbatasan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh raja Agung.


"Apa aku sanggup jauh-jauh dari mu Damar? Selama ini kita selalu bersama. Menghabiskan waktu berdua setiap saat"


"Meski kita tidak saling berdekatan dan jauh dari pandangan, tapi yakinlah hati kita akan selalu berdekatan. Ibarat kata jauh di mata sekat di hati" Ujar Damar tersenyum meyakinkan gadis yang ada di hadapannya itu.


Airin tersenyum senang mendengar kata motivasi dari kekasihnya itu. Ia tidak menyangka laki-laki yang terkenal dingin dan terbiasa dalam menghadapi perang itu bisa mengatakan kata-kata romantis seperti itu.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu pintar dalam menguntai kata-kata romantis seperti ini?" Tanya Airin melepaskan pelukannya.


"Semenjak aku mengenali kamu dan mencintai kamu. Kata-kata itu cara otomatis masuk ke dalam otakku" Jelas Damar kepada kekasih nya itu sambil tersenyum manis.


__ADS_2