
Airin sudah mengetahui bahwa dalang dari semua yang terjadi kepada suami nya itu adalah Damar. Hal itu di karenakan Damar mengetahui isi kotak yang dikirim oleh seseorang berupa gelang. Padahal ia sama sekali tidak mengatakan kepada Damar isinya berupa gelang.
Di tambah kata-kata Damar di mana ia mengatakan belajar ilmu sihir saat di dalam penjara, dan juga ia mengatakan orang terdekat yang sudah memiliki dendam begitu lama terhadap Airin. Hal itu memperkuat dugaannya bahwa Damar lah dari semua ini.
"Kenapa kau begitu tega melakukan semua ini kepadaku? Apa salah ku kepada mu Damar?" Tanya Airin meminta penjelasan kepada Damar.
Damar membulatkan mata nya. Betapa kaget nya ia saat Airin sudah mengetahui kebenaran nya.
"Apa maksud kamu Airin?"
"Sudah lah jangan berpura-pura lagi Damar. Lebih kamu mengaku saja aku sudah tahu semua nya" Ujar Airin lagi merasa kesel kepada Damar yang berlaga polos.
Damar berdiri dan berjalan membelakangi Airin. Mantan prajurit kepercayaan istana itu tersenyum dengan jenisnya kepada Airin.
"Karena kamu sudah tahu semuanya, jadi tidak ada gunanya lagi aku merahasiakan ini semua" Ujar Damar tersenyum sinis.
"Kenapa kamu melakukan ini Damar? Apa salah ku?" Tanya Airin penuh rasa kecewa di hati.
"Salah? Kamu tanya apa salah mu? Kamu lupa ya apa yang kamu lakukan kepada ku lima tahun yang lalu? Apa kamu lupa dengan kejadian yang telah menjerumuskan ku ke dalam penjara? Kamu yang telah menyiksa ku selama ini. Kamu menuduhku melakukan hal yang tidak aku lakukan. Padahal waktu itu aku menolong mu tapi kamu menceritakan semuanya tidak sesuai dengan fakta yang ada hingga aku dimasukkan ke dalam penjara selama lima tahun. Aku menunggumu berhari-hari datang ke sel ku untuk meminta maaf kepadaku ataupun sekedar melihat keadaan. Namun, kamu sama sekali tidak menampakkan batang hidungmu" Jelas Damar mengingat kembali kejadian yang menyakitkan itu.
"Jika kamu mengatakan aku yang tega? Siapa yang tega sebenar nya? Aku menolong mu tapi kamu memfitnah ku begitu kejam dan keji. Di saat aku menunggu mu dan berharap kamu kembali kepada ku? Tapi kamu malah menikah dengan raja Syam. Kamu tahu betapa terluka nya aku waktu itu. Aku sudah jatuh dan kini malah tertimpa tangga" Jelas Damar lagi dengan mata yang memerah menahan emosi ketika mengingat kejadian yang menyakitkan itu.
Airin menundukkan kepalanya mendengar semua yang diceritakan oleh Damar kepada nya.
"Apa sudah selesai kamu menjelaskan keadaan mu? Apa kamu tidak tahu keadaan ku menderita juga Damar"
"Menderita?" Tanya Damar dengan tersenyum mengejek.
"Menderita bagaimana? Kamu saja menikah dengan raja Syam dan mengingkari janji-janji mu kepada ku. Di mana janji mu yang kata nya selalu ada untuk ku dan akan menolak lamaran dari raja Syam saat itu. Kamu mendustakan semua nya" Ujar Damar dengan amarah.
"Aku menderita Damar. Aku terpaksa melakukan semua itu hanya untuk menyelamatkan kamu" Jelas Airin menitikkan air mata nya.
Deg...
Damar tersentak mendengar apa yang dikatakan oleh Irene barusan kepada nya.
"Menyelamatkan apa Airin? Kamu sama sekali tidak menyelamatkan ku sama sekali. Kamu hanya memikirkan tahta mu saja. Sama seperti ayahmu yang hanya memikirkan keturunan darah bangsawan. Jika kamu menikah denganku pasti keturunan bangsawan akan habis karena aku bukan berasal dari keluarga. Berbeda halnya dengan pangeran Syam yang kini sudah menjadi raja dan duduk di tahta kerajaan di negeri. Jangan kamu berlaga sok menderita Airin" Ujar Damar tersenyum sinis dan mengejek.
"Saat itu, aku di minta memilih antara dua pilihan oleh ayahanda. Jika aku mengatakan hal yang sebenarnya di saat persidangan, kamu memang akan dibebas tapi ayahanda tidak akan tinggal diam. Ayahanda meminta orang untuk membunuhmu karena membuat kepercayaannya luntur dan juga telah membuatnya kecewa. Di mana kamu sudah diminta untuk menjauh dariku dan mengirimkan kamu untuk pergi ke perbatasan untuk bertugas agar aku dan kamu tidak lagi saling. Tapi nyatanya kita masih bertemu. Karena itulah ayahanda mau membunuh kamu. Tapi jika aku membolak-balikkan fakta ini dan tidak mengatakan yang sebenarnya, maka kamu tidak akan di bunuh. Kamu hanya akan dihukum dalam penjara selama lima tahun" Jelas Airin kepada mantan kekasih nya itu.
Deg...
__ADS_1
Damar kaget mendengar cerita yang sebenarnya dari Airin. Ia sama sekali tidak tahu sebenarnya selama ini. Ia hanya berpikir selama ini Airin telah menghianati dirinya.
"Yah aku lebih memilih kamu di penjara daripada kamu dibunuh. Dimana aku masih bisa melihat keadaan kamu. Apakah kamu baik atau tidak? Tapi jika kamu dibunuh, aku tidak bisa bertemu dengan mu lagi. Ayahanda juga memintaku untuk menikah dengan raja Syam jika ingin kamu selamat" Jelas Airin yang sebenar nya.
Damar yang tadi nya tersenyum dengan kepuasan merasa bersalah. Laki-laki itu menunduk dengan tatapan kosong. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan Airin selama ini hanya untuk menyelamatkan dirinya. Betapa salah nya ia karena telah berburuk sangka kepada mantan kekasihnya.
"Itu lah alasan ku Damar. Apa kamu pikir aku bahagia menikah dengan raja Syam saat itu? Kamu salah Damar, aku sangat tersiksa di awal pernikahanku dengan raja Syam. Aku tidak bisa menerima nya sebagai suami ku. Aku selalu memikirkan kamu. Bayangan mu selalu ada di dalam ingatan ku. Dan setiap malam aku selalu merindukan kamu. Hari-hari ku lalui penuh dengan suram. Aku kesepian meski aku berada di tempat orang ramai. Namun, raja Syam begitu sabar menghadapi ku. Meski aku selalu bersikap ketulis kepadanya dan juga cuek, dia tetap bersabar. Lama-kelamaan aku luluh dan mulai belajar mencintai raja Syam sepenuh hatiku. Aku mencoba untuk menerimanya sebagai suami ku" Jelas Airin lagi.
Lagi-lagi Damar hanya terdiam mendengarkan penjelasan dari Airin.
"Ternyata kamu juga menderita Airin. Ini semua bukan salah kamu" Batin nya merasa bersalah kepada wanita yang pernah menjadi bagian dalam hidup nya itu.
"Aku minta maaf Damar. Maaf kan aku karena telah menyakiti mu. Tapi ketahui lah tiada maksud mu untuk melukai hatimu saat itu" Jelas Airin lagi.
Damar tampak diam dengan seribu bahasa nya. Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Ia tidak menyangka selama ini dendam yang tersemat di hatinya salah. Harus nya ia tidak melakukan hal seburuk itu kepada Airin dan juga raja Syam.
"Kenapa kamu tidak menceritakan semua ini dari awal Airin. Jika aku mengetahui semuanya pasti aku tidak akan melakukan seperti ini" Ujar Damar.
"Aku dikawal ketat oleh ayahanda. Aku tidak bisa pergi ke mana-mana dengan bebas seperti aku pergi bersamamu. Semenjak kejadian itu ayahanda memutuskan banyak pengawal untuk melindungi ku dan mengawasi gerak ku. Karena itu lah aku tidak bisa mengunjungi kamu di dalam sel tahanan" Jelas Airin.
"Aku benar-benar merasa bersalah kepada mu dan raja Syam Airin. Maaf kan aku. Tidak Seharusnya aku melakukan hal seburuk itu kepada kalian" Damar menyesali perbuatan nya.
"Tidak mengapa Damar. Kamu sama sekali tidak mengetahui hal ini. Wajar rasa dendam itu muncul di hatimu karena aku telah menghianati cintamu. Tapi satu pintaku saat ini. Tolong selamatkan suami ku" Airin memohon dengan kedua tangan menyatu. Yah ia memohon kepada Damar untuk menyembuhkan dan mengembalikan suaminya seperti sedia kala. Air mata terus saja mengalir di pipi wanita itu.
"Tapi bukan kah gelang itu sudah kamu buang ke sungai?"
"Iya kamu benar gelang itu sudah aku buang di sungai. Tolong utuskan beberapa pengawal untuk pergi bersama ku mencari gelang itu di sungai" Pinta Damar lagi.
"Baik lah aku akan meminta beberapa pengawal untuk mengikuti mu ke sungai mencari gelang yang telah kamu buang itu"
***
Beberapa pengawal pergi ke sungai bersama Damar untuk mencari gelang yang telah Damar buang tempo hari.
Mereka menyelam di sungai yang cukup dalam itu untuk mencari keberadaan Gelang yang terbuat dari perak dengan desain yang rumit dan artistik. Di tengah gelang terdapat batu permata besar yang tampaknya memancarkan cahaya kebiruan yang samar. Batu permata ini diapit oleh dua hiasan perak berbentuk mata singa yang melindungi dan menjaga energi mistis gelang.
Di sepanjang gelang terdapat simbol-simbol kuno yang terukir dengan hati-hati. Setiap simbol melambangkan kekuatan dan perlindungan mistis. Beberapa simbol mungkin termasuk mata ketiga yang melambangkan wawasan spiritual, sayap burung yang melambangkan kebebasan, dan spiral yang melambangkan energi alam semesta.
Gelang ini juga dilengkapi dengan tali kulit yang kuat yang digunakan untuk mengikatnya di pergelangan tangan. Tali kulit ini memiliki warna yang berpadu dengan batu permata dan desain perak pada gelang.
Mereka semua berusaha untuk mendapatkan kembali gelang yang telah dibuang oleh Damar tempo hari. Tidak hanya para pengawal-pengawal istana, Damar pun ikut serta untuk mencari keberadaan gelang tersebut. Hal itu ia lakukan karena merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada Airin dan juga raja Syam.
__ADS_1
Hampir tiga jam mereka menyelam mencari keberadaan gelang tersebut. Tapi mereka sama sekali tidak menemukan nya.
Para pengawal tampak kewalahan mencari gelang itu. Ada beberapa dari mereka memilih untuk naik dan beristirahat. Namun ada juga yang tetap melanjutkan pencarian dan masih belum menyerah begitu pun dengan Damar.
Airin menunggu mereka di tepi sungai tampak gelisah. Terlebih melihat para pengawal nya yang sudah tampak kewalahan mencari keberadaan gelang yang tidak tahu di mana. Yah sungai yang cukup dalam itu berada di ujung desa. Airnya tidak begitu jernih sehingga semakin mempersulit mereka untuk mencari keberadaan gelang nya.
Setelah lima jam mencari, semua pengawal begitu juga Damar pun naik ke darat. Yah mereka sudah menyerah dan berputus asa untuk mencari keberadaan gelang kutukan itu. Mereka sama sekali tidak bisa menemui nya.
"Maaf kan kami yang mulia. Kami sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan gelang yang mulia maksud. Kami sudah berusaha mencarinya tapi kami tidak bisa berhasil" Jelas salah satu pengawal.
"Tidak mengapa. Terima kasih karena telah membantu. Kalian boleh kembali ke istana dan beristirahat" Ujar Airin. Yah ia tidak mau terlalu memaksa para pengawalnya. Karena ia tahu jika terlalu memaksa mereka pasti akan membahayakan untuk pengawal-pengawalnya. Karena itu ia memerintahkan mencari keberadaan gelang itu semampu mereka saja.
"Airin, maaf kan aku. Aku juga tidak bisa berhasil menemukan keberadaan gelang nya. Sudah hampir lima jam kami mencari tapi tidak berhasil juga" Jelas Damar.
"Terus kita harus bagaimana Damar? Apa yang harus kita lakukan untuk menghapus kutukan yang terjadi kepada raja Syam?" Tanya Airin cemas sambil menangis.
Damar tampak berpikir. Ia mencari cara lain untuk menyelamatkan raja Syam. Bahkan ia rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan raja Syam. Hal itu ia lakukan karena rasa bersalah kepada Airin dan juga Ia ingin melihat wanita yang masih ia cintai itu bahagia bersama suaminya.
"Ada, ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan raja Syam. Dengan menggunakan cermin sebagai pengganti air" Jelas Damar kepada Airin cara lain untuk menyelamatkan raja Syam.
"Syukur lah jika mempunyai cara lain untuk menyelamatkan raja" Airin lega. Rasa cemas dan bimbang di hatinya perlahan mulai hilang. Karena mempunyai cara lain untuk menyelamatkan suaminya.
"Tapi cara ini cukup berbahaya Airin. Kita harus masuk ke dalam cermin tersebut untuk mengambil gelang itu dan di sana terdapat roh jahat penjaga gelang. Kita Harus Melawan roh tersebut hingga mendapatkan gelang itu kembali sampai waktu yang telah ditentukan. Jika tidak berhasil, atau jika kita tidak berhasil keluar dari cermin tersebut sampai waktu yang telah ditentukan, maka kita akan terperangkap selamanya di dalam cermin itu" Jelas Damar.
"Ini cara terakhir untuk menyelamatkan suamimu Airin" Tambah mantan pengawal pribadi Airin itu lagi.
Airin tampak berpikir mendengar yang dijelaskan oleh Damar. Sejujur nya hati wanita itu merasa takut melakukan ritual itu. Tapi dia sudah tidak mempunyai cara untuk menyembuhkan suami nya. Jadi ia harus melakukan ritual itu Demi kesembuhan suaminya.
"Apa kamu mau melakukan nya?" Tanya mantan kekasih Airin itu.
Airin menghela nafas beratnya untuk memperkuat hatinya yang saat ini sedang merasakan ketakutan. Jelas saja siapa pun merasakan hal yang sama seperti Airin rasakan saat ini. Antara takut dan berani yang wanita itu rasakan.
"Bagaimana? Apa kamu siap Airin? Apa kamu bersedia untuk melakukan ritual itu?" Tanya Damar.
Airin masih terdiam belum bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh Damar kepada nya. Ia masih sibuk dengan pikiran nya sendiri. Entah apa yang di pikirkan saat itu.
"Airin? Bagaimana?" Tanya Damar lagi membuyarkan lamunan Airin saat itu.
"Ha?" Airin kaget.
"Bagaimana? Apa kita melakukan cara terakhir ini?" Tanya Damar lagi.
__ADS_1
Airin mengangguk setuju. Ia setuju untuk melakukan ritual terakhir ini demi menyelamatkan suaminya.