Biduri Gadis Bunian

Biduri Gadis Bunian
Bab 45


__ADS_3

Airin memutuskan untuk kembali ke dunia manusia agar bisa menghindari paman Ali yang terang-terangan terdengar mengancamnya. Gadis yang memiliki darah campuran itu berharap ketika ia kembali nanti ke dunia Bunian, paman dan juga bibi nya sudah kembali ke negeri asal mereka.


Kepergian Airin sama sekali tidak di ketahui oleh Damar. Yah bagaimana mungkin Damar bisa tahu bahwa Airin pergi karena mereka belum bertemu lagi dan kepergian air yang secara mendadak.


***


Beberapa hari kemudian, Airin pun memutuskan kembali ke dunia Bunian. Karena besok, Ia mempunyai janji untuk bertemu dengan Damar di tempat biasanya mereka bertemu. Gadis itu berharap bahwa pamannya sudah tidak berada di istananya dan kembali ke kerajaan mereka.


Saat tiba di istana, Airin melihat sekeliling nya. Yah sama sekali tidak ada tanda keberadaan paman Ali nya itu. Gadis itu tersenyum senang karena pada akhirnya pamannya sudah kembali ke kerajaannya.


"Dayang, apa paman Ali dan bibi Surya sudah kembali ke negeri asalnya?" Tanya Airin kepada dayang pribadi nya.


"Ampun tuan putri. Saya tidak begitu yakin. Tapi sepertinya begitu karena saya tidak melihat keberadaan mereka dari kemarin" Jelas Dayang itu lagi


"Aduh ternyata dayang ini tidak tahu dengan pasti" Batin Airin.


"Ya sudah lah lebih baik aku beristirahat saja di kamar karena besok aku akan ketemu dengan kekasih hatiku" Batin Airin tersenyum senang menuju ke kamarnya untuk beristirahat.


"Damar, kita akan bertemu besok selamat malam kekasih hatiku" Ucap gadis yang memiliki darah campuran itu seolah-olah sedang berbicara kepada Damar. Ia pun memejamkan matanya di malam yang sunyi itu.


***


Matahari telah memancarkan cakrawalanya yang berwarna keemasan dari ufuk timur. Kicauan burung turut serta menyambut kehadiran sang mentari itu. Airin seperti biasa nya bersiap-siap untuk bertemu dengan Damar karena ini merupakan hari jadwalnya bertemu dengan kekasih hatinya.


Gadis itu melihat kekanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada orang yang melihat kepergiannya bertemu dengan Damar.


"Aman, sama sekali tidak ada orang" Ucap nya langsung keluar menuju gerbang istana Namun, ia sama sekali tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang selalu mengawasinya kemanapun ia pergi. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Ali pamannya. Ternyata Ali dan Surya masih berada di istana itu.


"Seperti dugaan ku. Biduri akan kembali bertemu dengan Damar" Batin Ali mengikuti jejak langkah Airin dengan berhati-hati agar gadis itu tidak menyadari bahwa ia sedang diikuti oleh Ali.


***


Tiba di sana, Airin terlihat kebingungan karena ia sama sekali tidak melihat kehadiran Damar di sana. Biasa nya laki-laki itulah yang selalu menunggu kedatangannya. Namun, berbeda dengan saat ini. Ia sama sekali tidak melihat tanda-tanda kehadiran kekasihnya itu.


"Tumben Damar belum tiba? Biasa nya dia yang menunggu ku di sini" Batin Airin.


"Apa dia lupa ya bahwa hari ini adalah hari pertemuan kami?" Tambah nya lagi bertanya di dalam hatinya.


"Ah, mungkin Damar dalam perjalanan dan sebentar lagi ia akan tiba" Batin nya lagi. Airin memilih duduk di anak tangga tempat biasa nya Damar menunggu kedatangan nya.


Hampir lima menit gadis itu menunggu, namun Damar sama sekali tidak terlihat kemunculannya.


"Sendirian Biduri? Apa perlu paman menemani mu" Tegur Ali membuat Airin kaget.


"Paman" Ujar nya berdiri dari duduk nya tadi dengan rasa takut di hati nya.

__ADS_1


"Kamu ngapain juga menunggu Damar yang belum pasti kedatangannya. Mending kamu bersama teman saja yang sudah jelas ada di depan matamu" Ujar Ali melangkah pelan sambil mendekati Airin. Airin pun melangkah mundur mencoba menjauhi laki-laki itu. Ia benar-benar tidak tahu bahwa paman Ali nya itu mengikuti nya hingga ke tempat ini.


"Paman ngapain di sini? Apa mau paman?" Tanya nya dengan nada suara yang bergetar karena rasa takut di hati nya.


"Lo, kok kamu bertanya ngapain paman di sini? Ya jelas mengikuti kamu karena untuk menemani kamu. Damar pasti tidak akan hadir di sini. Karena aku telah meminta nya untuk untuk pergi ke istanaku mengantarkan barang" Jelas Ali.


Yah itu lah alasan kenapa Damar tidak hadir untuk bertemu dengan Airin hari itu.


"Ayo sini paman temani kamu Biduri" Ujar Ali lagi mencoba meraih tangan gadis yang memiliki darah campuran itu namun Airin berhasil menepis tangan laki-laki paruh baya itu.


"Jangan mencoba untuk mendekat paman Atau aku akan berteriak?" Ancam Airin.


"Berteriak? Silah kan kamu berteriak. Tidak akan ada yang mendengar nya. Kamu tahu sendiri bahwa tempat ini jauh dari pemukiman warga. Dan tempat ini jarang ditempuh oleh warga. Kamu hanya membuang tenagamu saja untuk berteriak meminta tolong kepada mereka" Ujar Ali lagi terus saja mendekat.


Airin terus saja melangkah mundur menjauhi Ali. Hingga pada akhir nya gadis itu pun berlari mencoba untuk menyelamatkan diri. Ali terus saja mengejar gadis itu. Bangunan yang terbengkalai itu cukup besar sehingga Airin sangat kesulitan keluar dari sana.


Gadis itu berhasil di tangkap oleh Ali, Ali mencoba untuk mencium leher gadis itu. Namun, Airin berhasil memberontak hingga membuat Ali terjatuh ke lantai. Airin kembali berlari. Ali kembali mengejar nya. Saat beberapa meter lagi gadis itu mencapai pintu keluar dari bangunan itu Ali kembali berhasil menangkapnya hingga menarik gadis itu masuk kembali ke dalam bangunan itu.


Airin tersungkur ke lantai. Ia beringsut menjauhi Ali agar tidak mendekatinya.


"Jangan paman. Aku ini keponakanmu tidak seharusnya kamu melakukan ini kepadaku" Ujar Airin mengingatkan Ali tentang statusnya.


"Aku tahu dan aku sangat ingat bahwa kamu adalah keponakanku tepatnya keponakan dari istriku. Tapi aku tidak bisa menahan kecuali di hati ini yang begitu mulai inginkan kamu" Ujar Ali lagi dengan tatapan mangsanya. Tatapan yang penuh nafsu.


Airin menangis, ia takut sekali saat itu. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Mau berteriak percuma karena tidak ada yang mendengar nya. Posisi Airin yang duduk dengan beringsut itu pun di manfaat kan oleh Ali. Ia kembali menerkam Airin dan mencoba mencium gadis itu. Namun, Airin kembali memberontak tangannya mencoba meraih sesuatu untuk menyelamatkan dirinya dari cengkraman mau Ali hingga ia meraih sebuah batu. Airin langsung memukul kepala Ali dengan batu itu membuat Ali mundur kesakitan dan kepalanya mengeluarkan darah.


"Kurang ajar kamu Biduri, kamu telah membuat ku berdarah" Ujar Ali mengejar Airin dan langsung menolak gadis itu hingga terbentur ke tembok. Kepala gadis itu pun kini mengeluarkan darah. Kepala nya terasa pusing akibat benturan itu.


Ali kembali memeluk Airin dan mencoba melakukan niat nya. Baru saja Ali mencoba melakukan niat nya, Ia langsung di tarik dari belakang oleh seseorang. Yah Damar datang saat itu menolong gadis nya. Ali kembali tersungkur ke lantai.


Damar mendekati Airin dan melihat kepala Airin telah mengeluarkan darah. Wajah gadis itu penuh dengan Air mata.


"Kurang ajar kamu, ternyata ini alasan kamu meminta ku untuk mengantarkan barang mu agar bisa melakukan niat busuk mu ini?" Ujar Damar menarik kerah baju Ali dan langsung mengayunkan buku ruas ke rahang bagian bawah hingga membuat celah bibir laki-laki terbaik itu mengeluarkan darah.


"Kamu telah membuat Airin berdarah. Aku tidak akan mengampuni mu" Ujar Damar penuh dengan amarah. Ia menghajar laki-laki itu dengan membabi buta.


"Damar, Damar sudah berhenti. Cukup sudah" Ujar Airin mencoba menghentikan Damar melihat Ali sudah lemah seperti itu.


"Sudah Damar. Jangan di teruskan. Nanti dia bisa mati" Ujar Airin lagi.


Damar menghentikan serangannya terhadap Ali.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Damar dengan cemas kepada kekasihnya itu dan langsung membenamkan kepala Airin ke dalam dada bidang.


"Aku baik-baik saja Damar. Terima kasih karena telah menolong ku" Ujar Airin membalas pelukan laki-laki itu dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


***


Plak...


Ali di tampar dengan keras oleh raja Agung. Ia sungguh kecewa dengan apa yang di lakukan oleh suami adik sepupu nya itu yang tega ingin merusak putri mahkota.


"Kurang hajar kamu Ali. Kenapa kamu tega melakukan hal ini kepada Airin? Aku tidak akan memaafkan mu" Ujar Raja Agung dengan geram kepada Ali.


"Maaf kan aku yang mulia. Aku khilaf"


"Mulai sekarang, kamu jangan pernah menampakan mukamu ke istanaku ini. Istana ini sama sekali tidak mau menerima kamu yang telah membuat malu nama kerajaan. Harus nya kamu bisa menjaga keponakanmu bukan malah ingin merusaknya" Ujar raja itu lagi.


"Maaf kan aku yang mulia"


"Kamu harus di hukum mati"


"Jangan yang mulia, tolong jangan lakukan itu. Ampunilah suami ku yang mulia. Aku janji hal ini tidak akan terjadi lagi dan kami tidak akan menampakkan diri di istana ini lagi" Ujar Surya memohon kepada raja Agung agar tidak menghukum suaminya dengan hukuman mati.


"Kasihani lah aku yang mulia. Aku tidak mau hidup menjanda bagaimana nasib anak-anak ku kelak. Dan bagaimana ketika rakyat tahu tentang kebenaran ini? Pasti istana akan malu karena Ali telah melakukan itu kepada Airin" Ujar Surya lagi.


Raja Agung dampak berpikir dengan apa yang dikatakan oleh Surya tadi. Benar apa yang dikatakan oleh Surya pasti ia akan malu karena anggota keluarganya telah melakukan hal yang sangat hina ini. Dan nama nya sebagai raja akan menjadi bahan perbincangan oleh rakyatnya atau bahkan oleh kerajaan-kerajaan lain.


"Benar juga apa yang di katakan kamu Surya. Damar pun telah menghajar anggota kerajaan seperti ini. Dia pun tidak bisa dimaafkan meski telah menyelamatkan diri dia harus dihukum mati sesuai dengan peraturan istana"


"Jangan ayahanda, tolong jangan lakukan itu terhadap Damar. Bagaimanapun dia sudah menyelamatkan aku. Tolong biarkan dia tetap hidup. Aku akan melakukan apapun asalkan Damar tetap hidup di dunia ini" Ujar Airin dengan menitikkan air mata.


Raja Agung tampak kau pikir dengan apa yang dikatakan oleh Airin. Ia pun merasa bahwa ini adalah kesempatan yang bagus untuknya memisahkan Damar dan juga Airin serta membuat Airin bersatu dengan pangeran Syam seperti apa yang ia harapkan selama ini.


"Baik lah jika itu kemauan mu. Aku akan menuruti nya. Karena Damar telah menyelamatkan kamu dan dia juga telah memukul anggota kerajaan sehingga dia hanya dijatuhkan hukuman penjara selama lima tahun, dan kamu harus menikah dengan pangeran Syam" Titah sang raja.


Airin tertunduk lesu mendengar keputusan dari ayahnya itu. Sejujurnya ia sama sekali tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh ayahnya.. Namun, demi untuk menyelamatkan Damar laki-laki yang ia cintai ia rela melakukan hal itu agar Damar tetap hidup di dunia ini. Yah meskipun mereka tidak bisa bersatu setidaknya Airin bisa melihat Damar dengan mata nya. Yah kalau Damar mati, jelas ia sama sekali tidak bisa melihat laki-laki itu lagi kan?


"Bagus keputusan sudah di buat. Persidangan akan di adakan besok. Setelah persidangan itu selesai, dan Damar akan masuk ke dalam penjara, kamu Surya bawa suami mu pergi jauh dari istana ini. Dan jangan sampai kalian kembali lagi ke sini karena aku sama sekali tidak akan memaafkan suamimu ini" Ujar raja Agung dengan tegas nya langsung meninggalkan pertemuan itu.


Airin terduduk lemah tidak berdaya di atas lantai mendengar keputusan yang ada dari ayahnya. Andai sejak waktu itu ia yang membela dirinya sendiri pasti Damar tidak akan terlibat dalam masalah ini. Namun, karena ia masih menghormati Ali sebagai pamannya dan Surya sebagai bibinya ia memilih untuk menghindar saja dan tidak mau menghajar laki-laki itu.


"Maaf kan aku Damar. Aku tidak bisa menepati janji kita. Aku terpaksa melakukan semua ini untuk menyelamatkan kamu. Aku tidak ingin kamu pergi dari dunia ini. Setidak nya, aku bisa melihat kamu tersenyum dengan mataku di dunia ini" Ujar Airin menutup wajah nya yang penuh dengan air mata dengan kedua tangannya.


Yah saat itu hanya ada para petinggi istana dan juga para anggota keluarga untuk membahas masalah ini dan Damar sama sekali tidak ada saat itu. Jadi Damar sama sekali tidak tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Airin kepadanya hanyalah untuk menyelamatkan dia agar tidak dihukum mati oleh raja.


"Biduri" Surya datang mendekati gadis yang memiliki darah campuran itu.


Airin mengangkat wajahnya dan menatap wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.


"Maafkan tante yang tidak bisa membantu mu. Maaf kan suami tante yang telah berniat jahat kepadamu. Andai saja tante tahu ini semua akan terjadi, pasti tante tidak akan datang ke sini bersama suami tante dan tidak akan menginap di sini terlalu lama. Tante benar-benar minta maaf dengan semua ini" Ujar Surya.

__ADS_1


Airin tidak bisa menjawab. Gadis itu memilih untuk membentuk Surya dan menangis di dalam pelukan tantenya itu.


__ADS_2