Bocilku, I Love You

Bocilku, I Love You
Bab 65. Semua Harus Bahagia!


__ADS_3

"Seharusnya kau memberitahukan pada kami," Lia terus mengatakan berulang-ulang. Tapi pria kurus di hadapannya tak mendengarnya. Ia menatap tubuh renta ibunya yang telah terbaring dengan tubuh mendingin.


"Maafkan putraku, dia memang bodoh. Aku sudah katakan berkali-kali bekerjalah dengan baik, dengan hati nuranimu. Tapi bahkan dia melakukannya untuk tubuh tua tak berharga ini." Arwah wanita tua itu terus memukul dadanya karena sesal yang tiada habisnya.


"Nyonya, sudahlah. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri." Lia tak kuasa menahan air matanya melihat sepasang ibu dan anak itu. "Aku harus segera sadar jika tak ingin Ardyan diproses secara hukum."


Lia terus mengikuti pria muda bertubuh kurus itu. Matanya tertuju pada bocah kecil yang muncul di ujung lorong dan berjalan mendekati mereka. "Leonard, mami miss you."


Lia mencoba memegang wajah putranya ketika tiba-tiba tubuhnya terasa ditarik dengan begitu kuat untuk menjauh tanpa bisa dilawannya. "Leonard!" teriaknya dengan putus asa.


.


Perlahan-lahan dibukanya sepasang matanya. Sebuah cahaya yang sangat terang masuk ke dalam retinanya. Ia mengerjapkan matanya. Samar-samar ia melihat orang-orang yang berdiri di sekelilingnya.


"Kau sudah sadar, Sayang?" tanya Sam.


Seorang dokter memeriksa kondisi tubuhnya. "Semua tanda-tanda vital sudah normal. Entah keajaiban apa, dia dapat sadar begitu cepat. Hal yang perlu di syukuri," katanya sambil menepuk pundak Sam sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.


"Katakan pada Leon, selesaikan semuanya dengan baik. Ardyan tidak mempunyai maksud jahat." Lia segera menyampaikan isi pikirannya pada suaminya.


Tak lama kemudian, suara langkah kaki dengan tempo yang cepat terdengar. Wajah seorang bocah kecil muncul dari balik pintu masuk dan berlari menghampirinya.


"Mami, I miss you," lirihnya dalam isak tangis.


"Miss you too, my baby." Lia membelai rambut putranya. "Kau tak pernah menyentuh biolamu beberapa hari ini."

__ADS_1


"Bagaimana mami tahu?"


Lia tersenyum, "Sudah lama mami tak mendengar musikmu."


"Mami ingin mendengarnya?"


Wanita itu tersenyum dan mengangguk lemah. Leonard tersenyum. Bebannya terasa terangkat. Ia kembali dapat bermanja-manja sebagai seorang anak.


Sam memberikan hardcase yang disimpan rapi oleh Leon di sebelah ranjang ibunya. Pria itu menyeka cairan bening di sudut matanya. Sementara Lia menepuk punggung tangannya. "Semua akan baik-baik saja."


Tak lama kemudian, terdengar suara gesekan biola dengan iramanya yang sendu. Bocah kecil itu menumpahkan segala kecemasan, kesedihan sekaligus ketakutan yang telah dilaluinya.


Lia hanya menatapnya, bocah kecil itu memejamkan matanya, wajahnya terlihat sedih. Dari sudut matanya menetes cairan bening.


Tiba-tiba sekelompok perawat terdengar berlarian di luar kamar. "Cepatlah. Panggil senior!" seru seorang perawat.


"Dokter muda itu, sadar dari koma!"


Lia menatap suaminya. "Dia sadar? Aku rasa dia sudah mempunyai suatu alasan untuk kembali berjuang dan tetap hidup."


"Apa yang mereka maksud dokter muda itu --" Belum selesai Samuel mengungkapkan pertanyaannya, Lia telah mengangguk.


"Apa kau mau membantuku menjenguknya?" tanya Lia.


Leon menghentikan permainan biolanya. "Apa mami ingin aku temani?"

__ADS_1


"Lia, berikan dia waktu untuk pulih. Lagipula kondisimu juga belum cukup baik." Sam mengingatkan istrinya. "Kita akan mengunjunginya bersama saat kau lebih baik."


.


Seminggu kemudian Lia telah pulih kembali. Samuel juga telah menemukan lahan perternakan perkebunan yang mereka inginkan. Walaupun mereka harus merelakan kepergian putra kedua yang belum sempat melihat dunia.


Radith? Dokter Radith sadar begitu mendengar gesekan biola Leon. Dia merasakan semangat baru dalam setiap gesekan biola yang dibunyikan dengan penuh perasaan itu. Dan sebuah berkah baginya, dia kehilangan keistimewaannya sebagai seorang indigo.


Tentang Black dan Lexa, mereka menetap di perkebunan. Mereka membantu Sam dan Lia mengelolanya. Mereka hidup dengan nyaman dan damai di lingkungan baru yang tak mungkin ditemukan oleh Aleandro.


Sedangkan Ardyan, Leon mengangkatnya sebagai wakilnya. Ardyan merasa bahagia diberikan kepercayaan lebih. Dia yang bekerja dari bawah dan sempat merasakan pahit getirnya kehidupan, berubah menjadi sosok yang bijaksana.


.


T A M A T


.


Jangan lupa kepoin juga kisah 14 Hari Mengejar Om Bule.


Kisah seorang penyiar radio yang mendapat hadiah perjalanan gratis dengan kapal pesiar. Dan bertemu dengan banyak cowok bule tampan di sana.


Kepoin ke uwu an kisah mereka, kuy.


.

__ADS_1


Dan follow IG : Chocoberry_author kuy untuk visual dan promo lainnya.


Cuzz, aku tunggu yaa...


__ADS_2