Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Karena Rindu


__ADS_3

trutttt...


Si pria pemilik mobil menurunkan kaca mobilnya.


“Mohon maaf bang menggangu waktunya, saya mau minta tolong buat mengantarkan saya ke jalan raya? Soalnya dari tadi enggak ada ojek atau mobil online yang mau kesini, nanti saya bayar ongkosnya kok bang.” Chana meminta di antar oleh orang tersebut.


“Boleh.” ucap Adipati Soni.


“Terimakasih banyak bang.” Chana merasa senang karena akhirnya ia mendapat tumpangan juga.


Ia pun masuk ke dalam mobil Soni dengan cepat, karena saat itu sudah terlalu larut untuk anak sekolah sepertinya.


Leon yang melihat hal tersebut langsung terbakar api cemburu.


“Pak, pak! Sini dulu.” Leon memanggil Ardi untuk mendekat.


“Ada apa tuan?” tanya Ardi seraya berdiri di sebelah Leon.


“Itu mobil siapa?” Leon penasaran dengan mobil yang membawa kekasihnya.


“Kalau enggak salah tuan Soni, tuan,” ujar Ardi.


“Si duda anak dua?” Leon memastikan kalau ia tak salah.


“Benar tuan,” sahut Ardi.


Sialan! Bisa-bisa Chana jadi istri kedua lagi, batin Leon.


Ia yang ingin menyusul bingung harus bagaimana.


Karena ia sudah terlanjut jual mahal saat kekasihnya membujuknya.


“Bodoh amat ah!” Leon masuk ke rumahnya lagi dengan perasaan campur aduk.


Sedang Chana yang ada dalam mobil di ajak bicara oleh Soni.


“Tadi ngapain ke rumah itu?” tanya Soni yang ingin memecahkan keheningan.


“Cuma salah alamat bang.” Chana enggan mengatakan tujuannya yang sebenarnya.


“Oh, ku pikir kau kenal pemilik rumah itu,” ujar Soni.


“Enggak bang.” Chana geleng-geleng kepala.


Keduanya pun lanjut mengobrol topik lain sebelum sampai ke jalan besar.


🏵️


Keesokan harinya, Leon yang sudah ada di sekolah tak melihat kehadiran kekasihnya.


“Kemana dia? Pada hal sudah mau masuk sekolah.” Leon yang tak menyelidiki kekasihnya malah menyimpulkan jika Chana sedang bersenang-senang dengan Soni.


“Sabar...” ia pun mengelus dadanya yang terasa sesak.


Enggak cukup kau menduakan aku dengan laki-laki brengsek itu! Dasar perempuan murahan, batin Leon.


Ia yang ingin balas dendam pun memacari Yuri teman sekelasnya dan Chana hari itu juga.


Yuri tentu tak menolak saat di tembak oleh Leon, karena Leon yang royal menyodorkan uang terlebih dahulu.

__ADS_1


Kau akan menyesal sudah menduakan ku 2 kali, batin Leon.


Leon yang berniat balas dendam malah tak kunjung bertemu Chana di sekolah.


Ia yang masih menjalin hubungan dengan Yuri juga banyak mendapatkan pelajaran tentang romantisme yang di bumbui rasa nakal dan bergairah.


Leon yang awalnya polos malah ketagihan untuk mencoba-coba rasa dan variasi lain dalam ranah pacarannya.


Dalam sebulan ia telah mencari 10 wanita dalam waktu bersamaan.


Untuk sejenak ia lupa akan Chana yang pernah mengisi hatinya.


Sampai pada saat memasuki bulan kedua kenakalan Leon.


Ia yang sedang jalan dengan kekasih barunya menggunanakan motor berhenti di lampu merah perempatan jalan.


Ia yang merasa lidahnya asam membuka kaca helmnya. Sebab ia ingin membuang Salivanya.


Ia pun menoleh ke arah kanan, dan tanpa sengaja ia melihat Chana yang sedang jongkok mengadon tepung untuk membuat pisang goreng.


“Chana...” seketika ia teringat kekasih yang pernah ia cintai dengan tulus.


Ia juga iba melihat Chana yang kini wajahnya memerah dan juga berminyak.


Rasa bencinya seketika hilang melihat perjuangan kekasih yang ia gantung statusnya selama ini.


Chana yang kelilipan pun menggosok matanya dengan punggung tangannya, hingga tepuk yang telah basah menempel di sekitar pelipis gadis cantik itu.


Kemudian Leon melihat ke steling warung sang kekasih yang gorengannya masih banyak.


“Hei, Meri.” Leon memanggil gadis cantik yang duduk di belakangnya.


“Tolong turun dan beli semua gorengan di warung itu.” pinta Leon seraya mengeluarkan uang 1 juta dari dompetnya.


“Pokoknya kasih semua uangnya pada gadis pemilik warung itu,” titah Leon.


Atas perintah Leon, Meri pun turun lalu menuju warung gorengan yang letaknya tak jauh dari motor Leon berhenti.


Ting ting ting!


Karena lampu merah sudah berubah jadi hijau, Leon menepikan motornya, lalu ia pun memperhatikan Chana yang mengucek matanya karena perih yang di hasilkan asap gorengan.


“Kasihan juga sih, kok bisa aku melupakannya selama ini.” Leon merasa bersalah karena meninggalkan kekasihnya selama ini.


Sedang Meri yang telah sampai memanggil Chana.


“Bu, saya mau beli gorengan.” Meri masuk ke dalam warung yang kayunya telah hitam karena asap.


Ibu? batin Chana.


“Oh, iya bu.” Chana pun mendatangi Meri yang ada di dekat steling.


Apa? si tua ini panggil aku ibu! teriak Meri dalam hatinya.


Ia sungguh tak terima jika ia di panggil ibu, sebab ia masih merasa muda.


“Ibu mau semua gorengannya ya?” Chana tersenyum bahagia, karena dagangannya ludes seketika pada hal dirinya baru 2 jam menjaga warung.


“Iya.” sahut Meri seraya menyunggingkan bibirnya.

__ADS_1


Kemudian Chana memasukkan satu persatu gorengan campur yang baru ia angkat dari kuali beberapa menit yang lalu.


“95.000 ya kak.” Chana menyerahkan gorengan satu kantong plastik hitam besar pada Meri.


Meri yang tak suka makanan berminyak menunjukkan wajah risih.


“Ini.” Meri menyerahkan uang senilai 100 ribu sebanyak 10 lembar pada Chana.


“Banyak banget bu?” mata Chana membelalak sempurna.


“Sisanya untuk mu saja.” Meri yang tak ingin lama-lama di tempat berminyak itu langsung beranjak pergi.


“Alhamdulillah ya Allah, terimakasih banyak bu!” Chana tersenyum bahagia.


Tawa Chana yang begitu menyegarkan membuat Leon rindu.


“Ayo!” Meri yang telah datang langsung naik ke atas motor Leon.


“Iya.” sahut Leon, kemudian pria tampan itu langsung menyalakan mesin motornya.


Bremm!!!!


Leon melajukan motornya dengan kecepatan penuh, hingga Meri yang memegang gorengan kewalahan dan hampir jatuh.


Niat awal Leon ingin kencan dengan Meri malah berubah haluan, sebab rasa rindunya pada Chana kian memuncak.


Alhasil ia pun mengantar Meri pulang ke rumahnya.


“Kok balik arah?!” tanya Meri dengan penasaran penuh.


“Aku ada urusan penting!” ucap Leon.


Meri yang ingin marah tak bisa meluapkannya sebab Leon telah membeli suara dan pendapatnya.


🏵️


Sore harinya Chana yang baru pulang kerja menyapu kosannya. Setelah itu ia memasak nasi di rice cookernya.


Ia yang yang kehabisan lauk dengan segera memotong-motong sawi hijau yang ia beli di jalan.


Selanjutnya Chana mencucinya sampai bersih dan menyiapkan air dalam panci untuk di panaskan.


5 menit kemudian air yang ia taruh di kompor listriknya pun mendidih.


Chana langsung menuang sawi hijaunya ke dalam panci sedang tersebut.


10 menit kemudian sayurnya telah matang, saat ia akan memindahkannya ke mangkuk kukuruyuk, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kosannya.


Tok tok tok!


“Siapa yang datang sore-sore begini?” Chana merasa heran sebab ia tak punya teman atau kenalan lain yang tahu alamatnya.


Lalu ia yang penasaran segera menuju pintu untuk melihatnya.


Ceklek!


Kriettt!


Ketika pintu sudah terbuka lebar Chana tersentak karena ia melihat orang yang ia cinta berdiri di hadapannya dengan menggunakan helm.

__ADS_1


“Ada es batu?” tanya Leon seraya masuk ke dalam kosan Chana.


...Bersambung......


__ADS_2