Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Membantu


__ADS_3

“Chana, biarkan aku tidur sebentar, lagi pula kalau kau tahu diri, harusnya kau sadar kalau kau hanya numpang disini, kecuali kau sudah jadi istri ku, semua milik ku sudah pasti punya mu juga!” Leon membahasa pemberiannya dengan harapan Chana mengizinkannya berada di dekat wanita yang kasihi itu


“Enggak boleh! Lagi pula dulu aku enggak minta pada mu, kau sendiri yang menawarkan,” ujar Chana.


Leon yang merasa tak ada titik damai di antara mereka memutuskan untuk pergi.


“Baiklah!” ia pun bangkit dari ranjang lalu mengambil jaket kulit yang ia letakkan di atas meja.


Apa kau akan pergi? Minta maaf pada ku, sekali saja pasti aku akan menerima mu kembali, batin Chana.


“Aku pulang! Aku enggak akan pernah kesini lagi, jangan salahkan aku, atau ada keluhan dalam hatimu jika aku berubah, karena semua muasalnya dari dirimu sendiri dan jangan menyesal kalau suatu saat melihat ku bersama wanita lain.” ancaman Leon membuat Chana ketar ketir.


Ia yang ingin mencegah pria itu pergi malah terhalang egonya yang tinggi.


Sedang Leon yang sakit hati mengelus dadanya yang terasa sesak.


Setidaknya masih ada Pinkan, Friska, Meri, Resti, Meilina Putty Putri yang magang dalam hati ku, batin Leon.


Hatinya sedikit terobati karena selir cintanya ada dimana-mana.


Leon yang telah memakai jaketnya pun berkata pada Chana.


“Jaga dirimu, jangan sampai salah jalan, kalau mau jual diri pada ku saja, setidaknya tidak semua lelaki mencicipi dirimu!” Leon yang tahu betul situasi metropolitan dapat memastikan jika orang-orang labil seperti Chana akan mudah terpengaruh.


Chana yang terus di rendahkan mengurungkan niatnya untuk bersama Leon lagi.


“Pergi sekarang juga!” mata Chana memerah karena menahan air matanya.


“Aku memang akan pergi.” Leon pun beranjak dari kamar kekasihnya.


Chana yang kesal mengambil bedak tabur my babynya.


Puk!


Ia melemparnya tepat ke kepala besar Leon, namun Leon yang telah bertekad melupakan Chana tak marah atas perbuatan kekasihnya.


“Dasar laki-laki biadab! Kau pikir aku mau pada mu? Aku enggak mencintai mu! Aku sangat membenci mu! Kau orang paling kejam yang pernah ku kenal, harga diriku itu mahal, meski pun aku miskin dan tak akan makan, aku tidak akan menjual diriku! Lebih baik aku mati dari pada berbuat dosa besar itu!” Chana meluapkan isi hatinya.


Leon yang mendengar Chana tak cinta padanya semakin yakin untuk tak mempertahankan hubungan mereka.


Meski begitu ia tak mengatakan putus pada Chana, sebab mulutnya tidak sanggup untuk mengatakannya.


“Aku hanya takut kau jadi wanita panggilan 20 ribu, kalau pada ku kan lumayan!” Leon yang terlanjur jujur makin memperparah keadaan di antara mereka.

__ADS_1


Chana membanting pintu kamarnya karena jijik melihat Leon meski itu hanya dari belakang.


Bam!


Suara pintu yang tertutup di dengar jelas oleh Chana yang ada dalam kamarnya.


“Hiks... kenapa sih kau tega banget pada ku? Pada hal aku sangat mencintai mu, aku tak membujuk mu lagi karena aku sadar aku bukan level mu, ku pikir kedatangan mu akan mengembalikan hubungan kita seperti semula, tapi ternyata aku salah.” Chana menangis tersedu-sedu.


Namun ia yang masih rindu Leon mendekat ke jendela kamarnya yang dapat memandang ke arah parkiran kosan.


Lalu ia pun melihat Leon yang akan naik ke atas motor dengan raut wajah biasa saja, seolah tak ada yang terjadi di antara mereka.


“Apa kau sendiri pernah mencintai ku?” Chana mempertanyakan perasaan kekasihnya dari jauh.


Leon yang melihat ke arah kamar Chana mendapati kekasihnya yang memperhatikan dirinya.


Leon pun dapat melihat kesedihan mendalam di wajah Chana.


Aku enggak salah, kaulah setannya, batin Leon.


Leon pun menyalakan mesin motornya kemudian meninggalkan kosan Chana.


Chana yang melihat kepergian Leon makin terisak.


Setelah itu ia yang lapar pun makan dengan berurai air mata.


“Huah... hiks... susah payah ku lupakan karena sayang, pas hati ku sudah sembuh si brengsek itu datang lagi!” Chana mengoceh sendiri seraya menuju meja makan.


Ia yang belum makan mengambil nasi lalu mulai memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


“Aku sakit hati Leon!!!” Chana yang terbawa perasaan tak bisa mengunyah nasinya.


Ia yang ingin menenangkan diri menuju ke kamar dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Ia yang mau melanjutkan tangisnya pun mengingat kalau Leon belum membayar nasi seharga 200 ribunya.


“Sudah jadi korban perasaan malah rugi nasi lagi.” kemiskinan yang menerpa membuat Chana jadi gadis yang perhitungan dan gila uang.


Ia yang tak ingin larut dalam duka memutuskan untuk tidur.


🏵️


Leon yang masih dalam perjalanan pulang tak hentinya memikirkan lauk yang di masak kekasihnya.

__ADS_1


“Pantesan dia kurus banget sekarang.” meski ia ingin melupakan Chana namun nuraninya tak sanggup melihat penderitaan kekasihnya.


5 menit kemudian Leon sampai ke rumahnya. Ia pun segera menuju kamarnya untuk istirahat.


Bruk!


Leon menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


“Huffff!!! Astaga! Pada hal nyebelin, tapi enggak tega melihat dia susah.” Leon terus memikirkan Chana sampai ia terlelap.


🏵️


Keesokan harinya Chana yang baru selesai mengangkat gorengan tiba-tiba di datangi seorang wanita cantik.


“Mau beli apa kak?” tanya Chana, sebab selain gorengan ia juga menjual lontong sayur, ketupat dan juga bakso.


“Saya borong semua yang ada di warung ini.” ucap si wanita cantik.


“Ya-yang benar kak?” ucap Chana gelagapan.


“Betul,” sahut si wanita cantik.


“Tunggu sebentar kak.” Kesuksesan Chana menjaga warung bu Mirna selama 2 hari membuatnya percaya kalau ia cocok menggeluti profesi jajanan tradisional.


Chana pun membungkus dagangannya ke dalam plastik.


Setelah itu memberikannya pada si wanita cantik, lalu gadis cantik itu pun memberikan Chana uang 2 juta rupiah.


“Banyak banget kak? Cuma 300 ribu loh kak semuanya,” ucap Chana.


“Sisanya untuk mu saja.” kemudian gadis cantik yang terlihat sibuk itu pun buru-buru pergi ke mobilnya.


Chana yang terharu pun menitikkan air matanya.


“Terimaksih ya Allah, kalau begini terus aku bisa sekolah, andai sebelumnya aku tahu cara cepat cari uang dengan menjual gorengan, aku tak perlu kesusahan mengemis pada cowok sialan itu, hiks...” Chana merasa Tuhan memberkati dirinya yang seorang yatim piatu.


Sejak saat itu setiap hari selalu ada yang memborong dagangan yang di jaga oleh Chana.


Mirna yang merasa di untungkan pun dengan yakin mengangkat Chana jadi karyawan tetap.


Sedang di rumah Leon para pekerjanya mengeluh namun tak bisa bersuara, sebab mereka yang menjaga kebugaran tubuh harus mengonsumsi gorengan setiap hari.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2