
Chana mengelus wajah Leon dari layar kaca handphonenya.
“Aku juga masih menyayangi mu, tapi aku takut kalau aku memberi hati ku lagi, kau akan memperlakukan aku dengan buruk, aku juga tidak bisa begitu saja meninggalkan mas Stefan.” kehadiran Leon membuat Chana jadi bimbang akan perasaannya.
Chana yang ingin mandi mematikan layar handphonenya.
“Besok aku masih bertemu dia, aku harus mempersiapkan mental, karena kalau aku goyah, semua akan hancur.” Chana berusaha menjaga jarak agar tak ketahuan jika dirinya masih mencintai sang mantan kekasih.
🏵️
Jesika yang telah menahan lapar dari sore menyantap ayam goreng saus tiram yang ada di hadapannya.
Sedangkan Leon hanya memperhatikan kekasihnya yang makan dengan sangat tergesah-gesah.
“Hei pelan-pelan saja, tidak ada yang akan merebut makanan mu.” Leon takut jika Jesika tersedak.
“Aku sangat lapar, kau sendiri kenapa tak makan?” tanya Jesika karena nasi yang ada di piring Leon belum berkurang sedikit pun.
“Aku sudah kenyang.” Leon tak sabar menunggu Jesika selesai makan karena ia ingin menelepon Chana yang baru saja ia dapatkan nomornya.
“Sebaiknya kau habiskan nasi mu, karena kalau kau sakit kasihan para pasien yang ingin berobat pada mu.” Jesika tersenyum manis pada Leon.
“Iya.” karena sudah terlanjur di pesan Leon pun menyantap ayam geprek yang ada di hadapannya.
Satu jam kemudian Leon dan Jesika pun memutuskan untuk pulang.
Leon yang sedang menyetir terus saja di perhatikan oleh Jesika dengan sangat seksama.
“Ada apa?” tanya Leon dengan penasaran penuh.
“Ada cabe di gigi mu.” Jesika menunjuk ke arah bibir Leon.
“Benarkah?” Leon yang takut penampilannya rusak langsung melakukan rem mendadak.
Ciitt!!
“Dimana?” Leon menurunkan kaca spion dalam mobil untuk melihat kotoran yang ada di giginya.
“Itu loh... kalau enggak sini biar ku bersihkan.” Jesika berniat membantu Leon.
“Jangan.” Leon menolak karena takut napasnya bau.
“Kemarilah! Aku inikan sebentar lagi akan jadi istri mu kalau kau mau segera menikahi ku!” Jesika pun menarik wajah Leon dengan kedua tangannya.
“Buka bibir mu, cinta.” Jesika mengedipkan mata kirinya pada Leon.
Leon yang terpaksa pun mengikuti perintah Jesika.
Kemudian Jesika menghantar wajahnya hingga gadis cantik itu bertindak di luar dugaan.
__ADS_1
Cup!
Sebuah ciuman mesra ia berikan pada Leon. “Aku bohong, hahaha...” Jesika tertawa melihat ekspresi bingung Leon.
Leon yang ingin marah tak bisa mengungkapkan isi hatinya karena bagaimana pun Jesika berhak melakukan itu padanya.
“Jesika... apa aku boleh tanya satu hal pada mu?” ucap Leon.
“Sepuluh pun boleh, mau tanya apa, hum?” Jesika yang merasa ada lampu hijau menggenggan tangan bidang Leon.
“Kenapa kau tetap ingin bersama ku pada hal kau tahu kalau aku memiliki masa lalu yang besar dengan Chana.” pertanyaan Leon membuat Jesika jengkel.
Meksi Chana sudah lama menghilang namun ia masih cemburu pada sahabatnya itu. Karena ia tahu hingga kini Leon masih mencintai Chana.
“Yang lalu biarlah berlalu, kau yang sekarang adalah masa depan ku.” jawaban Jesika membuat Leon merasa lega.
Ternyata Jesika tulus pada ku, dia juga belum pernah memakan uang ku selama ini, batin Leon.
“Tapi kau wajib tahu kalau rumor itu benar, Chana memang pernah mengandung dan itu adalah anak ku.” Leon ingin jujur karena ia tak mau menyembunyikan apapun dari Jesika.
Jesika yang sudah tahu soal kebenaran itu menahan rasa emosinya, walau hanya cerita dan saat itu ia belum terlalu menyukai Leon tapi batinnya tak terima kalau Leon terus membahas soal Chana.
“Apa yang kau kerjakan di masa lalu itu tak ada sangkut pautnya pada ku. Tapi aku sungguh berharap pada mu, di masa yang akan datang kau bisa mencintai ku seperti aku mencintai dirimu.” Jesika mengutarakan keinginannya.
“Aku mengerti, tapi... aku minta maaf pada mu, karena aku tak bisa menjamin akan benar-benar menikahi mu.” Leon yang ingin memiliki pendamping satu seumur hidup tak ingin gegabah dalam memilih pasangan.
Meski Jesika yang ada di hadapannya telah mengantongi restu dari kedua orang tuanya, namun Leon tak begitu saja memberikan hatinya, terlebih sekarang ia telah menemukan cinta lamanya.
“Iya, aku mengerti, tapi... ku harap kau melihat kesungguhan hati ku yang mencintai mu selama 9 tahun ini.” Jesika meminta keadilan pada Leon.
“Aku enggak mau janji Jes, kalau jodoh pasti tak akan kemana.” Leon yang awalnya pasrah dengan keadaan kini berubah haluan.
Kemudian Jesika menatap nanar Leon yang berubah 180 derajat.
Ada apa ini? batin Jesika.
Ia merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada kekasihnya.
“Iya, baiklah.” Jesika menelan salivanya, meski merasa kecewa ia tetap tersenyum pada calon tunangan yang sekarang tak dapat ia pastikan nantinya akan berlangsung atau tidak.
Setelah mengobrol singkat Leon kembali melajukan mobilnya mengantar Jesika ke rumah orang orang tuanya.
🏵️
Stefan yang baru sampai ke rumah melihat Sarah yang sedang meminum anggur merah di atas sofa yang ada di ruang tamu.
“Kau baru pulang?” ucap Sarah dengan nada santai.
“Iya, kenapa kau belum tidur?” sapa Stefan seraya duduk di sebelah Sarah.
__ADS_1
“Aku menunggu mu yang selalu terlambat pulang,” ujar Sarah.
“Aku sudah disini.” Stefan pun mengambil gelas yang ada di tangan Sarah.
“Apa-apaan kau?!” Sarah marah pada Stefan yang menghentikan kegemarannya.
“Ini akan merusak dirimu.” Stefan tak suka dengan sikap istrinya yang liar.
“Apa urusan mu? Kau tidak tahukan bagaimana stresnya aku karena belum bisa memberi mu anak?” Sarah melampiaskan kemarahannya pada Stefan.
“Tapi tidak begini juga caranya, kita akan ke Italia, semua ada solusinya,” ujar Stefan.
“Kalau tidak berhasil bagaimana? Bukankah semua laki-laki itu sama saja? Mencari pengganti apabila istrinya tak mampu memberi apa yang ia inginkan?” kata-kata menohok Sarah membuat Stefan bungkam.
Pasalnya Sarah seperti mengetahui perselingkuhan yang ia lakukan selama ini.
“Ayo ke kamar, ini sudah malam.” Stefan yang tak ingin mendengar ocehan Sarah dengan cepat menggiring istri pertamanya masuk ke dalam kamar.
🏵️
Leon yang baru sampai ke rumah langsung masuk ke dalam kamarnya.
Ia yang telah menyimpan nomor baru Chana dengan cepat mendial nya.
Truuuttt....
🏵️
Chana yang ingin menarik selimut melihat panggilan nomor baru di handphonenya.
“Siapa ya?” Chana yang takut itu panggilan dari orang penting langsung mengangkatnya.
Halo, ini dengan siapa? 📲 Chana.
Lelaki yang merindukan mu, 📲 Leon.
Chana yang masih mengenali suara Leon langsung merasa deg degan.
Dapat nomor ku dari mana? 📲 Chana.
Hrd, kau sedang apa sayang? 📲 Leon.
Mendengar sang mantan memanggilnya dengan mesra membuat telinga Chana merasa gatal.
Apa yang kau inginkan? Ini sudah malam! 📲 Chana.
Dirimu, Chana... biarkan aku mendengar suara mu, 📲 Leon.
...Bersambung......
__ADS_1