Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Minder


__ADS_3

Setelah Chana pergi Aril menepuk bahu bidang Leon.


Puk!


“Ada apa?” tanya Leon.


“Chana bodoh ya,” ujar Aril.


“Kenapa kau bilang begitu?” Leon tak mengerti dengan maksud perkataan Aril.


“Sudah di sakiti oleh mu berulang kali, berhenti sekolah karena kau selingkuh bersama Jesika, eh... dia masih saja mencintai mu.” Aril mengatakan pendapatnya.


“Menurut mu begitu?” Leon tersenyum karena ia memiliki penglihatan yang sama dengan Aril.


“Iya, masih ada cinta untuk mu, tapi apa boleh buat dia sudah bersuami, sebaiknya kau jangan ganggu pernikahannya, karena dia juga berhak bahagia,” terang Aril.


“Tapi hati ku tak dapat menerima itu Ril, meski pun dia sudah punya suami tiga dan 5 anak, aku tetap mencintainya, aku enggak pernah serius pada siapapun kecuali padanya.” Leon mengatakan kesungguhan hatinya pada Aril.


“Masalahnya sudah terlambat, jangan paksakan keadaan kasihan Chana, dia berhak memilih bro.” tujuan Aril yang sebenarnya adalah agar ia dan Leon sama-sama tak mendapatkan orang yang mereka cinta.


Lebih baik Chana dengan orang lain biar adil, hehehe, batin Aril.


“Kau benar juga, aku akan menyerah kalau laki-laki itu menolak dengan uang yang akan ku tawarkan.” Leon yang pantang menyerah mengupayakan segala cara agar mendapatkan Chana kembali.


“Dasar gila!” Aril kesal karena Leon selalu punya ide agar mencapai segala kemauannya.


🏵️


Sore harinya di saat semua orang sedang sibuk Jesika yang telah pulang kerja datang ke rumah sakit.


Ia pun menemui Keysa yang sedang mencatat data pasien yang sedang memeriksakan diri pada Leon.


“Hei! Apa kau punya informasi untuk ku?” tanya Jesika seraya berdiri di hadapan Keysa yang duduk di bangkunya.


“Ada bu.” Keysa pun mengambil handphonenya.


“Kirim ke WhatsApp ku.” Jesika pun memberikan nomornya pada Kesya.


Ketika Jesika melihat photo Leon dengan wanita jantung langsung berdebar kencang.


“Siapa wanita ini?” Jesika tak mengenal Chana yang kini jauh lebih cantik dan bening.


“Berikan dulu sisa bayaran ku, baru ku beri tahu bu.” Keysa yang suka uang memanfaatkan Jesika yang banyak materi.


“Baiklah.” kemudian Jesika memberikan uang 2 juta pada Keysa.


“Terimakasih banyak bu.” Keysa tersenyum bahagia karena dapat rezeki cuma-cuma dua kali hari itu.

__ADS_1


“Siapa wanita ini?” tanya Jesika dengan penasaran penuh.


“Dianna Chana, Apoteker rumah sakit ini, dia bertugas di penyediaan obat Farmasi,” terang Keysa.


“Di-Dianna?” seketika Jesika merasa sesak napas mengetahui kenyataan yang begitu pelik.


“Sudah dulu ya bu, kalau ada informasi lain akan ku kabari lagi, sekarang aku mau bekerja lagi,” ujar Keysa.


“Oke.” Jesika pun meninggalkan meja kerja Keysa dengan kaki gemetaran.


“Apa karena ini dia berubah? Sejak kapan mereka bertemu lagi? Apa mereka sudah balikan atau belum?” timbul banyak pertanyaan di hati Jesika mengenai hubungan Chana dan Leon.


Ia yang penasaran pun segera menuju farmasi untuk memastikan apakah wanita yang bersama Leon Chana sahabatnya atau bukan.


Deg deg deg!


Jantung Jesika berdetak dengan kencang hingga telinganya dapat mendengar getarannya.


Sesampainya di depan farmasi, Jesika hampir terjatuh ke lantai, sebab wanita yang telah ia khianati kini ada di depan matanya.


“Haaahh!!!” Jesika makin sesak napas, Chana yang sekarang membuat ia minder untuk bertemu langsung.


Kenapa dia bisa secantik itu? batin Jesika.


“Apa yang harus ku lakukan?” Jesika merasa panas dingin.


Ingin melabrak Chana tapi ia tak percaya diri dengan dirinya yang terlihat jauh lebih tua dari sahabat lamanya itu.


“Aku harus menyusun strategi sebelum bertemu langsung dengannya.” Jesika merasa pertemuannya dengan Chana adalah sebuah perang besar.


Saat Jesika telah berada dalam mobilnya ia pun mendapat ide bagus.


“Aku harus meminta bantuan tante dan om, hanya mereka yang bisa membuat Leon tetap menikahi ku.” Jesika yang tak ingin di tikung Chana dengan cepat menuju rumah keluarga Leon.


🏵️


Tepat pukul 18:00 Wib, Leon yang telah selesai bekerja keluar dari ruangannya.


“Masih ada 2 jam lagi sebelum dia pulang.” Leon berniat mengantar Chana pulang. Ia pun mendatangi Chana ke farmasi.


Chana yang melihat kehadiran Leon geleng-geleng kepala.


“Coba kau lakukan ini dari dulu,” gumam Chana.


“Kau pacarnya dokter Leon ya dulu?” tanya Rena karena ia melihat Leon dan Chana memiliki hubungan yang sangat spesial.


“Kami hanya teman alumni.” Chana masih enggan mengakui kenyataan yang sebenarnya.

__ADS_1


“Jujur saja, kita sudah 3 tahun berteman loh, semua orang juga tahu kalau dokter Leon terus menempel pada mu,” ujar Rena.


“Ya, kau benar, dokter Leon memang mantan ku.” Chana yang tak ingin berbohong terus memilih jujur.


“Kan benar! Huu!! Kenapa enggak bilang dari kemari sih!!!” Rena mencubit pipi Chana.


Leon yang duduk di kursi tunggu jadi penasaran dengan apa yang di bicarakan kedua wanita yang ada di balik kaca yang ada di hadapannya.


“Sepertinya dokter masih menyukai mu, terima saja, uangnya banyak loh!” Rena menggoda Chana.


“Ah hahaha... semua sudah jadi masa lalu.” Chana geleng-geleng kepala sebab ia rasa mereka akan sulit untuk bersama, apa lagi jika ia benar-benar mengandung anak Stefan .


Leon pun tersenyum saat melihat tawa Chana yang sudah lama ia tak lihat.


🏵️


“Kenapa kau datang malam-malam begini Jes?” tanya Aminah dengan penasaran penuh, sebab wajah Jesika terlihat begitu resah.


“Tan, akukan sudah pacaran selama 5 tahun dengan Leon dan kami berdua juga sudah cukup umur, bisa enggak sih tan, kalau tante bantu bujuk Leon soal pertunangan kami?” Jesika ingin Aminah membantunya.


“Oh iya... kau benar juga, untung kau bilang Jes, kalau enggak tante sudah lupa,” ujar Aminah.


“Tolong banget tan, karena aku baru dari rumah sakit Leon, disana isinya perempuan cantik semua.” Jesika sengaja menunjukkan kalau ia cemburu, tujuannya agar Aminah mengerti kegelisahan hatinya.


“Wah... repot dong kalau begitu saja kau sudah takut, jangankan pekerja disana, pasien yang datang pun akan lebih cantik lagi, hehehe...” Aminah merasa kalau Jesika sangat lucu saat cemburu


“Tante, aku sangat mencintai putra mu, tolong bujuk dia agar segera menikahi ku tan...” Jesika yang memohon membuat Aminah merasa iba.


“Baiklah, nanti tante akan bicara padanya setelah dia pulang kerja.” Aminah menggenggam tangan Jesika yang terlihat prustasi.


“Terimakasih banyak tan.” Jesika yang merasa bersyukur karena Aminah mau memenuhi permintaannya langsung memeluk calon mertuanya.


🏵️


Chana yang baru keluar dari ruang ganti melihat Leon berdiri di sebelah pintu.


“Ya ampun, coba jaga image sedikit dokter Leon, kau itu CEO bukan orang biasa, kenapa jadi sembarang nempel di depan umum sih!” Chana risih karena Leon terlihat ingin memakannya.


“Karena aku CEO makanya aku bebas berbuat apapun, kalau ada yang protes dan berkata buruk, tinggal buka lowongan baru.” Leon yang tak pernah mendengar siapapun selain ibunya tak terima jika orang lain berkata hal yang menyakiti hatinya.


“Ya Tuhan, kalau kau enggak profesional bisa- bisa rumah sakit ini cepat tutup!” pekik Chana.


“Enggak mungkin, karena aku punya banyak uang,” ujar Leon.


...Bersambung..


__ADS_1



...


__ADS_2