Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Akibat


__ADS_3

Tinggalkan jejak setelah baca novel ini.


Chana yang telah sampai pun membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya.


“Mas.” Chana menjabat tangan Stefan.


“Apa kabar sayang.” Stefan mengecup kening Chana.


“Baik mas, kau sendiri bagaimana, mas?” tanya Chana.


“Aku juga baik sayang.” kemudian Stefan melajukan mobilnya menuju rumah Chana.


“Mas, kemarin penyusup masuk ke rumah, apa sebaiknya kita jangan pulang dulu?” Chana masih trauma jika berada di rumahnya saat itu.


“Aku sudah tahu itu makanya aku langsung datang menjemput mu,” ujar Stefan.


“Kita menginap di hotel saja ya mas,” pinta Chana.


“Kalau sudah lapor polisi pasti semua sudah aman, tenang saja sayang.” Stefan tetap membawa Chana pulang ke rumah meski istrinya ketakutan.


“Oh ya, tadi kak Sarah menemui ku dan kami mengobrol di kafe,” ucap Chana.


“Lalu?” sambung Stefan.


“Dia bilang kalian akan bercerai, mas... bertahanlah dengannya, aku yakin kalau kau menceraikan aku, kak Sarah akan memaafkan mu.” Chana ingin Stefan mau berpisah dengannya secepatnya.


“Aku tetap memilih mu! Karena aku tidak punya perasaan lagi padanya.” Stefan mengatakan isi hatinya yang sebenarnya.


“Apa kau enggak akan menyesal mas? Dia sangat baik pada mu loh, tidak ada bandingan dengan ku.” Chana terus membujuk Stefan agar tetap mau bersama Sarah.


“Diam lah, aku tahu apa yang terbaik untuk ku!” Stefan yang punya banyak masalah membentak Chana.


Seketika Chana prustasi saat Stefan tak mau berpisah dengannya.


Apa aku saja yang menceraikannya? batin Chana.


Selama perjalanan hingga sampai ke rumah Chana tak hentinya memikirkan cara agar bisa lepas dari Stefan.


“Ini, aku sudah membawa obat penyubur untuk mu.” Stefan memberikan obat dalam kotak tersebut pada Chana.


“Iya mas, apa ku minum sekarang?” ujar Chana.


“Tentu saja, aku tunggu di kamar, nanti bawakan segelas air untuk ku.” Stefan ingin meminum obat itu di dalam kamar.


“Baik mas,” kemudian Chana menuju dapur.


“Gawat! Malah aku belum sambung KB lagi.” Chana takut jika penyatuan mereka malam itu membuahkan hasil.


Ia yang tak ingin punya anak dengan Stefan mengambil satu tablet obat dan membuangnya ke wastafel.


“Begini baru benar.” setelah itu Chana mengambil air minum untuk Stefan, lalu Chana beranjak menuju kamar.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Chana memberi air minum yang baru ia ambil pada suaminya.


“Ini mas.” Chana memberikannya dengan penuh senyuman.


“Terimakasih banyak sayang.” Stefan pun menerimanya, kemudian ia mengambil obat penyubur miliknya dari dalam tasnya lalu meminumnya.


Setelah selesai Stefan menggenggam kedua tangan Chana dengan erat.


“Mari berusaha bersama.” Stefan menarik tangan Chana agar duduk di pangkuannya.


“Iya mas.” Chana pun memeluk erat suaminya.


Pada hal aku malas banget meladeni dia saat ini, batin Chana.


Tapi Chana yang masih menjadi istri resmi Stefan mau tidak mau harus memenuhi kewajibannya malam itu.


Selama mereka bercinta Chana sama sekali tidak fokus pada Stefan.


Karena yang ada dalam kepalanya adalah cerai.


🏵️


Leon yang telah duduk di hadapan Jesika langsung mengatakan maksud dan tujuannya mengajak bertemu malam itu.


“Kau suka sekali ya mengusik hidup orang lain.” Leon menunjukkan bukti obrolan yang di kirim Keysa padanya.


Melihat hal itu tubuh Jesika langsung bergetar hebat.


”Ma-maafkan aku Leon, aku enggak sengaja.” ucap Jesika dengan suara terbata-bata.


“Enggak usah bohong lagi Jes! Percakapan yang kau kirim pada Keysa persis seperti tangkap layar yang di sebar oleh akun anonim 9 tahun yang lalu. Hufff...” Leon menghela napas panjang.


“Yang itu bukan aku, sungguh.” Jesika tak mau mengakui perbuatan kejinya.


“Aku enggak bodoh Jes, aku juga tahu kalau kaulah orang yang meneror Chana!” pekik Leon.


“Teror apa? Kau bicara apa sih?!” Jesika terlihat kaget dengan pernyataan Leon.


“Jangan banyak kilah kau! Dari mana kau dapat bukti-bukti pernikahan siri Chana kalau bukan kau yang menyusup ke rumah Chana tadi malam!” Leon dapat menebak perbuatan jahat Jesika selama ini karena bukti pernikahan Chana hanya tersimpan di rumah Chana sendiri.


”Jangan fitnah!”


Puk!


Jesika membanting meja yang ada di hadapannya.


“Oh... ternyata kau masih banyak drama ya baiklah! Aku enggak akan membiarkan mu lolos! Karena Keysa sudah di tangkap polisi!”


Duar!!


Mendengar kabar buruk itu jantung Jesika hampir meledak.

__ADS_1


“Le-Leon maafkan aku, aku hanya mengirim bangkai kucing dan ular saja pada Chana, soal penyusup aku enggak tahu sama sekali.” Jesika ketakutan setengah mati karena ia tak mau masuk penjara.


“Masih saja kau bohong! Jujur Jesika!” Leon semakin kesal pada Jesika yang tak mau mengakui perbuatannya.


“Ya Tuhan! Sungguh aku enggak melakukan itu Leon, mana mungkin aku berani masuk ke rumahnya malam-malam!” Jesika hampir menangis untuk menyakinkan Leon.


“Bukti sudah ada di tangan!” Leon tetap yakin kalau Jesika lah penyusup yang masuk ke rumah Chana.


“Aku mendapatkan itu dari nomor yang enggak di kenal.” Jesika yang ingin membuktikan ia tidak bersalah menunjukkan bukti percakapan dari nomor yang tak di kenal itu padanya.


Leon yang melihat itu Leon tentu saja tidak akan percaya.


“Itu urusan mu! Yang jelas kau akan menerima ganjaran atas semua perbuatan jahat mu! Dan satu lagi, jangan pernah memperlihatkan wajah mu di hadapan ku dan kedua orang tua ku.” Leon yang tak ingin berlama-lama bersama Jesika bangkit dari duduknya.


“Harusnya sebelum bertindak di pikir dulu resiko yang akan kau peroleh.” setelah mengatakan itu Leon pergi meninggalkan Jesika dengan keadaan menangis wajah pucat dan berkeringat dingin.


“Ya Tuhan habislah aku! Hiks...” Jesika menyeka air matanya yang terus mengalir.


“Aku harus minta maaf langsung pada Chana, semoga dia mau memaafkan ku.” Jesika yang tak ingin mendekam di jeruji besi pun terpaksa meminta belas kasih Chana.


“Tapi, siapa penyusup itu? Aku kan enggak pernah masuk ke rumah Chana.” posisi Jesika yang tak menguntungkan membuat ia menjadi kambing hitam oleh orang misterius tersebut.


”Aki harus mencari tahu siapa penjahat itu.” berkat tindakan sembrono yang Jesika lakukan ia pun jadi punya kerjaan baru yang berhasil membuat kepalanya pusing.


🏵️


Leon yang dalam perjalanan pulang terbayang akan raut wajah Chana pada saat di hina Keysa.


“Aku jadi kasihan padanya.” Leon yang ingin menghibur Chana memutuskan untuk berkunjung ke kosan.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit Leon pun sampai di tujuan.


Ia pun turun dari dalam mobil menuju lantai dua dengan menaiki lift.


Leon yang kini di depan kamar Chana mulai mengetuk pintu dengan pelan agar tak mengganggu penghuni lain.


Tok tok tok!


“Buka pintunya Chana!”


Tok tok tok!


Leon yang tak kunjung mendapat respon memutuskan untuk membuka pintu itu dengan kunci cadangan miliknya.


Ceklek!


“Dia enggak kunci dari dalam?” Leon yang khawatir akan Chana dengan cepat mencari sang mantan ke penjuru ruangan.


Namun sayang ia tak menemukan pujaan hatinya dimana pun.


...Bersambung......

__ADS_1



__ADS_2