
Aminah naik pitam karena permintaan Chana tidak bisa di terima oleh akal sehat.
“Jangan main-main kau perempuan miskin! Dari sini saja sudah kelihatan kalau kau mata duitan, heran! Kenapa Leon begitu menyukai wanita seperti mu,” pekik Aminah.
“Pertanyaan bagus, coba tante tanya sendiri pada Leon, karena aku sudah berulang kali menolaknya tapi dia tetap tidak mau menyerah untuk mendekati ku.” kemudian Chana melihat jam tangannya.
“Aku harus berangkat sekarang tante, kalau mau berbincang lagi datang saja nanti sore, atau tante mau ikut belanja dengan ku ke mall?” Chana tersenyum ramah pada Aminah yang panas dingin melihatnya dari tadi.
“Sialan!” Aminah yang merasa di permainkan mengambil cek dan surat perjanjian yang ia tulis sendiri.
Setelah itu Aminah keluar dari rumah Chana dengan langkah yang kasar.
Chana sendiri melambaikan tangannya saat Aminah telah masuk ke dalam mobil.
“Enak saja mau mengatur-ngatur hidup ku, memangnya kau siapa!” gumam Chana.
Setelah itu wanita cantik itu pun berangkat ke mall terdekat dengan menggunakan motor metiknya.
🏵️
Jesika yang baru selesai syuting mendapat kiriman paket dari orang yang ia suruh untuk menyelidiki masa lalu Chana setelah keluar dari sekolah mereka.
Ia pun membuka amplop putih yang memiliki tebal 3 sentimeter
Srakk!!!
Jesika menyobek ujung amplop dan ia pun mendapati photo-photo Chana, yang mana salah satunya pada saat Leon bertamu ke rumah sahabatnya tadi malam.
“Apa-apaan ini!” Jesika menyobek-nyobek photo Leon saat masuk ke dalam rumah Chana.
“Ternyata mereka memang sudah balikan?!” mata Jesika memerah menahan rasa cemburu yang membakar habis hatinya.
Pada saat Jesika membaca alamat Chana yang tertulis di photo rumah yang kini Chana tempati, orang suruhannya pun mengirim sebuah fakta baru melalui rekaman suara orang-orang yang tinggal di sekitar Chana.
Mbak Chana sudah menikah dengan pak Stefan. 🎙️tetangga.
Mengetahui informasi baru itu Jesika tersenyum lebar.
“Ku pikir dia masih gadis, nyatanya sudah jadi istri orang, tapi... apa dia berencana ingin selingkuh dari suaminya?” Jesika yang masih menebak-nebak kemungkinan yang akan terjadi menerima informasi baru dari orang suruhannya lagi.
Chana menikah dengan laki-laki yang sudah beristri, nama istri pertama Stefan adalah Sarah, alamat rumah mereka di Jalan Mangga dua nomor 12, ✉️ Sumargo.
Membaca kabar baik itu rasa sakit hati Jesika seketika hilang.
__ADS_1
Ia pun memiliki ide baru untuk menghancurkan hidup Chana.
“Dasar pelakor! Tiada maaf bagi orang seperti mu! Ini berita besar! Kalau aku membongkar kebusukan chana, aku yakin ia akan habis di hajar madunya, di makan masyarakat setempat, serta di musuhi orang se-Indonesia! Luar biasa!” Jesika yang ingin segera melancarkan serangan segera pulang, karena jam kerjanya hari itu sudah selesai.
Jesika yang hari itu syuting di mall Sency tiba-tiba merasa lapar.
“Makan dulu ah, sudah siang juga.” Jesika pun masuk ke dalam restoran bakmi.
Saat Jesika sedang mencari meja kosong tanpa sengaja ia melihat Chana duduk tepat di hadapannya.
“Mampus aku! Bagaimana ini?” wajah Jesika yang mengkilap karena berminyak tak percaya diri untuk bertemu Chana saat itu.
Ia yang ingin melarikan diri harus gagal karena Chana terlanjur melihatnya yang terlihat kalang kabut.
“Kau mau kemana Jesika?” ucap Chana pada sahabat lamanya.
Sialan! pekik Jesika dalam hatinya.
Ia yang telah tertangkap tak bisa berbuat apapun lagi.
Jesika pun terpaksa menyapa Chana kembali meski ia tak ingin.
“Aku mau ke Golden Lamian.” Jesika menunjuk ke restoran mie yang ada di depan restoran bakmi tersebut.
“Hari ini kau makan bakmi saja, apa kau tidak mau duduk di meja yang sama dengan ku? Sapa Chana dengan senyum yang mempesona.
Ia sungguh tak punya nyali duduk di tempat yang sama dengan sahabat yang telah khianati.
Namun karena Jesika tak bisa menghindar, ia pun terpaksa duduk di hadapan Chana dengan pura-pura santai.
“Apa kabar Jes?” Chana mengulurkan tangannya pada sahabat lamanya.
“Aku baik.” Jesika pun menerima uluran tangan itu.
Ketika tangan keduanya telah menempel Chana terkejut karena telapak tangan Jesika dingin dan berkeringat.
“Apa kau sakit?” Chana sedikit khawatir dengan kondisi Jesika.
Sok perhatian, batin Jesika.
“Tidak, aku baik-baik saja,” ujar Jesika.
“Biasanya kalau tangan dingin dan keringatan karena ada penyakit jantung loh,” ucap Chana.
__ADS_1
“Aku hanya grogi!” Jesika yang tak terima di katakan penyakitan malah kelepasan bicara.
“Oh... karena itu....” Chana mengangguk penuh makna.
“Hufffftt!!” Jesika menghela napas panjang karena ia merasa dirinya terlalu bodoh.
“Semua sudah berlalu dan aku sudah memaafkan pengkhianatan mu dan Leon.” Chana yang bicara santai sangat menusuk di telinga Jesika.
Jesika yang jelas-jelas bersalah saat itu bingung harus berkata apa untuk membela dirinya .
“Maaf, saat itu aku tergoda dengan rayuan Leon yang terlihat baik, pada hal aku sudah menolak, tapi katanya dia sangat tertarik pada ku, dia juga terus mendekati ku sampai aku tidak bisa menolaknya.” Jesika membanggakan kenangan jahat yang pernah terjadi antara ia dan Leon.
“Iya... dia memang seperti itu pada wanita incarannya,” sambung Chana.
“Iya, walau kami sempat putus, tapi... kami kembali bersama, Alhamdulillah sekarang aku dan Leon sudah pacaran selama 5 tahun dan sebentar lagi kami akan menikah kalau enggak ada halangan nya.” Jesika yang licik mempertegas posisinya pada Chana.
Chana yang baru tahu hal itu merasa sakit hati.
Ternyata dia masih saja buaya! batin Chana.
“Syukurlah, selamat ya Jes, ku do'akan kalian berdua segera naik pelaminan, jangan lupa undangannya.” meski merasa sesak namun Chana berusaha tetap tenang.
“Terimakasih banyak Chan, kau sendiri bagaimana?” Jesika menanyakan status Chana.
“Aku masih sendiri.” Chana merahasiakan statusnya pada Jesika.
“Ku pikir sudah menikah, apa kau mau ku kenalkan pada teman ku? Dia editor ku, sudah bekerja selama 2 tahun dengan ku dalam merintis akun YouTube ku yang sekarang, aku yakin pasti kalian sangat cocok!” Jesika berencana menjodohkan Chana dengan Jono editor yang ia bentak-bentak setiap hari.
Chana tahu tujuan Jesika agar dirinya menjadi bawahan sahabatnya selamanya.
Chana yang merasa di rendahkan secara halus membalas perbuatan Jesika.
“Aku sudah punya pilihan sendiri.” senyum Chana yang begitu lepas membuat Jesika tambah ketar ketir.
Pasalnya ia berpikir jika Leon adalah orang yang di maksud oleh Chana.
Sialan! Sudah jadi pelakor, sekarang mau jadi perusak hubungan orang lagi, batin Jesika.
“Benarkah? Kalau begitu lain kali kenalkan pada ku.” Jesika penasaran dengan pria yang ada di hati Chana.
“Tentu, berikan nomor mu, ku rasa kita perlu memperbaiki hubungan kita dari kesalahan-kesalahan yang terjadi di masa lalu, termasuk saat kau menyerang ku di group chat sekolah,” ucap Chana.
...Bersambung......
__ADS_1