Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Gila


__ADS_3

Dasar gila! Aku kan sudah bilang, jangan ganggu aku! Susah banget sih di kasih tahu! 📲 Chana.


Iya, aku gila karena mu dan aku juga tak bisa tidur tenang sejak kehilangan mu, Chana... kembalilah pada ku, 📲 Leon.


Itu tidak akan mungkin terjadi, karena aku sudah jadi istri orang, jangan rusak rumah tangga ku, apa belum cukup kau melulu tahukan hati ku selama ini? 📲 Chana.


Aku mengaku salah, karena itu aku ingin membahagiakan mu, aku ingin menghapus luka yang pernah ku toreh dalam hati mu, Chana... ceraikan suami mu, aku siap jadi suami kedua mu,📲 Leon.


Permintaan Leon yang seenaknya membuat Chana gusar.


Dasar sinting! 📲 Chana.


Karena kesal Chana lansung mematikan sambungan teleponnya.


“Dari dulu sampai sekarang dia masih tetap gila!” Chana yang lelah merebahkan tubuhnya ke ranjang lalu memejamkan matanya untuk tidur.


🏵️


Keesokan harinya, Chana yang telah sampai di ruang farmasi melihat sekotak bubur ayam di atas meja kerjanya.


“Chana...” wanita cantik itu langsung dapat menebak jika yang membawa makanan itu untuknya adalah Leon.


“Ya Tuhan, kenapa dia makin bersemangat, huffft!!” Chana menghela napas panjang.


Rena yang baru datang melihat kotak bubur ayam yang belum di sentuh Chana.


“Wah! Tumben mau bawa sarapan,” ucap Rena.


“Apa kau mau?” Chana menawarkannya pada Rena.


“Aku sih mau saja, tapi sayangnya aku sudah sarapan, sebaiknya kau makan karena kalau kau tunda nantinya malah takut basi lagi.” Rena memberi saran pada rekan seprofesinya.


Chana yang ingin membuang bubur itu berpikir dua kali karena ia ingat betul dulu ia pernah pingsan karena kelaparan.


Alhasil Chana memakan sarapan yang di berikan Leon padanya.


🏵️


Leon yang baru saja bersiap untuk menunggu pasien tiba-tiba kedatangan Jesika.


“Hei! Kau belum sibukkan?” Jesika datang tanpa melihat waktu.


Leon yang melihat kehadiran kekasihnya merasa sedikit kesal.


“Sudah banyak pasien yang mengantri, lain kali kalau mau datang harus lebih pagi Jesika.” Leon marah pada Jesika yang menggangu waktunya.


“Maaf, aku hanya ingin mengantar sarapan untuk mu.” Jesika tersenyum kecut pada Leon.


“Letakkan saja disitu, oh ya... nanti malam aku lembur, jadi kau jangan kesini, biar aku saja yang datang ke rumah mu kalau aku sudah senggang.” Leon yang ingin memisahkan diri dari Jesika dengan cepat membuat jarak antara mereka berdua.


Jesika yang mendapat perlakuan kasar dari Leon merasa gerah.


Ia yang tak ingin memperpanjang cerita akhirnya memutuskan untuk pergi.

__ADS_1


“Baiklah, aku tunggu kabar darimu, kalau begitu aku pulang dulu ya.” Jesika berpamitan pada Leon.


“Hati-hati di jalan,” ucap Leon.


Setelah Jesika pergi Leon merasa sedikit menyesal karena sudah bicara keterlaluan pada wanita yang statusnya masih menjadi kekasihnya.


Jesika yang sedang berjalan di koridor rumah sakit mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Ia pun menemui perawat yang menjadi asisten Leon, yang duduk tepat di luar ruangan kekasihnya.


“Aku Jesika, calon istrinya dokter Leon, aku ingin kau melaporkan segala kegiatan dokter Leon pada ku.” Jesika pun memberi uang tunai sebesar 2 juta rupiah pada si perawat agar memperlancar penyelidikannya.


“Siap bu.” sahut Kesya si perawat.


“Kalau kau memberi ku informasi bagus, akan ku kasih bonus,” ucap Jesika.


“Aman bu.” Sahut Keysa.


Setelah itu Jesika berangkat menuju tempat kerjanya.


🏵️


Chana yang baru saja memberikan obat pada pasien menerima pesan elektronik dari suaminya.


Kami berangkat, ✉️ Stefan.


Iya mas, hati-hati di jalan, ✉️ Chana.


“Dari siapa?” Rena penasaran karena Chana menutupi layar handphonenya dari Rena.


“Teman apa dokter Leon?” gosip kedekatan antara Chana dan Leon ternyata sudah di dengar banyak orang.


“Kok jadi dokter Leon?” ucap Chana.


“Bukannya kau kenal dekat dengan si dokter?” ujar Rena.


“Siapa bilang? Enggak kok.” Chana menyangkal karena ia takut ada yang mencaritahu masa lalunya.


“Oh, berarti gosip itu enggak benar ya.” Rena geleng-geleng kepala.


“Memangnya kau dengar apa?” tanya Chana penuh selidik, karena ia curiga kisah asmara yang pernah ia jalin dengan Leon sudah tercium di rumah sakit itu.


“Katanya dokter Leon sangat menyukai mu, ada juga yang melihat mu duduk di kafe bersama dokter Leon tadi malam,” ujar Rena.


“Itu hanya kebetulan.” Chana yang takut kelepasan atau salah bicara memilih menyibukkan diri, karena ia lihat Rena seperti menyelidiki sesuatu darinya.


🏵️


Pada saat istirahat makan siang Leon yang akan pergi ke kantin rumah sakit tiba-tiba melihat bekal makanan yang di bawa oleh Jesika.


“Benar juga, mana mungkin aku membuangnya.” Leon yang ingin menghargai Jesika memutuskan untuk menyantap masakan buatan sang kekasih.


Ia pun membuka kotak makan berwarna ungu tersebut.

__ADS_1


Tak!


Kemudian Leon melihat menu yang sama, ikan panggang salmon dan juga dadar gulung.


“Apa dia pikir kalau aku suka menu yang sama setiap hari?” Leon menggaruk kepalanya, selanjutnya ia pun melahap makanan cinta yang di bawa Jesika untuknya.


🏵️


“Saya mau cefixime trihydrate 200 mg 1 kotak.” ucap seorang pria.


“Tunggu sebentar.” Chana pun mengambil pesanan si pria.


Saat Chana akan memberikan obat antibiotik pada si pria tersebut ia pun tersenyum tipis.


“Apa kabar Ril?” ucap Chana.


“Chana? Kau kerja disini?” Aril tak percaya setelah sekian tahun ia bertemu dengan orang yang pernah ia cintai sewaktu SMK.


“Iya.” sahut Chana dengan tatapan canggung.


“Apa kau belum istirahat?” tanya Aril, karena ia ingin mengobrol dengan Chana.


“Aku sudah selesai istirahat, hehehe... mungkin lain kali.” Chana berbohong karena tak nyaman bila bertatap muka dengan orang yang mengetahui aibnya.


“Apa aku boleh meminta nomor mu?” pinta Aril karena ia ingin bernostalgia dengan Chana yang sudah lama menghilang.


“Tidak boleh!” ucap Leon yang berdiri di belakang Aril.


Aril yang familiar dengan suara Leon langsung menoleh ke sumber suara.


“Leon?!” Aril tak menyangka jika kedua mantan kekasih itu kini bekerja di tempat yang sama.


“Apa kabar Ril? Lama enggak berjumpa.” Leon pun menjabat tangan Aril.


Rena yang ada di antara ketiganya makin penasaran tentang hubungan Chana dan Leon yang sebenarnya.


“Aku baik, kau sendiri bagaimana?” senyum Aril melebar karena Leon mau bicara lagi padanya.


“Aku juga baik-baik saja,” sahut Leon.


“Astaga! Tak ku sangka akan bertemu kalian disini, apa kalian sama-sama jaga di apotik rumah sakit ini?” tanya Aril dengan antusias.


“Siapa bilang? Sekarang aku adalah dokter sekaligus pemilik rumah sakit ini.” Leon membanggakan dirinya yang sebagai CEO di rumah sakit Medika Raya di hadapan Aril, Chana dan juga Rena.


Chana yang tak nyaman di antara keduanya ingin segera melarikan diri ke kantin rumah sakit.


“Kami mau ke kafe bersama Chana kau ikut enggak?” ucap Aril tanpa meminta persetujuan Chana.


...Bersambung...



__ADS_1


...


__ADS_2