
“Sialan! Bikin kaget saja kau!” pekik Stefan.
“Kau tidak akan bahagia.” ternyata Sarah masih hidup.
Stefan yang mendapat perkataan demikian makin kesetanan.
“Sudah mau mati malah banyak cerita lagi!”
Currrr!!!
Stefan menyiram tubuh Sarah dengan bensin tanpa pikir dua kali.
Sebab jika ia biarkan istrinya hidup itu akan menjadi petaka baru untuknya.
“Selamat tinggal Sarah, tolong restui hubungan ku dengan adik mu, Chana.” setelah itu Stefan melempar korek api yang telah menyala ke tubuh Sarah.
Puk!
Zarrrr!!!!
Dengan cepat sekujur tubuh Sarah pun di selimuti si jago merah.
Sarah yang masih memiliki kesadaran tak bisa berteriak, ia hanya menitikkan air mata dengan mengenang segala yang telah ia lalui dengan Stefan.
Sejak pertama kali aku mengenal mu, aku sudah mencintai mu, demi rasa sayang, ku abaikan nasehat ayah dan ibu ku untuk menjauhi mu. Hingga keduanya tiada aku tetap membenci mereka, meski begitu ayah dan ibu ku masih memberikan seluruh harta warisan mereka pada ku, aku menyesal.
curahan hati Sarah menghantarkan ia bertemu sang malaikat maut.
Stefan yang telah menyelesaikan misinya duduk di atas tanah tepat di hadapan istrinya yang ia bakar.
Tik!
Stefan menyalakan rokok sebagai pelepas tegang yang ia rasakan. Kemudian Stefan menghisap filter rokoknya dengan perasaan lega.
Wus...
“Rokok memang bisa mengobati segala penyakit.” Stefan pun menonton Sarah yang di lalap api.
Kulit indah Sarah perlahan melepuh, dan tak lama isi perutnya put pecah.
“Seram.” ada sedikit rasa takut di hati Stefan karena sudah membunuh wanita yang sangat berjasa di hidupnya.
Tapi demi Chana, Stefan sanggup melakukan itu semua.
Pesona sang istri kedua ternyata mampu membuat Stefan gelap mata meski istrinya mudanya tak minta.
Stefan yang ingin menyelesaikan segalanya dengan rapi menunggu sampai tubuh Sarah menjadi debu.
Ia yang kelelahan pun tanpa sadar tertidur di tanah.
Bangun-bangun matahari sudah menyingsing tinggi, ia pun melihat ke arah tong sampah yang hanya menyisakan asap dari tulang belulang Sarah.
Kemudian Stefan bangkit dari tanah, lalu ia mulai mengambil tulang-tulang Sarah yang tersisa, selanjutnya Stefan memasukkannya ke dalam karung yang ia dapatkan di dekat tembok pagar rumahnya.
Kemudian Stefan menyebar abu Sarah dengan sembarang, setelah itu Stefan menarik selang air yang ada di dekat pintu dapur.
Zarrr!!!
__ADS_1
Tujuan utamanya adalah untuk membuat Sarah menyatu dengan alam.
Di rasa yang ia lakukan telah cukup, Stefan pun menuju laut untuk membuang sisa tulang-tulang istrinya.
🏵️
Chana yang ingin buang air kecil sengaja melewati ruang praktik Leon.
Kebetulan yang sangat beruntung, Chana melihat Leon sedang berbicara pada dua perawat yang bertugas mendata pasien di depan pintu ruangannya.
Chana yang membawa susu kotak dan roti di tangannya pun tanpa ragu menuju Leon.
“Nah, begitu ya, tolong lebih rapi lagi dalam menulis laporan, jangan sampai ada riwayat berobat pasien yang hilang lagi,” ucap Leon.
Chana yang melihat kesibukan Leon menunggu sampai pria tampan itu selesai bicara.
Lalu Leon yang melihat kehadiran Chana pun bertanya.
“Apa kau ingin periksa?”
“Tidak, saya hanya ingin memberikan ini untuk dokter.” Chana pun menyodorkan kantong kresek putihnya pada Leon.
Leon yang ingin menghargai Chana di hadapan orang lain pun menerima pemberian Chana tersebut.
“Terimakasih banyak.” Leon yang masih ingin bicara pada para perawatnya pun memilih untuk menyudahinya.
Ia pun kembali ke ruangannya tanpa mengatakan apapun lagi pada Chana.
Chana yang mendapat respon tersebut merasa aneh.
Sebaiknya aku pergi, batin Chana.
Apoteker cantik itu pun melanjutkan tujuannya untuk buang hajat.
🏵️
Leon yang duduk di kursinya menatap ke plastik putih yang ada di hadapannya.
“Jangan goyah Leon, kau pasti bisa melupakannya!” Leon yang ingin lepas seutuhnya dari Chana membuat keputusan gila tanpa berpikir ulang.
Yang mana Leon mendekati Lisa sang perawat yang berjaga di depan ruangannya.
“Maaf, bukan berati aku tak cinta, namun aku tak sanggup bila harus durhaka pada wanita yang memperjuangkan hidupnya untuk ku.” Leon pun mengirim pesan pada Lisa.
Sepulang kerja, temani aku makan malam, ✉️ Leon.
Menerima pesan itu Lisa yang jomblo dari lahir tentu tak menolaknya.
Baik dok, ✉️ Lisa.
🏵️
Chana yang baru saja masuk ke ruang farmasi mengirim pesan pada Leon.
Aku ingin mentraktir mu makan malam, apa kau ada waktu? ✉️ Chana.
Tidak, ✉️ Leon.
__ADS_1
Mendapat jawaban singkat membuat hati Chana tak tenang.
“Mungkin dia sibuk,” gumam Chana.
“Siapa?” Rena merespon perkataan Chana.
“Bukan siapa-siapa.” Chana tak ingin berbagi cerita pada Rena.
“Chana, ini memang bukan urusan ku, tapi kalau aku boleh kasih saran, berpisah lah dengan suami mu, karena ada hati lain yang kau sakiti, yang kedua jangan kembali lagi pada dokter Leon, karena bagaimana pun lebih baik bertemu orang baru dari pada bersatu dengan masa lalu.” nasehat Rena membuat hati Chana bergetar.
Apa mungkin Leon sedang menjauh dari ku? batin Chana.
“Terimakasih Ren, aku senang kau nasehat pada ku.” Chana sama sekali tak tersinggung dengan apa yang Rena sampaikan padanya.
Pukul 18:00 Wib, Chana yang ingin membeli air minum dingin keluar dari ruang farmasi.
Ia yang mau keluar dari lobi utama tanpa sengaja berpapasan dengan Leon yang jalan bersama Lisa.
Leon dan Lisa pun berbincang dengan sangat akrab, seolah sudah kenal lama.
Chana yang tahu sifat Leon tentu dapat menebak jika keduanya sedang dekat.
Dasar buaya, belum berubah juga ternyata, batin Chana.
Leon yang melihat raut kecewa di wajah Chana merasa tak tega.
Leon merasa seperti tertangkap basah selingkuh dengan wanita lain, pada hal posisinya ia dan Chana tak punya hubungan apapun.
Chana yang marah mentegar kan hatinya, ia pun berjalan mendahului keduanya.
Sesampainya di luar rumah sakit, Chana memegang dadanya yang terasa sakit.
“Bisa-bisanya aku percaya kalau kau sudah taubat.” Chana yang sadar jika dirinya tak ada di hati Leon mencoba menstabilkan hatinya.
“Aku juga bisa bahagia tanpa mu.” Chana pun bertekad untuk mencintai dirinya sendiri mulai saat itu.
🏵️
Leon yang ada dalam mobil bingung harus bicara apa pada Lisa.
“Apa ini kencan dok?” tanya Lisa tanpa berbasa-basi..
Sontak Leon menoleh ke arah Lisa yang terlihat agresif.
“Tidak, hanya makan malam biasa.” Leon yang plin-plan hanya dapat mengatakan itu.
Setelah itu Leon melajukan mobilnya menuju restoran yang biasa ia datangi dengan Chana sewaktu SMK.
🏵️
Stefan yang baru selesai melakukan pekerjaannya membuang bajunya ke semak-semak jalanan.
“Untung Sarah tak pernah ikut campur masalah perusahaan, jadi tidak akan ada yang tahu kalau wanita baik itu telah tiada.” Stefan tersenyum puas karena sudah berhasil menyingkirkan istrinya dari dunia ini.
...Bersambung... ...
__ADS_1