
“Itu karena kau belum mencoba.” Jesika yang agresif langsung menyerang bibir Leon terlebih dahulu.
Leon yang belum sepenuhnya insaf malah membalas ciaman kekasih barunya.
Chana yang menyasikan pengkhiatan kedunya semakin terguncang.
Ia yang stres karena masalah hidupnya yang tiada akhir, kini malah menelan pil pahit baru.
Ia yang ingin memberi ruang untuk keduanya memilih pergi dengan langkah yang pelan.
Benar-benar tak ada yang menganggap aku ada di dunia ini, batin Chana.
Ia pun memegang dinding kelas agar tak jatuh ke lantai.
Ida yang baru datang melihat Chana yang seperti akan pingsan.
“Chana! Apa kau sakit?” Ida berlari untuk membantu Chana menuju UKS.
Leon yang mendengar teriakan Ida langsung mendorong tubuh Jesika darinya.
“Kau mau kemana?” tanya Jesika yang ingin melanjutkan kemesraan mereka.
Leon menatap sejenak wajah Jesika, kemudian ia pergi menemui Chana yang ada di luar kelas.
“Aku enggak apa-apa Da! Makasih banyak.” ucap Chana dengan berderai air mata.
“Jangan menangis Chan, ayo ku temani ke UKS.” Ida yang kasihan pada Chana ikhlas membantu gadis di runding pilu itu.
“Tidak, terimakasih,” ucap Chana.
Leon yang melihat Chana tak berdaya pun datang menghampiri.
“Kau baik-baik saja?” Leon yang ingin membantu malah mendapat tepisan dari Chana.
Plak!
“Menjauh!!!!” Chana yang tak percaya siapapun lagi berteriak pada Leon.
“Chana, aku khilaf, maafkan aku.” Leon menyesal dengan tindakan bodohnya.
“Anjin*! Kau bukan manusia! Kau benar-benar luar biasa!” Chana melangkahkan kakinya karena ia ingin pulang.
“Chana, maafkan aku.” Leon menghadang jalan Chana dengan berdiri di hadapannya.
“Minggir!! Tolol!” Chana melempar tasnya ke wajah Leon.
__ADS_1
Suasana sekolah yang masih sepi membuat Chana leluasa mamaki kekasihnya.
“Aku minta maaf.” ucap Leon berulang kali.
“Apa kau sendiri sudah memaafkan aku?! Asal kau tahu saja, aku enggak pernah selingkuh sekali pun di belakang mu, tapi kenapa kau membalas ku sampai aku merasa ingin menghilang dari dunia ini, hiks...! Kau jahat! Pada hal aku menyayangi dan mencintai mu, tapi balasan yang kau berikan sudah di luar nalar, kau ingin aku pergikan?! Hah!” Chana memukul dada Leon dengan keras.
“Jangan kemana pun, tetaplah bersama ku.” amarah Chana membuat Leon malu akan sikapnya selama ini.
“Konyol! Aku masih sabar kalau itu wanita lain, tapi sekarang! Jesika kau makan juga? Leon, coba kau berkaca, aku dan kau enggak ada bedanya, tapi aku sudah mencoba berubah dengan menerima semua perlakuan mu, aku tahu kau enggak akan merasakan apapun kalau aku pergi, karena kau enggak pernah mencintai ku, hiks...” Chana yang rapuh melintas dari sebelah Leon.
“Aku selalu mencintai mu sejak pertama mengajak mu pacaran sampai sekarang.” Leon pun mengakui perasaannya selama ini pada Chana.
“Hum! Perasaan mu pada ku cuma hawa nafsu, karena kalau kau cinta, enggak mungkin kau membagi perasaan mu pada yang lain. Leon... aku menyerah, lebih baik aku mundur.” Chana mengakhiri hubungannya dengan Leon.
“Tidak bisa!” Leon menggenggam tangan Chana.
“Carilah wanita yang tulus mencintai mu, yang sederajat dengan mu, dan yang bisa menjaga kehormatannya, mungkin Jesika adalah orang yang tepat.” Chana pun menjabat tangan Leon.
“Tidak ada satu orang pun yang bisa menggantikan mu di hati ku.” Leon ingin memeluk Chana yang tak hentinya menangis.
“Kali ini saja, tolong kau hargai keputusan ku, biarkan aku pergi sebelum banyak orang yang melihat pertengkaran kita.” kemudian Chana melepas tangan Leon darinya.
Chana yang melihat kehadiran Jesika di belakang Leon langsung mengulurkan tangannya.
“Selamat, akhirnya kau mengakhiri masa jomblo mu, kalian berdua benar-benar cocok, ku putuskan dia untuk mu, semoga kalian berdua bahagia.” Chana tersenyum getir karena Jesika tak mau menjabat tangannya.
Aku enggak akan pernah menemui mereka lagi, batin Chana.
Leon yang baru saja di putuskan merasa syok, ia tak menyangka jika Chana mampu mengambil keputusan besar itu.
“Pasti dia akan berubah pikiran, jangan khawatir.” Jesika menggenggam bahu Leon.
“Kita putus.” Leon mengakhiri hubungan mereka karena ia ingin menjalin hubungan serius dengan Chana.
Jesika yang di buang merasa patah hati berat, pasalnya ia bukan hanya kehilangan Chana, tapi juga Leon yang menjadi target pria idamannya.
Sialan! Nasib macam apa ini?! batin Jesika.
Ia yang tak terima keadaan malah nekat membuat postingan baru di group chat sekolah mereka.
Wanita yang aku bilang kemarin adalah Dianna Chana, wanita monster itu tak pantas hidup di lingkungan sehat seperti kita, kalau di biarkan akan jadi racun! ✉️ Anonim.
Jesika yang tak ingin tertangkap lagi menunggu sampai ada yang berkomentar setelah itu ia akannmenghapus kirimannya.
Chana yang sempat membaca postingan Jesika merasa down, ia pun memutuskan untuk berhenti sekolah.
__ADS_1
🏵️
Sore harinya, Leon yang ingin naik lift ke lantai 2 bertemu dengan ibu pemilik kos.
“Nak Leon, ini ada titipan dari Chana.” ibu pemilik kos memberikan kunci kamar Chana pada Leon.
“Chana kemana bu?” tanya Leon penasaran.
“Tidak tahu, dia hanya bawa tas kecil, sepertinya pergi main.” ucap ibu pemilik kos.
“Terimakasih banyak bu.” Leon pun mengambil kunci kamar kekasihnya.
Ia yang merasa kalau ada yang tak beres segera naik lift.
Ting!
Sesampainya Leon, ia pun membuka pintu kosan Chana.
Krieeett...
Leon pun masuk dengan perasaan hampa, sebab ruangan itu terasa sepi.
“Cha-Chana...” Leon memanggil nama kekasihnya. Namun tak ada yang menjawab.
“Apa kau benar-benar pergi?” Leon pun beranjak ke kamar. Lalu ia membuka lemari baju kekasihnya.
Drakkk!!!
Ia pun melihat baju-baju kekasihnya masih tersusun rapi disana. Leon yang penasaran pun memeriksa semua barang-barang Chana yang lainnya.
“Dia enggak bawa apapun kecuali tas dan handphonenya?” ternyata Chana meninggalakan semua barang pemberian Leon.
“Apa dia benar keluar untuk menenangkan diri atau bagaimana?” Leon yang kepikiran pun duduk di atas ranjang yang biasa ia tiduri dengan Chana.
“Maafkan aku, ku mohon kembalilah!” Leon mengelus ranjang yang menjadi saksi bisu perjalanan cintanya dengan Chana.
“Kalau di pikir-pikir, Chana tak pernah tersenyum bahagia sejak akan menduakan nya.” Leon mengingat setiap kenangannya bersama Chana.
Leon yang ingin tahu keberadaan Chana mendial nomor kekasihnya.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi. 🗣️ ucap operator telepon.
“Beri aku kesempatan Chana, pulanglah sayang.” Leon memeluk bantal sang kekasih.
Seketika ia merasa rindu saat bau wanita yang ia cintai memenuhi hidungnya.
__ADS_1
Leon pun mencoba menunggu hingga ia terlelap.
...Bersambung......