
“Jujur, aku benci mencium bau wanita murahan itu.” Chana menunjukkan kalau ia cemburu.
“Ya ya ya.” namun Leon yang tak percaya lagi dengan Chana hanya menganggukkan kepalanya.
Kemudian Leon mengecup bibir Chana berulang kali dalam waktu yang lama, seolah ia sudah ketagihan melakukannya.
Chana yang belum berpengalaman hanya menerima apa yang dilakukan kekasihnya.
Setelah puas di bagian bibir, Leon pun mencium setiap inci wajah kekasihnya tanpa ada yang tertinggal.
Nafas Chana yang memburu di telinga Leon membuat lelaki tampan itu makin bersemangat.
Kini ia pun menjelajahi leher jenjang dan mulus Chana yang terasa harum.
Chana yang merasa geli menggeliat ke kanan dan kiri.
“Xixixi....jangan!” Chana tertawa cekikikan.
Leon yang melihat hal itu merasa lucu atas tingkah kekasihnya.
“Jelas lanjut, karena kau butuh uang,” ujar Leon.
Kata-kata Leon membuat Chana langsung diam, tawanya pun jadi hilang.
Kemudian Leon melucuti kancing baju atas kekasihnya.
Setelah semua terbuka lebar, Leon pun melihat harta berharga sang kekasih.
Gluk!
Leon menelan salivanya, karena dua gundukan yang mirip pepaya Kalifornia itu begitu menggoda.
“Indah.” ucap Leon tanpa sadar.
Chana yang mendapat pujian mengalihkan pandangannya, sebab keadaan mereka berdua membuat ia canggung.
Sedang Leon yang bersemangat langsung menyicipi pepaya kenyal itu.
Sejurus dengan itu jemarinya yang lentik mulai meraba bagian tubuh Chana yang lain.
“Akh!” Chana menjerit ketika Leon sampai di area sensitifnya.
“Kenapa?” Leon berhenti dari acara penyesapan bukit pepaya manisnya.
“Bu-bukan apa-apa.” Chana tak berani mengatakan apa yang ia rasakan.
Geli, tapi entah kenapa rasanya enak, batin Chana.
Karena semua baik-baik saja, Leon pun melanjutkan aktivitas yang sebelumnya tertunda.
Tangan dan lidah Leon yang jahil membuat suara gaib dari mulut Chana makin terdengar liar.
Leon yang tak ingin membuang waktu bertindak dengan cepat, ia pun melucuti semua pakaian kekasihnya hingga tak meninggalkan sehelai benang pun.
Untuk sejenak ia mengagumi kemolekan tubuh sang kekasih yang selama ini sembunyi di balik busana.
__ADS_1
Setelah itu keduanya pun menyatu dalam lembah surgawi.
Leon yang menerobos lapisan lubang semut tersenyum puas, karena sang kekasih yang ia ragukan selama ini ternyata masih suci.
Aku akan bertanggung jawab saat kau siap, batin Leon.
Blusss!!!
“Sakit!” Chana menangis saat mahkota berharganya pecah berlumuran darah.
Sedikit ada penyesalan dalam hatinya, namun semua telah terlambat, kini ia hanya dapat melanjutkan apa yang telah menjadi pilihannya.
2 jam kemudian Chana memalingkan tubuhnya dari Leon yang berbaring di sebelahnya.
“Jangan menangis lagi, semua sudah terjadi.” Leon memeluk Chana, kemudian ia mengecup bahu wanita yang baru saja membuat seprei putihnya bernoda merah.
Chana tak menjawab apa yang di katakan Leon, karena semua tubuhnya terass sakit.
Leon yang tak pandai membujuk bangkit dari ranjang, lalu ia beranjak menuju lemari bajunya.
Kemudian ia menggeser lemari besar berwarna putih tulang yang ada di hadapannya.
Drakkk!!
Di sana ternyata terdapat berangakas kecil yang ia simpan
Leon pun membuka berangakas tersebut, lalu ia mengambil sebuah cincin berlian dari dalamnya.
Setelah itu ia kembali ke ranjang dan menggenggam jemari Chana.
Sontak Chana duduk lalu melihat perhiasan yang melingkar di jemarinya.
“Apa ini? Aku mau uang, aku ingin melanjutkan sekolah ku!” Chana membentak kekasihnya, karena ia berpikir Leon akan ingkar janji.
“Iya, aku beri kau uang, tapi jangan nangis lagi ya.” meski ia baru berpesta di surga, namun dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam timbul rasa penyesalan karena mengikuti hawa nafsunya.
Tangis Chana yang masih pecah membuat Leon mengambil handphonenya, lalu ia pun mengirim uang sebesar 500 juta untuk kekasihnya.
Tididing!
Chana yang mendengar bunyi handphonenya langsung mencek dengan cepat.
Melihat angka fantastis yang di kirim Leon tangis Chana langsung berhenti, perlahan-lahan bibirnya pun mengembang.
“Terimakasih banyak.” Chana merasa sangat bahagia, ia pun memperkirakan kekurangan biaya sekolah sampai ia tamat.
Karena ia berencana menjual dirinya hanya beberapa kali saja pada Leon.
Leon yang melihat keceriaan Chana merasa bahagia, namun tak dapat di pungkiri jika hatinya menyimpan rasa sakit melihat kekasihnya lebih mencintai uangnya.
Apa kau pernah mencintai ku dengan tulus? batin Leon.
Meski ada keluhan dalam hatinya, namun ia tetap menyayangi Chana yang gila uang.
Sejak saat itu hubungan Chana dan Leon membaik, walau banyak rumor berhembus tentang Leon yang masih memiliki wanita lain di belakang Chana, tapi Chana tak memperdulikan itu semua.
__ADS_1
Sampai saat Chana sedang menghitung pendapatan hasil kerjanya dengan kalkulator handphonenya.
”Wah! Sepertinya sudah cukup!” Chana tersenyum seraya melihat buku tabungannya.
Tididing!
Chana melihat layar handphonenya yang baru saja berdering.
“Nomor baru?” Chana pun membuka pesan baru dari nomor yang tak kenal.
Jauhi pacar ku pelacurr! ✉️ Sera.
Chana yang membaca pesan kasar itu merasa geram.
Hati-hati kalau bicara ya! Dasar kecoa busuk! ✉️ Chana.
Aku tahu semua tentang mu, jangan pernah memeras pacar ku lagi! ✉️ Sera.
Sontak Chana menghela napas panjang, karena ia merasa di khianati oleh Leon.
“Sudah selingkuh! Malah mengatakan semua tentang aib ku lagi.” Chana yang kesal pun memutuskan untuk menginvestasikan seluruh uang yang ia dapat dengan membeli tanah 50 hektar di tepi jalan.
“Tanah tiap tahunnya akan selalu naik harganya.” Chana mempersiapkan aset itu untuk biaya kuliahnya nanti.
Chana yang ingin mandi tiba-tiba merasa mual.
“Hoek!” Chana beranjak ke kamar mandi karena ia merasa perutnya ingin mengeluarkan sesuatu.
Sesampainya di kamar mandi Chana muntah hebat.
“Apa aku hamil?” Chana baru ingat kalau dirinya belum datang bulan selama 3 minggu.
“Jangan sampai aku hamil.” Chana yang cemas beranjak dari kamar mandi menuju apotik yang ada di dekat kosnya.
Selesai membeli alat tes kehamilan ia pun kembali ke kosannya.
“Bismillah, semoga negatif.” Chana langsung mencoba alat sensitif tersebut.
Setelah ia menampung urinnya, ia pun mencelupkan stik kehamilan ke dalamnya.
Matanya yang indah pun menatap tanpa henti warna merah muda yang timbul semakin lama semakin terang.
“Ya Tuhan!” Chana merasa syok saat 2 garis merah terpampang jelas di depan matanya.
“Hiks... hancur sudah masa depan ku!” Leon yang tak pernah memakai pengaman selama 3 bulan lebih tanpa sengaja menitip benihnya di rahim Chana.
“Enggak bisa, aku harus menggugurkan anak ini!” usianya yang masih muda dan masa depannya yang masih panjang menjadi alasan kuat bagi Chana untuk tak mempertahankan janinnya.
Chana pun menuju kamarnya, lalu memotret stik kehamilannya. Setelah itu ia mengirimnya pada Leon.
Leon yang sedang berkaraoke dengan wanita lain melihat layar handphonenya yang menyala.
“Photo?” Leon yang penasaran membuka isi pesan Chana.
Deg!
__ADS_1
...Bersambung......