Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Dua Cincin


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan komentar beserta rate 5 setelah baca bab ini ya readers.


Rena merasa di berkati Tuhan karena masih bisa menahan jemarinya dari perbuatan tercela secara online.


Sedang Keysa yang telah mengemas barangnya melihat Chana yang bekerja dengan begitu tenang.


Ia yang di pecat secara tidak hormat menjadi dendam pada Chana.


“Biar ku buat malu kau sekalian di hadapan orang banyak.” Keysa pun berjalan dengan cepat menuju farmasi.


Ia yang membawa air minum dalam botol 2 liter dengan cepat membuka tutupnya dan masuk ke ruang farmasi.


“Pelacurr! Pelakor! Tukang aborsi!” pekik Keysa.


Ceplaszzz!!!


Keysa menumpahkan air minumnya ke wajah Chana.


“Keysa!” teriak Chana yang kini wajah dan bajunya telah basah.


“Apa sialan! Kau tahu, karena mu aku di pecat! Kenapa kau jadi kau yang membentak ku?! Apa jangan-jangan kau juga sudah bermain gila dengan dokter Leon? Makanya dokter Leon langsung memecat ku?!” Keysa yang emosi mengatakan apapun yang ada dalam kepalanya.


“Keysa! Apa yang kau lakukan, pelan kan suara mu! Ini rumah sakit.” Rena menegur tindakan tak sopan Keysa.


“Diam kau! Jangan ikut campur rendahan!” Keysa yang tak suka di kritik malah marah juga pada Rena.


Alhasil pertengkaran ketiganya pun membuat Orang-orang yang ada disana merasa terganggu.


“Kau benar-benar kurang ajar ya! Kau di pecat karena ulah mu sendiri, bukan aku bangsatt! Sekarang keluar kau dari sini! Atau kau mau ku lapor ke polisi biar sekalian hancur masa depan mu?” Chana yang tidak merasa salah melawan pada Keysa.


“Lapor saja! Lagi pula aku punya bukti dengan apa yang ku katakan, semua fakta! Bukan opini semata! Kau!” Keysa menunjuk tajam wajah Chana.


“Seorang pembunuh!” kata-kata kasar yang terlontar dari mulut Keysa di dengar langsung oleh Leon.


“Tangkap dia pak.” ternyata Leon telah melapor pada polisi yang ada di dekat rumah sakit itu.


“Hei! Kenapa aku di tangkap?” Keysa tak terima dirinya di borgol oleh dua orang polisi.


“Ibu di tangkap atas laporan pencemaran nama baik dan juga membuat kerusuhan di tempat umum!” terang sang polisi.


“Tidak! Dia yang salah pak! Tangkap Chana, karena dia telah menggugurkan anaknya dan juga merusak rumah tangga orang!!” teriak Keysa sekencang-kencangnya.


Chana yang di hina di depan umum tak dapat menahan rasa sedihnya.


Ia pun menitikkan air matanya, rasa malu dan kesal bercampur menjadi satu.


Leon yang ada di belakang dua orang polisi itu pun dapat mengerti apa yang Chana rasakan.


“Bawa dia pak! Bapak lihatkan banyak orang yang berobat disini?” Leon ingin Keysa keluar secepatnya karena citra baik rumah sakitnya telah tercoreng oleh perbuatan Keysa.

__ADS_1


“Siap pak!” Dua orang polisi itu pun bergegas membawa keluar Keysa yang meronta-ronta hebat seperti orang kesurupan.


Chana yang telah di bantu dua kali oleh Leon pun merasa berhutang budi.


“Terimaksih banyak.” Chana tersenyum pada Leon.


“Sama-sama.” sahut Leon, setelah itu ia pun kembali ke ruangan prakteknya.


Nanti aku akan ajak dia makan malam, batin


Chana.


Karena ia ingin membalas kebaikan Leon yang selalu ada untuknya di saat ia susah.


“Chana, ganti baju dulu sana, nanti kau


malah masuk angin loh,” ujar Rena.


“Makasih banyak ya Ren.” Chana langsung menuju ruang ganti untuk memakai jas baru dan memperbaiki make up-nya.


🏵️


Sore harinya, Chana yang telah di lobi utama bertemu dengan Sarah. Itu pertama kalinya mereka bertatap muka secara langsung.


Deg!


Kak Sarah? batin Chana.


“Iya, aku mengenal mu, kak.” Chana yang merasa salah menundukkan kepalanya.


“Aku ingin bicara empat mata dengan mu, enaknya dimana!?” Sarah meminta pendapat Chana.


“Di kafe yang ada di depan saja kak.” ucap Chana dengan jantung berdebar kencang.


“Baiklah, ayo!” Sarah pun mengikuti langkah kaki Chana.


Sesampainya kedua istri Stefan di kafe, Sarah si istri tua mulai buka suara.


“Selamat sudah merusak hubungan ku dengan suami ku, apa yang ada di otak mu sehingga kau mau menikah dengan suami ku?” Sarah penasaran dengan motif Chana.


“Hanya uang.” jawab Chana dengan jujur.


“Oh! Ternyata hanya karena itu kau mau menjadi istri siri suami ku, hum!” Sarah tertawa getir melihat Chana yang terlihat murahan.


“Maafkan aku kak, aku sadar yang ku lakukan selama ini salah.” Chana tak membela dirinya karena ia tahu yang ia lakukan selama ini tidak benar.


“Enak saja, mudah sekali kau berkata maaf. Hei, apa kau pernah mencintai mas Stefan?” tanya Sarah kembali.


“Tidak, aku bersamanya karena dia memberi ku banyak uang.” Chana yang terlalu jujur membuat Sarah kehilangan kata-kata.

__ADS_1


“Wah! Bisa-bisanya mas Stefan mencintai orang seperti mu. Murahan! Aku hanya ingin mengatakan dua hal pada mu, pertama aku akan bercerai dengan mas Stefan, kedua kau harus tahu kalau uang yang dia berikan untuk mu selama ini adalah uang ku! Chana, ku serahkan pria miskin itu pada mu,” ucap Sarah.


“Maafkan aku kak.” hanya itu yang dapat Chana ucapkan.


“Dasar perempuan setan, ku pikir kau seperti apa orangnya, ternyata biasa saja! Kalau mau uang usaha dong! Enggak bisa dengan keringat sendiri setidaknya cari yang lajang!" pekik Sarah.


“Maafkan aku kak,” ucap Chana berulang kalo.


Chana yang pasrah membuat Sarah tak banyak celah untuk menghujatnya.


Sarah yang dasarnya lembut juga tak tega untuk memukul Chana, meski pada awalnya ia sudah merencanakan hal itu.


Untung kau tidak melawan pada ku, kalau tidak sudah ku habisi kau, batin Sarah.


“Sudahlah! Jaga dia baik-baik! Karena aku tidak butuh dia lagi.” setelah itu Sarah bangkit dari duduknya.


“Kak, jangan bercerai dengan mas Stefan, aku tahu kakak sangat mencintainya, biar aku yang pergi, aku akan menceraikan mas Stefan.” Chana memanfaatkan situasi itu agar bisa lepas dari Stefan secepatnya.


“Diam ku sialan! Rawat saja dia dengan baik! Jangan mau uangnya saja! Hargai dia yang telah mengkhianati ku demi dirimu pelacurr!” Sarah kesal pada Chana yang terlihat habis manis sepah di buang.


Kemudian Sarah yang jijik melihat Chana memutuskan untuk pergi.


Chana yang di tinggal sendiri menjadi serba bingung, karena otomatis dirinya akan bersama Stefan dalam waktu yang lama.


“Apa mas Stefan akan mau bercerai?” ikatan yang Chana ciptakan membuat ia menderita.


“Pada hal aku ingin kembali lagi dengan Leon.” Chana yang menoleh ke arah jalan pun melihat mobil Leon yang keluar dari gerbang rumah sakit.


“Dia mau kemana? Apa dia akan datang ke kos malam ini?” Chana berharap Leon menemaninya saat itu, karena ia sangat butuh teman curhat.


Tak lama mobil Leon pun melaju dengan sangat cepat.


Lalu Chana yang lelah akan permasalahannya hari itu memutuskan untuk pulang.


Ketika ia akan berdiri ia pun mendapat telepon dari Stefan.


Halo, aku ada di depan rumah sakit, kau dimana? 📲 Stefan.


Sebentar mas, aku akan keluar dari kafe, 📲 Chana.


Perasaan Chana semakin cemas saat akan bertemu Stefan. Tapi apa boleh buat, itu adalah suaminya.


Chana pun menuju mobil Stefan yang parkir di seberang jalan kafe.


Stefan yang melihat Chana datang merasa sangat bahagia, sebab Chana yang lembut mampu membuat stresnya hilang.


...Bersambung......


__ADS_1



__ADS_2