Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Jangan Ganggu Aku Lagi


__ADS_3

“Apa?” Rena mengernyitkan dahinya, sebab ia tak tahu situasi yang terjadi antara Chana dan Leon.


“Kau pulang jam 20:00? Hah?!” tanya Leon dengan nada tak sopan.


Chana menatap tajam ke arah Leon yang masih sesuka hati padanya.


Sedang Rena menundukkan kepala karena takut pada Leon yang terlihat akan memecat mereka berdua.


“Iya, aku pulang jam 20:00 pak.” Chana terpaksa jujur karena ia takut kalau Leon akan mempermalukannya di hadapan Rena.


“Baik, ku tunggu.” Leon pun duduk di kursi tunggu pasien yang berjejer rapi tepat di hadapan ruang penyediaan obat farmasi.


Astaga! Kok bisa dia kerja disini? Takdir macam apa ini ya Allah? batin Chana.


“Hei, ada masalah apa kau dengan dokter Leon?” tanya Rena dengan suara yang pelan agar tak di dengar oleh orang terhormat yang ada di hadapan mereka.


“Bukan apa-apa.” Chana enggan menceritakan masa lalunya dengan Rena meski mereka telah kenal selama 3 tahun.


“Kau harus baik-baik padanya, karena dokter Leon itu adalah CEO baru rumah sakit ini.” Rena memberi tahu Chana berita penting yang wanita cantik itu lewatkan.


Puk!


Tanpa sadar Chana menjatuhkan obat yang ada di tangannya ke lantai.


“Apa?” Chana yang telah membangun lembaran baru dengan susah payah kini malah terancam terjerat cinta masa lalunya kembali.


“Iya! Kemarin kau libur kan? Jadi kau enggak tahu kalau dokter Leon sudah serah terima kepemilikan dengan CEO yang lama dan itu di saksikan beberapa dokter dan juga perawat yang berjaga,” terang Rena.


Deg!


Jantung Chana berdetak dengan sangat kencang, karena ia merasa hidupnya akan kembali dirundung masalah jika dekat dengan mantan kekasihnya.


“Kau kenapa sih?! Sejak bertemu dokter Leon wajah mu jadi pucat.” Rena khawatir dengan kondisi sahabatnya.


“Aku tidak apa-apa.” sahut Chana dengan perasaan bingung.


Satu sisi ia tak ingin bekerja sama dengan Leon, di sisi lain ia sangat nyaman dengan tempat kerjanya yang sekarang.


Karena hanya rumah sakit Medika Raya satu-satunya yang menerima ia kerja pada saat semua perusahaan menolak lamarannya.


Ia yang telah 3 tahun bekerja disana merasa berat hati kalau harus berhenti hanya karena sang mantan kekasih berada di tempat yang sama dengannya.


Leon yang memantau dari kursi tunggu dapat melihat raut wajah khawatir Chana. Ia pun busa mengerti kalau itu karena dirinya.


Aku tidak ingin kehilangan mu lagi, apapun keadaannya kau harus menjadi milik ku kembali Chana, batin Leon.

__ADS_1


Saat Leon masih fokus menatap sang mantan kekasih, tiba-tiba poselnya berdering.


Leon pun melihat layar handphonenya, ia pun tersadar kalau dirinya punya janji dengan kekasihnya.


“Jesika...” Leon ragu antara menerima atau membiarkan panggilan Jesika sampai mati sendiri.


Waktu yang telah menunjukkan pukul 20:00 membuat Leon semakin bingung harus mengambil keputusan apa, sedang Chana ia lihat telah keluar dari ruang farmasi.


Maaf, aku ada urusan penting malam ini, ✉️ Leon.


Setelah mengirim pesan singkat itu Leon bangkit dari duduknya dan menyusul Chana menuju ruang ganti karyawan.


🏵️


Jesika yang membaca pesan tersebut menghentakkan kakinya ke tanah.


”Akh! Bohong lagi! Kenapa sih, dia tega banget pada ku? Pada hal selama pacaran kami hanya 5 kali bertemu, itu juga enggak pernah jalan, selalu saja aku yang datang ke rumahnya, ini enggak bisa di biarkan, aku harus ke rumah sakit.” Jesika yang tak ingin kecolongan memutuskan untuk ke tempat kerja kekasihnya, karena ia ingin memantau kegiatan Leon secara langsung.


Kalau sampai kau terpikat dengan perawat rendahan disana, akan ku buat orang itu menyesal! batin Jesika.


🏵️


Chana yang sudah selesai mengganti baju membuka pintu ruangan.


Saat pintu terbuka lebar ia terkejut melihat Leon yang telah berdiri di sebelah pintu.


“Ayo, ku antar pulang,” ucap Leon.


“Tidak, aku sudah ada yang jemput,” sahut Chana.


“Kau sudah punya pacar?!” seketika Leon marah besar.


“Apa itu penting bagi mu? Kita sudah putus 9 tahun yang lalu, ku harap kau jangan menggangu pekerjaan ku, kita sudah dewasa dokter Leon, aku memohon dengan sangat pada mu, biarkan aku hidup tenang, karena selama kau tak ada, aku merasa sangat bahagia.” kejujuran hati Chana membuat Leon terluka.


“Oh ya? Tapi aku tidak, aku sangat merindukan mu dari dulu sampai sekarang.” tatapan Leon yang begitu meresahkan membuat Chana tak nyaman.


Karena Chana tahu betul makna kata rindu yang Leon sebutkan.


“Lupakan saja, karena aku sudah jadi istri orang.” Chana yang tak ingin lama-lama berbicara dengan Leon segera melangkahkan kakinya.


Penyataan Chana membuat Leon syok, ia tak mengira jika sang mantan telah di pinang orang lain.


Ia yang tak terima kenyataan mengejar Chana yang akan menuju lobi utama.


Melihat Leon yang terus membuntutinya hati Chana menjadi tak tenang. Ia pun berbalik arah menuju Leon.

__ADS_1


“Ayo kita bicara serius, tapi hanya sebentar saja.” Chana yang ingin bebas dari permainan Leon berniat menuntaskan segalanya malam itu juga.


“Dimana?” tanya Leon.


“Di kafe depan rumah sakit ini saja.” Chana tak mau jika harus berjalan jauh, sebab ia takut Leon berbuat aneh-aneh padanya kalau mereka berada dalam mobil yang sama.


“Baiklah.” Leon setuju karena yang ia butuhkan adalah mengobrol lama dengan Chana.


Keduanya pun berjalan bersamaan keluar dari rumah sakit.


Pemandangan itu menimbulkan cerita baru di kalangan karyawan, sebab sang CEO yang terhormat dan juga terkenal sebagai anak sultan langsung dekat dengan Chana yang hanya karyawan biasa di tempat itu.


Saat kedua mantan kekasih itu akan menyebrang jalan tiba-tiba Leon menggenggam tangan Chana.


Chana yang tak nyaman langsung melepaskan tangannya.


“Jaga sopan santun mu!” Chana yang marah langsung menyebarang jalan meski itu masih lampu hijau.


Leon yang tak ingin ketinggalan langsung menyusul mantannya.


Chana yang telah sampai di depan pintu kafe langsung masuk tanpa menunggu Leon. Ia pun duduk di kursi yang ada di dekat jendela.


Leon yang dapat melihat Chana dari luar kafe langsung masuk dan duduk di hadapan orang yang ia rindukan.


“Kita mau pesan apa?” tanya Leon seraya membuka buku menu.


“Kopi moccha Cino saja,” ucap Chana.


“Baiklah.” Leon pun memanggil pramusaji dan memesan minuman yang sama dengan Chana.


“Leon, aku hanya ingin bilang pada mu, tidak mudah bagi ku untuk mendapatkan kerja di negara ini, jadi ku mohon jangan buat aku berhenti dari rumah sakit ini,” ucap Chana.


“Memangnya siapa yang mau memecat mu?” tanya Leon dengan tertawa tipis.


“Mungkin tidak akan ada, tapi kalau kau terus menggangu ku, akulah yang akan mengundurkan diri, Leon... ini sudah 9 tahun, sudah banyak yang berubah termasuk aku yang telah menjadi istri orang lain.” Chana menjelaskan statusnya.


“Laki-laki mana yang berani menikahi mu?” Leon tak perduli meski Chana sudah memiliki suami.


Mendengar tanggapan Leon yang tak bersahabat membuat Chana menyesal telah jujur pada mantan kekasihnya yang memiliki segalanya.


...Bersambung......



__ADS_1


__ADS_2