
Bak tersambar petir di sore hari, angan-angan ingin di mengerti malah mendapat jawaban yang mengguncang jiwanya.
“Aku tidak masalah jika kau tak ada, sungguh.” ucap Leon dengan nada suara serius.
“Maafkan aku, aku yang salah! Aku janji enggak akan mencampuri urusan pribadi mu lagi, Leon.” Chana yang masih butuh uang untuk melanjutkan pendidikannya terpaksa mengalah.
“Nah, begitu baru benar, lagi pula kita tidak ada ikatan apapun, jadi kau tidak boleh mengatur-ngatur hidup ku.” ucap Leon seraya mengecup kening Chana lalu mengendong gadis cantik itu ala bridal style menuju kamar.
Sesampainya di kamar Leon merebahkan tubuh Chana di atas ranjang dengan lembut.
“Hari ini kau cantik.” Leon memuji Chana karena berulang kali menangis, lelaki tampan itu seolah suka bila kekasihnya berduka.
Chana mengerti kalau yang baru saja Leon sampaikan merupakan suatu ejekan, namun ia yang selalu salah tak ingin memperpanjang cerita.
Ketika Leon akan membuka kancing seragam candunya, Chana pun berkata.
“Bukankah ini adalah ikatan?” Chana merasa hubungan mereka lebih dari sekedar pasangan kekasih biasa.
“Tidak, ini bentuk saling membutuhkan.” pernyataan Leon membuat harga diri Chana terluka.
“Kalau begitu jangan sentuh aku.” hari itu Chana menolak untuk melayani Leon.
“Kau lupa ini kewajiban mu?” Leon membungkam mulut Chana yang telah memiliki perjanjian dengannya.
Chana yang ingin beranjak dari ranjang mengurungkan niatnya.
Kemudian Leon yang tak pernah gagal mendapatkan apa yang ia inginkan dengan mudah meniduri kekasihnya.
Kau tak pernah tanya apa aku mau berhubungan dengan mu, batin Chana.
Gadis cantik sebatang kara itu hanya bisa menitikkan air mata saat kekasih yang ia cinta menggaulinya tanpa ada rasa.
2 jam kemudian, Leon yang lelah berbaring di sebelah Chana yang penuh keringat.
“Pada hal kau menikmati, jadi kenapa harus menangis? Apa itu drama baru?” Leon tertawa getir, ia merasa Chana sangat konyol hari itu.
“Aku sedih, karena kau memberikan dirimu dengan mudah pada wanita lain, apa aku saja tidak cukup untuk memenuhi hasrat mu?” ucap Chana.
“Aku tak seperti yang kau bayangkan.” meski dirinya terbukti bersalah, namun Leon selalu merasa benar dengan yang ia lakukan.
__ADS_1
“Kalau begitu apa kau pernah mencintai ku, Leon?” untuk pertama kalinya Chana menanyakan perasaan Leon padanya, sebab selama ini mereka menjalin hubungan tanpa menyatakan perasaan satu sama lain.
“Pertanyaan bodoh!” Leon tertawa sinis tanpa menjawab pernyataan Chana.
“Ku pikir kau memiliki perasaan yang sama, meski itu hanya seujung kuku, ternyata aku salah, kau juga selalu bilang aku menikmati setiap kita berhubungan, ya! Ku akui rasanya memang indah dan menakjubkan, hingga aku tak bisa melepaskan mu meski kau selalu menyakiti ku, tapi aku lengket pada mu bukan karena kau jago, melainkan ada rasa cinta di hati ku, kau juga selalu salah menilai ku selama ini.” setelah mengatakan isi hatinya Chana bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk mandi wajib.
Melihat perubahan sikap Chana membuat Leon berpikir untuk meninggalkan gadis itu secepatnya.
“Kenapa kau jadi bawel, Chana?” gumam Leon.
🏵️
Sementara di kamar mandi, Chana duduk di atas toilet sit seraya menangis pilu.
“Apa aku berhenti sekolah saja? Tapi tanggung, aku sudah kelas tiga.” Chana merasa perjuangannya selama ini akan sia-sia jika harus menyerah saat itu juga.
“Tidak, aku harus bertahan, karena sebentar lagi aku akan lulus.” Chana berencana akan menghilang dari hidup Leon setelah ia tamat sekolah, karena ia yakin dirinya akan mendapat pekerjaan dan bisa membiayai hidupnya sendiri, karena yang selama ini membuat ia tergantung pada Leon adalah biaya sekolahnya yang super mahal.
Pada hal dulu dia baik pada ku, batin Chana.
...Flash Back!...
27 September 2015 Chana yang baru kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan kapal merenung di bawah pohon manggis yang ada di belakang kelas mereka.
Ia yang gelisah tiba-tiba di datangi oleh Leon, teman sekelasnya di kelas X Farmasi A.
“Hei!” Leon menyapa dirinya.
Sontak Chana yang sedang berduka mendongak.
“Kau?” Chana heran karena Leon yang populer akan ketampanan dan punya dompet tebal menyapa dirinya.
Kemudian Leon duduk di sebelah Chana tanpa izin.
“Sekarang kau jadi pacar ku.” ucap Leon seraya memberi coklat ratu pada Chana.
Chana yang di tembak secara tiba-tiba langsung terperangah.
“Kau sinting ya?!” pekik Chana, ia tak suka dengan Leon yang sering tebar pesona pada setiap wanita.
__ADS_1
“Ya, aku sinting dan kau gila, untuk itu kita harus pacaran, karena kita cocok,” sambung Leon.
“Aku enggak mau!” Chana yang takut pada Leon yang mulai genit bangkit dari duduknya.
“Jangan pergi sebelum resmi jadi pacar ku.” Leon yang tak pernah gagal dalam hal apapun harus mendapatkan Chana yang berhasil menarik perhatiannya.
“Kenapa kau mengajak ku pacaran?” Chana penasaran dengan alasan Leon, karena selama ini Leon tak pernah menganggapnya ada di kelas.
“Karena aku tak punya teman ke pesta dansa teman SMP ku, katanya aku wajib bawa pacar.” Alasan sepele Leon membuat Chana tertawa getir.
“Hah! Tapi aku enggak suka pada mu!” Chana yang tak ada rasa tentu tak mau menjalin hubungan dengan Leon.
“Kenapa? Pada hal aku tampan, kau sendiri pasti tahu gadis-gadis di sekolah ini selalu histeris melihat ku!” Leon yang percaya diri tak malu membanggakan dirinya.
“Itu memang benar, tapi yang ku cari saat ini adalah pacar yang royal, mau kasih uang banyak.” ucap Chana dengan sembarang, berharap Leon tak suka padanya.
“Oh, kalau gitu kau bertemu orang yang tepat, aku juga selalu mencari wanita yang suka sama uang.” Leon anak semata wayang dari Adipati Pratama, yang memiliki perusahaan raksasa di bidang properti, alat rumah tangga dan tambang batubara selalu bingung menghabiskan uang yang di beri orang tuanya padanya.
“Kau serius?” ucap Chana.
“Iya, kalau kau mau jadi pacar ku, aku akan kasih 50 juta di 3 bulan pertama, jika perilaku mu bagus, maka gaji mu akan ku tambah.” Leon yang kaya selalu menilai sesuatu dengan uang.
Sejak kapan pacaran ada gajinya? batin Chana.
“Baiklah, aku mau jadi pacar mu asal kau kasih gaji ku di awal.” Chana meminta lebih cepat karena dirinya butuh untuk membayar uang praktik yang akan di laksanakan lusa.
“Berapa nomor rekening mu?” Leon yang punya banyak saldo di rekening banknya merasa tak keberatan untuk memberikan bayaran Chana terlebih dahulu.
Ia pun dengan cepat mengambil handphonenya dan membuka akun mbking-nya.
Lalu Chana pun menyebutkan 10 angka rekeningnya.
Kemudian Leon mentransfer 50 juta sesuai yang ia katakan.
Tididing!
Chana yang masih memegang handphonenya langusung melihat pemberitahuan uang masuk melalui SMS banking.
“Haaahh!!” Chana membekap mulutnya, matanya juga membelalak melihat angka yang di kirim Leon.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan rate 5 dan komentar terbaik mu readers tercinta ❤️
...Bersambung......