
Aminah mengepal tangannya dengan kuat, sebab Leon yang luhur kini menjadi tukang berontak.
“Kalau kau belum bisa mengembalikan darah ibu saat melahirkan mu, jangan harap menikah dengan orang yang bukan pilihan ibu.” Kemudian Aminah beranjak ke kamarnya karena tak ingin mendengar ocehan anaknya lagi.
Leon yang di tinggal menatap geram pada ibunya yang tak merestui hubungannya dan Chana.
“Yang benar saja, memangnya yang ingin aku lahir ke dunia ini siapa?” Leon geleng-geleng kepala karena ia merasa ibunya meminta sesuatu yang tidak mungkin padanya.
🏵️
Aminah yang ada di kamarnya langsung menghubungi orang suruhannya selama ini.
Tolong cari tahu dimana Dianna Chana sekarang, 📲 Aminah.
Baik bu, 📲 Aladin.
Setelah memberi perintah Aminah mengendus kesal.
“Ku pikir perempuan itu akan hilang selamanya, nyatanya malah datang lagi, dasar benalu!” Aminah yang ingin putranya menikah dengan perempuan baik-baik segera bertindak cepat.
“Harus ku singkirkan dia! Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi kadang anak-anak selalu berpikir orang tuanya jahat hanya karena memilih orang yang tepat untuknya.” Aminah mengoceh sendiri dalam kamarnya.
🏵️
Jesika yang telah berada di rumah selalu teringat wajah cantik Chana yang mulus tanpa ada jerawat sedikit pun.
“Tadi lembur ya Jes?” Putri menegur Jesika.
Namun Jesika yang pikirannya kemana-mana tak sadar jika ibunya berbicara padanya.
“Ada apa dengan Jesika?” Putri yang ingin tidur tak terlalu memikirkan tingkah aneh anak gadisnya.
Sedang Jesika yang telah masuk kamar duduk seraya meletakkan tas belanjaannya di depan meja riasnya.
“Aku harus perawatan, bagaimana pun aku harus terlihat lebih cantik, aku yakin dengan skin care 30 juta ku, aku bisa melampaui wajah Chana yang tak seberapa itu.” Jesika yang ingin mencoba serangkaian perawatan wajah yang ia beli segera mencuci muka terlebih dahulu.
🏵️
Chana yang baru sampai ke rumah langsung menuju dapur untuk mengambil air minum.
“Haus banget sih!!!” Chana merasa tenggorokannya sangat kering karena Leon terus mengajaknya bicara.
Chana pun mengambil gelas dan menuang air dingin ke dalamnya.
Glu gluk gluk!
Tak!
Chana meletakkan gelasnya ke atas meja. Lalu Chana duduk di atas kursi seraya memegang dahinya.
“Ya Allah, kenapa kau terus menggiring Leon pada ku? Apa mungkin kami berdua masih berjodoh? Kalau hanya untuk main-main dan menyakiti hati ku saja jangan ya Tuhan, aku takut kalau aku tak bisa mengobati hati ku lagi.” Chana yang tak tahu bagaimana nasibnya di kemudian hari hanya meminta yang terbaik dari sang pencipta.
__ADS_1
Chana yang merindukan Leon membuka handphonenya dan mencari folder yang sengaja ia sembunyikan agar Stefan tak menemukannya.
“Sampai sekarang aku tak bisa menghapus photo yang satu ini.” Chana selalu tersenyum saat melihat photo kenangannya dengan sang mantan kekasih.
Dimana Chana merias wajah Leon layaknya ibu-ibu yang baru memakai make up.
“Sebaiknya aku mandi.” Chana yang akan beranjak tiba-tiba di telepon oleh Leon.
“Kenapa si bodoh ini menelepon ku sih?” Chana pun mengabaikan panggilan dari Leon hingga ia sampai ke kamar.
Namun Leon yang gigih tak menyerah hanya dengan 5 panggilan, ia terus mengganggu Chana hingga wanita cantik itu menyerah sendiri.
Ada apa dok? Ini bukan jam kerja lagi ya! Jadi jangan ganggu waktu pribadi ku! 📲 Chana.
Apa kau sudah makan sayang? 📲 Leon.
Memangnya kalau belum kau mau antar sesuatu untuk ku makanya tanya-tanya? 📲 Chana.
Kalau kau mau apa salahnya? 📲 Leon.
Ya sudah, beli saja! 📲 Chana.
Kau mau makan apa sayang? 📲 Leon.
Sebelum menjawab Chana melihat jam dinding yang telah menunjukkan pukul 22:00 malam.
Enggak mungkinkan dia datang, pasti cuma alasan biar bisa mengobrol dengan ku, batin Chana.
Sub hati sapi! 📲 Chana.
Enggak akan ada pasar atau supermarket yang buka jam segini? batin Chana.
Kenapa enggak sekalian sama sapinya juga? Tanggung banget kalau minta, 📲 Leon.
Sapinya kau pelihara saja, lumayan buat qurban tahun depan, 📲 Chana.
Oh iya, kau benar juga, 📲 Leon.
Ya sudah kalau begitu, aku mau mandi dulu, 📲 Chana.
Mandi yang wangi, karena aku akan datang sebentar lagi babe, 📲 Leon.
Terserah kau saja! 📲 Chana.
Kemudian Chana mematikan sambungan teleponnya.
“Mau datang tapi enggak tanya alamat, dasar modus!” Chana pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
🏵️
Leon yang ingin mengambil hati Chana dengan cepat keluar rumah untuk membeli pesanan mantannya.
__ADS_1
30 menit kemudian Chana baru selesai mandi, ia pun tak lupa memakai krim malam yang menjadi rahasia kecantikannya, setelah itu Chana masuk ke dalam selimut hangatnya.
Saat ia akan merebahkan tubuhnya ke ranjang, tiba-tiba ada yang menekan bel yang ada di sebelah pintu masuk rumahnya.
“Itu bukan diakan?” Chana menjadi curiga jika Leon benar-benar datang menemuinya.
“Yang benar saja kalau dia minta alamat ku dari Hrd rumah sakit!” Chana yang tak ingin bertemu karena sudah larut malam dengan cepat melakukan panggilan video call pada Leon.
Setelah Leon menerima panggilannya, Chana menjadi syok berat sebab Leon sudah berdiri di depan pintunya.
Cepat buka pintunya! 📲 Leon.
Kau ngapain? Pulang sana! Ini sudah malam loh! Nanti para tetangga melihat mu lagi! 📲 Chana.
Bagus dong! Aku sih enggak masalah kalau para tetangga melapor pada suami mu, lumayan juga kalau dia melabrak ku! 📲 Leon.
Ya Tuhan, kau nyebelin banget sih! Enggak mikirin posisi ku sama sekali! 📲 Chana.
Makanya, cepat buka! 📲 Leon.
Chana yang takut dapat masalah baru terpaksa membuka pintu rumahnya.
Ceklek!
Saat pintu telah terbuka lebar Leon langsung mendorong Chana masuk.
Retek!
Lalu Leon menutup pintu rapat-rapat, ulahnya itu pun berhasil membuat Chana takut.
“Kau mau apa???” Chana yang ingin berteriak takut di dengar warga.
“Ssstt!!” Leon yang akan meletakkan telunjuknya ke bibir Chana langsung kena tepis.
Plak!
“Ada apa?” tanya Chana dengan perasaan was-was.
“Jangan berisik nanti ada yang tahu kalau kau menyimpan laki-laki di rumah mu,” lalu Leon mendekat ke Chana.
Sejurus dengan itu Chana mundur teratur untuk menjauh.
“Hei bodoh! Jangan macam-macam ya! Aku bisa memecahkan kepala mu kalau kau berbuat tak senonoh!” Chana yang ingin melindungi diri mengambil sapu yang ada di tepi dinding.
“Rumahnya jelek! Suami mu orang miskin ya?” tanya Leon seraya menuju sofa untuk duduk.
“Bukan urusan mu!” meski tak cinta, namun Chana tak suka jika Stefan di hina orang lain.
“Tentu saja jadi urusan ku, masa orang yang ku cintai tinggal di perumahan yang ukurannya sangat minimalis?” ucap Leon.
...Bersambung......
__ADS_1