
“Aku enggak mau, aku harus tetap menikah dengan Leon apapun caranya, hiks...” Jesika yang tak terima keadaan berencana untuk menemui Aminah esok hari.
🏵️
Pagi harinya, Chana yang berada dalam kamar mandi melihat samponya telah habis.
“Bukannya kemarin masih banyak? Kok bisa habis tiba-tiba sih? Apa mungkin di makan tikus?” Chana tak dapat mengerti akan samponya yang baru di beli malah kosong melompong.
Berrr!!!
Tiba-tiba Chana merinding saat mengingat pengirim paket bangkai kucing kemarin.
“Enggak mungkin menyusup masuk ke rumah ku kan?” Chana curiga karena tadi malam jendelanya sempat terbuka.
Chana yang penasaran pun menunda mandinya.
Lalu Chana menyusuri setiap sudut ruangan rumahnya dengan membawa stik besi sepanjang 1 meter.
“Kalau benar-benar ada, akan ku hajar sampai babak belur!” meski takut namun Chana tetap harus memeriksa rumahnya demi keselamatannya.
Setelah selesai mencek isi rumahnya Chana pun merasa lega. Karena tak ada orang lain selain dirinya di rumah itu.
Di rasa sudah aman, Chana kembali melanjutkan mandinya.
🏵️
Leon yang akan berangkat kerja teringat akan Chana.
“Apa dia akan mau kalau ku bujuk?” meski tahu Chana telah memiliki pendamping, namun Leon yang ingin memiliki sang mantan tak ingin menyerah begitu saja.
“Nanti malam saja deh aku ke rumahnya.” Leon yang sibuk berencana menyelesaikan segala pekerjaan pentingnya terlebih dahulu baru bertemu Chana.
🏵️
Stefan yang sedang duduk di pinggir ranjang mengelus puncak kepala Sarah yang sedang tidur lelap.
Sialan! Pengacara itu enggak mau membantu ku, kalau aku tak memberinya bagian 2 milyar, batin Stefan.
Ia kesal dengan sang pengacara yang memanfaatkan keadaannya saat itu.
Kalau sampai kami cerai sebelum semua harta Sarah di balik nama, habis sudah! Aku akan miskin kembali lagi, batin Stefan.
Stefan yang merasa buntu memikirkan hal ekstrim untuk istrinya.
“Apa aku harus melakukannya?” Stefan menatap nanar wajah Sarah yang terlihat lelah.
🏵️
Chana yang baru sampai di rumah sakit mendapat telepon dari Stefan.
Halo mas, 📲 Chana.
__ADS_1
Halo sayang, apa kau sudah berangkat kerja? 📲 Stefan.
Ini baru sampai, oh ya... kapan mas pulang? 📲 Chana.
Mungkin besok, aku akan datang ke rumah mu, 📲 Stefan.
Apa mas nginap? 📲 Chana.
Aku belum tahu, kalau Sarah jadi ke rumah orang tuanya aku akan tidur di rumah mu, 📲 Stefan.
Oke mas, kalau begitu aku tutup dulu, karena sudah masuk jam kerja, 📲 Chana.
Baiklah, semangat ya sayang, 📲 Stefan.
Terimakasih mas, 📲 Chana.
Setelah panggilan berakhir, Chana menyimpan handphonenya.
“Sudah mau pulang ya?” Chana merasa sedikit khawatir, sebab ia takut Leon tiba-tiba muncul saat Stefan ada di rumahnya.
“Kau teleponan dengan siapa?” Rena yang ingin tahu kehidupan pribadi Chana selalu penasaran dengan wanita cantik itu.
“Hanya teman.” Rena tak pernah mengakui Stefan sebagai suami karena posisinya yang menjadi orang kedua.
“Oh... begitu ya.” Rena mengangguk paham, setelah itu keduanya mulai bekerja.
🏵️
Keduanya pun telah sepakat bertemu di kafe @saya_muchu.
Jesika yang sampai terlebih dahulu di room kafe terus meneteskan air matanya, ia juga tak tidur sedikit pun karena sibuk meratapi nasibnya yang di tinggal oleh Leon sang idaman hati.
Setelah menunggu selama 5 menit, Aminah pun datang.
Drakkkk!!!
Mendengar suara geseran pintu membuat Jesika menoleh ke sebelahnya.
“Tante!!!” tangis Jesika makin pecah setelah melihat kehadiran Aminah.
“Ada apa ini?” Aminah memeluk Jesika seraya menutup pintu room yang mereka tempati.
“Kenapa kau menangis? Apa ini karena Leon?” Aminah curiga karena tak ada yang dapat membuat Jesika terisak selain putranya yang tampan.
“Leon tante, dia memutuskan hubungan kami begitu saja tadi malam, aku yakin ini semua karena Chana, perempuan itu juga bekerja di rumah sakit Medika Raya tante, hiks...” Jesika membenamkan wajahnya ke dada Aminah.
“Dasar anak durhaka! Dia memutuskan mu hanya karena orang yang telah merusak akhlaknya, enggak bisa di biarkan!” Aminah naik pitam karena Leon telah mengecewakannya.
“Aku enggak mau putus tante, aku sayang banget sama Leon, pada hal kalau Chana enggak meracuni hubungan kami, pasti rencana pernikahan kami enggak akan batal.” Jesika yang ingin menghancurkan Chana mulai membongkar status teman lamanya itu pada Aminah.
“Pada hal Leon sendiri sudah tahu tante kalau Chana itu telah menikah dengan laki-laki beristri, hiks...”
__ADS_1
“Apa? Jadi si Chana sudah menikah sekarang?” Aminah terkejut mengetahui informasi baru itu.
“Iya tante, aku enggak tahu kenapa Leon sangat mencintai Chana, tolong tante, bantu aku untuk memperbaiki hubungan kami ini.” Jesika berharap Aminah mau membantunya.
“Baiklah, kau tenang saja.” Aminah yang menjunjung tinggi harkat martabat keluarga jelas tidak ingin Chana masuk di keluarga mereka.
Siapapun wanitanya ku restui, asal jangan perempuan murahan itu! batin Aminah.
🏵️
Chana yang ada dalam perjalanan pulang memikirkan Leon yang sudah absen dua hari.
Rasa penasarannya kian memuncak, apa lagi Leon tak menghubungi nomornya sama sekali.
“Apa dia sakit?” Chana resah akan kondisi Leon.
Setelah Chana sampai ke depan rumahnya ia pun segera masuk bersama motornya, setelah itu ia pun menutup pintu utamanya rapat-rapat.
Chana yang merasa lengket kali itu memutuskan untuk mandi terlebih dahulu baru makan.
Saat Chana akan masuk ke kamar mandi hatinya kembali merasa gelisah.
Karena lampu kamar mandi yang ia matikan tadi pagi sekarang malah menyala.
“Astaga, aku yang lupa atau bagaimana sih?!” Chana yang ketakutan pun tak jadi mandi, ia hanya mencuci mukanya agar cepat keluar dari dalam kamar mandi.
Chana yang telah keluar dari kamar mandi mengganti bajunya kemudian ia mengunci pintu kamarnya rapat-rapat, setelah itu ia melihat rekaman cctv dari saat ia bangun tidur hingga ia pulang kerja.
Chana terus menonton rekaman cctv dari handphonenya namun tak ada yang mencurigakan.
“Hufftt!! Ternyata hanya perasaan ku saja.” Chana merasa lega karena semua normal-normal saja.
Ia yang terlanjur tegang merasa kenyang hingga ia merasa tak perlu untuk mengisi perut malam itu.
🏵️
Leon yang baru keluar dari kafe tiba-tiba ingat Chana.
“Oh iya, dari sini ke rumahnya kan hanya 7 menit saja, coba aku main kesana.” Leon pun menyalakan mesin mobilnya kemudian meluncur membelah jalan raya menuju rumah sang mantan.
Leon yang sudah 2 hari tak bertemu Chana merasa sangat rindu.
Ia pun tak sabar untuk melihat Chana yang kini sangat cerewet padanya.
“Masih jam 21:00, lumayanlah nanti masih bisa ngobrol 1 jam dengannya.” Leon makin mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai ke tujuan.
Setelah Leon tiba di depan rumah Chana, ia pun mengernyitkan dahinya, sebab ia melihat ada seorang laki-laki yang mundar-mandir di kamar Chana yang ada di lantai dua.
Lampu yang menyala dan tirai yang terbuka membuat Leon dapat melihat wajah pria yang memakai masker tersebut.
...Bersambung......
__ADS_1