
Lima orang warga pun menerobos pintu utama rumah Stefan dengan cara di dobrak oleh 2 lelaki besar.
Brak!
Brak!
Setelah dua kali mencoba akhirnya pintu utama itu pun terbuka lebar.
“Permisi pak! Kebakaran, ayo cepat keluar pak!” ucap warga A.
Stefan yang sebelum tidur minum pil lelap jelas tidak mendengar suara orang-orang yang masuk ke dalam rumahnya.
Alhasil lima warga itu berpencar mencari Stefan ke seluruh penjuru rumah.
Sedangkan lima belas warga yang menuju halaman bekalang syok saat melihat ada manusia yang sedang di lalap api.
Para warga juga mual ketika menyaksikan perut Lilis meletus.
Pung!!
“Hoek!” mereka semua muntah secara serentak.
“Enggak beres ini, jangan-jangan ini adalah pembunuhan, kalau di ingat-ingat pemilik rumah inikan enggak pernah kesini, datang-datang malah seperti ini.” warga B mengutarakan pendapatnya.
Orang-orang yang mendengar penjelasan Warga B merasa setuju.
Alhasil mereka bagi tugas, ada yang memadamkan api, ada juga yang masuk ke dalam rumah untuk memberitahu situasi yang terjadi di halaman belakang.
Warga C yang menemukan Stefan terbaring di atas ranjang langsung mengabari yang lainnya.
“Pemilik rumah ada disini!!” teriak warga C.
Semua orang langsung menuju kamar Stefan dan mengevakuasinya keluar rumah.
“Tahan dia sampai polisi datang, karena di belakang ada seorang wanita yang di bakar!” ujar warga D.
Mendengar kabar mengerikan itu semua orang menjadi merinding.
“Baiklah, sebaiknya kita ikat dia biar enggak bisa lari, lagi pula kita enggak tahu dia korban atau pelaku,” ucap Warga F.
Setelah semua sepakat, akhirnya mereka mengikat tangan dan kaki Stefan dengan tali rapiah.
30 menit kemudian mobil patri polisi sampai di rumah Stefan.
Para warga pun memperlihatkan mayat Lilis yang telah menjadi daging gosong namun masih utuh.
Polisi yang melihat wajah Stefan langsung mengenalinya karena Chana telah mengirim photo suaminya pada pihak yang berwajib.
__ADS_1
Alhasil Stefan di bawa ke kantor polisi dengan keadaan tak sadarkan diri.
Sedangkan mayat Lilis di bawa ambulance untuk di lakukan autopsi.
Chana yang akan berangkat kerja tiba-tiba dapat telepon dari pihak polisi.
Halo bu Chana, kami telah menemukan suami anda, 📲 Polisi.
Baik pak, saya akan segera kesana, 📲 Chana.
Mendapat kabar baik itu Chana pun bergegas ke kantor polisi.
🏵️
Pukul.13:00 Wib Stefan bangun dari tidurnya, ia yang melihat itu bukan rumahnya merasa bingung, terlebih saat ia melihat dirinya berbaring di atas sofa.
Ketika ia melihat ke sekitarnya, ia kaget buka main karena dirinya kini telah berada di kantor polisi dengan keadaan terikat.
“Ada apa ini sebenarnya?” gumam Stefan.
Kemudian penyidik Ali berdiri di hadapan Stefan.
“Sudah bangun ya pak?” lalu Ali melepaskan ikatan Stefan.
“Kenapa saya di tangkap pak?” Stefan pura-pura tak tahu kesalahannya.
Gawat! Siapa yang melaporkan ku? batin Stefan.
Di tengah rasa penasarannya ia pun melihat Chana beserta 2 lelaki telah duduk di hadapan seorang polisi yang sedang mengoperasikan komputer.
“Sayang! Kenapa kau ada disini?” sampai saat itu Stefan belum curiga pada istrinya yang licik.
“Aku disini sebagai salah satu saksi mas.” kemudian Chana menyerahkan hasil tes DNA yang kemarin Chana mintai tolong pada Cipto.
Melihat daging dan juga topi yang Chana serahkan raut wajah Stefan berubah drastis.
“Ayo pak! Silahkan duduk!” titah Ali yang juga mendaratkan bokongnya di sebelah rekan kerjanya yang akan mengetik selama interogasi berlangsung.
“Mohon pak Stefan bersikap kooperatif, karena semua bukti-bukti sudah ada di tangan kami,” ucap sang penyelidik.
Stefan pun menoleh ke arah Chana yang tak menunjukkan ekspresi sedih atas musibah yang menimpa dirinya.
“Sampai sekarang pun aku tetap bodoh karena tak bisa membenci dirimu yang sudah mengkhianati ku, Chana kau tidak akan dapatkan cinta seperti yang ku berikan pada mu.” Stefan yang kecewa dengan pengkhianatan istrinya tak mau memandang wajahnya lagi
Chana yang menerima kata-kata Stefan merasa biasa saja ia tak perduli dengan nasib suaminya yang sebentar lagi akan mendekam di jeruji besi.
“Pak Stefan dalam hasil tes DNA atas daging yang ada dalam plastik klip ini terdapat DNA yang cocok dengan topi hitam yang ada di tangan kanan saya, yang mana salah satu dari kedua DNA ini adalah milik Sarah dan juga Lilis, dan di daging ini ada juga DNA milik bapak, pertanyaan saya sekarang, apa bapak yang membunuh kedua wanita ini? bapak mengaku saja karena kita punya ini juga.” sang polisi menunjukkan rekaman cctv yang di ambil dari rumah pertama dan kedua Stefan.
__ADS_1
“Iya, saya pelakunya pak.” Stefan tak menyangkal perbuatannya karena sang penyidik karena semua bukti nyata telah terpampang di depan matanya
Kemudian Stefan juga menceritakan bagaimana cara ia membunuh keduanya.
“Alasan ku hanya ada dua, pertama ingin memiliki seluruh harta istri pertama ku yang kedua ingin membahagiakan istri kedua ku agar dia tak kurang dalam materi,” terang Stefan.
Mendengar pengakuan Stefan hati Chana menjadi sedih.
Aku tak menyangka ada cinta yang bisa membinasakan orang lain, batin Chana.
“Baik, terimaksih atas kerja samanya pak,” ucap Ali.
Proses penyelidikan hari itu berlangsung cepat karena Stefan mau di ajak bekerja sama.
Saat Chana ingin pulang Stefan yang telah berbaju kulit pinang berkata pada istrinya.
“Mencintai tanpa di cintai itu menyakitkan, karena apapun yang di lakukan tidak akan pernah mendapat balasan, tapi aku tak pernah menyesal karena sudah mencintai mu, namun yang membuat ku kesal, kenapa kau malah ikut menjebloskan ku?” pertanyaan Stefan membuat Chana terdiam.
“Chana, kalau kau mendapat perlakuan buruk dari orang-orang di masa lalu mu, bukan hal benar kau membalasnya pada orang lain yang tak bersalah, semoga kau bahagia dengan mantan mu itu.” setelah itu Stefan meninggalakan Chana menuju selnya.
Kejam! Mencintai mu memang membuat orang sesat, batin Stefan.
Chana yang ingin pulang menghela napas panjang di atas motornya.
“Huffftt! Kenapa aku jadi orang jahat ya Tuhan? Pertama aku hanya suka uang Leon, selanjutnya aku menggugurkan anak ku, meninggalkan Leon dan sekarang memenjarakan orang yang telah setia pada ku.” Chana tak mengerti kenapa ia jadi wanita penghancur hidup orang lain.
🏵️
Leon yang ada di rumah sakit tak mendapati Chana di ruang Farmasi.
Ia pun mencoba bertanya pada Rena yang baru selesai memberi obat pada pasien.
“Kenapa Chana enggak masuk hari ini?”
“Kurang tahu dok, karena Chana enggak kasih tahu ke saya dok,” jawab Rena.
“Baliklah, maaf telah mengganggu waktu mu,” ucap Leon. Setelah itu Leon pun kembali ke ruangannya.
“Coba ku telepon dia.” Leon yang sedang istirahat makan siang menyempatkan diri untuk mendial nomor Chana.
Chana yang masih dalam perjalanan pulang ke rumahnya mendengar handphonenya berdering.
...Bersambung... ...
__ADS_1