Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Selamat


__ADS_3

Saat mereka berdua akan lanjut berbincang polisi pun tiba di rumah Chana.


Mendengar suara sirene mobil polisi keduanya pun turun ke lantai satu untuk menemui para polisi itu.


Kemudian keduanya menceritakan kronologi penyusup yang ada di dalam rumah Chana..


Lalu kepala polisi meminta pada 2 bawahannya untuk melakukan olah TKP ( tempat kejadian perkara).


Sedangkan Chana memberikan bukti rekaman cctv pada kepala polisi.


Warga sekitar yang melihat kehebohan itu pun mendatangi rumah Chana.


Kebetulan salah satu dari warga yang datang mengenal suami Chana.


“Aku harus memberi tahu pak Stefan,” gumam Arman.


Arman dengan sigap mengirim photo rumah Chana yang telah di kerumuni oleh warga.


Pak, rumah istri bapak di masuki penyusup, untung bu Chana baik-baik saja, pulanglah pak kalau ada waktu, ✉️ Arman.


🏵️


Sarah yang baru masuk ke kamar melihat layar handphone suaminya menyala.


“Siapa ya?” Sarah yang tak pernah mencek handphone suaminya sebelumnya tiba-tiba merasa sangat penasaran


Sarah yang tahu pin handphone suaminya dengan cepat membuka WhatsApp suaminya.


“Enggak ada salahnya kan kalau aku lihat? Aku kan istrinya.” Sarah yang membuka WhatsApp melihat ada pesan baru kedari orang yang bernama pak Arman.


Sarah yang tak mengenali orang itu langsung membuka isi pesan yang di kirim pada suaminya.


“Apa?” Sarah merasa syok saat membaca isi pesan tersebut.


“Jadi kecurigaan ku selama ini benar? Mas Stefan punya wanita lain di belakang ku, astaga!” Sarah yang kecewa melempar handphone suaminya ke lantai.


“Dasar jahat! Manusia enggak tahu diri, pada hal aku sudah mengangkat derajatnya, memberi perusahaan padanya, semua uang ku jadi miliknya juga, tega banget kau pada ku mas, ya Tuhan!!!” Sarah yang naik pitam menunggu suaminya keluar dari kamar mandi untuk memberi perhitungan.


Ia pun kembali mengambil handphone suaminya yang kini layarnya telah retak.


5 menit kemudian Stefan keluar dari kamar mandi dengan berpakaian rapi karena sebentar lagi mereka ingin pulang.


“Sayang?” Stefan mengernyitkan dahinya, sebab Sarah terlihat menahan air matanya.


“Apa ini?” Sarah menunjukkan pesan Arman pada Stefan.


“Memangnya apa?” Stefan pun mengambil handphonenya dari tangan Sarah.


Lalu ia pun membaca pesan yang di kirim Arman padanya, sontak matanya membelalak sempurna.

__ADS_1


Hancur sudah rencana ku! batin Stefan.


“Aku bisa menjelaskan semuanya pada mu sayang.” Stefan yang ingin memegang kedua pundak Sarah malah mendapat tanggapan tak mengenakkan.


Plak!


Sarah menampar keras pipi kanan Stefan, hingga pria beristri dua itu marah dalam hatinya.


Awas saja kau! batin Stefan.


”Menjijikkan, bisa-bisanya laki-laki miskin seperti mu mempermainkan ku! Ternyata apa yang di katakan ibu dan ayah ku benar, kau itu laki-laki bajingan! Kau hanya mencintai harta ku, bukan aku!” Sarah berteriak histeris.


Plak!


Plak!


Plak!


Sarah yang tak bisa meredam emosinya menampar wajah Stefan berulang kali.


“Suami macam apa kau! Ternyata sudah menikah lagi di belakang ku?! Pada hal kau hanya pria jelek dan tak punya penghasilan! Tapi bisa-bisanya kau berani menduakan aku! Kau pakai uang ku untuk istri kedua mu itu sialan! Harusnya kau sadar! Jangan pernah mendua kalau enggak punya penghasilan sendiri!” Sarah yang ingin memukul Stefan menghentikan tangannya.


“Kita akan cerai, ku rasa itu harga yang pantas untuk mu!” Sarah yang tak menginginkan Stefan lagi bangkit dari duduknya lalu menarik kopernya.


“Kita jalan sendiri-sendiri saja, sesampainya di Indonesia jangan pulang ke rumah ku sialan!” Sarah yang jijik pada suaminya memutuskan untuk membeli tiket pesawat yang baru.


“Sarah! Kau salah faham, perempuan itu bukan istri ku! Ku mohon dengarkan penjelasan ku dulu.” Stefan pun menggenggam kedua tangan Sarah.


Sarah yang ingin pergi di tahan oleh Leon.


“Aku salah, aku janji akan menceraikan Chana, ku mohon maafkan aku sayang.” Stefan yang belum mencapai tujuannya jelas tak mau berpisah.


”Maafkan aku mas, aku enggak bisa hidup dengan orang yang tega membagi cinta!” Sarah yang tegas tak ingin bersama lagi dengan Stefan.


“Sarah...” Stefan merasa prustasi karena Sarah tak mau memaafkannya.


“Harusnya kau pikir 100 kali kalau ingin mendua.” setelah mengatakan itu Sarah keluar dari kamar hotel yang mereka pakai.


Stefan yang di tinggal duduk di atas ranjang seraya menahan emosi yang ada dalam dadanya.


”Kurang ajar! Dasar wanita mandul! Beraninya kau menampar wajah ku! Pada hal aku sudah berlapang dada menerima mu selama ini!” Stefan yang sakit hati berencana melakukan balas dendam.


Sarah yang telah keluar dari hotel menyeka air matanya yang hampir terjatuh.


“Aku harus kuat, lihat saja! Akan ku buat perhitungan pada perempuan itu.” Sarah tak membiarkan Chana lolos begitu saja, karena bagaimana pun menurutnya Chana bersalah telah masuk ke dalam rumah tangga mereka.


🏵️


Kedua polisi yang di utus untuk memeriksa rumah Chana pun kembali ke ruang tamu yang ada di lantai satu.

__ADS_1


“Lapor pak, kami sudah memeriksa ke segala ruangan, tapi kami tidak menemukan penyusup itu di rumah ini.” ucap salah satu polisi.


“Benarkah? Hum... gesit juga orang itu, oh ya bu Chana, kami akan membawa rekaman cctv ibu sebagai barang bukti untuk kami tindak lanjuti, kalau sudah ada hasilnya kami akan menghubungi ibu, dan kalau ada sesuatu yang mencurigakan, ibu bisa langsung menghubungi kami,” ucap sang kepala polisi.


“Baik pak saya mengerti.” Chana pun menjabat tangan ketiga polisi itu, begitu pula dengan Leon.


“Kami permisi dulu bu, pak.” ucap sang kepala polisi.


“Terimaksih banyak pak, hati-hati di jalan.” Chana menundukkan kepalanya.


Setelah para polisi pergi, para warga mulai meninggalkan rumah Chana.


Setelah yang tersisa hanya mereka berdua, Leon pun mengajak Chana untuk meninggalkan rumah itu.


“Untuk sementara tinggal di hotel saja, kalau tetap disini aku takut penyusup itu datang lagi, aku juga yakin dia tahu kita panggil polisi, takutnya dia makin dendam pada mu,” terang Leon.


“Kau benar juga, tapi hotel yang murah ada dimana ya?” Chana tak mampu jika menginap di tempat mahal, apa lagi ia sedang menyimpan uang untuk melanjutkan studi nya.


“Tenang saja, aku yang bayar,” ujar Leon.


“Enggak, lebih baik aku ngekos.” Chana menolak karena tak ingin berutang budi pada Leon.


“Aku setuju, cepat ambil baju kerja mu,” titah Leon.


“Apa?” Chana bingung dengan Leon yang begitu antusias.


“Ayolah! Jangan lama-lama!” pekik Leon.


Chana yang di bentak pun langsung naik ke lantai dua untuk mengambil peralatan kerja dan juga tasnya. Setelah itu Chana turun ke lantai satu.


“Ayo!” seru Chana.


“Iya.” Leon pun mengangkat tas kerja Chana yang berisi buku-buku dan juga laptop.


“Terimaksih banyak.” Chana terseyum pada Leon yang menjadi pahlawan di hatinya malam itu.


“Sama-sama.” keduanya pun keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil.


“Kita mau kemana?” tanya Chana.


“Ke suatu tempat yang sangat istimewa,” ucap Leon.


“Dimana itu?” Chana menjadi sangat penasaran.


“Kejutan.” kemudian Leon menyalakan mesin mobilnya dan melaju membelah jalan raya.


...Bersambung......


__ADS_1



__ADS_2