
“Hati ku akan tetap sakit kalau kau mempersunting wanita itu, Leon! Sebelum melawan harusnya kau kaji diri, kau seperti sekarang berkat pengorbanan ibu dan ayah.” setelah itu Aminah meninggalkan suami dan anaknya di ruang tamu.
Pratama pun melihat Leon yang sedang menundukkan kepala.
“Nak, kau tidak harus menikahi Jesika, perempuan lain boleh kok, asal jangan Chana, jangan sakiti hati ibu mu, coba sesekali tonton rekaman mu waktu kecil, semua ada di lemari yang ada di ruang tv, Leon dulu ibu mu sempat koma 5 hari setelah melahirkan mu secara normal.” Pratama menceritakan sesuatu yang tidak di ketahui Leon selama ini.
“Apa yah?” Leon tercengang mengetahui kenyataan itu.
“Ibu mu juga sempat pendarahan hebat, Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, ibu mu masih hidup, Leon... tidak ada hal yang paling membuat hati orang tua terkoyak selain mendengar anaknya melawan padanya.”
Setelah mengatakan itu Pratama yang ingin menghibur istrinya beranjak dari ruang tamu menuju kamar.
Seketika Leon merasa bersalah karena telah menyakiti hati kedua orang tuanya.
“Aku harus bagaimana ya Allah? Pada hal aku sangat mencintai Chana, tapi kalau aku tetap bersamanya ibu ku tidak akan bahagia.” Leon yang tak ingin membuat kedua orang tuanya sedih memutuskan untuk menjauhi mantan kekasihnya.
🏵️
Keesokkan harinya, Chana yang baru sampai di rumah sakit mendapat tatapan sinis dari para rekan kerjanya.
“Ada apa dengan mereka?” Chana tidak mengerti arti tatapan marah dari semua orang padanya.
Chana yang baru sampai ke ruang farmasi pun melihat Rena yang menutup rapat mulutnya dan tak melihat ke arah Chana seperti biasanya.
“Ren, ada apa sih? Apa kau tahu sesuatu? Dari tadi orang-orang bersikap aneh pada ku,” tanya Chana dengan penasaran penuh.
“Aduh Chana, kau punya banyak rahasia ya ternyata.” kemudian Rena memperlihatkan isi chat group yang belum sempat di baca Chana.
“Apa itu?” mata Chana membulat sempurna saat obrolan tangkap layar pengguguran bayinya di masa ada di group chat kerjanya yang sekarang.
Mencengangkannya, status Chana yang jadi istri kedua pun telah tersebar luas, Chana juga melihat bukti photo surat nikah sirinya dan juga photo pernikahannya yang di hadiri oleh beberapa orang saja.
Chana yang marah membuka handphonenya dan mencari siapa dalang dari kerusuhan itu sebenarnya.
Tak perlu waktu lama, tangan Chana yang gesit pun menemukan Keysa sebagai tersangka utamanya.
“Kurang ajar!” Chana yang marah kehidupan pribadinya di usik mendatangi Keysa yang sedang bekerja di depan ruangan dokter umum.
Plak!
Keysa mendongak saat mendapat tamparan keras di wajah sebelah kanannya.
“Siapa yang mengirim photo-photo itu pada mu!” Chana yang marah melotot pada Keysa.
Suasana yang masih sepi membuat Chana leluasa berteriak pada Keysa.
__ADS_1
Kemudian Keysa bangkit dari duduknya dengan hati yang terbakar.
“Beraninya kau main tangan pada ku!” Keysa mendorong tubuh Chana yang ada di hadapannya.
“Keysa! Sebaiknya kau jujur pada ku, atau aku akan melaporkan mu pada polisi!” Chana mengancam Keysa.
“Lapor saja kalau kau punya nyali pelacurr!” Keysa merendahkan Chana.
“Lancang!” Chana yang tak main-main pun langsung mendial nomor polisi yang datang ke rumahnya tadi malam.
“Ada apa ini?” ucap Leon seraya menurunkan handphone Chana yang masih berdering.
“Asisten mu! Menyebar photo kehamilan ku yang dulu dan juga pernikahan ku yang sekarang! Karena dia aku jadi bahan perbincangan di rumah sakit ini!” Chana pun memperlihatkan isi group chat yang sudah heboh membahas dirinya.
Kemudian Leon melihat ke jam tangannya, “Bukannya ini masih jam kerja? Chana kembali ke tempat mu, jangan lapor polisi juga,” ucap Leon.
“Dok, apa dokter tidak akan melakukan tindakan? Hah?” Chana berharap mendapat pembelaan dari Leon.
“Kita bicarakan nanti, karena sekarang pasien sudah banyak yang mengantri,” ujar Leon.
“Baik, kalau dokter enggak ada tindakan sampai nanti siang, aku akan lapor polisi! Keysa harus mempertanggung jawabkan apa yang telah ia lakukan!” Chana yang kecewa meninggalkan ruang kerja Leon.
Sedang Keysa sudah jantungan, ia takut jika dirinya benar-benar di penjara.
“Siapa yang menyuruh mu?” sorot mata Leon yang begitu mengintimidasi membuat Keysa menundukkan kepalanya, ia tak berani jika bertatapan langsung dengan Leon.
“Maafkan saya pak, ya-yang menyuruh saya adalah bu Jesika.” Keysa yang takut pun mengakui dalang penyebar aib Chana.
“Kirim bukti ke WhatsApp ku kalau itu benar perintah dari Jesika, kalau tidak polisi akan menjemput mu!” setelah mengatakan itu Leon masuk ke dalam ruangannya.
“Ya Tuhan! Habislah laku.” akhirnya Keysa menyesal karena telah mau melakukan perbuatan kotor demi uang yang tak seberapa.
Kini karirnya hancur, dengan menahan air mata ia pun mengirim tangkap layar percakapannya dengan Jesika.
Setelah Leon membacanya ia pun mengirim balasan pada Keysa.
Kau boleh pulang sekarang, dan jangan kembali lagi, ✉️ Leon.
Membaca pesan dari Leon Keysa menangis dengan rasa penyesalan besar di dalam hatinya.
“Jangan pecat saya pak! Hiks!” Keysa sesungukan di sebelah rekan kerjanya.
🏵️
Leon yang ada dalam ruangannya merasa geram pada orang-orang yang telah berkata tak pantas pada Chana.
__ADS_1
Ia yang marah pun mengirim pesan pada manajer rumah sakitnya.
Beri surat peringatan (SP) 3 pada semua orang yang telah berkata kasar pada Chana, usut tuntas, atau posisi mu akan ku geser! ✉️ Leon.
Membaca pesan itu pun manajer rumah sakit Medika Raya ketakutan setengah mati, ia pun mulai menyelidiki orang-orang yang berkata kasar pada Chana sesuai titah dari CEO rumah sakit itu.
Selanjutnya Leon yang ada di ruangnya menelepon hrd rumah sakitnya.
Buat iklan online di seluruh media sosial, katakan rumah sakit kita butuh tenaga kerja besar-besaran! 📲 Leon.
Leon pun menjelaskan bagian apa saja yang mereka perlukan.
Setelah Leon membereskan masalah Chana hatinya sedikit lega.
Selanjutnya Leon mengirim pesan pada Jesika.
Ayo bertemu di kafe @saya_muchu jam 19:00. ✉️ Leon.
“Awas saja kau Jes! Ternyata pesan anonim yang dulu kau juga pelakunya!” Leon yang sudah tahu kebusukan Jesika tak akan tinggal diam begitu saja.
Karena baginya orang yang menyakiti hati Chana dengan curang adalah musuhnya.
🏵️
Jesika yang mendapat pesan dari Leon merasa bahagia, karena ia pikir hubungan mereka masih bisa di perbaiki.
“Akhirnya Chana menyingkir juga dari kehidupan kami.” Jesika tertawa puas karena ia pikir dialah pemenangnya.
🏵️
Chana yang ada di ruang farmasi melayani pelanggan dengan menahan air matanya yang ingin menetes sedari tadi.
“Jangan menangis karena semua orang punya masa lalu, Chana.” Rena memegang pundak Chana dengan lembut.
Chana pun melihat Rena dengan tatapan aneh, sebab orang yang baru saja bersikap sinis padanya kini malah berubah jadi ramah tamah.
“Terimakasih banyak Ren,” ucap Chana.
“Jangan dengarkan kata orang, kerjakan saja tugas mu.” Rena tersenyum pada Chana.
“Iya Ren, kau benar-benar baik pada ku.” Chana merasa senang karena Rena berbeda dari yang lain.
Untung saja aku enggak ikut mengata-ngatai Chana di grup, kalau enggak pasti aku juga kena hahahha, batin Rena.
...Bersambung......
__ADS_1