Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat
Selingkuh Itu Indah


__ADS_3

Sontak Leon berhenti dan menoleh ke Chana yang ada di sebelahnya.


“Egois, kenapa kau belum berubah juga?” Leon tak suka dengan Chana yang berbuat sesukanya.


“Kau tahu aku jahat dan ingin ini itu, tapi kenapa kau masih mencintai ku? Kau juga pernah berkata akan menunggu janda ku, apa semua yang kau katakan hanya bualan semata?” Chana menuntut ucapan yang pernah lepas dari mulut Leon.


“Itu memang benar, tapi tidak untuk sekarang.” ucap Leon dengan tegas.


“Apa itu karena Lisa? Atau masih ada perempuan lainnya?” Chana kesal dengan Leon yang ingkar janji.


“Ini masalah ku sendiri, jangan bawa-bawa orang lain.” Leon tak ingin orang yang tak bersalah kena imbas percekcokan mereka.


“Aku enggak ngerti apa yang sebenarnya ada dalam kepala mu, saat aku sudah bersedia membuka hati, kau malah acuh tak acuh pada ku, kalau memang enggak serius harusnya dari awal kau tak usah menggoda ku sialan!” Meski Leon adalah pemilik rumah sakit itu namun Chana tak takut sama sekali pada lelaki berkuasa itu.


“Aku enggak bisa menjalani hubungan yang enggak ada restu dari orang tua, lagi pula kau itu masih istri orang Chana,” ucap Leon.


“Kalau sudah tahu status ku kenapa malah dekat-dekat dan membawa ku ke kosan segala? Ku tanya kau sekali lagi, apa kau ingin bersama dengan ku atau tidak?” kali itu Chana akan menutup hatinya sepenuhnya jika Leon memberi jawaban yang tak sesuai dengan yang ia harapkan.


Kemudian Leon menatap nanar mata Chana yang mulai memerah, seketika ia pun terbawa ke masa lalu, dimana saat itu ia selalu membuat kekasihnya menangis.


“Baiklah, aku tahu kau hanya main-main pada ku selama ini, aku mengerti, pada hal demi mu aku akan menceraikan suami ku dan juga memaafkan masa lalu kita, hum!” Chana pun beranjak dari hadapan Leon.


Leon yang terpancing menarik tangan Chana dan membawanya menuju tangga darurat.


“Kita mau kemana?” tanya Chana dengan penuh kebingungan dalam hatinya.


Ceklek!


Bam!


Sesampainya di tangga darurat Leon menatap menatap Chana dengan penuh cinta.


“Sampai kapan kau akan menyiksa perasaan ku?” tanya Leon yang terlihat lelah.


“Aku enggak pernah bermaksud untuk menyakiti mu, kaulah yang membuat aku jadi wanita tamak dan juga tak berperasaan,” Chana meluapkan isi hatinya.


“Aku tahu dan aku menyesal.” Leon menatap mata Chana tanpa berkedip.


“Aku juga.” Chana langsung memeluk Leon untuk melepas rindunya.


Leon yang merasakan hal yang sama membalas pelukan hangat itu.


“Aku enggak bahagia dengannya Leon, tunggu sebentar lagi kontrak nikah ku akan berakhir, ku mohon jangan menikah dengan orang lain,” Chana takut kehilangan Leon.


Mendengar pernyataan Chana perasaan Leon jadi serba salah.


“Jadi kau hanya nikah kontrak dengannya?” Leon tak habis pikir setelah berpisah dengannya mantan kekasihnya malah makin rusak masa depannya.


“Kenapa? Katakan Leon, apa yang ada dalam hatimu biar aku tahu harus melupakan mu atau bagaimana?” Chana ingin mempertegas hubungan mereka.


“Ayo kita pacaran diam-diam sampai kau resmi berpisah dengan laki-laki itu.” Leon yang sangat mencintai Chana bersedia menunggu hingga kekasihnya jadi janda.

__ADS_1


“Terimakasih, jangan pernah pergi dengan wanita mana pun.” Chana mempererat pelukannya.


“Iya sayang, kau juga harus berjanji untuk menepati janji mu, jangan kecewakan aku lagi,” ucap Leon.


“Iya.” setelah saling jujur mengenai perasaan meraka satu sama lain, Chana dan Leon merasa lega.


Benih-benih cinta di antara keduanya pun semakin bersemi, tanpa mereka ketahui perselingkuhan yang mereka lakukan akan membawa petaka untuk mereka berdua.


“Ayo kerja lagi.” Leon mengecup kening Chana.


Chana yang bersemangat mencium bibir Leon sebagai balasannya.


Cup!


“Chana! Jangan goda aku!” Leon mencubit kedua pipi kekasihnya.


“Aku hanya mencium mu, jangan berpikir negatif, hahaha...” Chana menertawai Leon yang terlihat memikirkan sesuatu tentangnya.


“Dasar nakal!” Leon menggigit kecil Chana hidung.


“Hei! Bukannya kita mau kerja?” Chana mengingatkan Leon soal tugas penting mereka.


“Ya ampun, andaikan ini hari kita off, pasti kau sudah ku ikat seharian di ketiak ku,” ujar Leon.


“Nanti juga bisa.” Chana yang yakin bisa secepat menikah dengan Leon apabila hasil tes DNA yang akan menjerat Stefan sudah keluar hasilnya.


“Aamiin, ayo.” kemudian Leon melepas pelukannya.


🏵️


Malam harinya, Stefan terbangun dari tidurnya karena mendengar suara bel rumahnya berbunyi.


Stefan pun membuka matanya dan melihat ke arah jam di dinding.


“Astaga! Sudah jam 20:00, aku lupa menjemput Chana.” Stefan yang sudah merasa lebih sehat turun ranjang dan menuju pintu utama.


Krieett!!


Setelah pintu terbuka, ia pun melihat 3 wanita muda telah berdiri di hadapannya.


“Siapa yang datang mas?” tanya Chana yang datang dari belakangnya.


“Kau sudah pulang?” Stefan menoleh ke ke arah Chana.


”Iya mas, apa ini art baru kita?” sapa Chana dengan tersenyum manis pada Stefan.


Apa suasana hatinya sedang bagus? batin Stefan.


Pria sadis itu pun merasa senang karena istrinya kembali seperti semula.


“Iya sayang, apa kau bisa mengurus mereka? Karena aku masih enggak enak badan, asam lambung ku kambuh,” ujar Stefan.

__ADS_1


“Ya sudah mas makan dulu, setelah itu tidur lagi, serahkan semua pada ku.” Chana dengan suka rela membantu suaminya.


Hati Stefan makin bergejolak mendengar nada lembut istrinya.


Tanpa ia tahu alasan perubahan Chana adalah pria lain bukan dirinya.


“Terimakasih banyak sayang.” Stefan pun menuju dapur untuk mengisi perutnya.


Senyum di bibirnya pun tiada lepas berkat wajah Chana yang meneduhkan hatinya.


🏵️


Leon yang sedang berada di kafe @saya_muchu melihat calon istri yang di jodohkan ibunya padanya.


Masih cantikan Chana, batin Leon.


“Ayo Leon, kenalan dengan Rukiah.” Aminah begitu antusias untuk menyatukan keduanya karena Aminah begitu suka pada Rukiah yang agamis.


“Iya bu.” kemudian Leon mengulurkan tangannya pada Aminah.


“Adipati Leon.” Leon tersenyum pada Rukiah karena ia ingin menyenangkan hati ibunya.


“Saya Rukiah mas.” gadis cantik memakai penutup kepala itu membalas senyuman Leon.


Menyaksikan interaksi antar keduanya membuat Aminah yakin keduanya bisa berjodoh.


“Ayo ngobrol lagi,” ujar Aminah.


Leon dan Rukiah melihat ke arah Aminah yang menampilkan senyum lebar di bibirnya.


Leon yang jarang melihat ibunya bersikap demikian merasa sedih.


Maaf kalau aku enggak bisa memenuhi harapan ibu, batin Leon.


Kemudian Leon pun mengajak Rukiah mengobrol seputar kerjaan dan hobi.


Pada pukul 21:30 Leon dan Aminah mengantar Rukiah ke rumahnya.


“Sampai besok ya nak, nanti kita makan-makan lagi.” ucap Aminah seraya menepuk bahu Rukiah.


“Insya Allah tante, kalau begitu aku duluan, terimaksih sudah mengantar ku pulang dengan selamat.” Rukiah pun menjabat tangan Aminah dan Leon secara bergantian.


Setelah itu gadis cantik itu turun dari mobil Leon.


“Kami pulang dulu ya nak.” Aminah melambaikan tangan pada Rukiah.


“Hati-hati di jalan tante,” ucap Rukiah.


Tintin!


Setelah Leon menekan klakson mereka pun putar arah untuk pulang.

__ADS_1


...Bersambung... ...


__ADS_2