
"Tepungnya tumpah,,, berkonsentrasilah bila sedang bekerja, aku tak suka asisten yang melamun saat bekerja !" Tegur chef Bima saat mendapati Melody menumpahkan tepung hingga berceceran di meja.
Hari ini hari pertama bagi Melody menjadi asisten chef Bima, si ganteng pujaan hatinya Memes di bagian dessert, namun entah kenapa pikiran Melody seolah lepas dari raganya saat ini, di tengah kesibukannya membuat adonan roti, pikirannya malah melayang pada Satria yang di tinggalkannya di apartemen sendirian, badan laki laki itu bahkan masih demam saat mengantarnya berangkat kerja subuh tadi.
Ini sudah hampir tengah hari, apa dia sudah makan ? sudah minum obat ? Begitu kira kira pertanyaan yang ada di dalam pikiran Melody saat itu sehingga merusak konsentrasi kerjanya.
" Maaf chef," Teguran Bima membuyarkan lamunan gak jelas Melody.
" Hmm, bereskan semuanya, satu jam lagi kita pulang !"ucap Bima datar.
Melody mengangguk lalu mengambil lap untuk membersihkan tepung yang di tumpahkannya.
' Ganteng sih, tapi sayang,, jutek, galak, bisa bisanya Memes betah tiga bulan kerja bareng dia.' cibir Melody dalam hati, kesal dengan sikap dingin chef Bima yang terkesan angkuh itu.
Sebelum pulang ke apartemennya Melody mampir dulu ke kedai bubur ayam yang kebetulan berada di jalan yang dia lewati pulang, bubur itu dia beli untuk Satria,oh, betapa hati, pikiran dan perbuatan Melody tidak sejalan, hatinya menghawatirkan Satria yang kini sedang sakit, sedangkan pikirannya mengatakan kalau dia tak boleh memberi perhatian lebih, karena Satria bukan siapa siapanya, apalagi kalau mengingat kata kata pedas Satria yang selalu di ucapkan padanya.
' Ah,,, sungguh merepotkan !' pekiknya saat dia membuka pintu dengan memasukan beberapa angka kode untuk membuka pintu otomatisnya.
Melody melihat sekeliling ruangan, semuanya masih sama seperti saat tadi dia tinggalkan kerja, apa Satria sudah pulang ke rumahnya, pikir Melody.
Melody mengetuk pintu kamar tamu, tapi tak terdengar jawaban apapun dari dalam sana. Pintu di dorong pelan dan terbuka, ternyata Satria masih terpejam di atas kasur.
" Pak,,, Bang,,, bos,,,!" Melody menepuk dan menggoyangkan bahu Satria pelan, mencoba membangunkannya.
Tapi betapa kagetnya Melody saat badan Satria terasa panas sekali, dia panik dan segera mengambil kain serta baskom berisi air hangat untuk mengompresnya, Melody bahkan memberanikan diri membuka kemeja Satria karena dia akan menyeka tubuh laki laki itu.
" Mau ngapain? jangan perkosa orang sakit !" Satria membuka matanya.
" Ish, pikiranya masih aja mesum, badan ga berdaya gitu juga." Melody mengurungkan niatnya membuka kancing kemeja Satria.
" Wah, ngehee nih cewek, ngatain gak berdaya, aku masih kuat banget, mau coba ? Tadi cuma ngantuk aja." Satria bangkit dari kasur dan mencoba mendudukan diri di tepi kasur.
"hush, coba apaan sih,! Jangan di paksain duduk, kalo masih pusing, udah makan?" tanya Melody yang di jawab dengan gelengan kepala Satria lemah,
__ADS_1
" Minum obat?" sambung Melody, lagi lagi Satria menggeleng.
" Ya ampun, pantesan hati ku ga tenang dari tadi, aku udah beliin bubur ayam nih, makan dulu ya, terus minum obat." Melody membawa bubur ayam yang sudah dia pindahkan ke mangkuk.
" Aku gak mau bubur ayam !" Satria memalingkan mukanya menolak makanan di tangan Melody, tapi tunggu apa dia tak salah dengar, tadi Melody bilang tak tenang karena memikirkannya, ah, apakah itu benar ?
" Kenapa? gak doyan bubur ayam sedari kecil?" sinis Melody.
" Doyan, tapi aku pengen makan sup ayam yang kamu masak kaya semalem." Satria menutup mulutnya dengan tangan saat Melody berusaha menyuapinya bubur, Satria bertingkah layaknya bocah yang sedang mogok makan saat ini.
" Nanti aku masakin, sekarang makan buburnya dulu lalu minum obat, kalau gak mau makan bubur, aku panggilin mba Emily kesini untuk mengurus mu ! heran deh, udah tua juga masih manja aja !" ancam Melody, yang sudah mulai tak menggunakan bahasa yang kaku lagi saat berbicara dengan bosnya itu.
" Siapa yang kamu bilang tua dan manja?" Tanpa sadar Satria membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan Melody.
" Tentu saja Bang bos, sudah tua masih saja manja, makan saja masih harus di suapin, kasian mba Emily, pasti dia sangat lelah menghadapi pacarnya yang manja ini." Melody terus menyuapi Satria yang makan dengan lahap sampai bubur di mangkuk habis.
" Cuma kamu yang pernah nyuapi aku ! gak ada yang peduli padaku, mereka semua hanya membutuhkan tenaga dan uangku, tanpa pernah memberi ku sedikit pun perhatian" ucap Satria lirih.
" O...oh, maaf." Melody merasa tak enak hati karena sepertinya ucapannya menyinggung Satria.
" Harusnya sih gitu, sayangnya pacar saya tak tau di untung, makanya dia aku pecat,hahaha..." Melody coba mencairkan suasana hati Satria agar tak melow, dan menyembunyikan kegugupannya karena pujian yang di tujukan Satria padanya.
" Dia yang waktu itu ngejar kamu sampai sini?" Tanya Satria.
" Udah ah, gak usah ngomongin yang gak penting. Aku seka badannya sekarang, biar seger ya." Melody mengalihkan pembicaraan, dia malas harus membuka lagi cerita tentang Azta.
" Oh, jadi dia, si kakak yang tak ingin di ingat lagi itu." Satria tersenyum mengejek.
" Apaan sih, cepetan mau di seka gak? kemejanya di buka dulu,ntar aku pinjemin kaos aku yang gede banget buat kamu pake." Melody membawa mangkuk kotor ke belakang untuk di cuci dan mencarikan baju ganti untuk Satria.
Melody dengan sabar dan telaten menyeka tubuh Satria, dan tangan Melody terhenti saat akan menyeka punggung Satria, dia menatap punggung tegap itu sejenak.
" Kenapa ? gak suka tatoo ya?" Tanya Satria.
__ADS_1
" Ah, nggak,, biasa aja, cuma lagi mikir katanya di tatoo itu sakit, terus kalo tatoonya segede gini, sakitnya kaya apa?" Melody spontan meraba punggung Satria yang di penuhi gambar sayap malaikat besar.
" Gak terasa apa apa, cuma jarum kecil gak akan bisa menyakitiku," sinis Satria.
" Kenapa memilih gambar sayap malaikat?" Tanya Melody penasaran.
" Iseng aja,,, jadi, kelak kalau aku lagi kesal sama istriku, aku kan tidurnya pasti memunggunginya, nah,,, biar dia gak bosen liat punggungku, udah aku siapin gambar dari sekarang, " ucap Satria asal.
" Ish, kelak kalau suamiku kesal dan tidur memunggungi ku, aku akan suruh dia tidur di toilet !" Ketus Melody memberikan kaos miliknya untuk di pakai Satria yang terkekeh.
" Kamu serius, aku suruh pake baju ini ?" Satria membuka kaos berwarna hijau pastel dengan gambar mickey mouse di dadanya.
" Itu yang paling gede, gak ada lagi," Melody menahan tawanya saat melihat Satria mengenakan kaosnya, dia jadi terlihat imut dengan kaos mickey mouse yang agak kekecilan untuk ukuran badannya yang tinggi dan kekar.
" hmm, puas kan liat bos ganteng dan maco ini pake baju seperti ini?" sungut Satria kesal saat melirik pantulan dirinya di cermin besar yang terletak tak jauh dari ranjang.
" Aku akan masak sup ayam dulu buat pasien ku, istirahat lah biar cepat pulih." Melody berdiri dari tempatnya duduk di ujung ranjang.
" Tak usah, aku masih kenyang, kamu istirahat saja, kamu baru pulang kerja dan langsung mengurusku, kamu belum istirahat sama sekali. nanti malam aku akan ajak kamu ke suatu tempat." Ucap Satria.
" yaa,,, gimana lagi, resiko punya suami pengangguran, mau tidak mau istri harus rela cape mengurus pekerjaan kantor,pekerjaan rumah, di tambah lagi suami yang manja." ledek Melody, lagi lagi celotehan konyolnya itu di ucapkan untuk menutupi kegugupan dan degupan jantungnya yang seolah akan loncat dari tempatnya saat mendengar ucapan Satria yang penuh perhatian padanya.
Melody buru buru keluar dari kamar, karena tak ingin Satria melihat wajahnya yang merah merona.
" Hey,,, awas kamu ya, aku jadiin istri sungguhan kapok kamu !" tawa Satria pun pecah mendengar ucapan konyol Melody.
" hmmm,,, sebelum sampe pelaminan, aku sudah di gantung cicek mu itu, Bang !" gerutu Melody lirih sambil menutup pintu kamar Satria.
" Melody.... Aku denger apa yang kamu bilang barusan !" teriak Satria dari dalam kamar.
Melody pun langsung ngibrit ke dapur, sambil ketawa tawa.
__ADS_1
Tanpa di sadari oleh keduanya, mereka menemukan kebahagian dan kehangatan di balik luka hati yang mereka rasakan .