BUKAN CINTA SEGITIGA

BUKAN CINTA SEGITIGA
Takdir atau Kebetulan


__ADS_3

" Maaf, tapi aku harus pergi. Maaf !" Azta meninggalkan Melody di tempat seindah itu sendiri dengan perasaan yang tak indah sama sekali.


" Pergilah ! dan tak usah kembali.!" gumam Melody berbarengan dengan tetesan air mata yang lagi lagi meluncur di pipinya.


Benar saja, Azta benar benar pergi meninggalkan Melodi sendirian,


Oh, manusia macam apa Azta sungguhnya, dia tak punya perasaan meninggalkan Melodi yang katanya wanita yang masih sangat dia sayangi sendirian di tempat itu, apa yang membuat dia buru buru dengan teganya meninggalkan Melodi tanpa penjelasan apapun.


Melody terisak sendirian, dia sungguh merasa di perlakukan menjadi wanita yang tak berharga sama sekali di mata Azta, ditinggalkan begitu saja demi wanita bernama Moza itu, setelah sebelumnya dia mengatakan bahwa dia kangen, masih cinta, masih sayang,


" Bullshitttt !" pekik Melodi menenggelamkan wajahnya di meja, beralaskan kedua tangannya, dia menyembunyikan tangisnya disana.


Semesta seperti mengerti akan kesedihan yang Melody alami saat ini, terbukti langit langsung menurunkan rintikan air dengan derasnya, seakan langit ikut menangis bersamanya.


Melody yang sedang duduk di area outdoor restoran segera berlari menuju ke dalam restoran.


untunglah tubuhnya yang basah kuyup menyamarkan tangis dan air matanya, jadi dia tak begitu malu bertemu banyak orang di dalam.


Hujan turun dengan derasnya, kabut pun langsung menutupi area sekitar.


' Bagaimana cara aku pulang?' Melody menatap ke luar restoran.


Pasti tak akan ada angkutan yang jalan saat cuaca hujan deras dan berkabut seperti ini, hujan deras, jalanan licin dan berkelok di tambah kabut akan membahayakan para pengguna jalan, biasanya beberapa jalan juga akan di tutup demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.


Saat Melodi sedang melamun memikirkan bagaimana cara dia pulang, dan bagaimana kalau dia tak bisa pulang karena huhan tak juga berhenti,


Melody seperti melihat sosok laki laki yang sangat di kenalnya, dari kejauhan.


' Ah, sepertinya aku berhalusinasi, mana mungkin ada dia di sini,' Melody menggelengkan kepalanya dan tersenyum getir.


Kali ini dia menunduk menatap ubin restoran, membiarkan air matanya langsung terjun ke lantai tanpa harus melewati pipinya dulu.


Kehidupan seperti mempermainkan takdirnya, dia berlari dari kesedihan yang di alaminya di Jakarta ke Bandung, tapi justru di sini pun dia merasakan kesesihan yang sama, bahkan lebih, tak adalah sedikit kebahagiaan untuknya ?


" Butuh bahu untuk bersandar ?" Suara laki laki yang berdiri tepat di hadapannya membuat Melodi mengangkat wajahnya.


" Bang Bos.....! hiks,,, hiks,,," Melodi berhamburan memeluk Satria yang tiba tiba ada di hadapannya, dia nyata bukan hanya halusinasi Melody.


Melody menangis tersedu di dekapan hangat Satria.


Lagi lagi dada bidang itu membantunya memberi kenyamanan saat Melody rapuh.


" Ayo, ikut aku!" Satria membawa melodi ke meja tempat dia duduk.


" Mas Johan.... !" Melody berlari ke arah Johan yang sedang duduk di salah satu meja ruangan VIP restoran, dia bermaksud memeluknya.


" Stop ! ga pake acara peluk peluk calon suami orang !" Satria menarik lengan Melody, hingga badannya yang mungil membentur dada bidang Satria.

__ADS_1


" Bang Bos, sakit tau !" Melodi mengusap usap keningnya yang beradu dengan dada ketas Satria.


" Bro, jangan kasar sama perempuan, kamu apakan Melody sampai nangis begitu?" Tegur Johan yang melihat keadaan Melody sangat kacau, baju basah, mata sembab, sungguh sangat menyedihkan.


" Gak gue apa apain, gue nemu dia udah gini !" Elak Satria, yang tadi pamit ke toilet setelah selesai pertemuannya dengan klien di restoran itu, tapi dia malah menemukan Melody yang sedang menangis sendirian.


Satria semalam baru saja meresmikan salah satu hotel rekanan EmHa grup, sebagai presdir EmHa yang baru, dia menjadi tamu kehormatan dalam peresmian hotel itu, niatnya siang ini, setelah pertemuan bisnis dengan kliennya sambil makan siang selesai, dia akan kembali ke Jakarta.


" Nemu ? maksudnya ?" Tanya Johan lagi.


" Iya, tadi pas gue temuin, dia lagi nangis nangis sendirian kaya anak yang kepisah sama emaknya di pasar." Ledek Satria.


" Kamu kenapa ? mamanya kemana?" Johan malah ikut menggoda Melody dengan menanyainya seperti bertanya pada anak kecil yang kehilangan ibunya.


" Kalian jahat, nyebelin !" Tangis melody semakn pecah di ruangan itu, untung saja mereka berada di private room, jadi tak ada yang melihat tangisan Melody yang meraung seperti anak kecil.


Satria dan Johan saling berpandangan bingung, tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Melody.


" Ada apa, Ody ?" Tanya Johan saat melihat Melody sudah agak tenang.


" Azta meninggalkan aku sendirian, dia pergi karena wanita itu." Melody terbata bata.


" Maksudnya kalian kesini untuk pacaran berdua, tapi dia malah pergi dengan wanita lain dan meninggalkan kamu sendirian?" Satria memberikan coklat hangat yang tadi di pesannya.


" Bang Bos, aku kesini bukan untuk pacaran !" kesal Melody.


" Berarti Bang Bos kesini berduaan dengan Mas Johan, untuk pacaran?" Melody menyesap coklat hangatnya.


" Ish, kita kesini untuk kerja,!" tukas Johan.


" Aku juga kerja, sekedar menjalankan tugas !" balas Melody.


" Tugas apa, orang kamu aja lagi libur !" cebik Satria.


" Menjalankan tugas dari papah ku, di suruh ngambil tanaman," ucap Melody


" Apa harus sama dia,? gak ada teman lain yang bisa di ajakin gitu." gumam Satria yang tiba tiba saja hatinya terasa panas, mengetahui Melodi dan Azta ke tempat ini berduaan.


" Kalau bisa milih sih, aku juga pengennya tidur aja di rumah, ga mau ke sini, apa lagi perginya sama orang itu." Melody mendengus kesal.


" Kok bisa, kamu di tinggalin dia gitu aja sih ?" Tanya Johan sedikit marah, dengan perlakuan Azta yang meninggalkan Melody begitu saja.


" Gak tau Mas, perempuan itu menelpon, lalu dia bergegas pergi tanpa bilang apa apa." ucap Melody pelan.


" Sudahlah, mungkin memang sudah takdir kita untuk bertemu, beruntung kamu di tinggalin dia tadi.!" ujar Satria santai.


" Beruntung ?!" kesal Melody melotot ke arah Satria.

__ADS_1


" Iya lah, beruntung ! gara gata kamu di tinggalin dia, jadi bisa ketemu aku kan,? hehe" Satria tersenyum menggoda dengan menaik naikan sebelah alisnya.


" Haish,,, keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau ini namanya.!" cebik Melody


" Harimau ganteng ya !" cengir Satria, Melody hanya memutar matanya malas.


" Kalian ini, kalau udah berdua, lupa sama orang sekitar, kalian itu sebenarnya cocok, serasi, jangan jangan kalian berjodoh nantinya." Goda Johan.


" TIDAK MUNGKIN !" ucap Melody dan Satria bersamaan.


" Tuh, kan,,,, kalian kompak banget!" Johan tertawa lepas.


Tapi pelototan Melodi dan Satria menghentikan tawanya seketika.


" Tidak mungkin salah," gumam Johan pelan.


" Kamu pulangnya gimana?" Tanya Satria.


" Naik angkutan umum, tapi kayanya jalan di tutup, karena hujan lebat dan kabut." Melody memakan makanan yang masih terhidang di meja.


" Ya ampun, pacarmu bener bener ya, udah di tinggalin sendirian, gak di kasih makan pula, tragis banget nasib mu." Satria menatap Melody yang sepertinya kelaparan.


" Bukan pacar ku !" sewot Melody.


" Iya iya, tunangan mu " goda Satria.


" MANTAN !" Pekik Melody.


Satria dan Johan hanya tersenyum melihat kelakuan Melody.


Melody memutuskan untuk ikut Satria dan Johan ke hotelnya, sambil menunggu hujan reda.


Satria memberikan dua buah paper bag pada Melodi saat mereka sampai di sebuah kamar president suit sebuah hotel tempat Satria menginap semalam.


" Apa ini ?" Tanya Melody.


" Ganti pakaian mu, nanti masuk angin." Ucap Satria.


Melodi membuka satu per satu paper bag yang di berikan Satria padanya.


" Ini ? mengapa bisa, bajuku ?" tanya Melody kaget melihat baju mickey mouse miliknya yang dia pinjamkan pada satria waktu itu ada di hadapannya.


" itu sudah lama akan ku kembalikan, setelah di loundry aku simpan di mobil." jawab Satria.


" Dan ini... bukannya baju baju yang di butik yang aku coba waktu kita akan nonton konser ?" Melodi membuka paper bag ke dua, yang isinya baju baju yang saat itu dia coba namun tak jadi di pilih Melody.


" Aku membelinya, aku lihat, semua baju yang kamu coba saat itu, pas di badan mu, dan ternyata sekarang berguna kan?" Satria tersenyum penuh arti.

__ADS_1


" Sebentar...sebentar.... ada apa ini sebenarnya ? baju milik Melody ada di mobil mu, baju baju butik, dan nonton konser ? apa yang sudah kalian lakukan tanpa sepengetahuan ku ?" Tanya Johan yang merasa menjadi orang asing disana karena tak mengerti apa yang mereka bicarakan.


__ADS_2