
Hari tak terasa cepat berganti, tiba saatnya hari perayaan paling bersejarah untuk Johan dan Ririn, yang masih merupakan sepupu dari Satria.
Melody telah berada di tengah tengah acara bergabung bersama Memes dan keluarganya, sedangkan Satria dan Bima juga bergabung bersama keluarga besar mereka, dan jangan lupakan Emily yang selalu setia menempel kemanapun dan dimanapun Satria berada.
Melody memgambil jatah liburnya untuk dua minggu kedepan di muka, jangan tanya kenapa bisa begitu, karena dengan kekuatan Bima dan Satria, hal sepele seperti itu sangat mungkin di dapatkannya.
Pesta pernikahan di adakan di sebuah villa mewah di daerah Baturraden Jawa tengah, Milik orang tua Johan di kampung halaman nya.
Acara yang bertema out door party itu benar benar mewah, mengingat banyaknya tamu undangan dari kalangan pebisnis hebat di tanah air yang juga menghadiri pesta pernikahan itu, dengan embel embel Hamzah di nama belakang Ririn dan Johan yang juga merupakan orang kepercayaan atau bisa di bilang orang nomor dua di EmHa grup, tentu saja tamu tamu yang datang bukan orang orang sembarangan, makanya tak heran acara di adakan secara mewah dan meriah.
Dataran tinggi Baturraden yang bernuansa pegunungan dan berhawa sangat dingin itu memang sengaja di pilih menjadi tempat resepsi pernikahan mereka, selain pemandangannya yang memang masih alami dan hawa nya yang sejuk, juga karena mereka juga pemilik peternakan sapi terbesar di sana sehingga itu memudahkan mereka mengurus izin dan segala sesuatunya di daerah yang terdapat beberapa tempat wisatanya seperti air terjun curug pitu, pemandian air hangat, taman bunga, telaga sunyi dan banyak lagi, karena orang tua Johan cukup mempunyai nama di sana.
Di sana juga banyak terdapat villa, hotel, bahkan penginapan penginapan kecil yang tentunya harga sewanya sangat terjangkau bagi semua kalangan, tak heran banyak pasangan pasangan muda yang sepertinya masih pelajar memilih berpacaran dan menginap di daerah pegunungan itu.
Selama berlangsungnya acara, mata Satria beberapa kali mencuri pandang ke arah Melody yang berada tak begitu jauh dengan nya.
Bima yang seperti menangkap gelagat kakaknya yang seperti tak tenang langsung berinisiatif menghampiri Melody dan membawanya ke tengah tengah keluarga mereka.
"Bos Bim, aku mau di bawa kemana?" Tanya Melody saat tangannya di tarik paksa Bima, tapi Melody tak kehabisan ide, dia juga menarik tangan Memes agar mengikutinya juga, jadilah mereka seperti sedang bermain tarik menarik satu sama lain.
"Diamlah, aku risih melihat kakak ku yang sebentar sebentar matanya mencuri pandang ke arah mu, lihatlah, dia sungguh tersiksa jadi objek untuk di pamerkan ibu kepada seluruh keluarga, setidaknya dengan kamu ada di dekatnya, dia akan sedikit tenang." Bisik Bima yang tentu saja mengundang picingan mata Satria si bos pencemburu dan posesif itu.
Sungguh sepanjang acara ini dia menahan rasa ingin memeluk dan berdekatan dengan Melody yang terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna peach yang dia pilihkan saat di Jakarta dan sengaja dia serasikan dengan dasi yang saat ini dia kenakan.
Saat ini Satria memakai setelan jas hitam dengan dasi berwarna peach senada dengan gaun panjang yang terlihat pas dan sangat seksi melekat di tubuh mungil Melody.
Sempat dia menyesal dan merutuki dirinya sendiri mengapa harus memilihkan gaun berbelahan paha tinggi itu untuk di pakai Melody, karena dari tadi beberapa pasang mata lelaki di sekitarnya justru seakan tak berkedip memandangi tubuh kekasihnya itu, dan sialnya dia tak bisa berbuat apa apa selain menahan amarah, kekesalan dan kecemburuannya. Padahal dirinya ingin sekali mencongkel mata para laki laki yang menatap wajah dan tubuh kekasihnya itu tanpa berkedip.
__ADS_1
Melody memang terlihat sangat berbeda sore itu, riasan wajahnya yang terkesan natural pun menambah aura kecantikannya semakin keluar.
Melody pasrah mengikuti apa yang di perintahkan Bima padanya, dia hanya di minta untuk berdiri bersamanya dan juga Memes tentunya, meski Melody agak risih karena berada di lingkungan keluarga besar dan para kolega bisnis Satria, apalagi di sana ada Emily yang seperti bom waktu baginya, karena setiap saat dia bisa meledak dan mengacaukan acara karena pasti dia akan mencari cari masalah dengannya.
"Hey kamu Memes, udah lulus kamu? Aduh calon mantu buat si bungsu nih," Diana menghampiri dan menyapa Memes yang kini berdiri di dekatnya.
Diana memang sangat tahu kalau Memes naksir anak bungsunya, Bima. Dan Diana tak keberatan sama sekali, dia malah senang dan sangat setuju juga mendukung bila mereka berpacaran, Memes memang terbilang sangat blak blakan, pada siapa pun dia tak sungkan mengakui kalau dirinya menyukai Bima.
Bima bukannya tak suka Memes, tapi terkadang, Bima yang pendiam dan tertutup itu terkadang suka risih dengan sikap blak blakan Memes itu.
"Udah Tan, malah udah siap banget di nikahin sama Kak Bima," Celoteh Memes yang memang sudah sangat akrab dengan Diana karena dulu sering ikut kakaknya, Johan kalau main ke rumahnya.
"Ish, maen nyerobot aja, ngantri ! Aku dulu sama Satria yang nikah, baru kamu" Cebik Emily ikut nimbrung.
"Emang Kak Satria nya mau ?" Jlebb, kata kata Memes meski mungkin terdengar seperti bercanda, tapi lumayan mengusik harga diri Emily.
Melody terlihat menunduk seperti sedang memikirkan sesuatu tanpa dia ketahui apa yang di pikirkan pacar rahasianya itu.
Tentu saja sikap Melody itu membuat Satria bertambah gusar.
"Sayang !" Emily terlihat agak panik saat melihat Satria tiba tiba tersedak, dia mengusap usap punggung Satria, tapi Satria menepisnya saat melihat Melody membuang muka tak ingin melihat pemandangan itu.
Melody juga manusia biasa, meski dia hanya pacar rahasia, tapi rasa cemburu itu nyata di dadanya yang kini memanas.
"Itu tandanya Kak Satria gak mau nikahin mba Emily, ah, di pehape in deh" Ledek Memes yang memang tak pernah suka pada Emily.
Bima membawa Melody agak menjauh dari Emily, dia khawatir Melody akan menjadi bulan bulanan Emily lagi seperti biasanya, dia juga melihat Melody agak tidak nyaman melihat sikap perhatian Emily pada Satria.
__ADS_1
Saat itu Memes sedang asik mengobrol dengan Diana.
Satria tiba tiba menyusul dan menghampiri Bima, dengan raut muka yang tak bisa di artikan.
"Kau jangan macam macam pada calon kakak iparmu, atau ku ratakan Blue Palace dengan tanah !" Ancam Satria penuh penekanan.
"Aku bantuin kamu lho kak, membawa kakak ipar ke dekat jangkauan mu agar kamu tak susah susah mencuri curi pandang padanya dari kejauhan. Dan menjauhkan dia dari mba Emily, takutnya ada drama perkelahian antara istri istri pak presdir EmHa, dari pada jadi berita besar besok," Bima membela dirinya sendiri bermaksud menjauhkan dirinya dari amukan sang kakak si pencemburu akut.
"Rencana lusa yang aku bilang itu sudah beres semua? Jangan sampai gagal, jangan sampai Hendra tau hal ini sedikitpun, karena yang tau rencana ini hanya aku, kau, dan Johan." Ucap Satria teringat sesuatu saat melihat Hendra yang juga hadir disana mendekat ke arah mereka berdiri.
"Hendra, jangan lupa lusa, pertemuan kita" Ucap Bima saat Hendra datang dan mengajaknya bersalaman.
"Siap, semua sudah beres saya atasi." Hendra tersenyum sumringah.
Saat orang orang di sekitar mereka sedang asik dengan obrolan mereka dan Emily sedikit lengah karena sedang menemani Diana, ibunya Satria bertemu teman teman geng sosialitanya, Satria justru mejadikan ini sebuah kesempatan untuk menyelinap bersama Melodi meningalkan acara, dia tak peduli Emily atau bahkan orang tuanya akan mencari cari dirinya, yang terpenting saat ini dia harus membawa Melody pergi dan menghabiskan waktu berdua saja dengannya.
"Bang Bos, kita mau kemana?" Tanya Melody sambil melihat sekeliling takut ada orang yang melihatnya bersama Satria.
"Kemana.saja yang penting cuma ada kita berdua saja !" Satria buru buru membawa Melody masuk ke dalam mobil yang terlihat masih baru dan terparkir agak jauh dari villa tempat resepsi.
Mobil baru yang sebenarnya di siapkan Satria untuk hadiah kejutan Johan sang sahabat, tapi karena panik dan terburu buru mobil itu malah dia pakai untuk membawa Melody kabur dari acara resepsi.
Maaf Johan, mobilnya barunya di pinjam Satria untuk melarikan diri dulu.
* jangan lupa like dan komennya ya kak,,,,
Terima kasih sudah mengikuti cerita othor yang masih amatiran ini,
__ADS_1
Semoga anda semua bahagia selalu...*