
"Gimana Mes, mau kan, join sama aku?" Tanya Melody setengah merengek membujuk sahabatnya.
Melodi coba menyampaikan ide Satria kepada Memes untuk membuka usaha restoran bersamanya.
"Aku bilang Mas Johan dulu, mau pengajuan proposal pengajuan pinjaman dana buat modal sama dia." Cengir Memes.
"Bunga nya gede kalau pinjem di aku Mes," Sambar Johan yang tiba tiba datang bersama Satria siang itu, ke salon kecantikan milik Diana yang kini di kelola Ririn, istrinya Johan.
"Ish, sama adik sendiri kejam amat, udah kaya pinjol bunga mencekik !" Cibir Memes.
"Ya udah aku pinjem Kak Satria aja," Celoteh Memes.
"Oh, mohon maaf Mes, tapi sudah ada yang duluan pengajuan, dan kayak nya bakal langsung aku acc, soalnya dia menjaminkan diri dan cintanya untuk pinjaman itu." Ucap Satria memeluk posesif pinggang Melody dan mencium pipinya sekilas.
"ya elah kak, ini tempat umum kali, maen sosor aja !" Kesal Memes melihat kemesraan Satria dan Melody.
"Dih, bilang aja ngiri, gak bisa gini kan sama Bima ?" Ejek Satria.
"Bang, kasian Memes tau, Bima masih belum mau membuka hatinya buat dia !" Melody menimpali.
"Oh iya, ada ruko dekat dekat sini, punya temen ku mau di sewain tuh, lokasinya bagus, tempatnya luas, nyaman, kayaknya cocok buat usaha rumah makan kalian." Ririn yang baru saja datang membawakan minuman untuk suami dan sepupunya itu ikut bergabung di perbincangan hangat empat orang yang sepertinya sedang asik bercengkerama hangat.
"Ah, kalau daerah sini mahal mba, mana kuat aku bayar sewanya." Tepis Melody.
"Haish, kamu pasti lupa kalau punya pacar sugih (Kaya), Kak Satria jadi gak ada gunanya kalo kamu masih mikir mahal murah." Cicit Memes.
"Liat aja dulu, kalau kamu suka, ya gak ada salahnya nyoba buka disana." Ucap Satria masih memeluk Melody.
"Tapi..." Melody agak ragu.
"Udah,,, cuma liat, apa susahnya sih, yang bayar kan dia." Johan menimpali sambil menunjuk ke arah Satria.
"Mau aku anter?" Satria menawarkan diri.
"Gak lah, aku sama Memes aja, abang sama Mas Johan kan harus balik ke kantor lagi, cari duit yang banyak biar bisa aku pinjemin buat modal buka restoran.!" Celoteh Melody.
***
Keesokan harinya, Melody dan Memes melihat lihat ruko yang di tunjukan Ririn kemarin, tempatnya cukup strategis, dan mereka suka, meski belum memutuskan untuk menyewanya dalam waktu dekat.
Setelah puas melihat lihat ruko yang akan di sewakan itu, mereka memutuskan untuk makan siang di Mall yang memang letaknya tak jauh dari sana.
Lelah berputar putar di sekelliling Mall, keluar masuk toko pakaian, sepatu, akhirnya mereka masuk ke sebuah restoran Jepang yang ada di dalam Mall itu.
__ADS_1
Melodi sangat ingin makan ramen hari itu.
Kenyang melahap habis ramen dan sushi yang dia pesan, perut Melody merasa agak tidak enak, saat ingin memasuki toilet yang ada di dalam restoran Jepang itu, ternyata toiletnya sedang dalam perbaikan jadi tak bisa di gunakan.
"Mes, aku ke toilet dulu ya, di sini toiletnya gak bisa di pake, kamu tunggu disini, bentar." Ucap Melody.
Saat sedang merapikan riasan wajahnya di cermin besar yang menempel di dinding toilet, tiba tiba,
"Tante, boleh minta tolong aku ambilkan tisyu ?" seorang anak perempuan kecil mengagetkan Melody.
"Oh, tentu saja cantik, ini." Melody tersenyum dan menyodorkan dua lembar tisyu yang letaknya agak tinggi sehingga gadis kecil itu tak mampu menggapainya.
"Terima kasih Tante baik," Ucap anak itu tersenyum menggemaskan, Melody membalasnya dengan senyuman di tambah bonus usapan lembut di pucuk kepala gadis cantik itu.
Selesai merapikan riasan wajahnya, anak itu telah menghilang tanpa di sadarinya,
Melody tersenyum dalam hatinya ber andai andai bila dirinya mempunyai anak dengan Satria, pasti cantik seperti gadis tadi, dan kalau laki laki pasti tampan dan gagah seperti Satria.
'Ah, apa sih yang aku pikirkan, konyol sekali !' Melody membuyarkan lamunannya sendiri.
Saat dia berjalan hendak kembali ke restoran jepang menghampiri Memes yang menunggunya, anak yang tadi dia temui di toilet tampak sedang kebingungan sendirian, matanya pun mulai berkaca kaca seperti akan menangis.
"Hey, anak manis ! Kenapa menangis ?" Melody mendekati anak itu dan membungkukkan badannya agar sejajar dengan tinggi anak itu.
"Oke, siapa nama mu?" Melody mengajak anak itu duduk di kursi yang tersedia disana.
"Nirel, tante. " Jawab anak itu, Melody agak berkerut keningnya, mendengar nama anak yang kira kira masih duduk di taman kanak kanak itu.
"Jangan nangis ya, aku akan bantu kamu nyari ayah dan bunda mu, tadi di toko apa namanya bunda mu berbelanja, Nirel inget ?" Bocah itu hanya menggeleng pelan.
"Coba inget inget lagi, tadi tempatnya di mana?" Tanya Melody lagi.
Gadis kecil itu seperti berpikir sebentar, lalu menuntun Melody ke tempat tadi Bunda nya berbelanja, tapi sayang... Sepertinya anak itu benar benar lupa dimana tadi dia berpisah dengan orang tuanya.
"Tapi tante, Nirel masih ingat dimana mobil ayah parkir tadi, apa kita menemui ayah saja?" Oceh anak itu.
"Ayah mu tak ikut turun bersama kalian ?" Tanya Melody heran,
"Ayah gak pernah mau menemani aku dan bunda jalan jalan, jemput aku sekolah saja gak pernah." Adu bocah kecil itu, sambil berjalan menggandeng tangan Melody erat seakan takut terlepas.
Melodi sedikit sebal mendengar itu, dia mengumpat ayah anak itu dalam hati,seraya berdo'a semoga suatu saat nanti bila dia punya suami, suaminya mau dan dengan senang hati menemani istri dan anaknya kemanapun apa lagi hanya sekedar menemani jalan jalan di Mall.
"Mungkin ayah kamu sibuk." Melody mencoba memberi pengertian agar anak itu tak berpikiran buruk tentang ayahnya.
__ADS_1
"Iya, kata bunda juga begitu, ayah selalu sibuk, makanya jarang pulang ke rumah."
"Itu tandanya ayah kamu bertanggung jawab dengan pekerjaan dan keluarganya, dia sibuk mencari uang untuk membelikan mu susu dan boneka." Melody mengusap usap kepala bocah cerewet itu.
"Tapi aku suka kangen ayah, suatu hari nanti kalau aku sudah besar, aku akan bekerja dan mencari uang yang banyak, biar ayah bisa di rumah menemani aku dan Bunda." Celoteh bocah bernama Nirel itu, membuat hati Melody merasa sedikit bergetar, karena terharu.
Anak itu benar benar membuat Melody merasa tertarik akan cerita tentang kehidupannya.
"Bunda mu bekerja ?" Tiba tiba Melody menjadi kepo, mungkin karena bingung harus bertanya apa lagi, jadi Melody bertanya tentang apa saja yang terlintas begitu saja di pikirannya.
"Bunda bekerja di panti." Jawab anak itu.
"Panti,, panti asuhan ?" Melody mengerutkan keningnya.
"Hmm." Gadis kecil itu menganggukan kepalanya.
Melodi ikut mengangguk anggukan kepala sambil mulutnya membentuk huruf O.
Sampai di parkiran basement Mall, anak itu ternyata benar benar mengingat dimana letak ayahnya memarkirkan mobil mereka.
Mereka berjalan melewati beberapa mobil yang berjajar rapi, sambil terus bercerita seolah mereka sudah lama akrab sebelumnya.
Beberapa menit berjalan di area parkir itu, akhirnya bocah kecil itu berhenti dan menunjuk ke arah sepasang laki laki dan perempuan yang sedang berbincang di samping sebuah mobil suv hitam, yang jaraknya hanya sekitar beberapa meter saja dari tempat Melody dan anak kecil itu berdiri.
"Itu, ayah sama bunda !" Teriak gadis kecil itu kegirangan, membuat dua orang yang di tunjuk dan di panggil oleh anak kecil itu menoleh dan berhamburan mendekat ke arahnya.
"Nirel !"Perempuan itu menangis dan memeluk gadis kecil yang tangannya masih berada di genggaman Melody.
"Ayah, Bunda, tante ini yang menolong dan mengantarkan Nirel Kesini, Oh iya, sampai lupa, nama tante siapa ?" Bocah itu berceloteh sementara Melody hanya diam mematung.
"Ayah ? Bunda ?" Gumam Melody, Suara anak kecil yang memanggil orang tuanya terngiang ngiang di telinga Melody.
"Ody,, aku..." Wajah Azta pucat pasi.
Ya, kedua orang yang di panggil anak itu Ayah dan Bunda nya itu adalah Azta, lelaki yang selalu mengatakan kalau dirinya masih sangat mencintai Melody.
Dan wanita yang di panggil dengan sebutan bunda itu, dia, wanita bernama Moza yang dua kali dia lihat sedang bermesraan dengan Azta yang saat itu masih berstatus tunangannya, walau sampai sekarang Azta masih selalu merasa kalau Melody adalah tunangannya.
* Segini dulu ya kakak, semoga aja hari ini bisa double up, kalau nggak ya besok hehe.
Like kakak kakak semuanya penyemangat ku...
Semoga kita semua di beri keselamatan dan kesehatan ya .....*
__ADS_1