BUKAN CINTA SEGITIGA

BUKAN CINTA SEGITIGA
Hari Ku Bersama Nya


__ADS_3

" Maaf, Bang Bos jadi ikut terseret ke masalah ku." Melody tak henti menangis.


Setelah tiga puluh menit berkendara tanpa tujuan, Satria menghentikan mobilnya di tepi sebuah taman yang terbilang cukup unik, karena taman itu berbentuk segi tiga, dan sekelilingnya di bangun tembok, lalu pada bagian tengahnya di percantik dengan tanaman hias beraneka rupa, terdapat juga kolam air mancur yang menjadi center point taman yang dari tulisan besar disana bernama taman vanda itu.


Banyak orang yang datang berkunjung sekedar untuk berfoto, apalagi suasana di malam hari seperti sekarang ini, daya tarik taman ini sungguh mempesona, air mancur yang memancar indah dari dua puluh titik lubang air di tambah dengan gerakan air yang teratur dan di padukan dengan lampu hias warna warni menambah cantik pemandangan air mancur tersebut.



" Sudahlah, jangan meminta maaf terus menerus padaku, ini bukan salah kamu, bukan salah siapa siapa." Satria di buat bingung dan serba salah menghadapi Melody yang menangis tanpa henti, dan terus terusan minta maaf padanya.


Jujur, dia belum pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya, dia benar benar buta bagaimana caranya menenangkan wanita yang sedang sedih seperti itu, karena biasanya dia hanya menghadapi sikap Emily yang ngambek dan merajuk, itu pun tak pernah dia hiraukan dan ambil pusing, karena dia akan segera meninggalkannya sendiri, Satria tak mau di repotkan dengan sikap manja Emily.


" Tapi, Bang Bos tadi di marahin Papah gara gara aku." ucap Melody terbata bata.


" Hey,,, yang di marahin kan Johan, bukan aku." Satria menyeka air mata yang membanjiri pipi mulus Melody malam itu.


" Bang Bos,,,, ! itu hanya nama saja, tetap saja orang yang di maksud papah itu kamu." Melody sedikit tertawa dalam tangisnya mendengar celotehan konyol Satria.


" ah, tetap saja aku merasa kalau yang di marahin papah mu itu Johan, bukan aku." keukeuh Satria yang langsung mendapat pukulan kecil di pahanya.


" Kamu butuh bahu aku lagi pasti, sini..." Satria menepuk nepuk bahu kirinya.


" Aku tuh udah gak mau nangis sebenernya, tapi air matanya turun sendiri." Melody sibuk menyeka air matanya sendiri dengan tisu yang tersedia di dashboard mobil Satria.


" Hmmm,,, padahal tadinya mau aku ajakin turun liat air mancur, tapi gak jadi deh, ntar malah kamu yang jadi tontonan orang, di kira korban KDRT aku lagi." cebik Satria menyandarkan kepala Melodi di bahunya sambil sesekali mengelus rambutnya.


" Kita harus kemana Bang Bos, hampir tengah malem gini ?" tanya Melody sedikit melirik ke arah wajah Satria.


" Terserah kamu, mau langsung pulang ke Jakarta, ayo... atau mau masih mau di Bandung dan nginep di mobil sampe pagi, hayu...terserah kamu, maunya gimana." Satria tiba tiba mengecup kening Melody dalam.


" Aku bingung, papah udah ngelarang aku tinggal di apartemennya lagi, padahal aku pengen pulang ke Jakarta aja, lama lama disini cuma bikin nyesek." lirih Melody, dengan debaran jantung tak terkendali karena ciuman tiba tiba Satria di keningnya.


" siap, laksanakan perintah tuan putri, ayo kembali ke Jakarta kita !" Satria memasang kembali sabuk pengamannya siap berkendara.


" Tapi,,, aku laper !" ucap Melody pelan.


" Astaga, cantik ku ini kehabisan energi karena nangis terus, sampe kelaperan, ayo mau makan dimana?" Satria mengacak rambut Melody gemas.


" Di tempat yang sepi !" kata Melodi.


" Mau ngapain di tempat sepi ?" Satria menoleh ke arah melody kaget.

__ADS_1


" Makan, lah ! kalo di tempat rame aku malu, nih mata bengkak gini,!" tunjuk Melody ke arah matanya sendiri yang masih sembab.


" Siapa suruh nangisin kakak Azta, sampe mata bengkak !" cebik Satria setengah meledek.


" Bang Bos ! aku gak nangisin dia, enak aja !" Melody mengerucutkan bibirnya.


" terus, nangisin siapa ? Johan ? " ledek Satria.


" Nangisin Bang Bos, kasian gak tau apa apa jadi ikut kebawa masalah aku, terus di marahin papah lagi." Mata Melody berkaca kaca lagi.


Cup,,,,


Satria mencium bibir Melodi sekilas, berbarengan dengan berhentinya mobil yang di kendarai Satria, karena lampu merah di jalan menyala.


" Aku gak apa apa, asal kamu baik baik aja." Satria mengusap pipi Melody yang mulai ber air lagi.


" Bang Bos, kesempatan banget, nyolong ciuman terus dari tadi, nyebelin !" Melody membuang muka menghadap jendela sebelah kirinya, padahal dia ingin menyembunyikan rona wajahnya yang kini memerah.


" Makanya jangan nangis lagi, pokoknya kalo setiap kamu nangis aku cium !" Satria tertawa.


Karena malam sudah semakin larut, dan Melody tak mau makan di tempat yang ramai, akhirnya Satria memutuskan untuk membeli ayam cepat saji yang buka 24 jam, lewat layanan drive thru.


" Aku pesen ayamnya 3, nasinya 3, burger 1, french fries 2, colanya yang jumbo." ucap Melody saat mobil yang mereka tumpangi mendapat giliran pesan makanan.


" Laper Bang,,, aku bayar sendiri deh makanannya !" rengek Melody.


" Bukan masalah itu, aku ngeri, badan kecil kaya kamu makannya banyak banget," Celotehan Satria memancing wanita di balik kaca yang melayani mereka tersenyum geli.


" Pacar saya emang makannya banyak Mba, lagi masa pertumbuhan soalnya." Sambung Satria pada wanita pegawai restoran itu.


Melody yang malu pun langsung mencubit pinggang Satria.


Tak banyak yang mereka bicarakan selama perjalanan, Satria serius mengemudi, dan Melody masih asik melahap makanannya.


" Kamu gak pengen nyuapin aku gitu, sopirnya laper juga, nih" usil Satria.


" ish, tadi gak pesen, ya udah nih, makan punya ku, tapi nanti aku di beliin lagi ya." Melody menyuapkan kentang goreng ke mulut Satria, karena memang hanya tinggal itu yang tersisa, semua makanan telah di lahap habis Melody.


Demi Tuhan, hati Satria saat ini sungguh merasa berbunga bunga, dan kalau boleh memohon satu permintaan, dia ingin waktu di hentikan karena ingin menikmati waktu kebersamaan dengan wanita yang kini mulai sangat di cintainya, dia...Melody !


Melody yang selalu membuat dirinya tersenyum bahkan tanpa sebab,

__ADS_1


Melody yang tangannya penuh keajaiban, karena mampu membuat dirinya jadi menyukai hal yang sebelumnya di benci,


Melody yang membuat dirinya tak bisa menahan diri untuk tak menatap,menyentuh, memeluk,bahkan menciumnya,


Melody dengan segala kesederhanaan dan tingkah konyolnya yang selalu membuat dirinya gemas.


" Tidurlah, kamu pasti lelah, nanti kalau sudah sampai aku bangunkan." Satria memegang tangan Melodi dengan tangan kirinya, tangan kanannya memegang setir.


" Gak lah, aku mau nemenin Bang Bos nyetir, masa aku tinggal tidur." tolak Melody.


" Halah,,,, suruh nemenin nonton konser Bima aja, aku malah di tinggal tidur !" Ejek Satria.


" Ih,, itu mah suasananya mendukung banget, suara musik klasik mendayu dayu, suara penyanyinya juga merdu, kaya nyuruh aku tidur banget." Melody membela diri.


" Kamu baru pernah nonton konser musik klasik ya?" tanya Satria


" iya, se umur umur baru pernah, " jawab Melody


" Sama dong aku juga, ,---" Satria menjeda kalimatnya saat Melody menatapnya tak percaya, karena kelihatannya Satria sudah biasa menonton konser orkestra seperti itu,terlihat dari caranya menikmati konser saat itu.


" Baru pernah nonton konser ngajakin cewek,maksudnya" cengir Satria.


" Mba Emily?" tanya Melody setengah tak percaya.


" Cuma kamu, belum pernah ada wanita manapun aku ajak nonton konser Bima, termasuk Emily." Satria masih fokus dengan kemudinya.


" Kenapa ?" Melody penasaran.


" yang pertama, aku ga ingin ngajak dia, dan yang kedua dia pasti membocorkan ke ibu, kalau Bima bermain musik, orang tua ku melarang kami mempunyai hobi, kita hanya di tuntut untuk berbisnis, menjalankan perusahaan ayah." Satria tersenyum perih.


" hoby kamu apa?" tanya Melody


" Aku tidak tau, selama ini aku tidak punya hoby, tak ada waktu." kata Satria.


" Tapi,,,, sepertinya aku sudah punya hoby sekarang !" Satria tersenyum.


" Hoby apa ?" Melody menatapnya serius penuh ingin tau.


" Hoby berdekatan sama kamu !" ucap Satria.


Melody hanya memutar matanya jengah, di balik hatinya yang bagaikan ada taman bunga yang bermekaran dan ribuan kupu kupu berterbangan disana.

__ADS_1


Seulas senyum pun tanpa sadar tergambar jelas di bibir Melody.


__ADS_2