Bulan Kesembilan

Bulan Kesembilan
Kesepakatan


__ADS_3

🌺🌺🌺


Ting tong


Ting tong


Suara bel di pagi hari membangunkan Intan dari tidurnya. Intan menggeliat. Tidur di sofa membuat badannya pegal. Pasti karena gerakan tidurnya terbatas jika tidur di sofa.


Siapa yang bertamu sepagi ini? gumam Intan. Sebenarnya hari sudah siang hanya saja semalaman Intan begadang menyelesaikan persiapan peluncuran brand perhiasannya jadi Intan tidur sangat larut.


Intan masih memakai piyama saat membuka pintu apartemennya. Ia sedikit penasaran siapa yang mengganggunya sepagi ini. Pasti orang itu butuh dimarahi sekali-kali biar tahu rasa.


Ting tong


Ting tong


"Aih,,,, bisa tidak membunyikan bel sekali saja.... " omel Intan sambil melihat penampakan tamu lewat layar di samping pintu. Intan memiringkan kepalanya sambil bertanya-tanya Siapakah? Intan tak merasa mengenalnya.


Ting tong


Bel pintunya berbunyi lagi.


Hem.... Intan lantas membuka pintunya

__ADS_1


"Siapa?" tanya Intan sambil memandang dengan seksama pria didepannya. Pria muda yang tinggi dan tampan, memakai setelan jas hitam yang rapi, sedang berdiri di depan pintunya. Intan yang masih berantakan tentu saja malas meladeninya, apalagi Intan merasa tak kenal.


"Perkenalkan saya Jonathan, panggil saja Nathan, saya asisten baru Nyonya Intan," jawab tamunya memperkenalkan diri.


"Asisten?" Intan balik mempertanyakan. Asisten apa memangnya? ah, iya, Intan menepuk kepalanya sendiri saat menyadarinya.


Intan membuka lebar pintu apartemennya dan mempersilakan Nathan masuk.


"Tunggu sebentar, aku akan bersiap-siap," kata Intan sambil berlalu ke kamarnya. Sebenarnya Intan sedang pamit menelepon Kakaknya.


"Apa Mas Eka yang mengirim asisten sepagi ini?" tanya Intan to the point begitu telepon diangkat.


"Ya, apakah cocok?" Mas Eka balik bertanya.


"Nathan anak yang baik, dia fresh graduated terbaik selevelnya. Pria muda dan tampan, penuh talenta dan ahli beladiri" Mas Eka memberi penjabaran panjang lebar, persis seperti syarat yang diajukan Intan kemarin.


"Hm baiklah," kata Intan akhirnya, ia enggan berdebat sepagi ini. Lagipula, tak buruk, anak muda punya energi tak terbatas, Nathan sangat cocok untuk perusahaannya nanti.


Intan keluar dari kamarnya setelah bersiap-siap. Nathan masih duduk dengan takdimnya, benar-benar anak yang penurut.


"Kita pergi sekarang,"ajak intan. Nathan lantas berdiri dan mengekor dibelakangnya.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Suasana restoran eksklusif saat jam makan siang belum mulai, terlihat sangat lengang. Namun bukan berarti belum ada tamu yang datang, seorang pria tua sedang bernegosiasi dengan seorang pria muda, yang nampaknya mencakup masalah yang cukup mendesak bagi pak tua itu sampai ia tak sabar menunggu jam makan siang.


"Pak Wibowo, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda secara pribadi," kata pria muda itu memberi salam penuh hormat.


Pak Wibowo rupanya terlihat tak begitu menyukai pria muda didepannya, kentara sekali dari mimik mukanya. Hanya saja sepertinya hanya pria muda itu yang memenuhi kriteria untuk kesepakatannya kali ini.


"Putriku akan memasuki dunia bisnis perhiasan. Kuharap kamu bisa membantunya tanpa sepengetahuan putriku tentunya. Hanya kamu yang bisa kuandalkan, masalah uang tidak masalah. Aku akan menjadi investormu. Kudengar perusahaanmu sedang ada masalah pembebasan lahan tambang."


"Pak Wibowo sungguh menilai tinggi diriku. Bukankah ilmu pak Wibowo lebih tinggi dariku. Aku bukanlah siapa-siapa"


"Anton Daisuke. Meskipun usiamu masih muda kamu adalah legenda di bidang perhiasan. Tak ada yang melampaui prestasimu," puji pak Wibowo, "tapi kuingatkan jangan sekali-kali berpikir untuk mengambil hati putriku" Tegas pak Wibowo. Pak Wibowo pernah salah menilai Hendrayan yang disangka nya baik ternyata sedemikian rupa menyakiti putrinya dan sekarang Anton yang jelas-jelas pria dengan reputasi playboy akan bernasib seperti apa putrinya sampai bersamanya kelak. Itu tak boleh terjadi.


"Intan Dwi Wibowo. Putri kesayangan anda yang begitu cantik, bagaimana bisa aku harus bekerja sama tanpa jatuh cinta. Hmmm... bekerja sama dengan perusahaan yang baru berdiri, terdengar kurang menguntungkan, tapi karena anda berbaik hati memberikan investasi, aku akan mempertimbangkan permintaan anda," ujar Anton sambil menyesap minumannya. Wajah maskulin nya benar-benar terlihat tegas saat membicarakan bisnis, wajah tampannya sangatlah keras, tak ada rasa teduh, bahkan tak ada sedikitpun keramahan meski saat ia tersenyum."


"Apa maumu?" Pak Wibowo mulai marah karena merasa ditekan, bukannya malah menekan seperti sangkanya. Kali ini sepertinya pria tua ini kena batunya, Anton bukan orang yang berbelas kasihan seperti Rayan, bukan pula orang yang bisa di ajak bernegosiasi.


"Bagaiamana kalau kita bertaruh. Jika putrimu jatuh cinta padaku maka kamu harus merelakan investasimu tanpa syarat. Jika sampai akhir putrimu tidak tertarik padaku maka katakanlah aku sedang menolong putrimu membesarkan perusahaannya. Jika putrimu mencintaiku bukankah akhirnya aku menjadi menantumu, uang investasimu akan kembali menjadi milik keluargamu juga. Jika sebaliknya maka kukembalikan padamu beserta keuntungannya," tawar Anton. Terdengar menggiurkan, tapi jauh dibenak Anton target utamanya adalah akses keuangan keluarga Wibowo.


Pak Wibowo nampak memikirkannya masak-masak. Hm apakah pilihannya kali ini benar. Ia ingin sekali membantu Intan mencapai bisnisnya. Tapi apalah daya hubungan mereka sangat renggang. Tapi kecintaanya pada putrimu tetap demikian besar. Meski tanpa Pak Wibowo sadari caranya mencintai sangatlah salah, karena ia telah menggadaikan putrinya untuk keuntungan semu yang tak bisa dimenangkan Pak Wibowo."


"Baik, aku menerimanya, untuk teknisnya ku serahkan padamu. Berapa lama kesepakatan ini akan berlangsung?" tanya pak Wibowo.


"Cukup 1 tahun saja" ujar Anton pongah. Siapa yang tak terpesona semua hal tentangnya? badboy paling diinginkan di kota A. Tak akan butuh lama baginya membuat Intan bertekuk lutut. 1 tahun lagi perusahaannya akan masuk 10 perusahaan terbesar dalam negeri dan mendapat prioritas ekspor yang besar, ia sudah tak sabar.

__ADS_1


🌺🌺🌺


__ADS_2