Bulan Kesembilan

Bulan Kesembilan
Sania


__ADS_3

🌺🌺🌺


Intan akan menolak memberi keterangan dan bersiap- siap kabur jika malam ini bukan dirinya yang menjadi tuan rumah. Sedangkan Anton sang devil bermuka malaikat sedang tersenyum pada awak media sembari melingkarkan tangannya dipinggang Intan.


Oh Tuhan, kirim seseorang untuk menyelamatkanku, batin Intan. Saat ini ia seperti mangsa yang sudah terperangkap oleh jerat pemburu. Untunglah bantuan itu akhirnya datang juga, ia merasakan seseorang berdiri disampingnya, menepis tangan Anton dari pinggangnya dan menggantikan dengan tangan penolongnya. Intan menoleh ke arah penyelamat disampingnya. Ya, meski tanpa menoleh pun Intan akan tahu siapa yang sudah menyelamatkannya, Mas Eka. Kakaknya sedang tersenyum sembari membawa Intan menjauh, wartawan yang masih ingin mewawancarai tentu saja mulai mengikuti Eka dan Intan dan meninggalkan Anton.


Mas Eka yang tampan dan berpembawaan tenang sangat terampil menghadapi media, dengan cekatan Mas Eka melempar senyum patentnya dan menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat padat yang memuaskan.


Dengan elegan Mas Eka melihat arloji di tangannya dan meminta maaf kepada wartawan untuk meninggalkan mereka dan menyarankan para wartawan untuk menikmati pestanya. Setelah selesai menangani wartawan Mas Eka membawa Intan ke ruangan lain yang dipersiapkan pihak hotel sebagai tempat istirahat untuk keluarga.


Mas Eka mendudukkan adiknya di sofa dan memberinya sebotol air minum yang baru dibukanya. Meski Adiknya terlihat lelah malam ini tapi Mas Eka tetap akan meminta penjelasan terkait insiden ini.


Setelah Intan lebih tenang, Mas Eka mulai meminta penjelasan dengan pendekatan yang lembut, mengingat papanya tidak melakukan apapun berkaitan dengan insiden ini, Eka yakin Papanya berkaitan dengan Anton. Meminta penjelasan dari sisi Intan terlebih dulu memudahkan Eka untuk mengkaji insiden ini dan melihat benang merahnya.


"Ceritakan pada Mas Eka, Apa hubunganmu dengan Anton Daisuke?" tamya Mas Eka sembari duduk disamping Intan. Terlebih dulu ,Eka memakaikan jasnya ditubuh Intan yang terbuka, adiknya melakukan persiapan banyak hal demi malam ini. Demi apa, seorang Anton Daisuke yang bahkan Eka pun tak pernah berurusan dengannya tiba-tiba hadir malam ini dan membuat kejutan yang sama sekali tak lucu! siapa dia yang berani mempermainkan hari penting adiknya?


"Jika aku mengatakan bahwa aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya apakah Mas Eka akan percaya padaku?" Intan balik bertanya.


"Aku selalu mempercayaimu. Tapi kenapa harus Anton Daisuke, tidakkah Nathan memperingatkanmu?" bagaimanapun juga Nathan adalah hasil didikannya, sedikit banyak Eka tahu Nathan pasti sudah melarang adiknya.


"Ya, Nathan sudah memperingatkanku, tapi aku sungguh naif," Intan lantas menceritakan kronologi pertemuan mereka pada Eka, Eka hanya mendengarkan dengan seksama tanpa menyela.

__ADS_1


"Yang terjadi hari ini Mas Eka akan membantumu mengatasinya, tapi kamu harus janji pada Mas Eka. Jangan sekali kali bertemu dengannya, apalagi bekerja sama dengan lelaki itu."


"Ya, aku tidak akan berurusan lagi dengannya," janji Intan.


"Masalah bahan baku biar Mas Eka yang pikirkan, kak Tia punya banyak kenalan orang-orang hebat saat kuliah di luar negeri, semoga akan ada jalan keluarnya. Mas Eka juga akan mengirim bodyguard untukmu, kamu harus tahu Anton itu seperti serigala yang sekali memburu mangsa tak akan pernah mau melepasnya sampai ia mendapatkan mangsanya," kata Eka memberi nasihat sekaligus solusi pada Adiknya.


Intan hanya mengangguk dan memeluk kakaknya, "terimakasih Mas Eka," ucap Intan. Meski ia sudah sebesar ini, tanpa bantuan Mas Eka, ia yakin tidak akan bisa menanganinya.


"Baiklah, ayo kita nikmati pestanya. Kak Tia pasti sudah khawatir," kata Eka sambil mengajak adiknya keluar. Saat Intan hendak mengembalikan jas Kakaknya, Mas Eka menolaknya, baju Intan yang terbuka akan membuatnya masuk angin. Intan tersenyum memandang punggung kakaknya yang bidang. Terimakasih Tuhan telah mengirim Mas Eka disisiku.


🌺🌺🌺


Sania adalah gadis yang dientaskan Anton dari tempat prostitusi beberapa tahun yang lalu. Meskipun Sania tahu Anton melakukannya hanya untuk kepentingannya tapi bagi Sania melayani seorang Anton lebih membahagiakannya daripada melayani beberapa orang yang berbeda tiap malamnya, yang sakitnya lagi Sania harus melakukannya tanpa bayaran dan tanpa harga diri. Sebagai bentuk rasa terimakasih atas karunia yang di berikan Anton. Sania bersedia melakukan apapun untuk Anton, tak hanya belajar mati-matian menjadi asisten tapi juga beralih menjadi penghangat ranjang saat malam, ranjang yang bahkan tak pernah dingin karena selalu saja ada wanita yang berbeda diranjangnya. Entah wanita itu ada karena kerelaannya ataupun ada karena terpaksa.


Wanita yang sudah diincar Anton, cepat atau lambat akan didapatkannya, wanita itu cepat atau lambat akan berakhir diranjangnya. Ia selalu punya 1001 cara untuk mendapatkan keinginannya.


Kali ini mangsanya adalah Intan Dwi Wibowo, tak ada alasan bagi Anton untuk tak bisa mendapatkannya. Pasti ada celah, selalu ada celah.


"Sania," ucap Anton sembari meletakkan gelas di atas nakas. Sania yang hendak terlelap pun langsung tersentak bangun.


"Siapa yang akan membiarkanmu tidur malam ini," ucap Anton sembari menarik Sania untuk melayaninya.

__ADS_1


"Puaskan aku Sania," perintah Anton.


Anton sangat menyukai Sania, suka dalam artian lain, gadis ini seolah tak pernah berhenti membuatnya takjub. Sania tak pernah berhenti belajar cara memuaskannya. Meskipun selalu ada wanita lain diranjangnya, Anton tetap akan kembali pada Sania, tubuh indahnya juga pelayanannya, Anton tak bisa mendapatkannya dari orang lain.


Setelah semua berakhir, Sania lantas beringsut pergi dari ranjang. Sania menyadari ia bukanlah siapa-siapa bagi Anton kecuali hanya penghangat ranjangnya. Ia lantas bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan cepat dan segera meninggalkan kamar. Anton tak pernah mau seseorang tidur diranjangnya, tak terkecuali juga dirinya.


Anton melihat Sania yang bergegas ke kamar mandi. Ia memang tidak suka jika ada wanita disebelahnya saat ia membuka mata dipagi hari. Sejauh ini belum pernah ada wanita yang bertahan lama bersamanya, kebanyakan hubungannya adalah one night stand.


Anton tak ingat apa yang membuat Sania spesial, tapi Anton meyakini ada satu moment yang terekam dibenaknya yang membuatnya tetap mempertahankan gadis itu. Sewaktu dulu, ia pernah mendapati Sania menangis diam-diam, tapi detik berikutnya Sania berperilaku seolah tak terjadi apa-apa, mulai detik itu Anton memperlakukan Sania lebih lembut, sering memberinya hadiah dan membawanya berlibur. Tak ada motif lain, Anton hanya ingin tetap mempertahankan gadis itu.


Anton melihat Sania sudah keluar dari kamar mandi dan telah berganti pakaian yang rapi, cukup rapi jika dibandingkan beberapa detik yang lalu saat Sania berpeluh keringat.


"Tunggu disini," perintah Anton cepat saat Sania bersiap keluar kamar.


"Apa?" tanya Sania, ia tak begitu dengar. Tapi bukan Anton jika ia mengulang perkataannya, Sania bingung apakah malam ini kewajiabnnya masih belum selesai?


"Rapikan tempat tidur, dan tunggu sampai aku selesai mandi," kata Anton yang lantas pergi ke kamar mandi.


"Ya," jawab Sania pendek, ia ingin semua selesai dengan cepat. Hari ini, ia sudah sangat lelah dan mengantuk, dengan cekatan Sania merapikan ranjang yang acak-acakan. Namun, meski ia sudah selesai merapikan, Anton masih juga belum selesai mandi. Karena tak sanggup menahan kantuknya, Sania pun terlelap tanpa tahu apa yang menunggunya saat bangun nanti.


🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2