Butiran Debu

Butiran Debu
es teh manis


__ADS_3

Matahari sedang bercengkrama dengan awan yang menghalangi panasnya untuk menerpa permukaan bumi siang itu. sekarang sudah jam satu lebih tiga puluh menit. Itu artinya sudah setengah jam yang lalu pelajaran si kelas telah usai. Beberapa siswa yang bersedia mengelola perpustakaan yang memiliki jadwal tersendiri setiap harinya biasa sudah pulang. Namun karena asyik ngobrol, akhirnya Yudis dan Oca jadi lupa waktu, sehingga mereka memutuskan untuk segera keluar sambil menutup pintu perpustakaan, tak lupa Yudis segera menguncinya. Di sekolah tersebut memang mengandalkan siswa nya untuk mengurusi perpustakaan dengan alasan agar para penghuni sekolah lebih mempunyai kesadaran untuk menjaga dan merawat fasilitas baca beserta isi nya tersebut yang kemudian akan di laporkan pada guru pembimbing pengelola perpustakaan. Hingga para siswa dapat bertanggung jawab dalam mengelola perpustakaan. Biasanya setelah jam pelajaran usai petugas yang menjaga perpustakaan akan merapikan dan menutup perpustakaan, kalaupun ada siswa yang ingin meminjam buku dapat menghubungi setelah jam pulang sekolah seperti yang dilakukan oleh Echi tadi.


"Yudis, aku pulang duluan ya." ucap Oca memecah keheningan saat mereka berada di parkiran sekolah untuk kemudian ia melesat bersama sepeda yang di kayuh nya.


Sementara Yudis hanya memandangi ke arah Oca yang sudah semakin jauh dari nya. Ia mungkin masih sedikit bingung mengapa Oca tidak biasa nya mau mengobrol sembari menemani nya menyelesaikan pekerjaan di perpustakaan.


'Aneh' batin nya. Karena biasa nya ketika Yudis dan Oca harus terlibat percakapan, mereka tak akan pernah akur. Selalu saja ada hal hal sepele yang mereka perdebatkan tapi ia tak mau ambil pusing akan hal tersebut.


Setelah Oca sudah tak tampak dari pandangan nya, Yudis pun segera beranjak pulang, namun ia di buat heran melihat Oca dari kejauhan sedang bersepeda beriringan dengan seorang siswa laki laki sambil bercengkrama. Ingin rasa nya ia mengejar Oca yang berada jauh di depan nya untuk memastikan siapa kah seorang laki laki tersebut. Namun ia urungkan niat nya tersebut.


'Ah, untuk apa juga aku mencari tahu siapa seorang laki laki yang sedang bersama nya. Ngaak penting banget. Toh itu urusan dia. siapa pun berhak untuk dekat dengan nya' batin Yudis sambil memperhatikan dua orang yang berada jauh di depan nya

__ADS_1


***


Setelah mempertemukan Yudis dan Oca di perpustakaan tempo hari, mereka tidak pernah membahas mengenai Yudis lagi. Namun Echi juga tak pernah mempertanyakan apa kah yang telah terjadi pada sahabat nya saat ia tinggalkan mereka berdua di perpustakaan. Echi tetap berpikiran positif bahwa Oca mungkin sudah jadian dan ia mungkin malu sehingga tidak pernah menceritakan hari itu kepada nya.


Saat jam istirahat, di kantin sekolahan.


"Oca, kamu mau makan apa?" tanya Echi saat hendak memesan makanan pada ibu kantin


"Oke, aku pesenin dulu". kemudian eci berjalan ke arah ibu penjaga kantin dan memesankan menu makanan mereka.


Di tengah tengah acara makan mereka, Echi bertanya "Kok tumben minum es cincau, biasanya kamu minum nya es teh manis, biar hidup terasa manis nya"

__ADS_1


"Lagi pengen es cincau, kata nya cincau bagus untuk meredakan panas dalam." kata Oca sambil mengunyah makanan nya.


Memegangi kening Oca, kemudian Echi bertanya apakah ia sedang panas dalam namun Oca menjawab nya dengan teka teki.


"Panas nya bukan badan aja, tapi juga hati aku." jawab Oca ketus


"Yakali, minum es teh manis maksudnya hidup itu sepet, tapi manis kalo di gulain. Nah kalo es cincau, maksud nya hidup itu adem, tapi ada pait pait nya dikit kayak cincau." ujar Echi asal.


"Apa hubungan nya es teh manis, es cincau ama perjalanan hidup?" Oca bertanya dengan heran.


"Ya udah tinggal sama sama di nikmatin aja sih."

__ADS_1


"Tau' ah, gak jelas apa maksud kamu. Mending juga makan biar kenyang"


__ADS_2