
matahari pagi mulai menampakkan sinar hangat nya di celah celah pepohonan. jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, namun echi belum juga bangun dari tidur nya. ia pasti sangat lelah setelah mendapatkan perlakuan sang kakak yang membuat nya merasa sangat kecewa dan terabaikan.
"kak.. kakak,,, echisel.... ayo bangun... ini sudah jam enam. nanti kau terlambat ke sekolah kakak.. bngun lah kakak ku yang jelek." suara cantika berusaha membuat echi terbangun.
echi yang merasa terganggu pun membuka mata nya dan bergeliat. "hoaaam,, ada apa sih cantik?"
"udah jam enam lewat kakak. ayo bangunlah kakak ku yang jelek" ucap cantika lagi.
__ADS_1
"ya,, ya,, aku memang jelek dan kau memang lah si cantik. cantika memang cantik, sesuai nama mu" jawab echi kesal karna di katai jelek oleh adik nya itu sambil mengambil handuk dan bergegas mandi.
echi selesai mandi lalu mengenakan seragam sekolah nya. ia segera menuju meja makan untuk menyantap sarapan. seperti biasa, ia melihat sang adik yg masih sekolah dasar sudah rapi dengan rambut yang di kepang melingkar di atas kepala nya membentuk bando, dengan rambut belakang nya yang terurai. ia tampak cantik, sesuai nama nya, cantika lestari. sedangkan sang kakak sedang menyendoki sarapan nya yang hampir habis. tampak sang ibu sedang menyisiri dan menguncir rambut kakak nya itu dengan sangat rapi. ya,, cantik. cantika dan fira sudah rapi dan cantik dengan hasil karya sang ibu yang mengolah rambut mereka sedemikian rupa.
"echi, ibu akan menyuapi adik mu dulu. dari tadi ia sudah merengek ingin di suapi. jadi kau ikat lah sendiri rambut mu." kata ibu sambil menyuapi ikky sang adik yg masih berumur dua tahun tersebut.
"ya." jawab ku singkat.
__ADS_1
"ibu, aku sudah selesai sarapan. aku berangkat dulu. assalam mu alaikum." kata ku sambil mencium punggung tangan ibu.
setiba nya di sekolah, teman teman sudah sibuk mempertanyakan jawaban dari Pr kami kemarin. aku tidak memberi komentar apa pun pada teman teman ku, karna aku tidak tau bagaimana menjelaskan jawaban yg aku dapat hingha akhir nya si yudis datang dan memeriksa jawaban tersebut.
"jawaban kita sama. tumben kamu pinteran, jangan jangan bukan kamu ya yang ngerjain soal nya" kata yudis mulai menyerang ku dengan pertanyaan nya. karna dia anak laki laki terpintar di kelas kami. ia tidak menyukai ku, apa lagi kalau nilai ku lebih tinggi dari nya.
aku membalas semua prrtanyaan pertanyaan nya dengan diam saja. aku mengabaikan nya. ya, aku lelah dan tak tau harus menjawab apa karna memang aku tidak tau cara menjawab soal itu, dan juga memang benar bahwa kakak ku lah yang menjawab soal soal tersebut.
__ADS_1
setelah terus terusan di serang dengan sindiran sindiran dari yudis, akhir nya aku menjawab dengan singkat "ya" kata ku sambil menatap nya dengan wajah datar, tanpa ekapresi apa pun.
"hahha,, harus nya aku sudah tau itu. karna kau memang tidak pintar." yudis berlalu dan duduk di bangku nya karna guru sudah datang dan memulai pelajaran.