
Echi yang terdiam dan bersusah payah menidurkan tubuh dan pikirannya yang lelah bahkan sampai memunggungi kedua saudara tersebut nyatanya tak juga dapat terlelap. Matanya memang terpejam. Tapi telinganya masih saja menyimak pembicaraan kedua saudaranya. Hingga akhirnya ia mendengar pernyataan dari Fira, kakaknya yang berhasil mengusik hatinya.
"Echi, apa kamu benar benar sudah tidur? Kakak mau menanyakan tentang Geraldi. Dia itu tampak sudah berumur kalo di lihat dari raut wajahnya. Jangan jangan dia itu suami orang lagi." pernyataan pedas Fira meluncur begitu saja dari bibir mungilnya.
Echi yang ditanya hanya diam mematung. Banyak pertanyaan yang timbul di otaknya akibat pertanyaan Fira tadi. Ia jadi meragukan identitas kekasihnya. Ia bergelut dengan pikirannya mencoba mengait ngaitkan setiap peristiwa saat bersama Geraldi untuk menyangkal pernyataan kakaknya. Tapi ia tidak menemukan jawaban apapun bahkan ia merasa semakin tidak mengenali Geraldi karena sampai saat ini ia memang tidak mengetahui latar belakang kekasihnya itu, dari keluarga mana, siapa saja kerabatnya, membuat Echi semakin enggan untuk membuka matanya.
"Tenang aja kak, aku tau kalo babang Ge itu orang baik kok. Dia masih lajang kak, cuma memang dia itu tipe orang yang pekerja keras. jadi dia keliatan kusut dan lebih tua dari umurnya." ucap Cantika
"Tapi apa kalian benar benar yakin kalau dia itu masih lajang? Kakak kok ragu ya kalo melihat gelagatnya. " Fira masih penasaran dan mengutarakan pendapatnya pada Cantika. "Kalian bisa kenal dia di mana sih? Kata ibu dia bukan orang sini. Patut di selidiki loh latar belakangnya." imbuh Fira kemudian.
"Dia tadinya cuma liat liat keindahan alam sama kebudayaan di desa Pelangi, terus sekarang dia lagi ada proyek pembangunan desa wisata. Dia milih desa Pelangi. Sekarang penanaman pohon buah buahan nya udah selesai, ada rambutan, kelengkeng, durian, manggis, ada kebun buah naga juga loh kak. Aku udah gak sabar nungguin tanaman nya pada berbuah. Lumayan kan, bisa ikut metik buah buahan langsung dari pohon nya. Pasti seneng banget." Jelas Cantika panjang lebar kepada kakaknya.
"Ya udahlah mendingan sekarang kita tidur aja. Kita harus bangun pagi besok kakak pengen jalan jalan." Fira memejamkan mata dan tidur dengan lelapnya, sementara Echi tak juga dapat terlelap. Masih terngiang dengan jelas kalimat kalimat yg di lontarkan Fira terhadap Geraldi tadi.
__ADS_1
Keesokan paginya Cantika dan Fira sudah bersiap untuk menjelajahi keindahan alam desa Pelangi sementara Echi tampak penampilannya sangat kusut dan lesu setelah kurang tidur semalaman. Jika Fira, Cantika, dan anggota keluarga yang lainnya menikmati sarapan dengan semangat, Echi hanya mengambil sedikit menu sarapan hanya sekadar untuk mengganjal perutnya dari rasa lapar.
"Nanti kita mau ke mana dulu?" tanya Fira kepada Cantika untuk menentukan tempat yang akan mereka kunjungi terlebih dahulu.
"Ke rumah burung aja dulu ya kak. Disana banyak spot foto yang bagus." saran Cantika.
"Oke. Kakak ikut aja deh iya kan bang." ujar Fira sambil meyakinkan kekasihnya yang dari tadi hanya menyimak obrolan kedua saudaranya itu dan dijawabi dengan anggukan tanda setuju.
"Nanti kita keliling nya sama teman teman aku juga ya.. Biar makin rame, makin seru." tutur Cantika
Echi membersihkan sisa sarapan dan mencuci piring karena ia tak berminat untuk ikut jalan jalan. Ternyata Cantika dan Fira menunggu nya di halaman rumah. Merasa yang di tunggu tak jua keluar, akhirnya Cantika memutuskan untuk menghampiri Echi.
"Kak,, kak Echi. Ayo dong, kaka udah di tungguin juga malah gak keluar keluar sih." Cantika mulai mengomel pada sang kakak.
__ADS_1
"Kakak gak ikut deh, kalian aja sana cepetan berangkat. Selamat bersenang senang ya." ucap Echi
"Loh, kenapa kakak gak ikut? Kakak gak asyik ah." ucap Cantika kecewa.
"Hari ini ibu lagi banyak pesanan kue. Kakak mau bantu ibu aja. Kasian kalo ibu harus ngerjain nya sendirian. Takut gak selesai tepat waktu." Echi mencoba menjelaskan alasan nya bergarap Cantika bisa memahaminya.
"Ya udah deh gak apa. Padahal aku berharap kita bertiga bisa jalan bareng kayak dulu. Tapi kasihan juga kalo ibu gak ada yg bantu. Kita pergi dulu ya kak." Cantika melangkah keluar setelah berpamitan pada Echi dan ibu.
Setelah membantu sang ibu menyelesaikan kue pesanan akhirnya Echi pergi menemui Geraldi untuk menyampaikan kegundahan di hatinya perihal omongan Fira tadi malam. Echi tak menghiraukan bagaimana perasaan kekasihnya mengetahui bahwa sang kakak menilai nya sebagai pria beristri. Echi tertegun saat mengetahui reaksi tenang yang di tunjukkan Geraldi. Ia bahkan tak percaya saat melihat Ktp sang kekasih yang menampakkan tahun lahirnya. Yang berarti selisih umur mereka hanya terpaut tiga tahun.
"Apa ini benar? Bahkan wajahmu terlihat sepuluh tahun lebih tua dari umur seharus nya." ucap Echi sambil memandangi wajah Geraldi dari jarak yang cukup dekat.
Tak mau menghiraukan ucapan Echi, Geraldi malah semakin mendekatkan wajah nya ke wajah Echi dan menempelkan bibirnya sekilas pada bibir Echi. "Boleh aku mencium mu?" ucap Geraldi kemudian setelah mendapat cubitan di pinggangnya.
__ADS_1
"Kau sudah melakukan nya." jawab Echi sambil memalingkan wajahnya yang merona karena malu.
"Biar aku lakukan dengan cara yang benar. Tadi aku hanya mengecupnya sekilas. tapi aku bisa merasakan bahwa bibir mu manis." Geraldi tersenyum melihat tingkah Echi yang malu dengan wajah merona.