Butiran Debu

Butiran Debu
haruskah jadi agresif


__ADS_3

Sudah dua minggu Cantika yang merupakan adik Echi berada di desa Pelangi dikarenakan sang kakak yang merasa tidak lagi sanggup menjaganya. Cantika yang sekarang semakin dewasa menjadi semakin susah di atur, ditambah lagi dengan hobi jalan jalannya membuat orang tuanya pun mengkhawatirkan pergaulan sang anak. Pada akhirnya Cantika yang masih duduk di bangku kelas dua SMA itu pun harus pindah sekolah dan tinggal di desa Pelangi.


Suasana di kafe semakin ramai dengan kehadiran Cantika yang kecantikan parasnya membuat semua mata lelaki selalu menatap takjub padanya. Cantika selalu membantu di kafe milik Echi karena selain bisa membantu meringankan pekerjaan kakaknya, ia juga senang bisa mendapat teman baru dengan cepat karena memang para muda mudi di sana menjadikan kafe pelangi sebagai tempat nongkrong.


Di antara banyaknya lelaki remaja yang nongkrong di kafe pelangi, Cantika selalu memperhatikan seorang pria dengan tubuh tegap berkulit gelap eksotis dengan gaya bad boynya. Entah mengapa Cantika merasa tertarik dengan pria yang bernama Altaro Firnanda padahal jika di lihat lihat, wajahnya tidaklah terlalu tampan. Namun ia memang mempunyai daya pikat tersendiri dengan segala perhatian dan sikap manisnya pada kaum wanita.


Hingga pada suatu malam, Cantika yang semakin terpesona dengan gaya bad boy dari seorang Altaro Firnanda pun memberanikan diri untuk mendekati pria pujaan nya.


"Hai kak, kita belum pernah berkenalan sebelumnya. Kau mungkin tau siapa aku, tapi boleh aku tau siapa nama kakak?" Cantika mengulurkan tangannya ke arah Altaro.


"Hai, aku Altaro Firnanda. Salam kenal." ucapnya sambil menjabat tangan Cantika dengan lembut.


"Kakak tau gak, bisa menggenggam tangan kakak itu rasanya seperti sedang menggenggam masa depan." ucap Cantika yang membuat suasana kafe menjadi riuh dengan sorakan dan tepuk tangan.

__ADS_1


Altaro yang masih kaget mendapat kalimat gombalan dari Cantika pun hanya bisa melongo sambil masih menggenggam tangan Cantika.


"Kakak sampe segitunya. Apa kakak gak mau ngelepas tangan aku karena gak mau melepas masa depan kakak?" Tanya Cantika sambil menunjuk ke arah tangan mereka yang masih menggenggam satu sama lain hingga membuat Altaro jadi salah tingkah di buatnya.


"Gila. Agresif banget sih nih cewek, untung aja cantik, sesuai dengan namanya." batin Altaro sambil menetralkan ekspresinya yang semula dalam mode kaget.


"Emangnya lo mau jadi pacar gue menjalani masa depan lo sama gue?" jawab Altaro dengan menatap intens ke arah Cantika.


Suasana kafe makin riuh dengan sorakan dan tepuk tangan dari para pengunjung kafe yang menyaksikan adegan Cantika dan Altaro yang bikin baper.


"Jadian.. Jadian..."


"Cantika, terima aja. Altaro udah nembak lo tuh."

__ADS_1


Begitulah teriakan teriakan dari pendukung Cantika dan Altaro yang membuat Cantika yang tadinya terlihat sangat percaya diri menjadi tersipu malu karena tak menyangka keisengan nya untuk menggombali Altaro akan berakhir seperti ini. Cantika yang terus di tatap oleh Altaro pun hanya bisa mengangguk pelan menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu.


"Lo semua yang ada di kafe lihat sendiri kan, tadi Cantika udah mengangguk. Tandanya mulai malam ini dia resmi jadi pacar gue, dan lo semua saksinya." ucap Altaro dengan lantang mengumumkan statusa nya yang kini resmi berpacaran dengan Cantika.


Sementara Echi yang sedari tadi memperhatikan adegan itu di balik meja kasir hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir, bagaimana mungkin seorang cewek cantik yang merupakan adiknya bisa sangat agresif menyatakan perasaan cintanya kepada Altaro di dalam kafe yang sedang ramai.


"Hei, jangan bengong aja. Ntar kesambet lo." ucap Aji sambil menepuk pundak Echi yang langsung terjingkat kaget.


"Sial lo. Bikin kaget aja." sahut Echi sewot.


"Jadi baperran sih lo. Ngiri lo liat adek lo jadian sama Altaro." ucap Aji menyelidik.


"Gue malu liatnya. Cewek itu harusnya punya harga diri, buka nya kayak gitu. Lagian Cantika belom tau betul kayak apa si Altaro udah maen jadian aja. Malu gue liat dia agresif gitu." curhat Echi.

__ADS_1


"Bagus gitu kali dari pada nyimpen perasaan diem diem. Ntar cowok nya keburu jadian sama orang lain kalo pasangan nya gak agresif gitu. Jaman sekarang gak bisa kalo cuma kasih kode tanda suka doang, belom ada kepastian." Jawab Aji


"Apa gue harus agresif gitu juga, biar Aji tahu perasaan gue ke dia?" gumam Echi dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


__ADS_2