Butiran Debu

Butiran Debu
sahabat


__ADS_3

"Hai Zel.. emh,, kenapa mata mu bengkak sperti itu? kau seperti habis nangis semalaman deh." kata Oca teman sebangku Yudis dengan tatapan curiga terhadap ku.


"kalau aku menangis pun kau mau apa memang nya? mau kasih aku permen lollipop?" canda ku yang terdengar garing memang.


"Setidak nya kau cerita pada ku. siapa yang sudah menolak jadi pacar mu membuat mu patah hati sampai meratapi nya dengan tangis sesedih itu. lihatlah mata mu itu sangat mengerikan. aku takut kalau mata mu akan lebih parah bahkan sampai tertutup rapat. tentu nanti kau tidak bisa melihat wajah imut ku ini kalau mata mu sampai merapat kan?" kata Oca sambil memasang wajah sok imutnya


"kau kira siapa yang patah hati? siapa yang di tolak?"


"tentu saja diri mu. ceritakan pada ku siapa orang nya?"

__ADS_1


"ngomong apa sih." jawab ku ketus. Padahal kan aku nangis nya gara gara kecewa sama perlakuan kakak ku, kenapa malah dikira karna cinta ku ditolak sih? Biarpun aku ini nyatanya jomlo, tapi kan umur ku juga baru 15 tahun, masih terlalu kecil untuk pacar pacaran.


"aaa apa mungkin dia?" Oca menunjuk ke arah Yudis. meja mereka bersebelahan, kebetulan mereka duduk di deretan ke tiga dari depan. mereka sekelas duduk sesuai denah yang di buat oleh guru pembimbing di kelas mereka dengan tujuan agar mereka tidak sibuk mengobrol dan saling mencontek saat jam pelajaran. Yudis sebangku dengan Oca, sedang Echi dengan Rouwan. Dan kenyataan nya tetap saja mereka curi curi kesempatan buat mengobrol di saat jam pelajaran berlangsung.


"paan sih" Echi makin sewot, karna dia memang ada rasa ketertarikan dengan Yudis, dia tidak ingin orang lain termasuk Yudis mengetahui perasaan nya. tapi masalahnya Echi menangis bukan karna perasaan suka sebelah pihak terhadap Yudis.


tetttt tettt teett kira kira begitulah bunyi belnya.


"baiklah anak anak, saya tau kalian tidak rela kalau harus berpisah dengan guru ganteng seperti saya, (kelas mulai ribut dengan suara sorakan) tapi jam pelajaran hari ini sudah habis. kita lanjutkan di pertemuan berikut nya. sebelum pulang sebaik nya kita menundukkan kepala untuk berdoa sejenak sesuai kepercayaan masing masing. berdoa di mulai" ucap guru yang memang memiliki wajah tampan dan berpostur tubuh tinggi tegap yang sering di panggil 'pak Zulkaris' itu.

__ADS_1


Matahari terik tak di hiraukan oleh dua orang remaja yang sedang berjalan beriringan sambil tertawa riang di tengah obrolan mereka.


"Echi,, udah ah becanda nya, perut aku sakit tau dari tadi ngobrol gak ada serius serius nya kamu. sampe ketawa terus nih gusi sama gigi aku udah kering dari tadi nyengir aja."


"Makanya kalo ketawa mulut nya di tutup, aku gak mo tau ya kalok nanti gusi kamu jadi retak retak gegara kekeringan."


"eeh, udah udah. kamu dari tadi belum cerita sama sahabat mu ini kenapa kamu nangis sampe mata mu bengkak gitu. sekarang ceritakan, aku gak mau denger alasan yang gak masuk akal."


"emang sejak kapan kita sahabatan? bisa bisanya kamu bilang kalo aku itu sahabat kamu." ucap Echi sambil tersenyum meledek.

__ADS_1


__ADS_2