
"oh,, ini soal nya. kalau cuma ini sih gampang. bahkan hanya se ujung kuku. hanya lima soal saja kan? tanya fira kepada adik nya yang di jawab dengan anggukan kepala oleh echi.
"kau percaya, aku akan menyelesaikan soal soal ini kurang dari 30 menit, karna aku memang menggunakan otak ku dengan baik, tidak seperti diri mu yang tampak tak punya otak sama sekali, hahhh." kata fira dengan sombong nya dengan menghela nafas kesal sambil menggerakkan pena yang ada di tangan nya, mencoret coret kan nya pada kertas yang semula putih sehingga tampak lah beberapa angka angka yang tertulis dengan rapi di sana. fira tampak sangat santai dan tak terlihat terbebani sama sekali dengan ke lima soal yang di anggap echi susah dan membingungkan itu.
"nah selesai". ucap fira sambil berdiri hendak berjalan ke luar dari kamar adik nya itu, kemudian tertahan karna echi memegangi tangan nya.
"apa ada soal lain lagi?" kata nya dengan nada sedikit kesal.
"ini kan sudah malam, dan aku sudah mengantuk, jadi aku ingin tidur di kamar ku. kalau ada yang lain lagi yang ingin kau tanyakan, kita lanjut kan besok saja. kau mengerti?" ucap nya lagi sambil berjalan dan menjauhi pintu kamar echi, segera masuk ke kamar nya untuk merebah kan tubuh nya di kasur untuk kemudian terlelap dalam tidur nya yang nyenyak.
__ADS_1
sementara echi hanya bisa terdiam dengan perasaan kesal dan kecewa hingga tak terasa bulir bulir bening telah keluar menetes dari mata nya bersamaan dengan perasaan sesak seolah olah ada batu besar yang menghimpit dada nya. echi berjalan ke dapur untuk mengbil minum sambil berusaha menenangkan hati dan pikiran nya yang sedang berhamburan melayang layang di udara bagai tengah menarik narik kepala nya ke sana ke mari. ah,, sungguh sangat pusing dan kacau hati nya saat ini. bagaimana tidak, ketika kakak yang di harapkan nya mau menjelaskan mengenai pelajaran yang membuat nya bingung, setelah ia menuruti semua perintah sang kakak untuk melayani teman teman nya saat belajar kelompok dari sore tadi, mulai dari membuat kan es jeruk, menyuguhkan cemilan, bahkan sampai mengemasi semua bekas mereka yang berserakan, ahh,, sudah berasa kayak pembantu aja jadi nya. kemudian ketika hari sudah malam, ia bahkan harus bersabar menunggu sang kakak pulang dari tempat nongkrong nya bersama teman teman nya, namun akhir nya sang kakak pulang, bahkan sang kakak lah yang mengerjakan tugas nya, bukan diri nya. ya, soal soal itu sudah terjawab, tapi ia tidak tau bagaimana bisa mendapat jawaban tersebut. ia tidak akan bisa menjawab soal serupa apa bila guru nya memberikan soal di sekolah besok.
"kenapa kakak tega sama aku gini sih?" ucap echi lirih sebelim meneguk air minum yang sudah di tuangkan nya ke dalam gelas. namun ia kemudian di kaget kan dengan suara deheman dari seseorang di belakang nya.
"belum tidur?"
"ehm, ya belum."
"sudah. kakak sudah mengerjakan nya, tapi...." air mata echi mulai menetes namun segera ia tahan agar tak meluap membasahi wajah nya.
__ADS_1
"ada apa lagi antara kau dan kakak mu?"
"aku hanya kecewa bu"
"kenapa? bukan kah kakak mu sudah menepati janji nya untuk mengerjakan soal soal pelajaran mu itu?"
" iya bu, memang soal nya sudah terjawab. tapi aku belum bisa mengerjakan soal itu karna kakak tidak menjelaskan cara nya."
"lalu apa yang kau mau? kenapa kau selalu mempermasalahkan hal kecil seperti ini?"
__ADS_1
"sudah lah bu. aku mau tidur."
percuma aku bicara sama ibu. apa pun yang aku katakan aku selalu di salah kan. harus nya ibu mungkin bisa menyuruh kakak menjelaskan jawaban soal soal itu sebelum ia pergi ke tongkrongan nya bersama teman teman nya itu. sudah lah, lebih baik aku tidur saja. besok kan aku harus sekolah