
Bulan desember adalah bulan penutup tahun. Setelah melaksanakan ulangan semester anak anak sekolah mulai dari taman kanak kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas di liburkan sebagai tanda kegiatan belajar mengajar di semester satu telah usai dan akan menuju pada semester dua yang merupakan kegiatan belajar mengajar sebagai penentu kenaikan kelas. Selain para siswa, guru pun di bebas tugaskan dari aktivitas mengajar atau bahkan mengisi nilai siswa ke buku penilaian. Begitu juga hal nya dengan Fira, kakaknya Echi yang bekerja masih sebagai guru honor di sekolah dasar.
Mendapati libur akhir tahun, Fira berencana pergi ke desa pelangi bersama kekasihnya, Gunawan. Untuk memperkenalkan sang kekasih kepada orang tua nya. Karena Fira adalah sosok anak yang terbuka dan senang meceritakan perihal pribadinya kepada sang ibu sebagai tempat curahan hatinya.
Geraldi yang sering datang ke rumah Echi karena memang Echi yang menawarinya untuk melaksanakan aktivitas wajib yaitu makan, entah itu pada saat sarapan, makan siang, atau bahkan makan malam akhirnya membuat hubungan yang tadinya di sembunyika oleh Echi jadi terungkap. Ibu yang mengetahui hal itu menyambut baik hubungan mereka selama masih dalam batas wajar.
Sedangkan Cantika sudah bukan rahasia lagi kalau dia sedang menjalin hubungan kasih dengan Altaro. Melihat hal itu tentunya kedatangan Fira dengan kekasihnya kali ini akan mempertemukan ketiga pasangan bersaudara itu.
__ADS_1
...🕸🕸🕸...
Malam ini kebetulan Geraldi sedang berkunjung ke rumah Echi setelah dari melaksanakan solat magrib di mesjid yang letaknya dekat dengan rumah Echi.
"Wah, ada nak Geraldi rupanya. Kenapa gak di suruh masuk sih Echi. Ayo ajak sekalian abang mu itu. Biar kita makan malam rame rame biar bisa sekalian kenalan sama kakak mu. Kebetulan dia datang sama calonnya, jadi bisa saling kenalan nanti." ibu memaksa Geraldi masuk untuk bisa makan malam bersama keluarga Muzilio.
Dengan segan Geraldi membuntuti langkah kaki Echi menuju dapur sehingga semua mata tertuju pada mereka dan membuat ke duanya merasa risih. Mereka menikmati makan malam dengan hening. Baru setelah usai makan mereka pun saling berkenalan. Hingga suasana yang tadinya hening jadi menghangat dengan obrolan santai mereka. Geraldi dan Iwan sebagai calon menantu pun tampak akrab dengan pembahasan mereka.
__ADS_1
Hingga setelah malam semakin larut tiga wanita muda yang beda usia itu pun memilih untuk tidur dalam satu kamar. Mereka saling mengenang masa kecil mereka yang tak pernah akur. Selalu ada saja yang menjadi bahan pertengkaran bagi mereka.
"Gak terasa ya, waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin kita saling bertengkar. Sekarang malah jauh jauhan." Fira berkata sambil menatap langit langit kamar yang mereka tempati.
"Aku kangen sama masa kecil kita. Aku kangen pengen berebut tempat tidur lagi. Ngeliat kak Echi pindah tidur di sebelah pinggir, terus pagi paginya pasti udah meringkuk di lantai." ucap Cantika menimpali.
Echi hanya diam saja mengingat masa kecilnya yang harus terus mengalah dengan kedua saudara perempuannya itu. Ia memilih untuk memunggungi kedua saudaranya. Ia menahan rasa sesak di dada yang tiba tiba terasa saat bayangan masa kecilnya berputar dalam ingatannya. Saat mereka berlomba menghampiri sang ibu hingga ia di dorong sang kakak yang ingin lebih dulu di kuncir rambutnya. Saat mereka sarapan bahkan Echi hanya memakan nasi putih sedangkan lauk nya tidak di berikan karena keusilan kedua saudaranya yang selalu menghalangi saat Echi hendak mengambil lauk ke piringnya. Bahkan hal tersebut hampir setiap hari terjadi namun Echi lah yang selalu di salahkan oleh orangtuanya saat ia mengadu akhirnya ia selalu memilih untuk mengalah menerima perlakuan dua saudara perempuannya sedangkan adiknya Ikky saat itu masih bayi.
__ADS_1
Menyadari keadaan Echi yang hanya diam sambil memunggungi mereka, akhirnya Fira melayangkan pertanyaan kepada adiknya tersebut. Namun Echi lebih memilih diam dan pura pura tidur. Hingga akhirnya ia merasa terusik dengan pernyataan dari Fira, kakanya.