Butiran Debu

Butiran Debu
tidak sabar


__ADS_3

Berada di dalam pangkuan sang kekasih dengan tubuh yang di dekap erat dari belakang, merasakan hembusan hembusan napas yang menerpa kulitnya membuat Echi merasakan sensasi kenikmatan tersendiri. Ciuman ciuman lembut yang mendarat di rambut dan pncak kepalanya membuat ia merasakan bahwa Geraldi benar benar mencintainya dengan tulus. Tiba tiba saja ia meragukan hatinya sendiri. Ia takut tak bisa membalas perasaan cinta sang kekasih yang terasa begitu mendambanya, padahal ia tahu bahwa dirinya jauh dari kata sempurna. Tak pantas rasanya ia mendapat ketulusan cinta sebesar ini. Echi bahkan masih ingat betul saat ia berupaya memutuskan hubungan mereka dengan mengatakan bahwa sebenarnya ia mencintai lelaki lain, dan hanya bermain main dengan status hubungan mereka saat ini. Rasanya ia sudah begitu jahat saat melihat reaksi sang kekasih yang malah memintanya untuk tetap bertahan dengan status hubungan mereka saat ini. Seketika Echi tersadar dari lamunan nya saat sang kekasih berbisik lembut di telinganya. "Jadi keenakan ya, turun dulu sana. Lama lama tubuh kurus ini terasa berat juga di pangkuan ku." Geraldi berucap pelan sambil tersenyum mengejek.


Echi yang baru sadar dari lamunannya pun langsung mencubit gemas pipi Geraldi sambil berdiri memutar tubuhnya menghadap ke arah Geraldi. "Abang!" Tak ada lagi kata yang bisa keluar dari mulutnya, sedangkan di dalam benaknya sudah terangkai kata kata makian untuk sang kekasih yang dianggapnya telah berbuat mesum itu, namun tenggorokan nya terasa tercekat karena sejujurnya ia juga menikmati sentuhan sentuhan tadi.


Echi berjalan cepat mengitari meja kerja Geraldi dan menduduki kursi yang bersaberangan dengan sebuah meja sebagai penghalang.


"Kan aku tu jadi lupa gara gara abang. Aku ke sini tuh mau minta pendapat abang. Kan sekarang lagi ada kegiatan PKK. Minggu depan mau ngadakan lomba. Jadi tiap kelompok tu di kasih tugas bikin jajanan pasar, bahan nya udah di tentukan sama juri. Kelompok kita dapat tugasnya bikin jajanan dari beras ketan. Kira kira abang bisa ngasih pendapat gak bang, kita harus bikin apa gitu. Soalnya banyaknya jajanan yang terjual nantinya jadi bahan pertimbangan juri, selain dari rasa dan hasil presentasi nya. Jadi kira kira jajanan dari bahan ketan yang bakalan laku pas di jual di stand nanti tu apa ya? Minta pendapat nya dong bang..." Echi menyampaikan niat hatinya menjumpai Geraldi siang ini. Sedangkan Geraldi tersenyum gemas melihat tingkah Echi yang terus saja mengeluarkan kata tanpa jeda.


"Kamu tuh, ngomongnya pelan pelan aja. Aku yang dengerin aja ngos ngosan, kok kamu yang nyerocos bisa santai gitu sih. Kayak emak emak berdaster jadinya." tawa renyah pun pecah dari mulut Geraldi saat mengatai pacar nya dengan sebutan emak emak berdaster.


"Iiih bukan nya ngasih solusi. Malah ngatain kayak emak emak segala lagi. Aku pulang deh kalo gitu. Awas ya. Besok besok gak boleh lagi mangku kayak tadi. Aku ngerasa di lecehkan." ucap Echi penuh penekanan. Ia merasa sangat kesal karena di katain oleh pacarnya seperti emak emak.

__ADS_1


Padahal ia adalah gadis polos yang selalu menjaga dirinya agar tidak di sentuh oleh laki laki, palingan juga hanya sekedar pegangan tangan.Baru kali ini ia di peluk. Apalagi posisisnya di peluk dari belakang dalam pangkuan laki laki yang berstatus pacarnya. Ia tiba tiba menjadi sangat malu saat mengingat adegan itu. Dan berlalu pergi dengan persaan ber api api.


"Eh, yang lagi ngambek." Geraldi langsung mencekal tangan Echi saat hampir mencapai pintu. Rupanya pria itu langsung beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah kaki Echi.


"Jangan ngambek dong. Aku tadi kan bilang gitu sambil otak nya loading nyari ide, sayang ku." Geraldi mebgaktifkan mode menggombal.


"Aku mau pulang. Mau bantu ibu buat kue pesanan, hatus sudah selesai jam empat sore ini. Assalam mu alaikum." Echi tak menggubris ucapan Geraldi.


Seketika Echi tersadar saat mendengar desahan nya. Segera ia menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Jangan macam macam, aku tau abang pasti pikiran nya lagi ngeres. Aku gak suka di giniin. Berasa kayak jadi objek pemuas nafsu." ucap Echi sambil menahan tangis.


"Ssstttt, jangan ngomong gitu. Abang beneran sayang, cuma rada nafsu dikit. Habisnya kamu suka ngegoda abang sih. Kan iman abang jadi goyah." Geraldi membela dirinya yang selalu merasa tergoda untuk menerkam Echi saat gadis itu menunjukkan sikap manjanya.

__ADS_1


"Katanya mau minta pendapat abang buat lomba PKK, jadi gak ni?" tawar Geraldi untuk mengalihkan perhatian Echi yang emosinya sedang labil.


"Gak usah, gak jadi minta pendapatnya. Biar nanti di rembukkan lagi aja sama ibi ibu yang lain." Echi masih dalam mode ngambek.


"Kalo saran abang sih mendingan bikin lemang aja. Kan bikin nya susah susah gampang, gak semua orang bisa bikin. Tapi semua orang pasti suka makan lemang. Nanti abang bantu carikan bambunya buat bikin lemang."


"Udah gak usah. Makasih atas tawaran nya." Echi masih sok jual mahal demi mempertahankan harga dirinya.


"Iiihhh kan jadi gemesh deh abang kalo liat Echi kayak gini. Nikah yuk. Lagian kamu tuh udah biasa ngerawat adek adek kamu, mulai dari ngurusin sarapan, masakin makanan mereka, ngatur uang jajan dan pengeluaran harian, ngeberesin rumah, ikut pengajian, sampe ikut ngurusin kegiatan ibu ibu PKK. Semua itu kerjaan rumah tangga loh sayang, secara gak langsung sebenarnya kamu itu udah siap nikah. Kalo kita nikah aku tinggal ajarin cara mengurus suami dengan baik." ucap Geraldi sambil mengedipkan matanya.


"Kayaknya otak kamu lagi konslet deh bang. Mata kamu aja sampe kayak gitu jadinya." Echi mengalihkan perhatian nya karena enggan menanggapi ajakan Geraldi untuk menikah.

__ADS_1


Mendengar jawaban kekasihnya Geraldi langsung memasang wajah seriusnya. "Aku beneran niat pengen nikahin kamu. Jangan pernah ragukan perasaan sayang, perasaan cinta aku. Ayo kita nikah. Aku pengen nya malam tahun baru nanti ngelamar kamu, biar bisa sambil ngerayain malam pergantian tahun dalam indahnya kisah cinta kita." Geraldi berucap dengan sangat bersungguh sungguh. Karena ia memang sudah tidak sabar menunggu saat itu akan tiba. Saat di mana ia bisa mengikat sang pujaan hati dengan hubungan yang lebih serius. Karena memang rasa cintanya yang sudah menggebu.


__ADS_2