
Biasanya pada sabtu sore tiga sekawan yaitu Aji, Ario, dan Geraldi akan meluncur ke desa Pelangi dan menghabiskan liburan mereka di sana. Selain bisa menikmati makanan khas nusantara seperti soto lamongan, rujak cingur, gudeg, rawon, pempek, masakan padang seperti rendang dan masih banyak lagi makanan nusantara yang dapat di temukan di desa Pelangi. Karena memang kebanyakan masyarakat desa ini adalah para pendatang dari berbagai daerah di Indonesia sahingga mereka yang mempunyai keahlian memasak mencoba peruntungan di usaha kuliner. Dan hal itu mendapat dukungan dari kepala desa yang menyediakan modal untuk usaha mereka sehingga desa Pelangi dapat dijadikan sebagai desa wisata. Tak hanya kuliner nusantara, tapi terdapat juga kerajinan nusantara. Setiap warga pendatang di desa pelangi wajib melestarikan budaya dari tempat asal mereka. Sehingga desa ini bisa menampilkan keberagaman Indonesia dari satu daerah masing masing. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri yang terdapat pada desa Pelangi.
Namun berbeda dengan akhir pekan pada minggu ini. Hanya tampak Aji dan Ario saja yang sedang menikmati perjalanan mereka ke desa Pelangi. Sedangkan Geraldi harus pulang ke rumah neneknya dikarenakan sang nenek sedang sakit parah.
Selama di tempat sang nenek, Geraldi sedang fokus pada kondisi sang nenek sehingga ia tak memperdulikan hp nya. Ia sama sekali tidak menghubungi Echi. Lagipula sikap Echi selalu cuek terhadap Geraldi.
__ADS_1
Echi yang sedang menikmati masa sibuknya di kafe pada malam minggu ini merasa sedikit lega. Pasalnya jika Geraldi ada bersama Aji dan Ario di desa Pelangi, Geraldi pasti akan memesan minuman via pesan whatsapp terlebih dahulu. Hingga pesanan tersebut akan berdampak pada Echi yang akan menjadi bahan bercandaan para pengunjung kafe atas 'pesanan spesial' begitulah mereka menyebut makanan atau minuman yang di pesan Geraldi.
Namun tanpa ia sadari, ia merasa ada yang hilang tanpa kehadiran seorang Geraldi. Ingin rasanya ia menanyakan tentang Geraldi kepada Aji dan Ario, namun urung di lakukannya karena ia merasa gengsi dan malu untuk sekedar mencari tahu tentang keberadaan Geraldi yang hampir sebulan itu tak pernah datang berkunjung ke kafe pelangi.
Sedangkan di tempat lain, Geraldi hanya bisa pasrah untuk tak bertukar kabar dengan teman temannya atau bahkan dengan gadis yang sangat ingin ia tahu akan kabarnya, yaitu Echi. Hal itu dikarenakan hpnya yang hilang saat dalam perjalanan ke rumah utama orang tuanya yang ada di Jakarta. Geraldi di minta sang papa untuk pulang dan menangani kegiatan perusahaan di sana. Sementara sang papa sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negri untuk membahas kerja sama yang telah terjalin dengan rekan bisnis yang selama ini memperkuat usaha yang telah di rintisnya dari nol.
__ADS_1
"Hai, apa yang kau lamunkan?" Tanya Ario yang membuat Echi terjingkat kaget.
"Tidak ada" ucap Echi sambil menggelengkan pelan kepalanya.
"Jangan membohongi ku." Ario berkata sambil menyerahkan selembar uang untuk membayar makanan dan minuman yang telah ia nikmati tadi.
__ADS_1
"Elo keliatan nyaman sama Aji. Gue tahu lo ada rasa sama dia. Tapi lo juga keliatan kehilangan saat Geraldi gak lagi bareng kita di sini. Yakinkan hati lo. Siapa yang sebenarnya bikin lo bisa nyaman jadi diri lo sendiri." ucap Ario sambil berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Echi yang tertahan karena ia sendiri bingung dan mencoba mencerna ucapan Ario.