Butiran Debu

Butiran Debu
Sah


__ADS_3

Geraldi terpana melihat kedatangan Echi yang di apit oleh adek dan ibunya. Pandangan nya bahkan tak lepas dari wanita yang akan di nikahi nya pada pagi hari ini.


Saking terpana nya, Geraldi sampai menatap tak berkedip sambil terus memandangi calon istrinya sambil terus menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Kamu cantik.Terimakasih ya"


Tanpa sadar Geraldi mengucapkan kalimatnya dengan suara yang cukup terdengar jelas setelah Echi berjarak tiga langkah dari dirinya. Seketika suasana menjadi sangat hening, dan semua pasang mata tertuju pada mereka. Hal itu membuat Echi semakin gugup dengan detak jantung yang kian kencang serta wajah yang semakin merona sehingga ia hanya mampu untuk menundukkan wajahnya.


Segera Geraldi memegang tangan Echi untuk di dudukkan nya sang kekasih di tempat yang tersedia, bersebelahan dengan dirinya. Sang Mc yang di tunjuk dalam acara pernikahan ini pun sontak menggoda sang pengantin pria yang tampak sudah tidak sabar untuk mengucap janji suci pernikahan hingga membuat cair suasana dan mengundang tepuk tangan serta sorak sorai dari para tamu undangan di acara sakral tersebut.

__ADS_1


Acara di mulai dengan sangat khidmat. Tak ada kendala yang berarti bagi pasangan ini dalam mengucap kalimat sakral pernikahan yang menyatukan mereka. Hingga menjadi sah sebagai sepasang suami dan istri.


Sebagian tamu undangan menangis terharu saat acara sungkeman berlangsung. Dimana Echi dan Geraldi saling mengucapkan maaf dengan tulus.


"Ibu, maafkan Echi karena selama ini Echi belum bisa menjadi anak yang baik bahkan sering mengecewakan ibu. Echi minta maaf atas semua sikap dan kata - kata Echi yang sering menyakiti hati ibu. Tapi ibu harus tahu, kalau Echi sangat sangat sangaaatt menyayangi ibu. Echi ingin ibu bahagia. Sekarang Echi sudah menikah Echi mohon agar ibu membimbing Echi agar bisa menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak - anak Echi kelak."


"Anak ibu sekarang sudah menikah. Jadilah istri yang baik", si Ibu menepuk nepuk punggung anaknya dengan penuh kasih dan berharap kebahagiaan akan menyertai kehidupan baru anaknya.


"Ayah.... maafkan Echi.. Maafkanlah Echi ayah.. Maafkan Echi..." tak ada kalimat lain yang dapat terucap dari bibir yang terus bergetar karena tangis, saat Echi bersimpuh pada kaki ayahnya.

__ADS_1


"Anak ayah. Kau tetap anak ayah" sang ayah menepuk punggung anak perempuannya dengan rasa sesak di dada dan sedikit perasaan kecewa karena pernikahan yang berlangsung atas kesalahan sang anak. Namun sebesar apa pun kesalahan, anak tetaplah anak bukan?


***


Setelah selesai dengan semua rangkaian acara yang sangat melelahkan, kini sepasang pengantin itu sedang berada di dalam kamar.


"Sini aku bantu"


Geraldi tak segan untuk mendekat dan mencabuti segala pernak pernik yang menghiasi rambut wanita yang kini telah sah menjadi istri nya. setelah hampir tiga puluh menit barulah sanggul yang membentuk di rambut Echi bisa terlepas setelah dengan lembut dan sangat hati - hati Geraldi berusaha mengurainya. Perlakuan manis Geraldi tentu membuat Echi merasa sangat bersyukur dan berharap semoga mereka akan menjadi pasangan yang saling melengkapi, saling mengerti, dan saling membantu dalam kehidupan rumah tangga yang mereka jalani nantinya.

__ADS_1


__ADS_2