
Siang itu matahari menyalurkan panas terik ke permukaan bumi. Tampak seorang gadis remaja sedang sibuk bermain dengan anak laki laki berumur dua tahunan yang berlarian kesana kemari sambil sesekali melempar bola ke sembarang arah yang membuat gadis tersebut harus sibuk mengambil bola yang tak tentu arah tersebut. ya, saat ini Echi sedang mengasuh adiknya. Sementara sang ibu sedang sibuk membuat pesanan kue dari para pelanggan yang tak pernah absen setiap harinya. Sedang sang kakak dan adik perempuan nya yang juga mulai beranjak remaja tak tampak walalu hanya sekedar bayangan nya di rumah sederhana itu. Mungkin Fira dan juga Cantika sedang sibuk di dunianya bersama teman teman mereka yang kadang membuat Echi merasa prihatin dengan ibunya yang punya tiga orang anak perempuan dimana mereka seharusnya bisa membantu sang ibu, namun kenyataan nya hanya Echi yang selalu peduli dan siap sedia membantu ibunya.
"Kak, minyum.. minyum kak..." rengek Iky yang tampak sudah kelelahan bermain.
"Tunggu sebentar ya, kakak ambilkan dulu minumnya Iky jangan kemana mana dulu."
"Ini, minum nya pelan pelan ya, anak pintar." Echi menyodorkan segelas air minum dan segera di teguk hingga tersisa tinggal separuhnya.
"Kak, bobok yok. Iky mau bobo." Anak lelaki itu mengucek ngucek matanya yang merah karena mengantuk.
__ADS_1
"Mau di ayun boboknya?" tanya sang kakak sambil menunjuk ke arah ayunan di dalam kamar tersebut.
Anak kecil itu mengangguk anggukan kepalanya sambil tersenyum tanda setuju terhadap kakaknya.
Echi merapikan ayunan yang biasa digunakan untuk menidurkan Iky, memasukkannya ke dalam ayunan dan perlahan mengayun sambil mendendangkan sholawatan yang sesekali ia selingi dengan lagu anak anak hingga tak lama kemudian adik kecilnya tersebut sudah terlelap dengan pulasnya di dalam ayunan.
"Hoowwaaammm..."
Echi menguap, ia tampak sangat lelah dan mengantuk. Ia membaringkan tubuhnya di samping ayunan sambil sesekali menggerakkan tangan nya hingga ayunan itu bergerak gerak. Tak lama kemudian ia sudah tak dapat lagi menahan kantuknya, matanya mulai merapat ia pun tertidur dengan pulasnya di samping ayunan sambil tangan kanannya masih memegangi ayunan.
"Bu, Iky udah mandi. Tadi habis bangun tidur dia minta pipis, pas udah di kamar mandi dia malah main air, jadi sekalian aku mandiin deh lagian juga ini udah hampir jam empat, gak baik kalo anak kecil mandinya kesorean kan." Kata Echi sambil membantu ibu merapikan peralatan serta sisa bahan bahan untuk sang ibu membuat kue.
"Oh, ya. Bagus kalo gitu." ucap ibu sambil mengannggukkan kepalanya kemudian menoleh ke arah anaknya. "Eh Echi, habis ini kamu angkatin jemuran dulu ya." sambung sang ibu ketika melihat anaknya hendak keluar dari dapur.
__ADS_1
"Tapikan itu tugas kak Fira sih bu,, masa harus aku yang kerjain? Emang kak Fira belum pulang juga bu?" ucap Echi dengan nada kesal.
"Kalo kakak kamu itu ada, buat apa juga ibu nyuruh kamu sih. Udah sana angkat dulu jemuran nya, keburu malem loh." jawab sang ibu tegas.
"Iya deh buk, iya.. Tapi aku gak mau ngelipetin bajunya. Enak aja kakak seharian ini dia kabur biar bebas dari tugas rumah." Echi semakin kesal dengan sang kakak.
"Kakak mu itu sedang belajar kelompok Echi, jadi kamu harus ngertiin dong. Kalau kamu memang gak mau bantuin ibu ya sudah, terserah kamu ibu gak maksa kok. Ibu tau mungkin kamu lelah seharian ini sudah bantuin ibu." ibu berucap dengan suara sepelan mungkin tak ingin anaknya merasa terpaksa saat mendapat titah darinya.
"Maaf deh bu udah bikin ibu kessel. Iya, ini aku angkatin jemuran nya. Tapi habis ini aku langsung mandi ya bu. Aku males kalo keburu kakak datang nanti malah rebutan kamar mandi kayak biasanya." Echi melangkah secepat mungkin dan segera menyelesaikan tugas dari ibunya kemudian bergegas mandi.
__ADS_1
Beginilah Echi di rumah. Ia selalu tidak bisa menolak titah ibunya dan terperangkap di rumah setiap harinya. Tidak ada waktu untuk bermain main seperti gadis seumurannya. Namun ia tetap menjalaninya dengan ceria. Baginya rumah adalah tempat ternyaman untuk ia melakukan aktifitasnya.