
Pagi ini adalah jam olahraga di kelas Echi. Mereka sudah mengenakan seragam olahraga dan bersiap untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Setelah selesai melakukan pemanasan dasar mereka pun membentuk lingkaran untuk melakukan latihan volly. Echi yang kebetulan berdiri berdampingan degan Yudis saling menggenggam tangan satu sama lain saat membentuk lingkaran. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap genggaman tangan mereka dengan tatapan tidak suka. padahal mereka menganggap hal itu biasa saja. Latihan volly pun di mulai. Mereka mulai saling melempar bola dari satu orang ke yang lainnya, mempertahankan bola volly tersebut agar tidak terjatuh ke tanah hingga akhirnya guru pembimbing olahraga membubarkan pemanasan untuk memulai latihan yang sebenarnya di lapangan volly.
Echi dan Ocha adalah siswa yang tidak termasuk ke dalam tim inti untuk melakukan latihan di lapangan volly kali ini. Mereka hanya bermain main sambil memberi dukungan pada tim yang mereka dukung. Sambil sesekali memberi arahan pada teman nya yang sedang berlatih.
"Eh, Echi gimana rasanya waktu Yudis genggam tangan kamu? Kamu pasti langsung gemeterran ya?" ucap Oca penuh semangat yang merasa iri ketika melihat tangan Echi di genggam oleh Yudis saat membentuk lingkaran sebelum melakukan pemanasan over bola volly tadi.
"Ah, aku sih biasa aja ya. Ngapain juga mesti baper sih, cuma gara gara gitu doang juga. Lagian kalo kamu yang di samping Yudis, pasti tangan kamulah yang di genggam. Makanya besok \- besok kalo pas pelajaran olahraga kamu deketan ama dia biar bisa cari kesempatan." jawab Echi panjang lebar.
__ADS_1
"Enak aja bilang aku mau cari kesempatan, aku gak segampangan itu kali.." Oca mulai berucap dengan nada kesal.
"Ya kali aja lo mau pura \- pura pingsan karna kecapean olahraga trus nyender deh di dadanya gitu, kan lumayan tuh bisa cari kesempatan. Mana tau nanti kamu bisa di peluk sama dia." Echi menjawab sambil tertawa membayangkan ucapan nya terhadap Oca.
"Lagian kamu mulai duluan sih. Makanya jangan ngomong aneh - aneh. Mau bikin aku kessel malah kamu yang monyong gitu kan jadinya. Udah deh, gak usah monyong gitu. Jadi tambah jelek tau." Echi berusaha mengembalikan mood sahabatnya itu namun tampaknya tak berhasil karena gadis yang berjalan beriringan dengan nya itu tampak tak merespon dan terus melangkahkan kaki nya tanpa berkata apa \- apa dengan terus mengabaikan setiap kata yang tertangkap indra pendengaran nya.
__ADS_1
*****
Bel tanda jam ganti pelajaran telah berbunyi. dua sahabat yang tak saling sapa tengah menunggu giliran di ruang ganti. Biasanya mereka akan berganti baju bersamaan dengan saling membelakangi, namun tampaknya saat ini hal itu tidak akan terjadi bila melihat ekspresi mereka yang tak ramah satu sama lain hingga akhirnya Echi mulai membuka suara.
"Ganti bajunya barengan aja, aku gak mau kita terlambat masuk kelas kalo harus debat siapa yg akan ganti lebih dulu." Echi berucap sambil melangkahkan kaki nya masuk ke ruang ganti yang di susul dengan langkah dari sahabatnya kemudian mereka mengunci pintu ruangan tersebut. Dan kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran.
__ADS_1