Caddy Kesayangan CEO

Caddy Kesayangan CEO
Circle Para Sultan


__ADS_3

Suasana yang semula  biasa saja seakan tidak peduli satu sama lain, mendadak berubah setelah melihat kedatangan Kendrick bersama Dara.


Para wartawan yang sedari tadi terlihat malas meliput  para tamu yang lalu berdatangan, kini bersemangat karena mendapatkan bahan gosip yang pastinya akan menjual. 


Langkah Ken dan Dara terhenti karena dalam waktu sekejap mereka berdua sudah dikelilingi oleh para wartawan. Tentunya bukan hanya wartawan yang penasaran, bahkan para tamu undangan lain pun ikut penasaran.


Bagaimana tidak? Seorang Kendrick Mahanta yang terkenal dingin terhadap, kini datang dengan menggandeng wanita cantik yang entah darimana asalnya. 


"Permisi Tuan Ken, apakah ini kekasih anda?"


"Siapa wanita yang bersama anda, Tuan Ken?"


"Apakah dia kekasih anda, Tuan Ken?"


Berbagai pertanyaan keluar dari para wartawan yang saat ini mengelilingi dua manusia yang terlihat begitu serasi. Terang saja hal itu membuat Dara terkejut, dia hampir saja kabur jika tangannya tidak ditahan oleh Ken. 


Berbeda dengan Dara yang tampak begitu gugup dan tegang, Ken terlihat begitu tenang dan mengukir senyum di kedua sudut bibirnya. Hal yang sangat jarang bagi seorang Ken, yaitu mengumbar senyum. 


"Oke, bisa tenang semuanya?" sahut Ken seraya mengangkat tangannya. 


Sontak saja para wartawan yang sudah siap melontarkan berbagai pertanyaan, kini diam mendengarkan dan memperhatikan. 


"Namanya Dara Chikita, dia adalah calon istri saya," ucap Ken seraya menoleh ke arah Dara dengan senyum yang mengembang.


Sontak saja hal itu membuat  semua orang  terkejut, bahkan Dara sendiri pun terkejut karena sebelumnya tidak pernah dibicarakan hal tersebut. 


Bagaimana mau dibicarakan? Bahkan ungkapan cinta Ken saja masih digantung oleh Dara. Tapi mana mungkin juga gadis bertubuh jenjang itu akan protes di depan umum? Bisa-bisa merusak reputasi Ken dimata umum.


"Benarkah? Bagaimana kalian bertemu?"


"Apa pekerjaan Nona Dara?"


"Berasal dari keluarga dan perusahaan mananah Nona Dara?"

__ADS_1


Berbagai pertanyaan berikutnya cukup mencubit hati Dara, karena sejatinya dia bukanlah siapa-siapa. Merasa wanita yang berdiri di sampingnya itu mulai tidak nyaman dengan berbagai pertanyaan, Ken segera menarik Dara untuk keluar dari kerumunan wartawan. 


"Udah dulu ya teman-teman, beri kami jalan," ucapnya sambil terus berjalan sambil merangkul Dara. 


Hal sederhana seperti itu cukup menggetarkan hati gadis yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan perhatian dari seorang pria sedemikian rupa. 


Namun lagi-lagi Dara hanya bisa bertanya di dalam hati, tidak etis jika bertanya tentang semua ini di depan umum. Kini tugas Dara adalah berperan sebagai calon istri Ken, seperti apa yang dibilang oleh CEO muda itu. 


Keadaan di dalam terlihat cukup bersahabat, meskipun banyak pasang mata yang menatap aneh dan heran pada pasangan yang baru tiba itu. Setidaknya mereka hanya berbisik-bisik satu sama lain, tidak ada yang berani bertanya secara langsung seperti para wartawan tadi. 


"Wow! Sebuah kejutan, kami kedatangan Tuan Kendrick bersama pasangannya," sambut Mr.Vicky, pemilik acara tersebut. 


Pria bertubuh tambun itu menjabat tangan Ken dan Dara secara bergantian. Dia didampingi oleh wanita yang seumuran, tapi masih tetap terlihat cantik meskipun usianya sudah tidak muda lagi. 


"Bisa saja anda. Selamat atas peresmian gedungnya Mr. Vicky, semoga ini awal dari kemajuan Vickyta group."


Ken menjawab dengan begitu gagah dan berwibawa. Jika sudah berbicara masalah bisnis, Kendrick Mahanta memang sudah tidak diragukan lagi. 


Dara begitu mengagumi Ken saat berbicara serius dengan Mr. Vicky itu. Hingga tanpa sadar kedua sudut bibirnya terangkat. Itulah mengapa seorang Kendrick begitu disegani oleh para relasinya, karena jika sudah masalah bisnis, maka CEO muda itu tidak akan main-main. 


Semula Dara menolak, tapi melihat Ken yang sepertinya sedang begitu serius dalam berdiskusi dengan Mr. Vicky, akhirnya dia pun menurut. Bahkan untuk sekedar berpamitan saja Dara tidak berani menyela. 


"Ayo kesini Nona… 


"Dara. Saya Dara Chikita," sambung Dara mengingat Ken sejak tadi belum memperkenalkan namanya di hadapan Mr.Vicky dan Nyonya Viona. 


"Ah ya, Dara. Kita bergabung disana ya, mereka ini para istri dan tunangan presdir-presdir muda dan sukses seperti Tuan Kendrick juga. Jadi kamu tidak usah canggung."


Nyonya Viona mengajak Dara untuk bergabung dengan kumpulan ibu-ibu sosialita, dimana harta dan tahta menjadi nomor satu yang mereka banggakan. 


Karena ini kali pertama Dara datang ke acara besar seperti itu,dia menurut saja. Lagipula untuk saat ini hanya Nyonya Viona yang dia kenal selain Ken. 


"Hai semuanya… apakah kalian menikmati acara ini?" sapa Nyonya Viona. 

__ADS_1


Para Nyonya dan Nona yang sedang asik berbincang sendiri-sendiri, sontak menoleh saat ada yang datang dan menyapa. 


"Hai Jeng Viona… ya ampun selamat yah, akhirnya gedung besar ini bisa resmi juga. Duh, rekan kita yang satu ini makin tajir aja."


Seorang wanita yang usianya hampir sama dengan Nyonya Viona, dia mengenakan dress selutut dengan warna maroon. Sungguh siapa saja yang melihat pasti akan mengira masih ABG. Sayangnya wajah tidak bisa membohongi. 


"Ah… Jeng Trisa bisa saja. Kamu juga senang suaminya sudah buka cabang resto di Hongkong. Duh… mondar-mandir keluar negeri terus dong."


Wanita dengan rambut sebahu itu tersipu malu. Selalu saja jika ada pertemuan seperti itu, pasti membanggakan bisnis sang suami. Jujur saja Dara merasa risih berada di antara mereka. 


Cukup lama mereka berbincang, akhirnya ada yang menyadari dengan kehadiran Dara. "Jeng Viona, yang di sebelah kamu ini siapa?" tanya wanita muda yang mungkin hampir seusia dengan Dara. 


Sontak wanita bertubuh jenjang itu menoleh. "Ya ampun, sampai lupa," sahut Viona seraya menepuk jidatnya. "Semuanya… ini adalah Dara, pasangan dari Tuan Kendrick."


Semua terbentang, tak berapa lama kemudian mereka saling pandang satu sama lain. Jelas mereka terkejut karena biasanya Ken adalah satu-satunya orang yang datang bersama asistennya yaitu Adam. 


Tapi untuk pertama kalinya Kendrick Mahanta membawa wanita cantik, anggun dan cukup lugu ke dalam circle bisnisnya. Itu artinya wanita tersebut sangatlah istimewa. 


"Wah… akhirnya ada yang bisa menaklukkan hati sang pangeran dingin," seloroh wanita dengan dress sabrina.


Sontak Nyonya Trisa yang kebetulan berdiri di samping wanita tersebut, mencoleknya. Mungkin mereka merasa tidak enak atas kata-kata yang baru saja terlontar. 


"Memang benar, kan? Selama ini itu ribuan wanita mencoba mendekatinya, tapi tidak ada yang berhasil. Ngomong-ngomong Dara bekerja sebagai apa? Lulusan mana? Terus orang tuanya memiliki perusahaan apa?"


Wanita bergaun Sabrina tadi masih melanjutkan ocehannya. Wajar saja jika orang-orang beranggapan demikian, pasalnya Ken begitu sulit untuk didekati apalagi di sentuh. Jadi mereka pikir selera Ken sangatlah tinggi, hingga tidak ada yang bisa meluluhkannya selain Dara. 


"Nona Brenda, saya rasa pertanyaan anda sudah terlalu jauh," sambar Nyonya Viona. 


"Nyonya Viona, saya sedang bertanya dengan Nona Dara. Kenapa malah anda yang menjawab?"


Brenda adalah salah satu wanita yang pernah ditolak oleh Ken. Pantas saja dia terlihat sinis saat melihat Ken datang dengan Dara. Padahal saat ini dia telah bertunangan dengan presdir muda juga, walaupun sepak terjangnya masih jauh di bawah Ken. 


Glek… 

__ADS_1


Dara menelan ludah, dia benar-benar bingung harus menjawab apa. Lulusan? Perusahaan? Bahkan untuk membiayai pengobatan ibunya saja Dara harus menjadi babu di rumah Ken. Bagaimana dia menjawab semua pertanyaan itu? 


**** 


__ADS_2